Cari

Memuat...

Jumat, 01 Agustus 2014

7 Penyebab teratas munculnya penyakit katarak

Merdeka.com - Mata merupakan jendela Anda dalam melihat dunia. Walaupun begitu, terkadang Anda tidak pernah menyadari pentingnya funsgi mata hingga Anda mengalami gangguan kesehatan mata.

Ada banyak masalah yang mampu mempengaruhi kualitas penglihatan Anda. salah satu masalah yang paling umum adalah katarak. katarak terjadi ketika protein yang ada di dalam mata Anda menghalangi pandangan Anda. Bahkan katarak dapat menjadi salah satu penyebab umum kebutaan.

Berikut adalah penyebab teratas munculnya katarak seperti dilansir dari boldsky.com.

Usia
Usia adalah salah satu penyebab utama munculnya katarak. Protein lensa Anda akan semakin menurun ketika usia Anda bertambah. Selain faktor tersebut, faktor lingkungan juga dapat menyebabkan katarak.

Trauma
Trauma akan mengakibatkan pembengkakan, penebalan, dan munculnya warna putih di serat lensa. Warna putih yang terbentuk pada akhirnya dapat menyebabkan katarak.

Genetika
Genetika juga merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya kataraka. Sebab kelainan kromosom mampu mempengaruhi kualitas lensa mata Anda.

Penyakit kulit
Beberapa penyakit kulit tertentu mampu mempengaruhi kesehatan lensa mata Anda sepertii dermatitis atopik, ichthyosis, pemfigus, dan eksim.

Infeksi
Jenis infeksi tertentu seperti kusta, toksoplasmosis, dan cysticercosis dapat memicu timbulnya katarak. Oleh karena itu apabila Anda mengalaminya, sebaiknya segera obati penyakit tersebut sebelum infeksi penyakit ini menyebar.

Diabetes
Diabetes kerap kali dituding menjadi penyakit yang dapat menyebabkan katarak. Sebab enzim aldosa reduktase yang ada di dalam tubuh penderita diabetes mampu memicu timbulnya penyakit katarak.

Penggunaan obat tertentu
Ada beberapa jenis obat tertentu yang mampu mempengaruhi penglihatan mata Anda. Obat-obatan seperti kortikosteroid terbukti mampu menyebabkan timbulnya katarak.

Itulah beberapa penyebab munculnya penyakit katarak. Mengetahui penyebab munculnya penyakit ini dapat menjadi cara untuk mencegah penyakit katarak sebelum bertambah parah.

sumber :  http://www.merdeka.com/sehat/7-penyebab-teratas-munculnya-penyakit-katarak.html

Rabu, 30 Juli 2014

Bisa Bikin Bayi Cacat, Ibu Hamil Dilarang Dekat-dekat Pasien Campak Jerman

Jakarta, Sama halnya dengan tokso, rubella juga merupakan bagian dari infeksi TORCH yang perlu diwaspadai oleh ibu hamil. Bagaimana tidak, risiko kecacatan bagi bayi yang ibunya terkena virus rubella bisa dikatakan mengkhawatirkan.

Menurut Prof dr Sunartini Hapsara, Sp.A (K), Ph.D., rubella atau biasa disebut dengan campak jerman ini cukup dikenal di masyarakat karena dapat menyebabkan kelainan bawaan pada bayi, terutama katarak, tuli dan kelainan jantung.

"Bahkan gejala ini sudah bisa dilihat persis setelah si bayi lahir. Bila ada katarak, entah pada salah satu mata atau keduanya; kelainan jantung atau mikrosepali (ukuran kepala yang lebih kecil dari bayi normal), itu berarti si anak tertular virus rubella dari ibunya," tegasnya dalam Seminar Sehari 'Yuk Kenali Ciri-ciri Gangguan TORCH pada Anak' di RS Akademik UGM Yogyakarta dan ditulis Selasa (1/4/2014). Seminar ini terselenggara berkat kerja sama RS Akademik UGM dengan komunitas Rumah Ramah Rubella.

Dan kemampuan virus rubella ini ternyata juga tergolong istimewa karena dapat menembus barrier plasenta (yang seharusnya tak dapat sembarang ditembus oleh virus atau bakteri tertentu) sehingga langsung bisa mempengaruhi janin.

"Apalagi bila terinfeksinya di minggu-minggu awal kehamilan, kelainan yang disebabkan bisa mayor atau besar. Kalaupun baru terinfeksi di minggu-minggu terakhir, janin tetap utuh namun fungsi organ si bayi akan berkurang seperti jantung bocor atau tak bisa mendengar," imbuh Prof Sunartini.

Tercatat 85-90 persen kasus rubella kongenital (bawaan lahir) terjadi pada bayi yang tertular virus campak jerman pada trimester pertama kehamilan. Namun untuk kelainan bawaan akibat rubella, Prof Sunartini menuturkan keempat infeksi TORCH memiliki kelainan bawaan yang hampir sama, yaitu katarak, gangguan pendengaran, kelainan jantung dan mikrosefali. "Kadang bayi lahir tanpa gejala atau asimtomatik, baru belakangan gejala muncul," sambungnya.

Tak ingin ini terjadi, lakukan tes TORCH sebelum menikah. Di samping itu pemberian vaksin MMR (campak, rubella dan mumps), terutama bila sudah memasuki usia subur misal selepas SMA atau paling lambat tiga bulan sebelum hamil.

"Ibu hamil sangat disarankan menghindari kontak dengan anak atau ibu yang menderita campak jerman karena dapat menular. Kalau di luar negeri gitu orang yang menderita rubella akan membatasi kontaknya dengan ibu hamil, kalau di sini jarang ada yang mau mengaku," keluh Prof Sunartini.

(lil/vit)
sumber
http://health.detik.com/read/2014/04/01/200335/2542561/1299/bisa-bikin-bayi-cacat-ibu-hamil-dilarang-dekat-dekat-pasien-campak-jerman?991104topnews

Senin, 30 Juni 2014

Sering Terpapar Matahari, Nelayan Rawan Derita Katarak

[BATAM] Nelayan di Provinsi Kepulauan Riau rawan terkena derita katarak, karena frekuensi terpapar sinar matahari yang tinggi, kata Manajemen Seksi Penanggulangan Buta Katarak Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia Riko Yuniandri di Batam, Sabtu.

"Paparan sinar matahari yang tinggi merupakan salah satu pemicu katarak," kata Riko Yuniandri disela-sela operasi katarak mata gratis di Batam, Sabtu.

Katarak merupakan penyakit yang sulit dihindari, karena merupakan proses penuaan tubuh. Namun, untuk meminimalkan atau memperlambat prosesnya, maka masyarakat harus menghindari paparan matahari langsung.

Ia mengatakan Indonesia merupakan negara dengan jumlah penderita katarak tertinggi kedua di ASEAN. Jumlah penderitanya mencapai 1,5 persen total pnduduk, atau sekitar 2 juta jiwa.

Seksi Penanggulangan Buta Katarak Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (SPBK Perdami) menghitung, setiap tahun jumlah warga yang terancam kebutaan akibat katarak bertambah 240.000 jiwa.

"Dan sebagian besar penderita katarak adalah berada di daerah miskin dengan konsidi sosial yang lemah sehingga tidak memungkinkan penderitanya melakukan operasi," kata dia.

Di tempat yang sama, Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani mengatakan sekitar tiga persen penduduknya menderita katarak, dan sebagian besarnya adalah nelayan.

"Paling banyak yang menderita katarak adalah nelayan, karena mereka sering terkena sinar matahari," kata Gubernur. [Ant/N-6]

SUMBER :
http://www.suarapembaruan.com/home/sering-terpapar-matahari-nelayan-rawan-derita-katarak/56124

Jumat, 27 Juni 2014

70 Persen Kebutaan karena Katarak

Mataram (ANTARA News) - Hasil survei The Fred Hollows Fondation (FHF), menyebutkan kebutaan karena katarak yang diderita masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB) mencapai 70 persen.

"Itu hasil survei FHF yang disampaikan Pak Iskandar, Manager Program FHF untuk Indonesia," kata Wakil Gubernur NTB H Muh Amin, di Mataram, Rabu.

Pada Selasa (3/6), Iskandar dan Kordinator Program NTB Dedy Haryadi, mendampingi Koordinator Program FHF untuk Asia Tenggara Barnaby Coddy, menemui Wakil Gubernur NTB, guna menyampaikan program pencegahan dan pengobatan penyakit mata bagi penderita katarak dan gloukoma di NTB.  FHF merupakan yayasan yang dibentuk dari kerja sama Pemerintah Australia dengan Indonesia.

Pada kesempatan itu Iskandar mengungkapkan hasil survei, pengobatan dan sosialisasi kepada masyarakat NTB terkait penyakit mata seperti katarak dan glaukoma.

Kegiatan survei itu dilakukan sejak April--Mei 2014, di beberapa kabupaten/kota di wilayah NTB, sebagai lokasi pelaksanaan program pencegahan dan pengobatan penyakit mata bagi penderita katarak dan gloukoma. NTB merupakan lokasi ketiga, setelah sebelumnya dilaksanakan di Sulawesi dan Jawa Barat, dan telah disepakati untuk dilanjutkan pada tahun anggaran 2015.

Dari hasil survei dan pelaksanaan kegiatan itu, diketahui 4,5 persen masyarakat NTB mengalami kebutaan dan setiap tahunnya jumlah itu bertambah, sedangkan kebutaan karena katarak mencapai 70 persen.

"Hasil survei FHF itu cukup mengejutkan, dan tentu harus disikapi secara baik dan terarah," ujar Amin.

Pihak FHF juga mengungkapkan temuan adanya banyak masyarakat yang tidak menyadari betapa pentingnya memeriksa mata terutama bagi penderita katarak yang takut berobat karena biaya tinggi.

Untuk itu, FHF berharap adanya kesadaran masyarakat yang menderita katarak agar mau menjalani operasi, dan hal itu perlu didukung berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.

"Tentu pemerintah daerah perlu mendorong semua pihak terkait untuk membantu penderita katarak agar mau melakukan operasi dan pengobatan lebih lanjut," ujar Amin. (*)

Selasa, 24 Juni 2014

Katarak Juga Bisa Dialami Anak

KOMPAS.com – Katarak, timbulnya selaput keruh pada lensa mata yang ditandai dengan gejala pandangan kabur, acap terjadi pada orang yang sudah berumur. Tapi jangan salah, katarak bisa terjadi pada anak-anak, bahkan di dalam kandungan, dari ibu yang terkena virus.

Apa sebenarnya katarak? Katarak adalah gangguan pada indera penglihatan yang ditandai dengan keausan pada lensa mata. Lensa menjadi berselaput (keruh). Akibatnya, cahaya yang masuk ke dalam mata sulit mencapai retina sehingga terpencar dan pandangan menjadi kabur.

Pada tahap awal, karena tidak menimbulkan rasa sakit, seseorang seringkali tidak menyadari dirinya menderita katarak. Tapi, katarak  yang dibiarkan terus berkembang hingga bertahun-tahun membuat lensa mata menjadi semakin keruh.  Biasanya menimpa kedua mata meskipun tidak langsung sekaligus.

Apa saja gejala yang diderita? Penglihatan kabur seperti ada kabut yang mengalangi, penglihatan terganggu di saat gelap atau terang sekali, mata terlalu peka terhadap cahaya, lensa mata berubah menjadi buram, saat membaca perlu cahaya yang lebih terang, dan pandangan menjadi ganda.

Sebenarnya apa yang menjadi penyebabnya? Pertambahan usia, biasanya terjadi pada usia 60 tahun ke atas. Katarak juga bisa terjadi pada anak-anak, bahkan bayi yang ketika masih di dalam kandungan, ibunya terinfeksi virus. Mata sering terkena paparan sinar matahari tanpa perlindungan, trauma pada mata yang mengenai lensa, faktor genetik (turunan), gangguan metabolisme tubuh seperti diabetes, dan penggunaan obat-obatan seperti kortikosteroid dalam jangka panjang.

Ini, yang bisa kita lakukan untuk menangani katarak. Melakukan pemeriksaan mata secara teratur, banyak mengonsumsi sayuran dan buah yang kaya vitamin A, C, dan E. Mengatur pencahayaan lampu untuk memperjelas penglihatan, dan kalau terasa mengganggu, hindari mengemudi pada malam hari.

Segera hubungi dokter bila mendapati gejala-gejala seperti tadi, dan dokter akan melakukan hal-hal berikut ini. Memeriksa kondisi mata dengan biomikroskop yang diletakkan langsung di depan mata kita, katarak taraf awal akan diobati dengan obat tetes yang sifatnya tidak menyembuhkan tetapi memperlambat proses perkembangannya.

Bila katarak sudah mengganggu, dilakukan pembedahan. Dalam tindakan ini, lensa yang keruh diangkat lalu sebagai pengganti ditanamkan lensa intraokuler. Lamanya pembedahan biasanya tidak sampai satu jam. Setelah operasi, penglihatan berangsur-angsur akan semakin tajam. Tapi, pascaoperasi penderita perlu menjaga matanya agar tidak terkena infeksi.

Katarak yang dibiarkan tanpa perawatan bisa menyebabkan komplikasi seperti glaukoma atau uveitis yang berakibat kebutaan. (Intisari Extra)

Sumber :
Editor :
Lusia Kus Anna

http://health.kompas.com/read/2014/06/10/1448083/Katarak.Juga.Bisa.Dialami.Anak?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kknwp

Minggu, 22 Juni 2014

Tiap Tahun 240 Ribu Warga Indonesia Katarak

Padangsidimpuan,  Sebanyak 0,76 persen penduduk Indonesia mengalami kebutaan dan lebih dari 60 persen disebabkan katarak.
“Bila jumlah penduduk Indonesia saat ini mencapai 250 juta maka lebih dari 2 juta orang penderita katarak dan setiap tahun terjadi penambahan lebih 240 ribu, ” ujar Deputi Admin Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat Abidinsyah Siregar pada kegiatan operasi katarak gratis bagi warga kurang mampu, yang dilaksanakan Kodam I / BB melalui Kodim 0212/TS bekerjasama dengan lembaga kemanusiaan A New Vation (ANV) dari Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi) Sumatera Utara dan Tambang Emas Martabe Batang Toru di Rumah Sakit Umum (RSU) Angkatan Darat (AD) Losung Batu Padangsidimpuan, Kamis (5/6).
Hadir dalam acara itu, Dandim 0212/TS, Letkol Inf. A.T. Chrishardjoko, Kabid Admin BKKBN Sumut Rosmawati, Kasubdit Advokasi & KIE BKKBN Sumut Antoni, mewakili Bupati Tapsel, mewakili Walikota P.Sidimpuan, para perwira di jajaran Kodim 0212/TS, Direktur Operasi Tambang Emas Martabe Tim Duffy, staf Tambang Emas Martabe serta ratusan orang pasien katarak dari warga kurang mampu.
Abidinsyah mengatakan, angka penderita katarak ini menempatkan Indonesia pada posisi tertinggi kedua jumlah penderita katarak terbanyak di Asia Tenggara. Padahal katarak dapat disembuhkan dengan operasi.
“Mata merupakan jendela dunia. Sejatinya dijaga dengan baik namun gangguan penglihatan tidak bisa terhindari dan bisa terjadi pada semua orang, salah satunya katarak. Kekeruhan pada lensa mata ini harus ditindak dengan jalan operasi, “ katanya.
Dijelaskan, adanya bantuan dari Tambang Emas Martabe Kabupaten Tapsel yang bekerjasama dengan lembaga kemanusiaan ANV dari Walubi Sumut ini diharapkan bisa membantu mengembalikan penglihatan para penderita katarak agar bisa kembali beraktivitas.
“Dengan adanya bantuan ini, senantiasa di sisi anda semakin menunjukkan bahwa jajaran TNI dari Kodam I / BB maupun Tambang Emas Martabe tetap berusaha terus senantiasa berada di sisi masyarakat, ” ungkapnya.
Dandim 0212/TS Letkol Inf. A.T. Chrishardjoko mengatakan, operasi katarak gratis yang yang difasilitasi Tambang Emas Martabe ini guna meredam laju kebutaan yang dialami banyak masyarakat desa yang kurang mampu.
“Program ini merupakan program sosial TNI AD dari Kodam I / BB bekerjasama dengan berbagai pihak guna menolong dan memberikan bantuan kepada masyarakat kurang mampu di Sumut, “ ujar Dandim atas nama Panglima, Dandim juga mengucapkan terima kasih kepada Tambang Emas Martabe dan lembaga kemanusiaan ANV dari Walubi Sumut yang telah banyak membantu masyarakat kurang mampu dalam melakukan kegiatan social di Sumut khususnya di wilayah teritorial Kodim 0212/TS, sehingga masyarakat dapat terhindar dari kebutaan.
“Kiranya kegiatan ini tidak sampai di sini saja. Mungkin masih banyak program lain yang dapat kita laksanakan seperti operasi bibir sumbing, operasi kanker Rahim, yang seuanya banyak dialami masyarakat pedesaan dan warga kurang mampu yang mengharapkan uluran tangan dari kita semua, “ ujarnya.
Direktur Operasi Tim Duffy, mewakili manajemen Tambang Emas Martabe menyatakan, berbagai persiapan sudah dilakukan Tambang Emas Martabe dalam rangka program social sejak April 2014 lalu, yaitu dengan memfasilitasi pemeriksaan mata dan skrining katarak di berbagai daerah.
Ditambahkan, untuk kegiatan kali ini, sebanyak 364 orang terdiagnosa katarak dan saat ini menjalani operasi. “Kami berharap, bersama dengan para mitra kerja yang peduli, kami terus berupaya meningkatkan pemahaman dan ketrampilan masyarakat untuk mencegah tantangan kesehatan yang dapat dicegah atau disembuhkan, ” terangnya.
Mewakili pasien Bhakti Siregar mengungkapkan rasa terimakasih kepada Kodim 0212/TS dan Tambang Emas Martabe yang melaksanakan pengobatan mata secara gratis kepada warga kurang mampu. “ Kami berani dan yakin untuk menjalani operasi katarak dan kami ingin bisa melihat jelas agar dapat maksimal bekerja dan berladang guna kehidupan keluarga kami bisa terus berjalan,“ tuturnya. (hih)/(Analisa).
SUMBER :http://apakabarsidimpuan.com/2014/06/tiap-tahun-240-ribu-warga-indonesia-katarak/

Jumat, 20 Juni 2014

Kebutaan Katarak di Indonesia Tertinggi di ASEAN

Medan - Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Istu Hari S, mengatakan, kebutaan katarak di negara Indonesia merupakan yang terbesar di Asia Tenggara (Asean).
"Tingginya kebutaan karena katarak disebabkan mahalnya biaya pengobatan bagi keluarga yang kurang mampu," katanya ketika meninjau Operasi Katarak Dalam Rangka Memperingati HUT Ke-64 Kodam I/BB di Rumah Sakit Tentara Jalan Putri Hijau Medan, Rabu (11/6).
Pangdam menyebutkan, penyelenggaraan operasi katarak yang keempat kalinya Kodam I/BB bekerja sama dengan Tilgangga Institute of Ophthalmology Nepal dan Walubi Cabang Sumut karena terpanggil untuk peduli terhadap masyarakat yang mengalami gangguan katarak.
Kegiatan bakti sosial tersebut, menurut dia, meliputi pemeriksaan mata dan operasi katarak gratis bagi masyarakat yang kurang mampu di wilayah kota Medan dan sekitarnya, dengan target 1.000 mata.
"Bakti sosial ini merupakan langkah yang tepat, untuk membantu meringankan beban masyarakat dalam mengatasi kesehatan mata, juga diharapkan dapat lebih memperkokoh kemanunggalan TNI-Rakyat yang
sudah terjalin baik," kata jenderal bintang dua itu.
Karumkit TK II Putri Hijau Kolonel dr. Chairul Akmal, Sp, THT, selaku Ketua Panitia Bhaksoskes Operasi Katarak mengatakan kegiatan bhakti sosial kesehatan operasi katarak dalam rangka memperingati HUT Ke 64 Kodam I/BB tahun 2014.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung di empat tempat, yakni Gunung Sitoli, Teluk Dalam, Padang Sidempuan dan Rumkit TK II Putri Hijau Medan.
"Target mata katarak yang dioperasi sebanyak 2.000 mata. Mata katarak yang sudah dioperasi, yakni sebanyak 459 mata di Lokasi Gunung Sitoli dan Teluk Dalam, dan 603 mata di lokasi Padang Sidempuan, ucap dia.
Kemudian, jelas Chairul, di lokasi Rumkit TK II Putri Hijau Medan sampai dengan saat ini sebanyak 1.290 orang pasien yang sudah diskrening, 686 orang memenuhi syarat, 500 orang yang sudah dioperasi, 186 orang yang belum dioperasi.
Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Gubernur Sumut HT Erry Nuradi, Irdam I/BB Kolonel Inf Amrin, dan Para Asisten Kasdam I/BB.
Penulis: /AF
Sumber:Antara

Rabu, 28 Mei 2014

Phaco Emulsifikasi Infiniti, Alat Operasi Katarak Pertama di RS Negeri di Jambi

OPERASI mata katarak saat ini sudah bisa di RSUD Abdul Manap yang kini sudah memeliki alat Phaco Emulsifikasi Infiniti. Untuk ukuran RS negeri di Jambi, baru RSUD Abdul Manap yang memiliki alat tersebut. Seperti apa alat tersebut?

PENYAKIT mata katarak biasanya harus dirujuk keluar daerah untuk melakukan operasi, ini dikarenakan tidak adanya alat yang canggih yang digunakan untuk operasi tersebut. Namun saat ini Rumah Sakit umum Daerah (RSUD) Abdul Manap telah memiliki alat untuk operasi mata katarak tersebut,  berupa Phaco Emulsifikasi Infiniti yang baru dioperasikan sejak awal Maret lalu.
Dari seluruh RSUD yang ada di Provinsi Jambi,  baru RSUD Abdul Manap yang memiliki alat untuk operasi mata katarak ini.  Dokter mata RSUD Abdul Manap, dr. Vonna Riasari, menjelaskan, dengan menggunkan Phaco Emulsifikasi Infiniti operasi yang dilakukan tidak perlu memakan waktu yang lama, yaitu antara 15 sampai 20 menit saja. Luka yang ditimbulkan akibat operasi menggunakan alat terbaru tersebut juga tidak terlalu besar, sehingga penyembuhan juga relatif lebih cepat dari pada operasi lainya. Setelah operasipun rehabilitasi penglihatan lebih cepat, demikian juga peradangan yang ditimbulkan sangat minimal.
Vonna menyebutkan bahwa alat Phaco Emulsifikasi Infiniti sebenarnya sudah ada sejak awak Januari lalu, hanya saja baru dioperasikan sejak awal Maret lalu. Karena dokter dan asisten harus mengikuti uji fungsi dan pelatihan menggunakan alat Phaco Emulsifikasi Infiniti terlebih dulu sebelum melakukan operasi sebenarnya.
"Sejauh ini sudah 14 pasien penderita katarak yang dioperasi, hasil operasi sangat memuaskan, penyembuhan pasca operasi sangat cepat, hanya beberapa hari saja," sebut dr. Vonna saat dibincangi Jambi Ekspres akhir pekan lalu.
RSUD Abdul Manap memang merupakan RSUD yang pertama memiliki alat Phaco Emulsifikasi Infiniti tersebut, ini menandakan bahwa kelas RSUD sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Bahkan meningkatnya pelayanan di RSUD ini juga ditandai dengan hadirnya tenaga dokter dan alat-alat yang belum ada di RSUD Abdul Manap sebelumnya. Upaya peningkatan pelayanan RSUD Abdul Manap terus dilakukan untuk melayani pasien.
Vonna menambahkan, penggunaan alat operasi katarak berupa Phaco Emulsifikasi Infiniti dilengkapi dengan kaset mesin yang digunakan untuk operasi. Kaset mesin tersebut harus dibuang setelah satu kali pakai, sehingga harganya juga sedikit lebih mahal dari operasi biasanya. Bahkan untuk ruang operasi juga tidak bisa dicampurkan dengan ruang operasi lainnya. "Setiap setelah operasi ruangan harus disterilkan, lama waktu mensterilkan yaitu 24 jam. Kalau tidak disterilkan bisa berdampak pada hasil operasi mata akibat infeksi," tandasnya.

Jumat, 23 Mei 2014

Operasi Katarak Kini Bisa Dilakukan Hanya 15 menit

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Katarak merupakan penyebab nomor wahid kejadian kebutaan di Indonesia. Sekitar 52 persen dari seluruh angka kebutaan di negeri ini disebabkan karena katarak. Padahal, sebenarnya laju katarak bisa dikendalikan.
Menurut Wakil Direktur Pemasaran dan Pengembangan Klinik Mata Sehati, dr Gideon Hartono, kemajuan teknologi kesehatan masa kini memungkinkan penanganan terhadap berbagai masalah kesehatan mata secara mudah dan cepat, termasuk pada katarak.
Menggunakan teknologi terbaru, kata dia, operasi katarak dapat dilakukan dalam waktu sekitar 15 menit, dengan sayatan yang hanya selebar tiga milimeter. "Semakin dini diketahui, penanganannya akan semakin mudah," kata Gideon di sela acara grand opening Klinik Mata Sehati, Jl Yos Sudarso, Yogyakarta, Senin (14/4/2014).
Dalam acara tersebut hadir Wali kota Yogyakarta Haryadi Suyuti dan Ketua Jogja Eye Health Tri Kirana Muslidatun. Hadir pula para jajaran pimpinan Klinik Mata Sehati, yaitu dr Marlyna Afifudin SpM (direktur), dr Purjanto Tepo Utomo SpM (wakil direktur medis dan pelayanan), dr Kurnia Rosyida SpM (wakil direktur SDM), dan dr Sagung Gede Indrawati SpM (Wakil direktur umum dan keuangan).
Sebagai perwujudan tekad Gideon dan kawan-kawan untuk memerangi kebutaan akibat katarak, mereka menggelar program operasi katarak gratis bagi warga miskin.
Setiap kali Klinik Mata Sehati mengadakan 10 operasi berbayar, maka akan diselenggarakan satu operasi katarak gratis. Pada operasi gratis tersebut, kata dia, pihaknya akan tetap menggunakan kntraocular lens prima. Intraocular lens adalah lensa mata sintesis yang menggantikan lensa mata asli yang keruh dan diambil pada operasi katarak.
Tidak cukup sampai situ, pihaknya juga menyediakan satu hari khusus bagi pasien dari kalangan lanjut usia untuk mendapatkan diskon. "Setiap Selasa pukul 13.00 sampai 16.00 pasien lansia mendapatkan diskon 20 persen," kata Gideon.
Ada pula pemberian 1000 kacamata gratis bagi para pelajar, serta pemeriksaan kesehatan mata gratis. Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengapresiasi kegiatan-kegiatan Klinik Mata Sehati, yang ia sebut merupakan perwujudan nyata dari komitmen memerangi penyakit mata di Indonesia. "Saya harap berbagai jenis bantuan dari rekan-rekan di Klinik Mata Sehati manfaatnya bisa benar-benar terasa bagi masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya," kata Haryadi. (*)
 sumber:
http://jogja.tribunnews.com/2014/04/14/operasi-katarak-kini-bisa-dilakukan-hanya-15-menit/

Senin, 19 Mei 2014

Ingin Tampil Menarik, Wanita Rentan Terkena Masalah Mata

KOMPAS.com - Dorongan tampil menarik bisa muncul dalam diri pria maupun wanita. Namun pada wanita dorongan ini bisa membawa dampak buruk, salah satunya pada mata. Pasalnya, wanita punya lebih banyak pilihan cara untuk tampil menarik mengandalkan matanya.

Sumber masalahnya terletak pada gaya hidup wanita terkait dengan penggunaan produk riasan mata, lensa kontak, kacamata hitam dengan beragam model dan gaya termasuk bingkai kacamata rancangan desainer ternama.

Lee Sao Bing, Direktur Medis Shinagawa LASIK & Eye Centre dari Singapura, mengatakan bahwa tahap-tahap kehidupan seorang wanita bisa berdampak pada penglihatan karena gaya hidup dan perubahan hormon.

Selain gaya hidup dan perubahan hormon, rentang hidup wanita yang lebih lama daripada pria juga menempatkan mereka pada risiko yang lebih tinggi untuk penyakit mata terkait usia, termasuk katarak, glaukoma dan sindrom mata kering.

Dari berbagai faktor tersebut, menurut Lee, wanita lebih rentan terhadap masalah mata sebagai akibat dari beberapa produk terkait gaya hidup.

“Secara umum wanita lebih rentan terserang alergi pada mata, iritasi dan infeksi seperti konjungtivitis (mata merah) karena penggunaan kosmetik. Infeksi dapat terjadi ketika riasan mata masuk ke mata dan mengapung di saluran air mata," katanya melalui siaran pers.

Untuk mencegah berbagai masalah mata ini, berikut kiat merawat mata khusus untuk wanita:

* Jangan mengabaikan pentingnya menggunakan kacamata hitam saat beraktivitas di luar ruangan, dan selalu pilih lensa kacamata yang dapat menangkal sinar UVA dan UVB. Paparan sinar matahari dan sinar UV yang berkepanjangan juga dapat meningkatkan risiko terserang katarak dan penyakit mata lainnya.

* Hapus riasan wajah dan cuci wajah sebelum tidur malam, karena banyak unsur dari riasan mata yang dapat menyebabkan iritasi jika digunakan terlalu lama. Kebiasaan ini juga dapat memelihara kesehatan kulit di sekitar mata.

* Ikuti petunjuk penggunaan lensa kontak. Penyalahgunaan dalam memakai dan membersihkan lensa kontak dapat menyebabkan berbagai infeksi mata, bahkan kebutaan. Pastikan untuk mencuci tangan sebelum menyentuh lensa kontak dan gunakan cairan pembersih yang dianjurkan.

* Pengguna lensa kontak sangat dianjurkan untuk memasang lensa kontak terlebih dahulu sebelum mengaplikasikan riasan. Hal ini bertujuan untuk menghindari infeksi akibat masuknya residu ke dalam mata.


Editor :
Wardah Fajri
 
http://female.kompas.com/read/2014/04/24/1736370/Ingin.Tampil.Menarik.Wanita.Rentan.Terkena.Masalah.Mata.?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kfmwp