Cari

Memuat...

Jumat, 24 Oktober 2014

Angka Kebutaan Tinggi, Indonesia Bentuk Asosiasi Dokter Mata

Angka kebutaan di Indonesia masih cukup tinggi. Sebagian besar kebutaan disebabkan oleh katarak yang tidak hanya menyerang orang lanjut usia atau dewasa, namun juga anak-anak. Selain menghambat aktivitas, kebutaan juga menjadi salah satu penyebab kemiskinan.

Angka kebutaan di Indonesia masih cukup tinggi, khususnya di Jawa Barat. Salah satu upaya memberantas kebutaan itu, Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung pun membentuk Asosiasi Dokter Mata Indonesia, bersamaan dengan peringatan World Sight Day 2014, yang jatuh pada 9 Oktober kemarin.
Direktur Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung, Hikmat Wangsaatmadja, SpM, Mkes, MM mengatakan, secara nasional jumlah kebutaan mencapai 1,5% dari total penduduk. Namun di Jawa Barat angka kebutaan ini di bawah rata-rata nasional, yakni 1,1% atau sekitar 480.000 orang. Jumlah pengidap di atas satu persen ini dapat dikatakan tinggi.
Padahal sebenarnya kasus kebutaan merupakan hal yang bisa dicegah. Presentase kesembuhannya bahkan bisa mencapai 60% sampai 80%. Sehingga menurut Hikmat, kasus tingginya angka kebutaan ini bukan lagi hanya masalah kesehatan tapi sudah mencakup masalah sosial.
“Masih banyak ketidaktahuan dari yang sakitnya untuk datang memeriksakan diri, untuk datang mau berobat. Kita berantas kebutaan ini untuk menghilangkan kemiskinan, karena orang buta tidak sekolah. Tidak bekerja ya miskin,” kata dr. Hikmat Wangsaatmadja.
Penyebab tertinggi kebutaan di Indonesia adalah katarak. Penyebab kebutaan lainnya yaitu infeksi, kelainan refraksi, gangguan retina, dan glaucoma. Pada umumnya kelainan mata terjadi dengan sendirinya. Meskipun ada faktor lain seperti genetik, makanan, dan lainnya. Misalnya katarak. Kini katarak tidak hanya menyerang orang lanjut usia dan orang dewasa, namun juga anak-anak, bahkan bayi juga bisa terserang katarak. Namun katarak masih bisa disembuhkan. Hanya saja pemahaman sebagian besar masyarakat mengenai penyakit katarak ini masih sangat minim.
“Kurang dari tiga meter untuk melihat kurang itu sebetulnya sudah masuk kriteria buta menurut WHO. Jadi bukan hanya yang gelap sama sekali, bukan itu. Tapi yang penglihatannya kurang dari tiga meter itu sudah bisa dikatakan buta.” kata dr. Mayasari Wahyu Kuntorini, SpM, Dokter Spesialis Mata.
Seorang penderita katarak, yang juga seorang buruh tani asal Majalaya, Kabupaten Bandung, Yani mengatakan, sebelumnya ia tidak tahu jika katarak bisa disembuhkan. Namun setelah mendapat penyuluhan dari relawan penyuluh Pusat Mata Nasional, Yani akhirnya menjalani operasi katarak di Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung secara gratis.
“Dulu waktu sebelum umur 30-an kenanya (katarak), masih agak muda lah. Pertamanya (mata) yang kanan kena katarak, yang kirinya menyusul, kata Yani.
Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo terus berupaya mendidik warga untuk melakukan tindakan preventif dan memberikan penyadaran mengenai kebutaan. Selain itu, para petugas kesehatan di level yang bersentuhan dengan masyarakat, seperti puskesmas juga harus melakukan penyuluhan. Karena masalah kebutaan sudah masuk ke dalam ranah masalah sosial, sehingga harus dibentuk suatu komisi kebutaan.
Pentukan asosiasi mata ini diikuti oleh delapan rumah sakit mata di Indonesia, yaitu dari Jakarta, Surabaya, Bali, Yogyakarta, Bandung, dan Makassar. Asosiasi ini akan fokus mengatasi kebutaan yang terjadi di Indonesia.

sumber: http://www.voaindonesia.com/content/angka-kebutaan-tinggi-indonesia-bentuk-asosiasi-dr-mata-/2479486.html

6 Kelainan Mata yang Kerap Dialami Anak

SRIPOKU.COM - Tanda-tanda mata bermasalah pada anak sudah bisa dikenali sejak dini. Contohnya bila setiap menonton teve anak harus mendekat karena kurang terlihat, suka melihat dengan kepala miring atau memicingkan mata, atau ketika sudah sekolah, ia tidak bisa duduk di bangku belakang dan sering maju ke depan untuk melihat ke papan tulis.
“Ada anak yang penglihatannya kabur tapi takut memberi tahu orangtua karena orangtua suka mengancam. Akibatnya, anak juga jadi takut ke dokter,” kata dr. Florence M. Manurung, Sp.M, dari Jakarta Eye Center @Kedoya, Jakarta.
Sebagai orangtua, Anda juga perlu mengenali  beberapa kelainan mata yang kerap dialami anak :
1. Retinopathy of Prematurity  (RoP)
RoP adalah kelainan saraf mata karena kelahiran prematur. Bayi yang lahir prematur, pertumbuhan pembuluh darah retinanya belum sempurna. “Bisa terjadi komplikasi berupa perdarahan ke dalam rongga mata atau retina. Yang paling ditakutkan adalah kebutaan. Tapi, tidak semua bayi prematur terkena RoP.”
Untuk mencegah RoP, bisa dilakukan deteksi dini dengan alat-alat khusus. Pada RoP yang sangat berat bisa dilakukan tindakan bedah retina.
2. Kelainan Refraksi  
Kelainan refraksi adalah penurunan ketajaman penglihatan yang dapat dikoreksi dengan kaca mata. Bisa berupa mata minus, mata plus, maupun silindris. Kelainan refraksi bisa terjadi akibat faktor genetis maupun faktor lingkungan. Misalnya anak yang terlalu banyak membaca, menonton TV, bermain game, sehingga bentuk bola mata berubah. Gejala ini, banyak ditemukan pada anak usia Sekolah Dasar, yaitu 6 - 12 tahun.
Tanda-tanda kelainan refraksi mirip dengan mata malas, misalnya setiap kali menonton TV anak harus mendekat, suka melihat dengan kepala miring atau memicingkan mata, atau ketika sudah sekolah, ia tidak bisa duduk di bangku belakang.
3. Mata Malas ( ambliopia )
Sering juga disebut lazy eye , mata malas adalah gangguan mata berupa penurunan tajam penglihatan akibat adanya gangguan perkembangan penglihatan selama masa kanak-kanak. Gangguan ini umumnya mengenai salah satu mata saja, namun kadang-kadang ditemukan juga pada kedua mata. Penyebab mata malas bermacam-macam, mulai dari kelainan refraksi, mata juling, dan lainnya. Namun harus dibedakan antara mata juling dengan mata malas. Mata juling berkaitan dengan posisi yang salah, sementara mata malas lebih karena fungsi yang berkurang.
Untuk mengatasi mata malas, anak harus menggunakan matanya yang malas dengan terapi oklusi (patching ), yaitu menutup mata yang penglihatannya baik atau dengan tetes atropin pada mata yang baik.
Florence menegaskan, “Mata malas bisa disembuhkan dan bukan penyakit mata akibat keturunan. Namun pada anak dengan keluhan ini, sebisa mungkin harus diperbaiki sebelum anak berusia 4 tahun karena di usia itu otak masih fleksibel.”
4. Tumor Mata ( Retinoblastoma )
Sering juga disebut cat’s eye , retinoblastoma adalah penyakit tumor ganas primer pada anak yang tumbuh dengan cepat berasal dari sel retina mata. Penyakit ini tidak hanya dapat mengakibatkan kebutaan, melainkan juga kematian. Bila ditangani dengan tepat pada stadium dini, angka penyembuhan kanker ini dapat mencapai 95 - 98 persen dan penderita dapat mencapai usia dewasa.
Disebut cat’s eye (mata kucing) karena gejala atau tanda yang muncul di antaranya bola mata berwarna putih mengilat, sehingga kerap juga dikira katarak. Tindakan yang dilakukan adalah mengangkat bola mata.
5. Katarak
Ternyata, tak cuma orang dewasa yang bisa terkena katarak. Anak-anak pun bisa. Penyakit katarak terjadi karena kekeruhan lensa mata. Bisa terjadi mulai dari proses dalam kandungan, misalnya karena infeksi atau malnutrisi pada usia kanak-kanak. Katarak pada anak harus segera ditangani agar-anak dapat melihat dengan normal.
6. Glaukoma Kongenital
Disebut juga dengan buftalmos , yang berasal dari kata “buftal ” atau mata sapi. Gejalanya antara lain bola mata membesar. “Orang menganggap anaknya lucu seperti boneka karena matanya yang lebar, padahal bisa jadi itu karena ada kelainan glaukoma kongenital,” kata Florence. Ini terjadi karena aliran cairan mata di dalam tidak lancar dan mampet sehingga bola mata membesar. Jika dibiarkan tanpa tindakan, saraf ke otak bisa rusak akibat tekanan yang tinggi. Keluhan ini akan diatasi dengan operasi membuka saluran.
Selain kelainan-kelainan di atas, ada beberapa gangguan pada mata yang juga kerap menyerang anak antara lain konjungtivitis (mata merah), low vision , dan mata juling (strabismus ).
Hasto Prianggoro
sumber:
http://palembang.tribunnews.com/2014/10/24/6-kelainan-mata-yang-kerap-dialami-anak

Minggu, 07 September 2014

Mengenal Penyakit Katarak

Katarak biasanya tumbuh secara perlahan dan tidak menyebabkan rasa sakit. Pada tahap awal kondisi ini hanya akan mempengaruhi sebagian kecil bagian dari lensa mata anda dan mungkin saja tidak akan mempengaruhi pandangan anda. Saat katarak tumbuh lebih besar maka noda putih akan mulai menutupi lensa mata dan mengganggu masuknya cahaya ke mata.
  1. Pandangan mata yang kabur, suram atau seperti ada bayangan awan atau asap.
  2. Sulit melihat pada malam hari
  3. Sensitif pada cahaya
  4. Terdapat lingkaran cahaya saat memandang sinar
  5. Membutuhkan cahaya terang untuk membaca atau ketika beraktifitas
  6. Sering mengganti kacamata atau lensa kontak karena ketidaknyamanan tersebut
  7. Warna memudar atau cenderung menguning saat melihat
  8. Pandangan ganda jika melihat dengan satu mata
Beberapa faktor menyebabkan terkena katarak antara lain :

  • Usia
  • Diabetes
  • Sejarah keluarga dengan katarak
  • Pernah mengalami cedera atau radang pada mata
  • Pernah mengalami operasi mata
  • Penggunaan corticosteroids dalam jangka waktu lama
  • Terkena sinar matahari secara berlebihan
  • Terkena radiasi ion
  • Merokok

Minggu, 31 Agustus 2014

Enam Cara Alami Atasi Katarak

VIVAlife - Penyakit katarak banyak disebabkan oleh faktor usia, atau turunan genetika. Banyak penderita katarak tidak menyadari, jika mereka mengalami gejala, atau menderita katarak. 
Hal ini biasanya dipicu, karena gejala katarak yang sulit dikenali, namun lalu lama kelamaan penglihatan mata akan terasa mulai kabur. Di sinilah, baru para penderita baru menyadari jika mereka mengidap katarak.
Gejala awal katarak yang banyak disepelekan oleh banyak orang adalah rasa gatal di mata, mata sering berair, dan pada malam hari mata tidak mampu melihat langsung silau cahaya.
Salah satu cara yang banyak diambil dalam pengobatan katarak adalah melalui jalur operasi. Namun, bagi Anda yang takut berkunjung ke ruang bedah, Anda dapat mengobati katarak dengan cara alamiah, seperti dilansir dari laman Style Craze di bawah ini:
Jus wortel
Memliki kandungan vitamin A yang tinggi, wortel memang dikenal sebagai obat ampuh untuk urusan kesehatan mata, tak terkecuali untuk masalah katarak. Anda cukup mengonsumsi satu gelas jus wortel setiap hari dan Anda bisa melihat gejala katarak perlahan berkurang. 
Adas manis
Cara lain untuk mengobati katarak adalah dengan mengkonsumsi Adas manis. Dengan mengonsumsi minimal enam gram adas manis setiap dua hari sekali, Anda akan merasakan adanya perubahan pada mata Anda.
Bawang putih
Mengonsumsi bawang putih mentah akan membantu mengurangi derita katarak. Hal ini, karena bawang putih mengandung bahan antioksidan dan antibiotik yang sangat baik dalam menyembuhkan penyakit. Cukup konsumsi 2-3 siung bawang putih setiap hari untuk mengurangi dan menyembuhkan katarak secara perlahan.
Jus labu kuning
Jus labu bisa juga dijadikan obat katarak. Kandungannya yang kaya akan vitamin A sangat baik untuk mata. Anda mungkin memerlukan blender dan banyak air untuk menjadikan labu benar-benar halus. Caranya yaitu dengan mengkonsumsinya setiap hari secara rutin sebanyak satu gelas.
Meneteskan madu
Menesteskan madu ke dalam mata juga bisa menjadi solusi lainnya. Teknik ini telah digunakan sejak lama oleh masyarakat Mesir Kuno. Madu mengandung antioksidan tinggi serta dapat mencegah terjadinya infeksi.
Bayam
Dengan mengonsumsi bayam, bukan hanya tubuh saja yang ternutrisi, tetapi juga mata. Ini karena bayam banyak mengandung karotenoid ,sehingga dapat membantu penyembuhan penyakit katarak. Cukup dua porsi per hari akan membantu penyembuhan penyakit. (asp)

Jumat, 29 Agustus 2014

Katarak Sulit Dideteksi Sebelum Usia 50

MATA mengalami kekeruhan adalah salah satu tanda dari penyakit katarak. Biasanya, penyakit katarak ditemukan ketika memasuki usia 50 tahun. Tetapi, bagaimana bila dilakukan deteksi dini?
Dr. Ucok P. Pasaribu, SpM, Opthalmologist Jakarta Eye Center @ Kedoya mengungkapkan bahwa penyakit katarak sulit ditemukan sebelum usia 50 tahun, meskipun melakukan deteksi dini. Namun, menurut Dr Ucok, pastinya rata-rata penyakit katarak mulai ditemukan pada usia 50 tahun ke atas.

"Pastinya rata-rata orang-orang yang berada di usia di atas 50 tahun sudah mulai terkena katarak," kata Dr Ucok pada konferensi pers "Akreditasi Internasional JEC @ Kedoya dari Joint Commission International (JCI)” di JEC Kedoya, Jakarta Barat, Sabtu (9/8/2014).

Dr Ucok menjelaskan bahwa biasanya ketika memasuki usia 50 tahun ke atas, kekeruhan pada lensa mata mulai ditemukan. Namun sayang, biasanya penyakit katarak tidak disertai gejala, sehingga seseorang masih bisa beraktivitas. Lalu, bagaimana bila dideteksi sejak dini?

"Kekeruhan pada lensa mata biasanya terjadi di atas usia 50 tahun walaupun tanpa gejala. Tetapi kalau diperiksa oleh dokter mata, pasti sudah mulai terlihat. Paling tidak, dia sudah aware jika deteksi dini yang membuat mereka periksa matanya 1 tahun sekali," jelasnya.

Menurut Dr Ucok, dengan melakukan deteksi dini, berarti seseorang harus memeriksa kesehatan matanya secara berkala. Lalu, apa manfaat mendeteksi dini gangguan pada mata?

"Kalau deteksi dini itu kita harus periksa secara berkala. Kalau sudah terganggu, menjadi diketahui bila mata ada gangguan," tutupnya.
(tty)
sumber : http://health.okezone.com/read/2014/08/09/482/1022247/katarak-sulit-dideteksi-sebelum-usia-50

Minggu, 24 Agustus 2014

Baksos Kemenpora di Sulteng

Parigi Moutong, GATRAnews – Hari Sabtu (09/8) pagi, Menpora Roy Suryo didampingi Istrinya Ismarindayani Priyanti bersama jajaran pejabat eselon I dan II Kemenpora beserta Wakil Gubernur Sulteng H. Sudarto, Bupati Parigi Moutong Samsurizal Tombolotutu melakukan jalan sehat dan senam pagi bersama masyarakat Parimo di alun-alun lapangan Tinombo.

Usai makan pagi di Kediaman Raja Tonombo Menpora Roy Suryo bersama rombongan melanjutkan kegiatan Pembukaan Bakti Sosial Kesehatan Operasi Katarak, Pemeriksaan IVA dan Penanganan Cryo Kangker Leher Rahim serta Donor Darah di RSU Tinombo Pimpinan dr. Sudarmi sebagai bagian dari Kegiatan Lintas Khatulistiwa Pemuda tahun 2014 di Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah.

Penelitian World Health Organitation (WHO) menurut Menpora Roy Suryo menyebutkan bahwa katarak adalah salah satu penyebab kebutaan sebesar 48%. "Di Amerika Serikat usia diatas 45 tahun yang terserang katarak lebih dari 45% diatas 50 tahun lebih dari 65% dan diatas 70 tahun bisa mencapai 90%, katarak penting untuk ditanggulangi dan dihilangkan sedini mungkin, agar tidak mengganggu produktivitas," harap Roy Suryo. Kegiatan ini adalah bagian dari program Lintas Khatulistiwa Pemuda 2014, menurut Menpora program ini adalah untuk mengedepankan kembali rasa patriotisme dan nasionalisme khususnya dikalangan pemuda di Parigi Moutong.

Setelah membuka kegiatan bakti sosial dan berdonor darah di RSU Tinombo Menpora Roy Suryo bersama rombongan melanjutkan kegiatan Peresmian Dermaga Tinombo dengan Pemecahan Rekor MURI Menyelam Tanpa Alat Bantu. Kepala Otoritas Pelabuhan Utama Makasar I Nyoman Gede Saputra mewakili Dirjen Perhubungan Laut mengatakan, pembangunan pelabuhan berasal dari APBN dengan panjang 70 meter dan lebar 8 meter. "Pembangunan pelabuhan diharapkan menumbuhkan pembangunan ekonomi khususnya di wilayah Tinombo," katanya.

Menurut Menpora, untuk Pemecahan Rekor Dunia - Indonesia Nomor Rekor 6575/R.MURI/VIII/2014 yakni menyelam dengan peserta terbanyak tanpa alat bantu sejumlah 525 peserta di Dermaga Tinombo, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah ini. Tidak jauh dari Dermaga yang telah diresmikan Menpora Roy Suryo berjalan kaki bersama rombongan menuju Gedung Olahraga Bulutangkis Kecamatan Tinombo untuk peresmian GOR Bulutangkis dan serta Membuka Turnamen Bulutangkis Menpora Cup 2014. "Kita patut bersyukur telah didirikan Gedung Olahraga Bulutangkis hasil swadaya masyarakat di Kecamatan Tinombo Kabupaten Parigi Mountong ini. Bulutangkis adalah olahraga andalan Indonesia dan Indonesia di kenal ke seluruh dunia karena prestasi bulutangkisnya," kata Roy Suryo.

Jumat, 22 Agustus 2014

126 Penderita Katarak Jalani Operasi Mata

indosiar.com, Parigi Moutong - (Selasa : 12/08/2014) Program Peduli Kasih Indosiar, terus melakukan upaya pemberantasan penyakit katarak di tanah air. Bekerjasama Perhimpunan Dokter Mata Indonesia, Klinik Kana dan pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, 126 penderita katarak berhasil dioperasi.
Operasi katarak di Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah ini, berlangsung dua hari, dan telah berakhir 9 Agustus tiga hari lalu, dan melibatkan 13 dokter ahli mata, dari fakultas kedokteran Universitas Indonesia.
I Wayan Mahesa, salah satu dari pasien katarak yang dioperasi. Pria berusia 21 tahun ini mengalami kelumpuhan dan dan menderita katarak sejak kecil. Selain Wayan Mahesa, masih ada 125 penderita katarak lain yang menjalani operasi yang didanai dari bantuan pemirsa Indosiar ini.
Seperti diketahui, penyakit katarak, yang disebabkan penuaan selaput mata dan sinar ultra volet matahari ini, pencegahannya hanya bisa dilakukan dengan
mengurangi beraktifitas di bawah terik matahari. Sedangkan penyembuhannya, hanya dengan melalui operasi. (Tim Liputan/Sup)

SALUTE

sumber :http://www.indosiar.com/fokus/126-penderita-katarak-jalani-operasi-mata_119594.html

Rabu, 20 Agustus 2014

Jagalah Kesehatan Matamu dengan Sayur dan Buah

1. Jus wortel
Sudah banyak yang tahu bahwa sayur oranye yang satu ini kaya akan vitamin A sehingga sangat baik mengobati mata, tidak terkecuali dengan penyakit katarak. Anda cukup mengonsumsi satu gelas jus wortel setiap hari dan buktikan bahwa katarak Anda semakin membaik.

2. Bawang putih
Makan bawang putih mentah-mentah akan membantu mengurangi derita katarak. Hal ini karena bawang putih mengandung bahan antioksidan, antibiotik dan sangat baik dalam menyembuhkan penyakit. Cukup makan 2-3 siung bawang putih setiap hari untuk mengurangi dan menyembuhkan katarak secara perlahan.

3. Jus labu
Jus labu bisa juga dijadikan obat katarak. Kandungannya yang kaya akan vitamin A sangat baik untuk mata. Anda mungkin memerlukan blender dan banyak air untuk menjadikan labu benar-benar halus. Minum setiap satu hari sekali Ladies.

4. Makan bayam
Bukan hanya tubuh saja yang ternutrisi, bayam juga sangat baik untuk mata. Ini karena bayam banyak mengandung karotenoid sehingga dapat membantu penyembuhan penyakit katarak. Anda bisa merebus sebentar dan makan seperti biasa. Cukup dua porsi per hari akan membantu penyembuhan penyakit.

Selasa, 19 Agustus 2014

Peringati HUT Kemerdekaan RI Pemkot Gelar Operasi Katarak Gratis

SRIPOKU.COM, PAGARALAM -- Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-69, Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam menggelar sejumlah kegiatan termasuk kegiatan bakti sosial. Sebanyak 75 masyarakat miskin mendapatkan layanan operasi katarak gratis hasil kerja sama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pagaralam, RSUD Besemah dan RS Khusus Mata Provinsi Sumsel.
Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan (Yankes) RSUD Besemah, Khas Monalisa mengatakan, saat ini sudah ada 75 masyarakat yang mendaftar untuk mendapatkan pelayanan operasi katarak gratis. Operasi katarak diperuntukan bagi masyarakat kurang mampu.
"Sudah ada sekitar 75 penderita Katarak yang mendaftar untuk dioeprasi gratis. Dari jumlah tersebut akan kita data sebelum nantinya operasi dilakukan," ujarnya, kepada Sripoku.com, Selasa (12/8/2014).
Untuk operasi katarak dilakukan tim dari Rumah Sakit Khusus Mata Provinsi Sumsel. Untuk menangani seluruh pasien katarak, diterjunkan tiga tim medis yang setiap tim terdiri dari satu orang dokter.
"Ada tiga tim yang diturunkan Rumah Sakit Khusus Mata Provinsi Sumsel. Diharapkan, dalam waktu yang ada ini seluruh pendaftar bisa mendapatkan pelayanan ini," jelasnya.
Sebelum melakukan operasi, agar memenuhi prosedur pihaknya terlebih dahulu melakukan pemeriksaan kesehatan, persetujuan warga dan syarat-syarat lainnya. Dengan begitu, pelayanan kesehatan gratis ini bisa dimanfaatkan bagi mereka yang benar-benar membutuhkan.

Sumber ;
http://palembang.tribunnews.com/2014/08/12/peringati-hut-kemerdekaan-ri-pemkot-gelar-operasi-katarak-gratis

Punya Hipertensi & Diabetes, Urungkan Dulu Niat Operasi Katarak

KATARAK identik dialami oleh para lanjut usia (lansia) dimana fungsi mata tak lagi sempurna. Katarak adalah lensa mata yang menjadi keruh sehingga cahaya tidak dapat menembusnya, bervariasi sesuai tingkatannya dari sedikit sampai keburaman total.

Dalam perkembangannya, katarak yang terkait usia penderita dapat menyebabkan pengerasan lensa. Ini menyebabkan penderitanya mengalami miopi, berwarna kuning menjadi coklat/putih secara bertahap dan keburaman lensa dapat mengurangi persepsi akan warna biru.

Karenanya, puluhan lansia di Depok, Jawa Barat, terlihat ikut serta mengikuti kegiatan bakti sosial yang digelar Kodim 05/08 Depok beserta Kodam Jaya. Karena nyaris tak bisa melihat lagi, mereka pun harus digendong mendaftar pengobatan dan operasi katarak. Salah satunya Nurani (69) warga Limo, Depok, yang menunggu giliran untuk dioperasi. (Baca: 2030, Jumlah Penderita Diabetes Dunia Diperkirakan Capai 552 Juta)

"Saya sudah enggak bisa baca tulisan kalau kecil-kecil walaupun dekat, apalagi jauh. Sudah enam bulanan ini dua-duanya begitu," katanya di lokasi kegiatan bakti sosial, Sabtu (21/6/2014).

Namun, sejumlah pasien terpaksa batal mengikuti operasi sebab saat diukur, tensi darahnya cukup tinggi dan mempunyai masalah penyakit gula atau diabetes. Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail yang menghadiri acara tersebut menjelaskan bahwa para pasien katarak memang tidak diperbolehkan operasi jika mengalami penyakit degeneratif, seperti darah tinggi dan diabetes.

"Perlu diketahui, Kodim 05/08 senantiasa bekerja harmonis, kompak, dan kuat melakukan kegiatan yang terkait aksi bakti sosial, karya bakti bersama sinergi dengan pemerintah. Untuk pasien katarak tentu harus diseleksi, tekanan darah tinggi, sudah terlalu diabet, maka dokter pasti tidak berani, berisiko, sebab proses luka tak cepat sembuh," ungkap Nur Mahmudi.

Ia mengklaim bahwa sebagai Kota Ramah Lansia, Depok juga berupaya memfasilitasi pasien katarak dengan Dinas Kesehatan. Katarak umumnya diderita lanjut usia sehingga harus diberikan semangat memotivasi sebagai Kota Ramah Lansia dengan menjaring pasien di Posbindu dan Puskesmas. (Baca: Deteksi Dini Sejak Awal Cegah Diabetes)

"Ada 111 pasien hari ini yang menjalani operasi katarak, dari 265 yang diseleksi, yang layak 111 warga," jelasnya.

Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyono mengatakan, program pembangunan juga harus menyentuh aspek kehidupan masyarakat. Masih ada kelompok masyarakat tertentu dengan penghasilan cukup rendah, yang membutuhkan perhatian dan pelayanan sosial, salah satunya kesehatan. (Baca: Ini Fakta Diabetes yang Perlu Anda Tahu)

"Tak sedikit menunda kesehatan dirinya, karena keterbatasan biaya. Donor darah 375 pasien, khitanan 174 pasien, pengobatan katarak 111 pasien, pengobatan umum 665 pasien, dan santunan yatim 100 orang," tutupnya. (ftr)

sumber: http://health.okezone.com/read/2014/06/21/482/1002191/punya-hipertensi-diabetes-urungkan-dulu-niat-operasi-katarak