Cari

Memuat...

Selasa, 26 Mei 2015

Puskesmas se-Bateng Buka Pendaftaran Pasien Katarak

KOBA, BANGKA POS - Pemkab Bangka Tengah (Bateng), RSUD Bateng, dan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) akan menggelar operasi katarak sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat dalam bidang kesehatan. Kegiatan tersebut akan dipusatkan di RSUD Bateng.
"Jika tidak ada halangan akan kita laksanakan pada bulan Juni mendatang," kata dr Dede Lina Lindayanti, Direktur Utama RSUD Bateng, Jumat (8/5).
Kegiatan tersebut merupakan salah satu komitmen untuk melayani masyarakat penderita katarak di Kabupaten Bateng. Pendaftaran calon pasien telah dibuka sejak beberapa hari lalu di puskesmas-puskesmas di Bateng.
Dede menambahkan, pendataan yang dilakukan di puskesmasuntuk mengetahui dan memeriksa kondisi mata yang terkena katarak. Dokter ahli mata di masing-masing puskesmas akan memeriksa kondisi mata pasien atau screening terlebih dahulu.
"Nanti kami yang akan mengklasifikasikan karena tidak semua pasien katarak harus dioperasi," ujar Dede.
Bupati Bateng Erzaldi Rosman mengatakan, operasi tersebut sangat penting bagi masyarakat yang menderita katarak.
Pemkab Bateng dan instansi terkait akan terus membantu agar penderita katarak di Bateng dapat disembuhkan, terutama yang berasal dari kalangan tidak mampu.
"Kami berharap masyarakat atau yang memiliki saudara menderita katarak untuk mendaftar di puskesmas-puskesmas. Sentuhan seperti ini (operasi gratis katarak) dibutuhkan masyarakat," ujar Erzaldi.
Dia menyebut, operasi katarak akan terus dilaksa-nakan secara berkesinambungan. Ke depan, kegiatan seperti ini akan kembali dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah. Selain operasi katarak, diharapkan kegiatan lain juga bisa dilaksanakan seperti operasi hernia atau operasi bibir sumbing.
Guna mendukung kegiatan ini, Pemkab Bateng juga berupaya bekerja sama dengan pihak-pihak yang peduli dengan layanan kesehatan, seperti Perdami.
"Pemkab juga menyurati pihak-pihak yang akan melaksanakan kegiatan sosial seperti ini. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada para dokter yang telah melaksanakan operasi ini untuk masyarakat," kata Erzaldi
sumber : http://bangka.tribunnews.com/2015/05/09/puskesmas-se-bateng-buka-pendaftaran-pasien-katarak
 

Jumat, 22 Mei 2015

Di Dunia, 45 Juta Orang Menderita Penyakit Mata

 Di Dunia, 45 Juta Orang Menderita Penyakit Mata

Sebanyak 60 persen di antaranya berada di negara miskin atau berkembang.


Suara.com - Eye Disease Prevalence Research Groupmemperkirakan jumlah penduduk dunia yang menderita penyakit mata dan kebutaan akan mencapai 55 juta orang pada tahun 2020.
"Penyakit mata tersebut disebabkan berbagai faktor, antara lain pasien menderita penyakit tekanan darah tinggi, penyakit kencing manis (diabetes), keturunan dan faktor umur," kata dr. Sendhil Kumar Somasundaram, spesialis mata dari RS Mahkota Medical Centre Melaka, Malaysia, pada acara sosialisasi kesehatan di Kota Semarapura, Kabupaten Klungkung, Bali, Sabtu (9/5/2015) malam.
Ia mengatakan penderita penyakit mata saat ini diperkirakan berjumlah 45 juta orang di dunia, 60 persen di antaranya berada di negara miskin atau berkembang.
"Di Indonesia penyakit mata yang banyak ditemui adalah mata katarak (0,8 persen), glukoma (0,2 persen) serta kelainan refraksi (0,14 persen)," katanya.
Menurut dokter mata lulusan Perth, Australia itu, penyakit mata bisa ditangani sejak dini, bila penderita lebih awal melakukan pemeriksaan ke dokter mata.
"Karena dengan pemeriksaan tersebut, dokter akan melakukan analisa dan memeriksa lebih lanjut. Sehingga bila penderita itu harus dilakukan tindakan operasi, maka akan dilakukan secepatnya. Dengan harapan tidak sampai merusak bola mata maupun kerusakan saraf," ucapnya.
Sendhil lebih lanjut mengatakan dengan peralatan medis yang semakin canggih, maka penanganan operasi, seperti katarak bisa dilakukan dalam waktu singkat.
"Penderita pun tidak akan merasakan sakitnya pascaoperasi terlalu lama, sebab operasinya semua menggunakan peralatan medis yang canggih," ujarnya.
Pada sosialisasi kesehatan itu, juga menghadirkan dokter spesialis penyakit dalam dan usus, yakni dr Chek Siung yang menjelaskan faktor penyakit usus pada manusia antara lain karena pola makan, gaya hidup dan lainnya.
"Untuk mengantisipasi tersebut setiap orang harus menjaga kesehatannya dengan berolahraga dan makan yang mengandung serat. Di samping itu juga melakukan pemeriksaan secara rutin ke dokter," katanya.
Sementara Marketing Executive RS Mahkota Medical, Fransisca Titi Hapsari mengatakan pihaknya memiliki dokter spesialis dan peralatan canggih dalam setiap penanganan kesehatan.
"Di rumah sakit kami menangani berbagai penyakit dengan peralatan canggih, termasuk kami bisa memfasilitasi pasien dari Indonesia, karena kami telah memiliki kantor cabang di beberapa kota di Indonesia, salah satunya di Bali," katanya. (Antara)



sumber : http://www.suara.com/health/2015/05/10/081100/di-dunia-45-juta-orang-menderita-penyakit-mata

Senin, 18 Mei 2015

Tips Sederhana Mencegah Katarak

Penulis: Aldi Aulia Anwar | Editor: Reza Perdana
Analisadaily - Katarak merupakan salah satu penyakit mata yang sering dialami oleh setiap orang dari segela usia. Gejala yang paling umum dari penyakit mata ini adalah penglihatan yang mulai kabur.
Katarak juga merupakan salah satu penyakit mata yang dikemudian hari dapat membuat mata kita tidak dapat melihat atau buta. Sejauh ini, belum ada penelitian yang jelas menunjukkan alasan yang tepat untuk katarak atau pencegahan lengkap terhadap penyakit mata satu ini.
Namun, ada beberapa pengobatan alternatif untuk mengatasi katarak dan beberapa langkah-langkah proaktif yang dapat diambil untuk mencegah penyakit katarak ini berkembang seperti dilansir dari Boldsky.
1. Bawang putih
Bawang putih telah terbukti menjadi salah satu yang terbaik untuk mengobati katarak. Mengunyah beberapa sium bawang putih setiap hari diklaim mampu membersihkan lensa kristal di mata Anda, sehingga mengurangi timbulnya penyakit katarak.
2. Almond
Almond juga termasuk salah satu obat alternatif untuk mencegah katarak, karena almond diklaim memiliki kemampuan untuk memperkuat visi mata Anda. Caranya cukup mengkonsumsi almond yang telah direndam dalam air dengan kurun waktu semalam dan Anda konsumsi setelah kulitnya dikupas.
3. Wortel, bayam dan tomat
Vitamin A sejak dari dulu telah dikenal sangat penting untuk kesehatan mata. Mengkonsumsi wortel, bayam atau jus tomat setiap hari sangat bermanfaat untuk pengobatan katarak. Karena, ketiga jenis sayuran tersebut kaya akan vitamin A.
4. Teh Hijau
Teh hijau sangat penting untuk kesehatan mata dan semua masalah yang terkait dengan penglihatan. Mengkonsumsi minimal 3-4 kali teh hijau dalam sehari, diklaim mampu cepat untuk menyembuhkan katarak.
5. Wheatgrass
Jus wheatgrass atau jus rumput gandum juga merupakan salah satu obat alternatif yang baik untuk melawan katarak, karena hal itu diklaim mampu menghilangkan penglihatan yang kabur dari mata Anda.
6. Bilberry
Bilberry merupakan salah satu jenis buah-buahan dari keluarga beri-berian yang diklaim memiliki sifat untuk menyembuhkan penyakit katarak.

Jumat, 15 Mei 2015

Cegah Penyakit Katarak dengan Lindungi Mata

TRIBUNPEKANBARU.COM, SINGAPURA - Katarak merupakan penyakit pada mata yang biasanya diderita orang usia lanjut. Meski demikian sebenarnya kita bisa melindungi mata untuk mencegah atau memperlambat datangnya penyakit katarak.
Katarak adalah keruhnya kondisi lensa mata yang normalnya jernih. Kekeruhan pada lensa akan menghalangi masuknya cahaya yang dibutuhkan untuk melihat.
Dengan meningkatnya usia, setiap orang akan mengalami kekeruhan lensa. Sebagian besar orang yang berusia 60 tahun ke atas mengalami pembentukan katarak hingga derajat tertentu.
Menurut Dr.Loh Boon Kwang, dokter spesialis mata (opththalmology), penyakit katarak bukan satu-satunya gangguan mata yang bisa diderita orang lanjut usia. "Kita juga lebih rentan mengalami glaukoma atau retinopati diabetes. Jika dibiarkan, gangguan penglihatan bisa semakin buruk, bahkan menyebabkan kebutaan," katanya dalam acara seminar Managing Ageing yang diadakan oleh Gleneagles Singapore di Singapura (25/4/15).
Kwang menjelaskan, sebenarnya penyakit katarak bisa diperlambat, antara lain dengan menerapkan pola hidup sehat. "Mata adalah bagian dari seluruh organ tubuh. Sirkulasi darahnya juga sama dengan organ tubuh lain. Karenanya gaya hidup sehat yang kita lakukan akan berdampak juga bagi kesehatan mata," ujarnya.
Selain menjaga pola makan dan olahraga teratur, Kwang juga mengingatkan pentingnya melindungi mata. "Gunakan kacamata hitam saat berada di bawah sinar matahari. Selain itu, beri istirahat pada mata setelah menggunakan alat-alat elektronik," katanya.
Kebiasaan merokok juga bisa mempercepat kekeruhan lensa mata sehingga memperburuk katarak. Hal ini menjadi salah satu faktor mengapa saat ini makin banyak penyakit katarak ditemukan pada orang yang berusia lebih muda atau kurang dari 60 tahun.
Meski pengobatan katarak sudah semakin canggih sehingga operasi katarak tidak lagi dianggap sebagai operasi besar, namun mencegah tetap lebih baik daripada mengobati. (Kompas.com).

Minggu, 10 Mei 2015

Waspada, Infeksi Kehamilan Picu Katarak Saat Bayi Lahir

Jakarta, HanTer - Penyakit katarak tidak hanya terjadi pada orang dengan usia lanjut (lansia), tapi juga oleh bayi baru lahir atau balita.

Dokter spesialis mata, Ni Retno Setyoningrum, mengatakan, katarak pada bayi bisa terjadi akibat penyakit bawaan orangtua maupun infeksi saat proses kehamilan.

Ia menjelaskan, jenis katarak yang diderita bayi ini adalah katarak kongenital atau penyakit selaput mata, yang merupakan suatu kondisi di mana lensa mata yang semula bersifat jernih berubah menjadi keruh dan kondisi ini terdeteksi setelah kelahiran.

“Sebagian besar penyakit katarak diderita oleh pasien berusia lebih dari 60 tahun, tetapi katarak bawaan bisa dialami oleh anak-anak sejak kecil, dan ini perlu untuk diwaspadai untuk mencegah kebutaan,” kata dokter dari Jakarta Eye Center (JEC) ini, di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Meski jumlah penderitanya sedikit, yakni hanya 0.4 persen dari seluruh kelahiran hidup, ia mengatakan, katarak kongenital tidak bisa diremehkan begitu saja karena dapat mengakibatkan kebutaan permanen pada anak-anak.
Diperlukan peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit ini dan diimbau melakukan pemeriksaan mata anak sedini mungkin.

Ia menuturkan, penyebab katarak kongenital bermacam-macam. Umumnya, karena terjadi infeksi pada kehamilan trisemester pertama. Infeksi bisa diakibatkan oleh virus rubella, toxoplasma, dan cytomegalovirus. Sementara, faktor lainnya disebabkan oleh faktor keturunan atau genetik, masalah metabolisme, ibu hamil penderita diabetes, trauma (benturan), inflamasi atau reaksi obat.

“Khusus untuk infeksi kehamilan akibat rubella, bukan hanya bisa sebabkan katarak kongenital, tapi juga tuli dan masalah pada jantung,” ujarnya.

Ia menyarankan kepada setiap ibu hamil untuk memeriksakan diri kepada dokter guna mencegah infeksi kehamilan akibat virus rubella. Jika anak yang dilahirkan terlanjur mengalami katarak, harus ditangani sedini mungkin. Pasalnya, dampak sosial dari kebutaan yang diakibatkan kataran sangat buruk bagi perkembangan anak.

“Seorang bayi yang menderita katarak dan tidak segera dilakukan langkah operasi akan mengakibatkan munculnya gejala ambliopia. Sederhananya, jika orang sampai ambliopia, pakai kacamata apapun penglihatan tidak bisa kembali normal,” kata Ni Retno.

Menurut Retno, ciri-ciri bayi mengalami katarak bisa dikenali dengan kasat mata. Di mana, pupil pada mata anak akan terlihat putih, bukan hitam.

Kondisi ini menyebabkan penglihatan anak tersebut menjadi kabur dan terbatas. Mereka juga sulit untuk mengenali objek yang kecil dan halus. Anak dengan masalah ini menunjukkan gejala silau pada cahaya matahari dan perkembangan fisik yang lambat dari anak normal yang lain.

Ia mengungkapkan, kabar baiknya kebutaan pada katarak kongenital sangat mungkin dicegah. Secara global, terdapat 1,4 juta kebutaan pada anak dan hampir setengahnya dapat di cegah.

Kendati begitu, dalam penanganan pasien anak butuh perhatian khusus yang sedikit lebih ekstra bila dibandingkan dengan pasien dewasa.

“Pada pasien anak, prosedur operasi katarak menjadi lebih kompleks bila dibandingkan dengan pasien dewasa, sehingga prosedur operasi dilakukan dengan anastesi umum untuk menjamin kelancaran dan kenyamanan operasi,” tuturnya.

Tidak hanya itu, pasien juga harus menjalani pemeriksaan pra opersi terlebih dahulu, yang meliputi kondisi awal sebelum dilakukannya operasi.

“Ini untuk memastikan perlu tidaknya ditanam lensa intraokular sampai dengan pemerikasaan kondisi keseluruhan pasien agar benar-benar siap menjalani operasi katarak,” ujarnya.

Berdasarkan data yang ada, di Indonesia sedikitnya terdapat tiga juta orang buta. Sebagian besar dari penderitanya tidak memiliki kemampuan untuk hidup mandiri. Keterbatasan fisik itu membuat upaya mencari pekerjaan sangat sulit.

“Ada sih beberapa pasien buta yang sukses jadi penyanyi atau pemain piano. Tetapi proporsi pasien buta yang tidak punya pekerjaan jauh lebih banyak. Banyak dari mereka yang menggantungkan hidup dari mengemis atau menjadi pengamen,” pungkasnya.
(Sipri)
sumber : http://www.harianterbit.com/hanterhumaniora/read/2015/04/27/26501/40/40/Waspada-Infeksi-Kehamilan-Picu-Katarak-Saat-Bayi-Lahir

Jumat, 08 Mei 2015

Gejala dan Risiko Penyakit Bisa Diintip Lewat Warna Mata

KOMPAS.com - Mata bukan sekadar "jendela jiwa", tetapi warna mata juga bisa mengindikasikan gangguan penyakit tertentu yang sedang dialami.

Berikut beberapa kondisi kesehatan yang juga menyebabkan perubahan warna mata.

1. Mata berwarna gelap berpotensi mengalami katarak
Kabut yang tampak pada pupil mata merupakan tanda umum dari katarak, penglihatan yang seolah tampak berawan akibat penuaan.

Orang yang memiliki mata berwarna gelap ternyata memiliki risiko lebih besar terkena kondisi ini. Sebuah studi pada tahun 2000 yang dipublikasikan dalam American Journal of Ophtalmology menemukan bahwa orang bermata gelap memiliki 1,5 hingga 2,5 risiko lebih tinggi terkena katarak.

Melindungi mata dari paparan sinar ultraviolet adalah salah satu langkah penting untuk mencegah katarak, tetapi para peneliti merekomendasikan orang bermata gelap untuk berhati-hati.

2. Vitiligo jarang terjadi pada orang bermata biru
Vitiligo atau penyakit autoimun yang menyebabkan hilangnya warna kulit menjadi bercak, ternyata jarang terjadi pada orang bermata biru. Para peneliti juga menemukan bahwa variasi dalam dua gen tertentu, TYR dan OCA2, yang berperan dalam warna mata biru, menurunkan risiko vitiligo.

3. Melanoma lebih umum terjadi pada orang bermata biru
"Dari sudut pandang genetika, melanoma dan vitiligo tampak seperti berseberangan," ujar Spritz, "Variasi yang sama kami lihat sebagai pelindung untuk vitiligo ternyata meningkatkan risiko melanoma."

Satu teori mengapa hal itu terjadi yakni vitiligo adalah penyakit autoimun, itu berarti respon sistem kekebalan tubuh alami menyerang tubuh sendiri. Respon berlebihan seperti itu dapat menunjukkan mengapa orang bermata cokelat lebih berpotensi terkena vitiligo, serta mampu melawan melanoma.

Sprintz menambahkan, kaitan lebih tepatnya masih belum diketahui, tetapi gen yang melindungi tubuh terhadap vitiligo, melindungi terhadap melanoma, dan yang hanya menentukan jumlah dan jenis pigmen Anda semuanya tampaknya terjalin.

4. Orang bermata gelap lebih sensitif terhadap alkohol
Jika mata Anda berwarna hitam atau cokelat, mungkin Anda meminum alkohol lebih sedikit daripada rekan Anda yang bermata hijau atau biru. Karena lebih sensitif pada alkohol, maka orang bermata gelap minum lebih sedikit.

Berdasarkan penelitian pada tahun 2001 dalam Personal and Individual Differences, para peneliti menemukan bahwa penggunaan alkohol lebih tinggi pada wanita bermata terang.  Penyalahgunaan alkohol juga banyak dijumpai pada para narapidana bermata terang.

5. Wanita bermata berwarna terang lebih tahan sakit
Menurut sebuah penelitian, wanita dengan mata warna terang memiliki toleransi lebih tinggi terhadap rasa sakit dan rasa tidak nyaman.

Sebuah kelompok kecil wanita dipelajari sebelum dan sesudah melahirkan, dan mereka yang memiliki warna mata lebih gelap menunjukkan lebih banyak kecemasan dan gangguan tidur dalam menanggapi rasa sakit dari pengalamannya.

6. Orang bermata warna terang cenderung mengalami degenerasi makula terkait usia
Salah satu penyebab utama hilangnya penglihatan setelah usia 50 tahun yakni degenerasi makula terkait usia atau AMD, yang membahayakan bagian kecil pada mata di dekat tengah retina yang menajamkan pandangan.

Gangguan AMD bermula dari pandangan yang kabur dan berkembang hingga menjadi benar-benar kosong. Selain kebiasaan merokok dan faktor keturunan, orang yang memiliki warna mata terang juga meningkatkan risiko AMD, kemungkinan sekitar dua kali lipat.

7. Perubahan warna mata bisa jadi tanda ada gangguan
Bila Anda menemukan rona kemerahan di bagian putih bola mata, mungkin Anda memiliki alergi yang belum terdiagnosis. Bila berubah menjadi kuning, mungkin Anda memiliki masalah pada hati.

Bishop menerangkan, jika salah satu mata berubah warna, hal itu bisa menandakan penyakit turunan seperti neurofibromatosis, yang menyebabkan tumor jaringan saraf atau sindrom Waardenburg, yang biasanya menyebabkan tuli dan kulit pucat, atau bahkan bisa menjadi tanda melanoma iris.

Apabila mata Anda selama ini memiliki dua warna berbeda, mungkin tidak ada masalah yang perlu dikhawatirkan. Ada perbedaan tipis pada pola pigmentasi tiap mata selama masa perkembangannya. (Purwandini Sakti Pratiwi)

Sumber : 
http://health.kompas.com/read/2015/04/30/100000623/Gejala.dan.Risiko.Penyakit.Bisa.Diintip.Lewat.Warna.Mata. 



Selasa, 05 Mei 2015

Waspadai Katarak Pada Anak

Waspadai Katarak Pada Anak NERACA Katarak pada anak (Katarak Kongenital dan Infantil) termasuk penyakit yang telah dapat dideteksi sejak usia dini untuk mencegah kebutaan. Oleh karena itu diperlukan peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit ini dan menghimbau melakukan pemeriksaan mata anak sedini mungkin. Secara global, terdapat 1,4 juta kebutaan pada anak dan hampir setengahnya dapat dicegah. Prevalensi kebutaan terkait dengan status sosial ekonomi negara, mulai dari sekitar 3/10.000 di negara-negara industri untuk 15/10.000 di negara-negara miskin. Penyebabnya bermacam-macam, dapat karena herediter, infeksi selama masa kehamilan, kelainan sistemik pada usia dini ataupun idiopatik. Buta katarak pada anak berpengaruh terhadap fungsi penglihatan, karena lensa mata dalam keadaan keruh sejak usia dini, menghalangi cahaya masuk ke dalam mata dan berakibat gambar yang dihasilkan pada retina mata tidak jelas/kabur, terutama pada obyek yang kecil dan halus tergantung derajat beratnya katarak. Biasanya mata anak dengan katarak terlihat seperti ada keputihan di pupil/ anak-anakan matanya. Selain itu anak menunjukkan gejala silau pada cahaya matahari dan perkembangan penglihatan yang lambat dibandingkan anak dengan penglihatan normal. Penanganan yang terlambat dapat mempengaruhi kualitas penglihatan pada anak. Sedangkan data hasil Survei Indera Penglihatan dan Pendengaran pada tahun 1993 – 1996, angka kebutaan nasional Indonesia mencapai 1,5% atau yang tertinggi dibanding negara Asia Tenggara lainnya, dan lebih dari separuh angka kebutaan tersebut disebabkan oleh katarak. Kondisi Indonesia sebagai negara tropis dengan paparan sinar ultraviolet yang tinggi menjadi faktor pemicu kejadian katarak selain faktor degeneratif. “Pada pasien anak, prosedur operasi katarak menjadi lebih komplek dibandingkan pasien dewasa/lanjut usia, sehingga prosedur operasi dilakukan dengan anastesi umum untuk menjamin kelancaran dan kenyamanan operasi,” kata Dr. Ni Retno Setyoningrum, SpM(K), MMedEdu, Ketua Servis Oftalmologi Pedriatik dan Strabismus. Lanjut Dr. Retno, pasien juga harus menjalani pemeriksaan pra-operasi terlebih dahulu, yang meliputi kondisi awal sebelum operasi, perlu tidaknya ditanam lensa intraokular sampai dengan pemeriksaan kondisi keseluruhan pasien agar benar-benar siap menjalani operasi katarak. "Operasi katarak pada pasien anak merupakan awal dari proses pemulihan fungsi penglihatan, untuk meningkatkan fungsi saraf mata diperlukan pengobatan tahap lanjut yaitu terapi amblyopia. Hal ini terutama untuk membiasakan fungsi mata yang sejak awal dalam kondisi tidak normal karena tertutup katarak. Peran orangtua dan keluarga pada pasca operasi menjadi penting untuk memastikan penyembuhan terbaik dan meminimalkan risiko infeksi," katanya. Penerapan teknologi canggih pada prosedur operasi katarak juga menjadi faktor pendukung kesuksesan. JEC @ Kedoya, sebagai rumah sakit mata yang telah mendapatkan akreditasi berstandar internasional dari Joint Commission International (JCI) USA, memastikan kemampuannya dalam menangani pasien katarak anak dan katarak dewasa. JEC secara konsisten terus menerapkan teknologi mutakhir dan mengembangkan kualitas teknologi operasi mata demi memberikan layanan terdepan kepada pasien, salah satunya penerapan teknik fakoemulsifikasi pada operasi katarak dengan teknologi Centurion dan selain itu juga teknologi Femtosecond Laser Cataract Surgery (operasi katarak tanpa pisau).
NERACA
Katarak pada anak (Katarak Kongenital dan Infantil) termasuk penyakit yang telah dapat dideteksi sejak usia dini untuk mencegah kebutaan. Oleh karena itu diperlukan peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit ini dan menghimbau melakukan pemeriksaan mata anak sedini mungkin.
Secara global, terdapat 1,4 juta kebutaan pada anak dan hampir setengahnya dapat dicegah. Prevalensi kebutaan terkait dengan status sosial ekonomi negara, mulai dari sekitar 3/10.000 di negara-negara industri untuk 15/10.000 di negara-negara miskin. Penyebabnya bermacam-macam, dapat karena herediter, infeksi selama masa kehamilan, kelainan sistemik pada usia dini ataupun idiopatik.
Buta katarak pada anak berpengaruh terhadap fungsi penglihatan, karena lensa mata dalam keadaan keruh sejak usia dini, menghalangi cahaya masuk ke dalam mata dan berakibat gambar yang dihasilkan pada retina mata tidak jelas/kabur, terutama pada obyek yang kecil dan halus tergantung derajat beratnya katarak. Biasanya mata anak dengan katarak terlihat seperti ada keputihan di pupil/ anak-anakan matanya.
Selain itu anak menunjukkan gejala silau pada cahaya matahari dan perkembangan penglihatan yang lambat dibandingkan anak dengan penglihatan normal. Penanganan yang terlambat dapat mempengaruhi kualitas penglihatan pada anak.
Sedangkan data hasil Survei Indera Penglihatan dan Pendengaran pada tahun 1993 – 1996, angka kebutaan nasional Indonesia mencapai 1,5% atau yang tertinggi dibanding negara Asia Tenggara lainnya, dan lebih dari separuh angka kebutaan tersebut disebabkan oleh katarak. Kondisi Indonesia sebagai negara tropis dengan paparan sinar ultraviolet yang tinggi menjadi faktor pemicu kejadian katarak selain faktor degeneratif.
“Pada pasien anak, prosedur operasi katarak menjadi lebih komplek dibandingkan pasien dewasa/lanjut usia, sehingga prosedur operasi dilakukan dengan anastesi umum untuk menjamin kelancaran dan kenyamanan operasi,” kata Dr. Ni Retno Setyoningrum, SpM(K), MMedEdu, Ketua Servis Oftalmologi Pedriatik dan Strabismus.
Lanjut Dr. Retno, pasien juga harus menjalani pemeriksaan pra-operasi terlebih dahulu, yang meliputi kondisi awal sebelum operasi, perlu tidaknya ditanam lensa intraokular sampai dengan pemeriksaan kondisi keseluruhan pasien agar benar-benar siap menjalani operasi katarak.
"Operasi katarak pada pasien anak merupakan awal dari proses pemulihan fungsi penglihatan, untuk meningkatkan fungsi saraf mata diperlukan pengobatan tahap lanjut yaitu terapi amblyopia. Hal ini terutama untuk membiasakan fungsi mata yang sejak awal dalam kondisi tidak normal karena tertutup katarak. Peran orangtua dan keluarga pada pasca operasi menjadi penting untuk memastikan penyembuhan terbaik dan meminimalkan risiko infeksi," katanya.
Penerapan teknologi canggih pada prosedur operasi katarak juga menjadi faktor pendukung kesuksesan. JEC @ Kedoya, sebagai rumah sakit mata yang telah mendapatkan akreditasi berstandar internasional dari Joint Commission International (JCI) USA, memastikan kemampuannya dalam menangani pasien katarak anak dan katarak dewasa.
JEC secara konsisten terus menerapkan teknologi mutakhir dan mengembangkan kualitas teknologi operasi mata demi memberikan layanan terdepan kepada pasien, salah satunya penerapan teknik fakoemulsifikasi pada operasi katarak dengan teknologi Centurion dan selain itu juga teknologi Femtosecond Laser Cataract Surgery (operasi katarak tanpa pisau).

sumber : http://www.neraca.co.id/article/53137/Waspadai-Katarak-Pada-Anak





Jumat, 17 April 2015

6 Cara Sehatkan Mata Hingga Tua

Liputan6.com, Jakarta Keindahan pemandangan, serunya jalan cerita novel, belajar bahasa serta banya aktivitas lain dilakukan oleh mata. Bahkan para pakar menyatakan sekitar 83 persen jalur informasi dilakukan lewat mata.

Begitu besarnya peranan mata dalam kehidupan kita tentu harus dijaga agar bisa berfungsi dengan baik hingga tua. Oleh karena itu, jaga kesehatan mata dengan enam langkah berikut ini seperti dilansir WebMD, Minggu (21/12/2014)

1. Makanan Sehat
Melindungi mata dimulai dengan memilih makanan yang sehat untuk mata. Menurut beberapa studi, makanan yang kaya Omega-3, lutein, zinc, Vitamin C dan E bisa membantu menjauhkan dari masalah yang berkaitan dengan mata seperti degenerasi makula dan katarak. Oleh karena itu, rutinlah mengonsumsi makanan berikut:
- sayuran hijau seperti kale, bayam, sawi
- Ikan seperti salmon dan tuna
- Telur, kacang, sayuran kacang-kacangan serta makanan protein yang tidak berasal dari daging lainnya.
- Jeruk, lemon, sitrus.

Terapkan pola makan dengan menu gizi seimbang untuk menjaga kesehatan tubuh terhindar dari obositas yang bisa menyebabkan diabetes tipe 2. Diabetes adalah salah satu penyakit yang bisa menyebabkan kebutaan.

2. Berhenti merokok
Demi kesehatan mata, sekaligus kesehatan tubuh secara keseluruhan berhentilah menghisap tembakau. Merokok membuat Anda lebih berisiko terkena katarak, kerusakan saraf-safat optik, serta degenarasi pada mata. 

3. Menggunakan kacamata anti UV
Menggunakan kacamata hitam kala di bawah sinar terik matahari bukan cuma sekedar gaya agar tampil menarik. Ini adalah cara untuk melindungi mata dari paparan sinar ultraviolet (UV). Mata terlalu banyak mendapatkan paparan sinar UV bisa meningkatkan risiko katarak dan degenerasi makula.

Pilih kacamata yang bisa menahan UVA dan UVB sampai 99 hingga 100 persen.

4. Gunakan pelindung mata
Hal ini berlaku bagi Anda yang bekerja yang terkena paparan material berbahaya seperti tempat las. Pastikan keamanan mata dengan menggunakan pelindung mata maupun goggle.

5. Jangan terlalu lama menatap layar komputer
Menatap terlalu lama layar komputer, tablet, serta ponsel smartphone bisa memgakibatkan: pandangan jadi kabur, mata kering, mata sulit fokus, nyeri punggung, leher dan bahu. Untuk menjaga mata tetap sehat meskipun bekerja di depan layar komputer yaitu pastikan jarak 35 cm dari layar komputer, duduklah di kursi nyaman, setiap 20 menit istirahatkan mata dengan melihat sejauh 20 meter ke depan selama 20 detik. Setiap dua jam sekali istirahat selama 15 menit.

6. Rutin memeriksakan mata ke dokter mata
Memeriksakan mata dilakukan tak cuma saat ada keluhan, mata sebaiknya diperiksa sejak kanak-kanak. Selain mengetahui mengenai kondisi rabun jauh, rabun dekat, maupun silinder pemeriksaan mata juga dapat untuk mengetahui lebih awal penyakit mata glukoma yang tidak memiliki gejala. Menemukan penyakit ini pada awal akan lebih mudah diobati.
sumber:
http://health.liputan6.com/read/2150434/6-cara-sehatkan-mata-hingga-tua





















Senin, 13 April 2015

Kenapa Wortel Baik untuk Mata?

Liputan6.com, Jakarta Bila mata ingin selalu sehat, sejumlah pakar menyarankan agar kita rutin mengonsumsi wortel yang dapat disantap dalam banyak bentuk. Lantas, apa alasan wortel baik bagi mata?

Melansir laman Times of India, Senin (26/1/2014), makanan favorit kelinci ini terkandung antioksidan beta-karoten, senyawa yang diubah menjadi vitamin A dalam tubuh.

Bila kekurangan vitamin A dapat menyebabkan kebutaan. Karena memang nyatanya, kekurangan vitamin A menjadi penyebab kebutaan pada sejumlah anak. Vitamin A sangat penting juga untuk sistem kekebalan tubuh yang kuat, serta menyehatkan mata, kulit, dan selaput lendir.

Kekurangan vitamin A juga dapat menyebabkan xeroftalmia, kondisi di mana mata tidak dapat memproduksi air mata, kekeringan di mata, kelopak mata bengkak dan ulkus kornea. Makan wortel dapat menghindari kita dari kekurangan vitamin A yang juga dapat mencegah pembentukan katarak dan degenerasi makula.
sumber : http://health.liputan6.com/read/2166261/kenapa-wortel-baik-untuk-mata

Jumat, 10 April 2015

Banyak Kasus Katarak di Makassar, Ini Penyebabnya

Liputan6.com, Makassar - Letak geografis yang tak jauh dari garis khatulistiwa membuat Kota Makassar memiliki panas yang begitu menyengat. Akibatnya, kasus katarakmengalami peningkatan di Kota Anging Mamiri ini.

"Saya tahu betul katarak di sini cukup banyak karena ultra violetnya yang tinggi sekali," kata Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nila Farid Moeloek saat meresmikan Gedung Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Makassar, Sulawesi Selatan pada Selasa (10/3/2015)
Baca juga :  15 Manfaat Nangka Bagi Kesehatan yang Tak Anda Ketahui

Kata Menkes, panasnya di Makassar akibat ultra violetnya belok ke wilayah timur sedangkan lapisan ozon berlubang di Pulau Jawa. "Kami yang di Jakarta aman, sedangkan di sini tidak aman," kata Nila sembari bercanda.

Meski tak begitu hapal angka persisnya, tapi kondisi ini dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, Rachmat Latief. Sebab, terang Rachmat, penyakit diabetes mengalami peningkatan. Baca juga : Waspadai Bila Mata Anak Mirip Mata Kucing, Bahaya

"Kan salah satu penyebab katarak adalah penyakit komplikasi diabetes," kata Rachmat.
sumber : http://health.liputan6.com/read/2188659/banyak-kasus-katarak-di-makassar-ini-penyebabnya