Cari

Memuat...

Minggu, 07 September 2014

Mengenal Penyakit Katarak

Katarak biasanya tumbuh secara perlahan dan tidak menyebabkan rasa sakit. Pada tahap awal kondisi ini hanya akan mempengaruhi sebagian kecil bagian dari lensa mata anda dan mungkin saja tidak akan mempengaruhi pandangan anda. Saat katarak tumbuh lebih besar maka noda putih akan mulai menutupi lensa mata dan mengganggu masuknya cahaya ke mata.
  1. Pandangan mata yang kabur, suram atau seperti ada bayangan awan atau asap.
  2. Sulit melihat pada malam hari
  3. Sensitif pada cahaya
  4. Terdapat lingkaran cahaya saat memandang sinar
  5. Membutuhkan cahaya terang untuk membaca atau ketika beraktifitas
  6. Sering mengganti kacamata atau lensa kontak karena ketidaknyamanan tersebut
  7. Warna memudar atau cenderung menguning saat melihat
  8. Pandangan ganda jika melihat dengan satu mata
Beberapa faktor menyebabkan terkena katarak antara lain :

  • Usia
  • Diabetes
  • Sejarah keluarga dengan katarak
  • Pernah mengalami cedera atau radang pada mata
  • Pernah mengalami operasi mata
  • Penggunaan corticosteroids dalam jangka waktu lama
  • Terkena sinar matahari secara berlebihan
  • Terkena radiasi ion
  • Merokok

Minggu, 31 Agustus 2014

Enam Cara Alami Atasi Katarak

VIVAlife - Penyakit katarak banyak disebabkan oleh faktor usia, atau turunan genetika. Banyak penderita katarak tidak menyadari, jika mereka mengalami gejala, atau menderita katarak. 
Hal ini biasanya dipicu, karena gejala katarak yang sulit dikenali, namun lalu lama kelamaan penglihatan mata akan terasa mulai kabur. Di sinilah, baru para penderita baru menyadari jika mereka mengidap katarak.
Gejala awal katarak yang banyak disepelekan oleh banyak orang adalah rasa gatal di mata, mata sering berair, dan pada malam hari mata tidak mampu melihat langsung silau cahaya.
Salah satu cara yang banyak diambil dalam pengobatan katarak adalah melalui jalur operasi. Namun, bagi Anda yang takut berkunjung ke ruang bedah, Anda dapat mengobati katarak dengan cara alamiah, seperti dilansir dari laman Style Craze di bawah ini:
Jus wortel
Memliki kandungan vitamin A yang tinggi, wortel memang dikenal sebagai obat ampuh untuk urusan kesehatan mata, tak terkecuali untuk masalah katarak. Anda cukup mengonsumsi satu gelas jus wortel setiap hari dan Anda bisa melihat gejala katarak perlahan berkurang. 
Adas manis
Cara lain untuk mengobati katarak adalah dengan mengkonsumsi Adas manis. Dengan mengonsumsi minimal enam gram adas manis setiap dua hari sekali, Anda akan merasakan adanya perubahan pada mata Anda.
Bawang putih
Mengonsumsi bawang putih mentah akan membantu mengurangi derita katarak. Hal ini, karena bawang putih mengandung bahan antioksidan dan antibiotik yang sangat baik dalam menyembuhkan penyakit. Cukup konsumsi 2-3 siung bawang putih setiap hari untuk mengurangi dan menyembuhkan katarak secara perlahan.
Jus labu kuning
Jus labu bisa juga dijadikan obat katarak. Kandungannya yang kaya akan vitamin A sangat baik untuk mata. Anda mungkin memerlukan blender dan banyak air untuk menjadikan labu benar-benar halus. Caranya yaitu dengan mengkonsumsinya setiap hari secara rutin sebanyak satu gelas.
Meneteskan madu
Menesteskan madu ke dalam mata juga bisa menjadi solusi lainnya. Teknik ini telah digunakan sejak lama oleh masyarakat Mesir Kuno. Madu mengandung antioksidan tinggi serta dapat mencegah terjadinya infeksi.
Bayam
Dengan mengonsumsi bayam, bukan hanya tubuh saja yang ternutrisi, tetapi juga mata. Ini karena bayam banyak mengandung karotenoid ,sehingga dapat membantu penyembuhan penyakit katarak. Cukup dua porsi per hari akan membantu penyembuhan penyakit. (asp)

Jumat, 29 Agustus 2014

Katarak Sulit Dideteksi Sebelum Usia 50

MATA mengalami kekeruhan adalah salah satu tanda dari penyakit katarak. Biasanya, penyakit katarak ditemukan ketika memasuki usia 50 tahun. Tetapi, bagaimana bila dilakukan deteksi dini?
Dr. Ucok P. Pasaribu, SpM, Opthalmologist Jakarta Eye Center @ Kedoya mengungkapkan bahwa penyakit katarak sulit ditemukan sebelum usia 50 tahun, meskipun melakukan deteksi dini. Namun, menurut Dr Ucok, pastinya rata-rata penyakit katarak mulai ditemukan pada usia 50 tahun ke atas.

"Pastinya rata-rata orang-orang yang berada di usia di atas 50 tahun sudah mulai terkena katarak," kata Dr Ucok pada konferensi pers "Akreditasi Internasional JEC @ Kedoya dari Joint Commission International (JCI)” di JEC Kedoya, Jakarta Barat, Sabtu (9/8/2014).

Dr Ucok menjelaskan bahwa biasanya ketika memasuki usia 50 tahun ke atas, kekeruhan pada lensa mata mulai ditemukan. Namun sayang, biasanya penyakit katarak tidak disertai gejala, sehingga seseorang masih bisa beraktivitas. Lalu, bagaimana bila dideteksi sejak dini?

"Kekeruhan pada lensa mata biasanya terjadi di atas usia 50 tahun walaupun tanpa gejala. Tetapi kalau diperiksa oleh dokter mata, pasti sudah mulai terlihat. Paling tidak, dia sudah aware jika deteksi dini yang membuat mereka periksa matanya 1 tahun sekali," jelasnya.

Menurut Dr Ucok, dengan melakukan deteksi dini, berarti seseorang harus memeriksa kesehatan matanya secara berkala. Lalu, apa manfaat mendeteksi dini gangguan pada mata?

"Kalau deteksi dini itu kita harus periksa secara berkala. Kalau sudah terganggu, menjadi diketahui bila mata ada gangguan," tutupnya.
(tty)
sumber : http://health.okezone.com/read/2014/08/09/482/1022247/katarak-sulit-dideteksi-sebelum-usia-50

Minggu, 24 Agustus 2014

Baksos Kemenpora di Sulteng

Parigi Moutong, GATRAnews – Hari Sabtu (09/8) pagi, Menpora Roy Suryo didampingi Istrinya Ismarindayani Priyanti bersama jajaran pejabat eselon I dan II Kemenpora beserta Wakil Gubernur Sulteng H. Sudarto, Bupati Parigi Moutong Samsurizal Tombolotutu melakukan jalan sehat dan senam pagi bersama masyarakat Parimo di alun-alun lapangan Tinombo.

Usai makan pagi di Kediaman Raja Tonombo Menpora Roy Suryo bersama rombongan melanjutkan kegiatan Pembukaan Bakti Sosial Kesehatan Operasi Katarak, Pemeriksaan IVA dan Penanganan Cryo Kangker Leher Rahim serta Donor Darah di RSU Tinombo Pimpinan dr. Sudarmi sebagai bagian dari Kegiatan Lintas Khatulistiwa Pemuda tahun 2014 di Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah.

Penelitian World Health Organitation (WHO) menurut Menpora Roy Suryo menyebutkan bahwa katarak adalah salah satu penyebab kebutaan sebesar 48%. "Di Amerika Serikat usia diatas 45 tahun yang terserang katarak lebih dari 45% diatas 50 tahun lebih dari 65% dan diatas 70 tahun bisa mencapai 90%, katarak penting untuk ditanggulangi dan dihilangkan sedini mungkin, agar tidak mengganggu produktivitas," harap Roy Suryo. Kegiatan ini adalah bagian dari program Lintas Khatulistiwa Pemuda 2014, menurut Menpora program ini adalah untuk mengedepankan kembali rasa patriotisme dan nasionalisme khususnya dikalangan pemuda di Parigi Moutong.

Setelah membuka kegiatan bakti sosial dan berdonor darah di RSU Tinombo Menpora Roy Suryo bersama rombongan melanjutkan kegiatan Peresmian Dermaga Tinombo dengan Pemecahan Rekor MURI Menyelam Tanpa Alat Bantu. Kepala Otoritas Pelabuhan Utama Makasar I Nyoman Gede Saputra mewakili Dirjen Perhubungan Laut mengatakan, pembangunan pelabuhan berasal dari APBN dengan panjang 70 meter dan lebar 8 meter. "Pembangunan pelabuhan diharapkan menumbuhkan pembangunan ekonomi khususnya di wilayah Tinombo," katanya.

Menurut Menpora, untuk Pemecahan Rekor Dunia - Indonesia Nomor Rekor 6575/R.MURI/VIII/2014 yakni menyelam dengan peserta terbanyak tanpa alat bantu sejumlah 525 peserta di Dermaga Tinombo, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah ini. Tidak jauh dari Dermaga yang telah diresmikan Menpora Roy Suryo berjalan kaki bersama rombongan menuju Gedung Olahraga Bulutangkis Kecamatan Tinombo untuk peresmian GOR Bulutangkis dan serta Membuka Turnamen Bulutangkis Menpora Cup 2014. "Kita patut bersyukur telah didirikan Gedung Olahraga Bulutangkis hasil swadaya masyarakat di Kecamatan Tinombo Kabupaten Parigi Mountong ini. Bulutangkis adalah olahraga andalan Indonesia dan Indonesia di kenal ke seluruh dunia karena prestasi bulutangkisnya," kata Roy Suryo.

Jumat, 22 Agustus 2014

126 Penderita Katarak Jalani Operasi Mata

indosiar.com, Parigi Moutong - (Selasa : 12/08/2014) Program Peduli Kasih Indosiar, terus melakukan upaya pemberantasan penyakit katarak di tanah air. Bekerjasama Perhimpunan Dokter Mata Indonesia, Klinik Kana dan pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, 126 penderita katarak berhasil dioperasi.
Operasi katarak di Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah ini, berlangsung dua hari, dan telah berakhir 9 Agustus tiga hari lalu, dan melibatkan 13 dokter ahli mata, dari fakultas kedokteran Universitas Indonesia.
I Wayan Mahesa, salah satu dari pasien katarak yang dioperasi. Pria berusia 21 tahun ini mengalami kelumpuhan dan dan menderita katarak sejak kecil. Selain Wayan Mahesa, masih ada 125 penderita katarak lain yang menjalani operasi yang didanai dari bantuan pemirsa Indosiar ini.
Seperti diketahui, penyakit katarak, yang disebabkan penuaan selaput mata dan sinar ultra volet matahari ini, pencegahannya hanya bisa dilakukan dengan
mengurangi beraktifitas di bawah terik matahari. Sedangkan penyembuhannya, hanya dengan melalui operasi. (Tim Liputan/Sup)

SALUTE

sumber :http://www.indosiar.com/fokus/126-penderita-katarak-jalani-operasi-mata_119594.html

Rabu, 20 Agustus 2014

Jagalah Kesehatan Matamu dengan Sayur dan Buah

1. Jus wortel
Sudah banyak yang tahu bahwa sayur oranye yang satu ini kaya akan vitamin A sehingga sangat baik mengobati mata, tidak terkecuali dengan penyakit katarak. Anda cukup mengonsumsi satu gelas jus wortel setiap hari dan buktikan bahwa katarak Anda semakin membaik.

2. Bawang putih
Makan bawang putih mentah-mentah akan membantu mengurangi derita katarak. Hal ini karena bawang putih mengandung bahan antioksidan, antibiotik dan sangat baik dalam menyembuhkan penyakit. Cukup makan 2-3 siung bawang putih setiap hari untuk mengurangi dan menyembuhkan katarak secara perlahan.

3. Jus labu
Jus labu bisa juga dijadikan obat katarak. Kandungannya yang kaya akan vitamin A sangat baik untuk mata. Anda mungkin memerlukan blender dan banyak air untuk menjadikan labu benar-benar halus. Minum setiap satu hari sekali Ladies.

4. Makan bayam
Bukan hanya tubuh saja yang ternutrisi, bayam juga sangat baik untuk mata. Ini karena bayam banyak mengandung karotenoid sehingga dapat membantu penyembuhan penyakit katarak. Anda bisa merebus sebentar dan makan seperti biasa. Cukup dua porsi per hari akan membantu penyembuhan penyakit.

Selasa, 19 Agustus 2014

Peringati HUT Kemerdekaan RI Pemkot Gelar Operasi Katarak Gratis

SRIPOKU.COM, PAGARALAM -- Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-69, Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam menggelar sejumlah kegiatan termasuk kegiatan bakti sosial. Sebanyak 75 masyarakat miskin mendapatkan layanan operasi katarak gratis hasil kerja sama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pagaralam, RSUD Besemah dan RS Khusus Mata Provinsi Sumsel.
Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan (Yankes) RSUD Besemah, Khas Monalisa mengatakan, saat ini sudah ada 75 masyarakat yang mendaftar untuk mendapatkan pelayanan operasi katarak gratis. Operasi katarak diperuntukan bagi masyarakat kurang mampu.
"Sudah ada sekitar 75 penderita Katarak yang mendaftar untuk dioeprasi gratis. Dari jumlah tersebut akan kita data sebelum nantinya operasi dilakukan," ujarnya, kepada Sripoku.com, Selasa (12/8/2014).
Untuk operasi katarak dilakukan tim dari Rumah Sakit Khusus Mata Provinsi Sumsel. Untuk menangani seluruh pasien katarak, diterjunkan tiga tim medis yang setiap tim terdiri dari satu orang dokter.
"Ada tiga tim yang diturunkan Rumah Sakit Khusus Mata Provinsi Sumsel. Diharapkan, dalam waktu yang ada ini seluruh pendaftar bisa mendapatkan pelayanan ini," jelasnya.
Sebelum melakukan operasi, agar memenuhi prosedur pihaknya terlebih dahulu melakukan pemeriksaan kesehatan, persetujuan warga dan syarat-syarat lainnya. Dengan begitu, pelayanan kesehatan gratis ini bisa dimanfaatkan bagi mereka yang benar-benar membutuhkan.

Sumber ;
http://palembang.tribunnews.com/2014/08/12/peringati-hut-kemerdekaan-ri-pemkot-gelar-operasi-katarak-gratis

Punya Hipertensi & Diabetes, Urungkan Dulu Niat Operasi Katarak

KATARAK identik dialami oleh para lanjut usia (lansia) dimana fungsi mata tak lagi sempurna. Katarak adalah lensa mata yang menjadi keruh sehingga cahaya tidak dapat menembusnya, bervariasi sesuai tingkatannya dari sedikit sampai keburaman total.

Dalam perkembangannya, katarak yang terkait usia penderita dapat menyebabkan pengerasan lensa. Ini menyebabkan penderitanya mengalami miopi, berwarna kuning menjadi coklat/putih secara bertahap dan keburaman lensa dapat mengurangi persepsi akan warna biru.

Karenanya, puluhan lansia di Depok, Jawa Barat, terlihat ikut serta mengikuti kegiatan bakti sosial yang digelar Kodim 05/08 Depok beserta Kodam Jaya. Karena nyaris tak bisa melihat lagi, mereka pun harus digendong mendaftar pengobatan dan operasi katarak. Salah satunya Nurani (69) warga Limo, Depok, yang menunggu giliran untuk dioperasi. (Baca: 2030, Jumlah Penderita Diabetes Dunia Diperkirakan Capai 552 Juta)

"Saya sudah enggak bisa baca tulisan kalau kecil-kecil walaupun dekat, apalagi jauh. Sudah enam bulanan ini dua-duanya begitu," katanya di lokasi kegiatan bakti sosial, Sabtu (21/6/2014).

Namun, sejumlah pasien terpaksa batal mengikuti operasi sebab saat diukur, tensi darahnya cukup tinggi dan mempunyai masalah penyakit gula atau diabetes. Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail yang menghadiri acara tersebut menjelaskan bahwa para pasien katarak memang tidak diperbolehkan operasi jika mengalami penyakit degeneratif, seperti darah tinggi dan diabetes.

"Perlu diketahui, Kodim 05/08 senantiasa bekerja harmonis, kompak, dan kuat melakukan kegiatan yang terkait aksi bakti sosial, karya bakti bersama sinergi dengan pemerintah. Untuk pasien katarak tentu harus diseleksi, tekanan darah tinggi, sudah terlalu diabet, maka dokter pasti tidak berani, berisiko, sebab proses luka tak cepat sembuh," ungkap Nur Mahmudi.

Ia mengklaim bahwa sebagai Kota Ramah Lansia, Depok juga berupaya memfasilitasi pasien katarak dengan Dinas Kesehatan. Katarak umumnya diderita lanjut usia sehingga harus diberikan semangat memotivasi sebagai Kota Ramah Lansia dengan menjaring pasien di Posbindu dan Puskesmas. (Baca: Deteksi Dini Sejak Awal Cegah Diabetes)

"Ada 111 pasien hari ini yang menjalani operasi katarak, dari 265 yang diseleksi, yang layak 111 warga," jelasnya.

Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyono mengatakan, program pembangunan juga harus menyentuh aspek kehidupan masyarakat. Masih ada kelompok masyarakat tertentu dengan penghasilan cukup rendah, yang membutuhkan perhatian dan pelayanan sosial, salah satunya kesehatan. (Baca: Ini Fakta Diabetes yang Perlu Anda Tahu)

"Tak sedikit menunda kesehatan dirinya, karena keterbatasan biaya. Donor darah 375 pasien, khitanan 174 pasien, pengobatan katarak 111 pasien, pengobatan umum 665 pasien, dan santunan yatim 100 orang," tutupnya. (ftr)

sumber: http://health.okezone.com/read/2014/06/21/482/1002191/punya-hipertensi-diabetes-urungkan-dulu-niat-operasi-katarak

 

Minggu, 17 Agustus 2014

Katarak Tak Hanya Mengintai Lansia

KOMPAS.com - Setahun lalu, Badrudin (35) terkejut ketika ia memeriksakan mata ke dokter. Dalam usia tergolong produktif, ia telah dinyatakan menderita katarak. Selama ini penyakit yang membuat lensa mata keruh dan bisa mengakibatkan kehilangan penglihatan itu rata-rata terjadi pada orang yang telah berusia 60 tahun ke atas.

Dokter pun heran dan mengira saya pernah kecelakaan pada mata atau operasi mata. Saya jawab tak pernah. Lalu, dokter bertanya, apakah saya punya diabetes. Lagi-lagi saya jawab tidak,” kata Badrudin.

Badrudin lalu diminta memeriksa kadar gula dalam darah. Hasilnya, kadar gula darah Badrudin mencapai 280 miligram per desiliter (mg/dl), padahal kadar normal dalam kondisi puasa kurang dari 100 mg/dl. Karyawan distributor lensa kacamata itu dinyatakan menderita diabetes.

Menurut Direktur Utama Rumah Sakit Mata Jakarta Eye Center (JEC) Kedoya dokter Darwan M Purba, Sabtu (9/8), di Jakarta, katarak adalah kekeruhan pada lensa mata yang sebelumnya jernih dan tembus cahaya menjadi buram. Karena cahaya sulit menembus lensa dan mencapai retina, bayangan yang ditangkap retina menjadi kabur.

Gejala umum katarak adalah lensa mata memburam mirip kaca susu dan penderita seperti terganggu kabut ketika melihat obyek. Penderita juga lebih peka terhadap cahaya, membutuhkan cahaya terang untuk bisa membaca, dan penglihatan pada satu mata kadang jadi dua (ganda).

Kasus katarak kebanyakan akibat proses degeneratif (kemunduran), seiring usia yang kian lanjut. Gangguan mata itu umumnya menyerang orang berusia 60 tahun ke atas sehingga dianggap sebagai proses alami yang tak bisa dihindari.

Diabetes

Selain usia, ada beberapa faktor yang mempercepat timbulnya katarak, antara lain pemakaian steroid, dampak operasi mata, dan kecelakaan pada mata. Adapun diabetes merupakan faktor risiko paling umum yang mempercepat katarak. ”Dari pengamatan kami, penderita diabetes lebih cepat mengalami katarak dibandingkan yang tak punya diabetes,” kata Purba.

Selain itu, paparan sinar ultraviolet meningkatkan risiko terkena katarak, terutama jika mata tanpa pelindung terpapar sinar matahari cukup lama. Karena itu, nelayan adalah pekerjaan berisiko tinggi kena katarak. ”Nelayan terpapar sinar matahari dari pagi hingga sore saat melaut. Akibatnya, banyak nelayan katarak pada usia 35 tahun,” ujarnya.

Di Indonesia, menurut Riset Kesehatan Dasar 2013, prevalensi katarak semua umur 1,8 persen. Terkait usia, Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) pada 2013 mencatat, prevalensi kebutaan akibat katarak kian tinggi pada kelompok usia lebih tua. Pada kelompok usia 45-59 tahun, prevalensi kebutaan akibat katarak 20 kasus per 1.000 orang. Adapun pada kelompok usia lebih dari 60 tahun 50 kasus per 1.000 orang.

Beragam teknologi

Sejauh ini, operasi mata merupakan satu-satunya jalan untuk sembuh dari katarak. Selama ini, operasi katarak terbukti hanya memiliki risiko komplikasi 1 persen meski dengan bedah pisau. Namun, jika takut dengan pisau bedah, penderita kini punya pilihan untuk menghindarinya dengan teknologi laser.

Teknologi operasi katarak terus berkembang. Teknologi pertama adalah operasi katarak manual, terdiri dari bedah ekstraksi katarak intrakapsul (ICCE) dan bedah ekstraksi katarak ekstrakapsul (ECCE). Pada ICCE, dokter mengeluarkan lensa mata pasien tanpa memberi lensa tanam untuk pengganti sehingga pasien terbantu melihat dengan memakai kacamata.

Dengan metode ECCE, lensa tanam dimasukkan ke kapsul mata guna mengganti lensa yang katarak. Pada kedua metode itu, sayatan kornea dibuat sekitar 1 sentimeter, menyesuaikan dengan ukuran lensa, dan perlu beberapa jahitan.
Minimal invasif

Kemudian, muncul teknologi fakoemulsifikasi. Dokter spesialis mata subspesialis katarak, lasik, dan kornea JEC Kedoya, Ucok P Pasaribu, Selasa (12/8), mengatakan, fakoemulsifikasi tetap memakai pisau untuk menyayat kornea. Bedanya, sayatan jauh lebih kecil dibandingkan operasi manual, yakni 1,8-2 milimeter.

”Sayatan lebih kecil karena lensa mata tak dikeluarkan utuh. Lensa yang katarak dihancurkan lebih dulu dengan jarum tip yang terhubung ke mesin fakoemulsifikasi,” kata Ucok. Mesin itu memakai tenaga ultrasonik dengan frekuensi tinggi. Dengan teknologi itu, risiko infeksi akibat sayatan besar bisa diminimalkan, luka sayatan tak perlu dijahit.

Kini, bedah katarak bisa dibuat tanpa pisau, yakni operasi katarak dengan laser tanpa pisau bedah (bladeless laser cataract surgery). Menurut Ucok, laser untuk menyayat kornea itu berbasis teknologi Femtosecond (diaplikasikan dalam hitungan sepersejuta miliar detik).

Selain untuk menyayat, sinar laser untuk memotong lensa sebelum dihancurkan mesin fakoemulsifikasi. ”Metode ini jauh lebih aman karena dibantu sistem komputerisasi sehingga sayatan lebih presisi sesuai yang diprogramkan di komputer. Risiko infeksi pun amat kecil,” katanya.

Dengan metode tanpa pisau, dokter membuat program rencana sayatan di komputer. Dengan bantuan laser, pinggir kornea disayat selebar lebih kurang 2 mm dan memotong kapsul lensa mata (kapsulotomi). Lalu, lensa mata keruh dipotong dengan laser. Lensa yang terpotong dihancurkan dengan jarum tip yang terhubung ke mesin fakoemulsifikasi.

Hadirnya sejumlah teknologi bedah memberikan pilihan bagi pasien katarak. Apalagi kini usia penderita kian muda. (A03)
sumber: http://health.kompas.com/read/2014/08/13/162038923/Katarak.Tak.Hanya.Mengintai.Lansia.
 

Kamis, 14 Agustus 2014

Data Penderita Katarak

MUSI RAWAS - Dinas Kesehatan (Dinkes) Mura tahun ini tengah melakukan penjaringan terhadap masyarakat penderita penyakit katarak di sejumlah wilayah. Kegiatan tersebut merupakan program Pemprov Sumsel dalam upaya mengentaskan atau bebas penyakit katarak.

Kepala Dinkes Mura, Tjahyo Kuntjoro melalui Kasi Pelayanan Dasar dan Rujukan, Renaldi Oktavianus menjelaskan kegiatan tersebut sudah berjalan sejak lima tahun terakhir. Bahkan untuk penderita katarak yang telah ditangani atau dioperasi sejak 2011 hingga 2013 jumlahnya sudah mencapai 400 orang. 

"Sudah 400 penderita katarak yang kita operasi. Rata-rata mereka yang ditangani usianya sudah lanjut yakni 50 ke atas. Adapula usia produktif 20-40 tahun," kata Renaldi, Kamis (3/7).

Menurutnya, untuk tahun ini pihaknya akan terus melanjutkan program operasi katarak. Dimana sejak Januari yang ditargetkan hingga Desember, pihaknya tengah melakukan penjaringan berkoordinasi dengan petugas Puskesmas. Dan kapan pelaksanaan dilakukan, pihaknya belum mengetahui waktunya.

"Untuk sekarang kita belum ada rekap. Dan untuk kegiatannya, kita tunggu jadwalnya, tapi penjaringan sudah kita lakukan sejak Januari kemarin hingga dengan Desember," jelasnya. (wek)

sumber : http://sumeks.co.id/gelora/sfc/agnd/18025-data-penderita-katarak