Cari

Memuat...

Kamis, 22 September 2016

Tips Diet Melawan Penyebab Kebutaan

GLAUKOMA adalah penyebab kebutaan terbesar setelah katarak. Glaukoma sering disebut silent disease dimana ia merusak saraf optik ketika cairan di dalam mata, aqueous humor, tidak mengalir keluar dengan benar. Disebut silent disease karena proses ini tidak menyakitkan dan terjadi secara bertahap sehingga Anda tidak melihat penyempitan visi Anda sampai kerusakan permanen telah terjadi.
"Pilihan diet glaukoma dapat membantu pasien glaukoma memperlambat gangguan dan membantu merawat mata mereka," kata ahli gizi, diet konsultan dan pendiri manajemen kesehatan Nutrilife, Dr. Shilpa Mittal, seperti dilansir laman Health Me Up, Kamis (2/10).

Berikut tips diet untuk melawan glaukoma:
1. Diet terbaik untuk melawan glaukoma adalah makanan yang tinggi antioksidan vitamin A, vitamin C, vitamin E dan vitamin B kompleks. Nutrisi ini akan membantu untuk melindungi mata. Biji, kacang-kacangan, biji-bijian, dan buah-buahan segar dan sayuran merupakan sumber yang baik dari nutrisi ini.
2. Hindari kopi, karena kandungan kafein yang tinggi meningkatkan tekanan darah, meningkatkan tekanan dalam bola mata (Tekanan Intra Okular).
3. Wortel dan sayuran berwarna hijau tua sangat membantu menurunkan risiko glaukoma hampir 60 persen.
4. Minum teh hijau dapat membantu melindungi mata. Sebuah studi menemukan bahwa retina dan humor aqueous menyerap antioksidan dalam teh hijau.
5. Latihan aerobik dan peregangan otot dapat menurunkan tekanan mata.
6. Meditasi juga melemaskan tubuh dan mengurangi stres. Bernapas dalam-dalam dan berfokus pada napas Anda selama meditasi memungkinkan Anda mengambil lebih banyak oksigen, membuat Anda merasa tenang dan damai.(fny/jpnn)

Senin, 19 September 2016

Mengapa Kacamata Hitam Sebaiknya Diganti Dua Tahun Sekali?

KOMPAS.com - Memakai kacamata hitam saat beraktivitas di bawah sinar matahari sangat penting untuk melindungi mata. Dalam jangka panjang, penggunaan kacamata hitam juga bisa mengurangi risiko katarak.
Walau kita sudah merasa cocok dengan kacamata hitam andalan, tapi ternyata kacamata hitam tidak efektif dipakai bertahun-tahun lamanya.
Menurut penelitian terbaru di Brasil yang dipublikasikan dalam jurnalBiomedical Engineering OnLine, lensa dari kacamata dapat mengalami kerusakan seiring berjalannya waktu karena sering terpapar sinar UV. Lama-kelamaan, fungsi untuk melindungi mata dari sinar UV akan berkurang.
Nampaknya Anda harus punya kacamata hitam lebih dari satu. Menurut para ahli, menggunakan kacamata hitam yang sudah tidak ampuh memberi perlindungan dari sinar UV, dapat merusak penglihatan.
Secara perlahan sinar UV dapat merusak kornea mata dan menyebabkan masalah penglihatan, bahkan dalam jangka panjang menimbulkan kerusakan permanen pada mata. Menggunakan kacamata hitam yang tidak tepat juga dapat menyebabkan edema atau mata bengkak.
"Paparan UV dalam jangka panjang juga dapat merusak makula, bagian dari retina mata yang sangat bertanggung jawab pada fungsi penglihatan," ujar profesor Liliane Ventura dari Sao Paulo University.
Salain itu, tidak melindungi mata dari paparan sinar UV juga bisa mempercepat munculnya katarak atau kekeruhan lensa. Menurut Liliane, katarak lebih rentan terjadi di negara-negara tropis, seperti Indonesia karena tingginya paparan sinar UV saat musim panas.
Para peneliti mendorong adanya tes kualitas kacamata hitam dan menetapkan standar baru untuk batas aman filter UV yang dapat dipakai lebih lama.
Peneliti juga menyarankan masyarakat menggunakan kacamata hitam atau gelap sesuai dengan kegiatan yang dilakukan, misalnya saat berada di perkotaan, olahraga di luar ruangan, atau saat berada di pegunungan yang tinggi
sumber:
http://health.kompas.com/read/2016/08/27/095000823/Mengapa.Kacamata.Hitam.Sebaiknya.Diganti.Dua.Tahun.Sekali.

Jumat, 16 September 2016

Penderita Katarak di Kabupaten Bekasi Bertambah

Berdasarkan uji petik yang dilakukan Rumah Sakit Mata Cicendo pada 2015 lalu, ada sebanyak 9.000 warga Kabupaten Bekasi yang menderita katarak. Dari ribuan penderita penyakit tersebut, didominasi oleh lansia.
Untuk menekan angka kebutaan yang disebabkan katarak, Dinas Kabupaten Bekasi memberikan pelayanan operasi katarak secara gratis, Kamis (25/8) di UPTD Kesehatan Kerja Pasirgombong, Cikarang Utara. Namun dari 400 pasang mata yang akan dioperasi, hanya 79 orang.
“Untuk operasi yang dilakukan sekarang ada 150 yang datang, namun yang jadi operasi sekitar 79 orang, sisanya batal karena belum matang kataraknya dan juga tekanan darahnya tinggi serta gula darah masih tinggi, makanya akan kita jadwalkan lagi di bulan September nanti,” kata Kasi Pelayanan Kesehatan Khusus dan Rujukan pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Masrikoh.
Masrikoh mengatakan, penderita katarak di Kabupaten Bekasi kebanyakan merupakan lansia, meski ada penderita katarak genetik yang diderita oleh anak-anak dan remaja. Penyebabnya, kata dia, bisa karena lingkungan seperti polusi udara ataupun karena pekerjaan sehingga.
“Jadi memang kebanyakan penderita katarak itu ada di wilayah yang padat penduduk seperti di Tambun Selatan, Karangbahagia, Cikarang Utara, Tarumajaya atau di Babelan, dan kita bisa memprediksinya karena populasi penduduk kabupaten selalu naik setiap tahun maka berpengaruh juga dengan jumlah penderita katarak,” ungkapnya.
Dalam penanganan operasi katarak, kata Masrikoh, kebanyakan yang mendaftar ialah warga miskin di Kabupaten Bekasi.
“Kebanyakan memang warga tidak mampu tapi ada satu dua mereka yang memang orang kaya, mungkin karena percaya dengan Cicendonya yang melakukan operasi,” ujarnya.
Masih Masrikoh, operasi katarak yang dilakukan pemerintah daerah masih terkendala anggaran. Karena kegiatan Dinas Kesehatan dibagi dengan kegiatan yang lain, sehingga belum memfokuskan untuk pelaksanan secara penuh.
“Sekarang saja tahun ini termsuk banyak, tahun depan saja kemungkinan akan turun jumlah warga yang akan dioperasi, kan menyesuaikan anggaran,” tuturnya.(dho/rbs/gob)
sumber:
http://gobekasi.pojoksatu.id/2016/08/26/penderita-katarak-di-kabupaten-bekasi-bertambah/

Selasa, 13 September 2016

Banyak Cara Memperlambat Katarak

JawaPos.com – Pandangan kabur akibat katarak menjadi problem banyak kaum muda. Sepuluh tahun silam, penderita katarak umumnya berusia sekitar 60 tahun.
Sekarang 50 tahunan, bahkan tak sampai itu. Ada banyak faktor penyebab. Dokter spesialis mata RSUD Ibnu Sina dr Risty Ari SpM menyatakan, jumlah penderita katarak memang tinggi.
Ada lebih dari 40 pasien dalam sehari. Dia menyebutkan, katarak terbagi menjadi empat jenis. Yakni, kongenital (keturunan), traumatik, komplikasi, dan degenerasi (penuaan).
Jenis katarak yang paling banyak dijumpai adalah komplikasi dan degenerasi. Rata-rata penderita katarak komplikasi memiliki riwayat penyakit kronis.
Salah satunya, diabetes. ”Penyakit itu bisa mengganggu metabolisme lensa mata,” jelasnya. Lensa mata akan buram. Pandangan pun semakin kabur.
Saat ini usia penderita diabetes semakin muda. ”Nah, mereka yang punya diabetes berisiko terserang katarak lebih cepat,” lanjutnya.
Menurut Risty, gaya hidup sangat memengaruhi penderita katarak yang semakin muda. Umumnya, mereka menggemari makanan cepat saji (fast food).
Anak-anak muda menderita diabetes yang kemudian berlanjut dengan katarak. Selain itu, paparan sinar ultraviolet (UV) bisa menurunkan kualitas lensa mata.
Orang yang kerap terpapar sinar UV secara langsung lebih berisiko terserang katarak. ”Memang disarankan menggunakan kacamata hitam atau anti-UV,” tuturnya.
Orang yang sering bekerja di depan komputer juga berisiko menderita katarak. Namun, risikonya tidak terlalu tinggi.
Dokter Imama Qosida SpM menambahkan, perbaikan gaya hidup bisa memperlambat munculnya penyakit katarak. Setiap orang berbeda. Ada yang cepat, ada yang lambat.
Namun, katarak hanya bisa disembuhkan dengan operasi. Jadi, lensa mata yang sudah buram harus diganti dengan lensa baru.
Jika dibiarkan, penyakit tersebut bisa menutupi seluruh bagian lensa mata. Akibat selanjutnya adalah kebutaan.
”Memang harus dioperasi. Nanti kataraknya disedot dengan alat khusus, lalu lensa mata yang baru ditanam sebagai ganti,” jelasnya.
Bagaimana mencegah katarak? Imama menuturkan, memperbaiki gaya hidup sangatlah penting. Selain itu, kita perlu memperbanyak makanan yang mengandung vitamin A.
Di antaranya, anggur, tomat, dan pepaya. Tujuannya, membantu metabolisme mata. (adi/c5/roz/sep/JPG)
Sumber :
http://www.jawapos.com/read/2016/08/30/47791/banyak-cara-memperlambat-katarak/1
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


Sabtu, 10 September 2016

5 Makanan Wajib Untuk Kesehatan Mata Anda

Kesehatan mata sangat penting untuk dijaga, lho. Kabar baiknya, beberapa penyakit mata seperti katarak hingga rabun senja dapat dicegah dengan beberapa makanan tepat. Apa saja ya makanan tersebut? Seperti yang diutarakan oleh Judy Caplan dari Academy of Nutrition and Dietetics, inilah daftar makanan pencegah penyakit mata:

1. Daun Kale
Sayuran berdaun hijau ini merupakan sumber yang kaya lutein dan zeaxanthin, yang berhubungan dengan vitamin A dan beta karoten. Kale diyakini melindungi jaringan mata dari kerusakan sinar matahari dan mengurangi risiko katarak. Sumber makanan lain yang kaya akan lutein dan zeaxanthin adalah, brokoli, lobak, bayam, kacang polong, dan anggur merah.

2. Ubi Manis
Ubi juga mengandung beta karoten, ketika masuk ke tubuh maka akan diubah menjadi vitamin A yang membantu mencegah mata kering dan rabun senja. Bila Anda tidak suka makan ubi, dapat diganti dengan butternut squash ataupun wortel. Agar beta karoten dan vitamin A dapat diserap dengan baik oleh tubuh Anda, sebaiknya tambahkan sedikit lemak seperti minyak zaitun.

3. Stroberi
Kandungan viamin C dan antioksidan di dalam stroberi ini dapat menurunkan risiko katarak. Pastikan makanan dengan vitamin C yang tinggi selalu ada dalam menu Anda, seperti paprika, brokoli, jeruk dan blewah.

4. Salmon
Makanlah makanan yang mengandung omega 3  dan vitamin D setiap minggu, cara ini efektif mencegah mata dari kekeringan. Selain salmon, Anda juga bisa mendapatkan vitamin D dari sarden, makarel, susu, dan jus jeruk.

5. Teh Hijau
Mengonsumsi secangkir teh hijau dipercaya dapat menurunkan risiko katarak. Teh hijau kaya akan kandungan antioksidan dan catcehins, keduanya berfungsi sebagai antiinflamasi dalam tubuh Anda.

Sumber : 
http://www.motherandbaby.co.id/article/2016/9/42/6583/5-Makanan-Wajib-Untuk-Kesehatan-Mata-Anda

Rabu, 07 September 2016

BAHAYA MICROWAVE, DARI KATARAK SAMPAI KANKER

info ini di ambil dari TEMPO

TEMPO.COJakarta - Microwave kini sudah menjadi kebutuhan masyarakat modern, terutama mereka yang sibuk. Tak perlu memasak, cukup membeli makanan siap santap dan tinggal dipanaskan di dalam microwave, mudah, cepat, serta menghemat tenaga.

Hanya saja, terlalu sering menggunakan microwave akan berdampak buruk buat kesehatan, dari katarak sampai kanker. Peringatan itu disampaikan pakar radiasi Profesor Magda Havas, yang prihatin dengan kemalasan orang sekarang dalam menyiapkan makanan.

Kenapa berbahaya? "Yang paling penting untuk diketahui adalah microwave rawan kebocoran radiasi. Perangkat ini memiliki alat metal yang dimaksudkan untuk mencegah bocornya gelombang mikro," ujar Havas, yang mengaku telah mengetes banyak microwave dari produsen ternama.

Bagaimana microwave mempengaruhi makanan? "Microwave mengurangi nutrisi dari semua makanan. Proses radiasi membuat enzim-enzim rusak, sehingga kita hanya mendapatkan nutrisi yang tidak lengkap," kata Havas di Dailymail.
Bagaimana oven itu mempengaruhi tubuh? Selalu ada saja pendapat yang saling bertentangan soal bahaya microwave. Salah satu yang disepakati para ilmuwan adalah katarak. Ini adalah masalah penglihatan yang biasa dialami oleh orang yang berusia di atas 40 tahun dan bisa menyebabkan kebutaan. Katarak disebabkan oleh pengaruh gelombang mikro ke mata.

Microwave juga bisa menyebabkan kanker karena kebocoran wadah plastik yang mengandung karsinogen saat dipanaskan dan mempengaruhi makanan. Akibatnya adalah risiko terserang kanker.

Havas juga mengingatkan pengaruh microwave terhadap kesehatan jantung dan perubahan tekanan darah. Menyantap makanan yang dipanaskan di microwave menyebabkan berkurangnya sel-sel darah merah, bertambahnya sel-sel darah putih, dan naiknya kadar kolesterol.

Salah satu cara untuk menghindari bahaya microwave adalah dengan meninggalkan alat tersebut ketika bekerja untuk menghindari radiasi. Padahal kebanyakan orang berdiri di dekat microwave saat proses memanaskan yang berlangsung sangat singkat.

PIPIT
SUMBER: 
https://cantik.tempo.co/read/news/2016/08/18/332797017/bahaya-microwave-dari-katarak-sampai-kanker

Minggu, 04 September 2016

Kabar Gembira Demi Meningkatkan Kesehatan Masyarakat

Gedung PPMLI di Jl Raya Pluit Disambut Baik

Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Budaya dan Pariwisata, Sylviana Murni menyambut baik keberadaan Gedung Pusat Pelayanan Masyarakat Lions Indonesia (PPMLI) di Jalan Raya Pluit Timur, Kelurahan Pluit, Penjaringan."Apa yang dilakukan Lions Club Indonesia selalu sinergi dengan program Pemprov DKI Jakarta mulai dari pendidikan dan kesehatan. Salah satunya, bagaimana yayasan ini punya kepedulian pada masyarakat. Saya akan terus memandu bagaimana Lions Club Indonesia punya rasa melayani masyarakat," ujar Sylvi, sapaan akrabnya di Gedung Pusat PPMLI, Rabu (17/8).
Ketua Yayasan Lions Club Indonesia, Willy Suwandi Dharma mengatakan, renovasi gedung (PPMLI) bertujuan menunjang segala kegiatan pelayanan kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Di gedung ini selain pusat kegiatan pelayanan masyarakat, kita ada klinik cuci darah atau hemodialisis yang merupakan wujud nyata kepedulian. Kemudian pemeriksaan mata, operasi katarak, dan pemberian kaca mata," tandasnya.
SUMBER :
http://www.beritajakarta.com/read/35210/gedung_ppmli_di_jl_raya_pluit_disambut_baik#.V7lGy_l97IU
Operasi Katarak Cukup dengan Rp.3.750.000/mata
JAKARTA

info lebih lanjut:
Philips: 0855 789 10 25
Ravael: 0813 190 429 60

Kamis, 01 September 2016

Merawat Katarak Tahap Awal dengan Kacamata

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Sebanyak 20-30 orang masyarakat Riau dan Kepri berobat setiap bulannya ke spesialis mata di Rumah Sakit Mahkota Medical Centre. Hal ini dikatakan dokter spesialis mata RS Mahkota dr Sendhil Kumar Somasundaran saat bincang sehat Mahkota Medical Centre di Hotel Fave Pekanbaru, Sabtu (13/8).

Dokter spesialis pelayanan retina ini menjelaskan,mata adalah salah satu organ tubuh yang sangat penting.  Ada beberapa topik masalah yang sering ditemukan yakni selaput mata, gloucoma, diabetes dan retina mata. Katarak lebih sering disebabkan umur di mana lensa tertutupi lemak mengakibatkan penglihatan menjadi kabur. Bila lensa mata semakin kabur inilah yang dikatakan katarak. 

"Cara merawat katarak tahap awal adalah dengan kacamata, namun bila kacamata semakin menebal maka mata harus dioperasi. Operasi dilakukan cukup dengan bius lokal," ujar Sandhil.

Gloucoma adalah salah satu kerusakan urat syaraf mata secara progresif mengakibatkan medan penglihatan sempit. Para penderita gloucoma lebih banyak diakibatkan faktor umur, adanya gejala keturunan, minus tinggi, darah tinggi, migran, pengalihan darah berkurangnya obat streroid dalam tubuh. Cara pemeriksaannya adalah dengan memeriksa riwayat mata pasien," sebutnya.

Di Indonesia, masyarakat menderita diabetes retina mata sebanyak 5,8 persen pada tahun 2014 atau lebih kurang 9 juta pasien.

Hal ini diakibatkan gaya hidup tidak sehat dan lebih banyak mengonsumsi makanan yang manis-manis.

Faktor penyebabnya adalah akibat operasi katarak, merokok 2-5 kali lebih parah menderita penyakit urat syaraf dibanding orang yang tidak merokok Untuk tindakan medis yang dilakukan adalah penyaringan dan perawatan medikal yang ketat, laser mata, suntikan mata, suntika. Steroid depot dalam mata dan dilakukan pembedahan. Urat mata tanggal (retinal detachment) ini bisa disebabkan terjadinya kecelakaan atau benturan yang kuat. Ciri-cirinya adalah pasien tiba-tiba hilang pelihatan baik separuh maupun seluruhnya. 

"Mata kering itu mata sering memerah. Orang yang menderita diabetes bisa terserang katarak. Secara umum sebulan dari Riau dan Kepri yang berobat 20-30 orang ke Mahkota Medical Cebtre. Setiap hari ada 2-3 orang berobat sebagai pasien baru," katanya lagi. 

Sementara itu Manajer Eksekutif Kantor Representatif Mahkota di Pekanbaru Yudi Anhar menjelaskan bincang sehat kali ini khusus menghadirkan dokter retina mata ini dia juga pakar di bidang diabet retina. "Pesertanya selain pasien juga organisasi, asuransi dengan jumlah 100 orang," ujarnya.(yls)

Read more: http://riaupos.co/124707-berita-merawat-katarak-tahap-awal-dengan-kacamata.html#ixzz4HwZoMDnn


sumber:
http://riaupos.co/124707-berita-merawat-katarak-tahap-awal-dengan-kacamata.html#.V7lCu_l97IU





Senin, 29 Agustus 2016

Kelebihan Garam Tingkatkan Risiko Katarak

Terlalu banyak mengonsumsi garam meningkatkan risiko katarak dan kerusakan retina. Demikian hasil penelitian Penido Burnier Institute di Brasil yang dirilis Pravda.

Di Brasil, katarak dan kabur lensa mata, tumbuh lebih cepat daripada populasi 60 tahun ke atas, meskipun penyakit ini berhubungan dengan penuaan. Menurut dokter spesialis mata Penido Burnier Institute, Leoncio Queiroz Neto, salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kedua hal itu adalah konsumsi garam yang tinggi.Survei yang dilakukan Brazilian Institute of Geography and Statistics menunjukkan bahwa Brasil terus mengonsumsi garam lebih dari yang direkomendasikan, bahkan setelah pengurangan terbaru natrium pada beberapa makanan olahan. Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) merekomendasikan 5 gram garam per hari, namun warga Brasil mengonsumsi dua kali lipat yakni 12 gram per hari.

Menurut Leoncio, garam mengatur cairan ekstraseluler dan zat dalam tubuh kita. Penggunaan yang tidak sesuai dapat mengantisipasi pembentukan katarak dan menghalangi pemeliharaan tekanan osmotik antara sel-sel kristal sehingga membuat penglihatan menjadi buram. Para ahli menilai, Brasil tidak melihat hal ini sebagai hal yang serius karena efeknya tidak dirasakan langsung.

Selain mengontrol asupan garam, untuk mencegah katarak adalah menggunakan lensa dengan perlindungan ultraviolet dalam kegiatan luar ruangan. Lensa gelap tanpa perlindungan ultraviolet lebih buruk daripada tidak menggunakan apa-apa karena memungkinkan penetrasi radiasi ke mata.

sumber: 
http://rona.metrotvnews.com/read/2014/10/07/301722/kelebihan-garam-tingkatkan-risiko-katarak


Jumat, 26 Agustus 2016

Sinar Matahari Tingkatkan Risiko Sakit Mata

Liputan6.com, Jakarta Sebagian besar masyarakat hidup dengan berkegiatan di luar ruangan. Misalnya untuk makan, bekerja, hingga sekedar jalan-jalan. Tapi tahukah Anda bahwa sering berkegiatan di luar pada siang hari meningkatkan potensi sakit mata?

Dilansir dari Health Day pada Rabu (8/10/2014), penelitian terbaru menunjukkan bahwa radiasi ultraviolet berpotensi untuk meningkatkan risiko penyakit mata, seperti katarak dan glaukoma.
Penelitian yang dilakukan oleh sekelompok ilmuwan dari Harvard Medical School, Massachusetts Eye dan Ear Infirmary ini berkesimpulan bahwa mereka yang tinggal jauh dari garis khatulistiwa berpotensi 11 persen mengalami katarak dan galaukoma.

Penelitian juga menunjukkan bahwa jika setiap jam per minggu dihabiskan di luar ruangan selama musim panas, maka risiko mengalami penyakit mata akan meningkat 4 persen.
Meskipun demikian, para peneliti juga mengatakan bahwa selain sinar UV, penyakit mata juga disebabkan karena faktor genetik dan lingkungan.

Dengan hasil penelitian ini, para ilmuwan menyimpulan bahwa penggunaan kacamata anti-UV semakin harus segara diterapkan untuk mencegah semakin meluasnya penyakit mata.

sumber : http://health.liputan6.com/read/2116122/hati-hati-sinar-matahari-tingkatkan-risiko-sakit-mata