Cari

Memuat...

Minggu, 21 Juni 2015

Ketika Pandangan Mulai Berkabut

Katarak merupakan penyakit mata yang ditandai dengan adanya kabut pada bagian lensa mata. Penyakit ini cenderung lebih sering diderita oleh mereka yang berusia lanjut.
Sebagian besar katarak terjadi karena proses degeneratif atau bertambahnya usia. Meskipun dapat diobati, kebanyakan penderita katarak ini tak menyadari telah mengalami gangguan pada pelihatannya. Akibatnya, tak sedikit yang mengalami kebutaan akibat penyakit ini. Bahkan salah satu penyebab terbesar kebutaan di dunia adalah katarak.
Tak heran memang jika sampai sebegitu fatalnya sebab penyakit katarak pada umumnya tumbuh secara lambat dan tidak memengaruhi pelihatan seseorang. Setelah berkembang sekitar tiga sampai lima tahun, barulah daya pelihatan terasa ada gangguan, dan mirisnya, pasien katarak biasanya telat menyadari sehingga matanya telah memasuki stadium kritis.
Pada awal serangan, penderita katarak biasanya akan merasa gatal-gatal pada bagian matanya, air mata mudah keluar, malam hari pelihatan buram, dan yang paling tidak mengenakkan dari penyakit ini adalah tidak bisa menahan silau sinar matahari atau cahaya lampu sekalipun.
Selanjutnya, apabila penyakit katarak semakin berkembang, penderita akan melihat selaput seperti buram di depan pelihatannya karena ada selaput seperti “awan” yang menutupi lensa mata tersebut. Lalu, selaput itu akan semakin menjalar hingga menutupi seluruh bagian mata. Bila sudah sampai tahap ini, penderita akan kehilangan pelihatannya.
Secara keseluruhan, sebenarnya katarak terbagi dalam empat jenis, ada yang disebut Congenital, katarak yang biasanya terjadi pada bayi (jarang terjadi). Traumatik, katarak yang terjadi karena kecelakaan pada mata. Sekunder, katarak yang disebabkan oleh konsumsi obat seperti prednisone dan kortikosteroid, dan yang terakhir yang paling umum terjadi yaitu Senilis, katarak yang berkaitan dengan faktor bertambahnya usia.
Penyakit katarak Senilis ini, belum diketahui jelas bagaimana proses terjadinya. Namun diduga faktor penuaan adalah penyebab utamanya, karena 65 persen lensa mata terdiri dari air, sisanya adalah protein. Dengan proses penambahan usia maka lambat laun, volume air semakin menipis, sebaliknya bagian lensa yang padat justru makin meningkat. Akibatnya lensa mata menjadi terlihat keruh.
Kenali Faktor Pemicunya
Yang perlu Anda ketahui terkait faktor pemicu katarak pada usia lanjut antara lain adalah gaya hidup ketika muda meskipun risiko masalah penuaan tetap menjadi faktor alamiah yang terjadi pada mata kita.
“Sampai saat ini, faktor pemicu terjadinya katarak Senilis masih dalam perdebatan. Namun yang pasti, pemicunya multifaktoral,” ungkap Dr Cosmos Octavianus Mangunsong, spesialis mata dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta.
Pemicu multifaktoral di antaranya radikal bebas yang terjadi pada mata sesuai bertambahnya umur, radiasi ultraviolet yang merusak struktur protein di mata, kurangnya kadar antioksidan dan faktor-faktor lain yang masih dalam penelitian.
Katarak Senilis yang bersumber dari masalah usia akan dialami oleh sebagian besar manusia. Yang membedakan hanya gradasinya saja, ada orang yang pada masa hidupnya akan mengalami kematangan penuh pada kataraknya dan harus dioperasi, ada yang tidak sampai mengalami kematangan penuh seumur hidup sehingga pelihatannya masih nyaman dengan dibantu kacamata.
“Proses katarak sebagian besar terjadi saat orang tersebut menginjak usia 40 tahun. Ini dihubungkan dengan kadar radikal bebas penyebab penuaan tubuh yang sudah cukup terakumulasi di bagian mata,” ungkap Cosmos.
Selain karena faktor usia, katarak terjadi akibat komplikasi penyakit lain yang terjadi pada mata, seperti glaukoma, uveitis, cedera pada mata akibat benturan keras benda tumpul, dan radiasi.
Di samping itu, seorang perokok aktif sangat rentan terkena katarak Senilis daripada mereka yang tidak merokok. Kemudian faktor penyakit, seperti penderita diabetes, hipertensi, asam urat sampai penderita kekurangan zat antioksidan bisa menjadi sumber terserangnya penyakit katarak. n ima/R-1
Perbanyak Antioksidan
Berdasarkan penelitian yang diungkap para ilmuwan Swedia, banyak antioksidan yang bisa Anda dapatkan dalam makanan yang Anda konsumsi sehari-hari ampuh untuk mencegah penyakit katarak.
Para peneliti menemukan bahwa orang yang rajin mengonsumsi makanan yang mengandung banyak antioksidan memiliki risiko rendah terkena katarak di usia tuanya. Hal ini karena antioksidan juga dapat mencegah radiasi bebas yang dapat menyebabkan kerusakan pada bagian lensa mata Anda.
Hasil penelitian ini diperoleh saat mengamati 30.000 wanita berusia di atas 49 tahun. Mereka dipantau dan diperiksa apakah menunjukkan gejala penyakit katarak. Para peneliti juga menanyakan mengenai makanan yang mereka konsumsi setiap harinya.
Diketahui bahwa partisipan yang mengonsumsi paling banyak makanan mengandung antioksidan memiliki risiko terkena katarak 13 persen lebih rendah dibandingkan dengan wanita yang jarang mengonsumsi makanan yang tak mengandung antioksidan.
“Sebelumnya, peneliti telah mengkaitkan antara antioksidan dengan kesehatan mata dan tak menunjukkan hasil yang jelas. Namun melalui penelitian ini kami menemukan kaitannya, hanya saja apabila konsumsi antioksidan berada dalam skala yang besar,” ungkap ketua peneliti, Susanne Rautainen, dari Institute of Environmental Medicine, Karolinska Institutet, Stockholm, Swedia.
Para peneliti tak hanya mengamati antioksidan dari vitamin C dan E serta tanaman yang mengandung flavonoid. Mereka juga menghitung jumlah antioksidan dalam makanan biasa. Makanan yang mengandung banyak antioksidan antara lain kopi, jeruk, teh, dan gandum. Buah-buahan dengan banyak warna juga bisa menjadi sumber antioksidan yang baik.
Meski begitu, para peneliti juga mengingatkan kalau hasil observasinya ini belum sempurna karena mereka belum memperhitungkan faktor lain seperti gaya hidup buruk, kebiasaan yang tidak sehat seperti merokok dan minum alkohol, sampai dengan melihat faktor berat badan masing-masing para partisipan tersebut.  ima/R-1

http://www.koran-jakarta.com/?28462-ketika-pandangan-mulai-berkabut


Kamis, 18 Juni 2015

Tips Mudah Jaga Kesehatan Mata

Analisadaily – Salah satu indera yang paling berharga adalah mata. Hal ini ditunjukkan dalam hasil survei tahun 2012 dari American Optometric Association (AOA) . Mereka melaporkan hasil penelitiannya bahwa sebagian dari responden menyatakan, mata adalah hal yang paling berharga daripada daya ingat dan ketahanan fisik mereka dalam berjalan.
Sejalan dengan penelitian itu, selayaknya Anda tahu bahwa fungsi mata tak hanya untuk melihat. Tapi juga sebagai jembatan antara pengetahuan Anda dan dunia luar. Tanpa mata yang sehat, mungkin bisa mengurangi kualitas informasi yang Anda butuhkan sehari-hari. Tentunya akan sangat mengganggu jika di kemudian hari mata Anda rusak karena kurang merawatnya saat ini.
Penggunaan gadget seperti laptop dan smartphone dalam jangka panjang bisa menimbulkan sakit kepala, penglihatan kabur, sakit leher, mata kering atau memerah, mudah lelah, penglihatan ganda, dan sulit fokus.
Para ahli merekomendasikan banyak tips mudah untuk menjaga kesehatan mata Anda. Salah satunya adalah rutin memeriksakan mata Anda minimal setahun sekali.  Selengkapnya berikut seperti yang dipaparkan oleh Real Simple:
1. Jaga Jarak Pandang ke Layar Monitor
Berdasarkan hasil penelitian Council of Research Excellence, ternyata rata-rata orang dewasa menghabiskan aktivitas di depan layar selama 9,5 jam per hari. Bagi Anda para pekerja kantoran atau pengguna aktif gadget, para ahli menyarankan untuk menjaga jarak pandang Anda sepanjang lengan untuk penggunaan komputer dan 16 inci untuk penggunaan layar lainnya. Setidaknya, hindari penggunaan layar monitor dengan cahaya kontras dan aturlah ukuran huruf dalam layar Anda menjadi lebih besar.
2. Berkedip
Setiap hari normalnya manusia berkedip sekitar 15-20 kali per menit. Namun, tingkat kedipan mata Anda bisa berkurang sampai setengahnya ketika menatap layar teks di komputer. Rosenfield, ahli mata American Optometric Association menyarankan untuk mempraktikkan formula 20/20/20 yakni, setiap 20 menit, lihat layar sejauh 20 inci selama 20 detik. Hal ini membantu mata Anda memproduksi air ke daerah yang terkena paparan sinar ultraviolet.
3. Gunakan Kacamata
Rachel Cohn, dokter mata sekaligus pemilik Wink Eyecare Boutique di Potomac, Maryland mengatakan bahwa seiring waktu, paparan ultraviolet bisa menimbulkan katarak, pertumbuhan non kanker dan kanker di dalam dan sekitar mata. Untuk mencegahnya, AOA menyarankan Anda untuk menggunakan kacamata antiradiasi. Setidaknya, kacamata tersebut mampu menghalangi 99 persen paparan radiasi UVA dan UVB.
4. Ayo, makan ikan!
Penelitian tahun 2011 dari Archives of Ophthalmology menunjukkan adanya manfaat mengonsumsi ikan laut seperti ikan tuna, makarel, salmon, sarden, dan ikan todak. Hal ini dipengaruhi oleh kandungan Omega-3 yang mampu menurunkan resiko sakit mata sebanyak 42 persen. Selain itu, Omega-3 juga mampu memproduksi kelenjar airmata agar lebih sehat.
"Minyak ikan dan suplemen minyak ikan sarat dengan antioksidan yang membantu mencegah kerusakan dari radikal bebas yang dapat menyebabkan penyakit seperti AMD," kata Tanya Zuckerbrot, seorang ahli diet yang terdaftar di New York City. Ia juga menganjurkan untuk makan 4 ons lemak ikan sebanyak 5-6 porsi setiap minggu.
5. Makan sayuran
Peneliti dari University of Georgia di Athena menemukan bahwa sayuran berdaun hijau dapat memperbaiki penglihatan dengan mengurangi efek stres silau dan paparan cahaya terang, karena mereka membantu menyerap cahaya. Selain itu penelitian di Inggris juga menunjukkan bahwa para vegetarian cenderung memiliki 30 persen resiko lebih rendah terkena katarak daripada orang yang makan daging 3,5 ons dalam sehari.

Sabtu, 13 Juni 2015

Mencegah Katarak Dan Mampu Mengatasi Malaria Ini Kasiat Buah “Berharga Murah” tersebut

Kabarmaya.com – Banyak orang hanya menilai pepaya sebagai buah yang mampu menahan lapar, tidak hanya itu pepaya juga dianggap mampu untuk membantu menjaga kesehatan, ingin tau infonya berikut penjelasan redaksi untuk anda :
1. Meminilasir Risiko Mata Rusak
Jika Anda orang yang terus bertatapan dengan layar kaca tiap harinya, penuhi kebutuhan vitamin A agar mata tetap sehat dan segar. Caranya yaitu rutin konsumsi daging pepaya pada jam-jam tertentu, misalnya sehabis makan atau waktu istirahat. Dengan demikian risiko mata mengalami kerusakan semakin kecil.
2. Obat Demam atau Malaria
Ambil selembar daun lelaya, tumbuk hingga memenuhi 1/2 gelas. Tuangkan air sebanyak 3/4 gelas, dan masukkan garam. Peras daun pepaya, saring airnya lalu minum 3 kali sehari. Pengobatan ini bisa Anda lakukan minimal 5 hari berturut-turut dalam seminggu.
3. Membesarkan Alat Vital Pria
Kandungan enzim arginine yang disimpan dalam buah pepaya berkemampuan dalam hal mendongkrak aliran darah pada areal Mr. P. Argarine mendongkrak produksi asam nitrat dalam tubuh untuk merileksasikan otot-otot di sekitar pembuluh darah, alhasil Mr. P akan membesar dalam waktu yang signifikan seiring banyaknya enzim arginine yang masuk ke dalam tubuh.
http://www.kabarmaya.com/2318192-mencegah-katarak-dan-mempu-mengatasi-malaria-ini-kasiat-buah-berharga-murah-tersebut.html






Selasa, 09 Juni 2015

Khasiat Bayam dan Brokoli Bisa Mencegah Katarak

BANGKAPOS.COM - Dengan banyak mengkonsumsi sayur - sayuran yang banyak mengandung kaya vitamin E dapat membuat tubuh menjadi sehat.
Penelitian baru mengatakan mengonsumsi makanan yang kaya vitamin E lebih seperti bayam, brokoli dan biji bisa mengurangi risiko terkena katarak.
Ahli analisis dari penelitian yang melibatkan hampir seperempat juta orang berpendapat bahwa vitamin yang terkandung di dalam sayuran ini dapat melindungi terhadap gangguan mata.
Seorang ahli menemukan mendapatkan lebih banyak vitamin E yang terkandung dalam makanan dan suplemen dapat mengurangi kemungkinan terkena katarak hingga 27 persen.
Katarak yang sering berkembang di usia tua membuat sulit untuk melihat karena menutupi seluruh atau sebagian dari lensa mata.
Operasi ini diperlukan untuk mencegah kebutaan dan sekitar 400.000 operasi dilakukan setiap tahun.
Tim peneliti Cina dari Qingdao University Medical College, berkesimpulan yang didasarkan pada 27 studi, diterbitkan dalam jurnal Gizi Kesehatan Masyarakat (kredit keharusan).
Pemimpin penelitian Dr Yufei Zhang mengatakan temuan dari penelitian kami memiliki implikasi klinis dan kesehatan yang penting sehubungan yang berkaitan dengan pencegahan katarak.
Sedangkan di Inggris rata-rata asupan vitamin E yang mengkonsumsi 10 mg sayuran perhari meningkat menjadi 14 mg perhari di sadar kesehatan Brits.
Asupan yang dianjurkan adalah 12 mg perhari begitu banyak warga Inggris yang gagal memenuhi target dari sumber makanan utama termasuk bayam, brokoli, kacang-kacangan, biji-bijian, kerang, minyak tumbuhan dan alpukat
Dr Carrie Ruxton, ahli gizi dari Kesehatan Suplemen Information Service (KSIS) mengatakan ada penurunan yang signifikan dalam risiko katarak terkait dalam studi dilihat dari asupan vitamin E serta kombinasi suplemen dan pola diet.
Meningkatkan asupan vitamin E di atas 7 mg harian khusus mengurangi risiko yang berkaitan dengan usia katarak dan semakin tinggi tingkat darah yang terkandung vitamin E maka semakin rendah risiko katarak.
Vitamin E adalah antioksidan kuat yang terdapat dalam lensa mata. Tingkat stres oksidatif pada lensa mata dapat disebabkan oleh faktor-faktor seperti sinar matahari dan polusi lingkungan yang dapat mengurangi pertahanan antioksidan dari lensa yang meningkatkan risiko katarak.
Dr Ruxton menambahkan sumber makanan yang baik dari vitamin E adalah biji, kacang-kacangan dan minyak yang berasal dari mereka, sementara sumber vitamin C yang baik terdapat didalam buah-buahan dan sayuran, terutama pada buah jeruk.

Sumber : http://bangka.tribunnews.com/2015/05/25/khasiat-bayam-dan-brokoli-bisa-mencegak-katarak
---------------------------------------------------and---------------------------------------------------------




Jumat, 05 Juni 2015

Tak Cuma Wortel, Konsumsi Sayuran Ini Juga Sehatkan Mata dan Cegah Katarak

Jakarta, Selama ini diketahui kesehatan mata lebih dipengaruhi oleh konsumsi makanan yang kaya akan vitamin A seperti wortel. Namun kini studi mengungkapkan bahwa ada asupan lain yang sebenarnya juga dibutuhkan untuk menjaga kesehatan mata.

Disimpulkan oleh para peneliti dari berbagai hasil penelitian bahwa konsumsi makanan yang kaya akan vitamin E bisa mengurangi risiko terkena katarak hingga 25 persen. Selain dari bayam dan brokoli, asupan vitamin E bisa didapat dari kacang-kacangan, biji-bijian, kerang, minyak tumbuhan dan alpukat.

Ya, tim peneliti dari Qingdao University Medical College menyimpulkan hal ini berdasarkan pada 27 studi yang telah diterbitkan dalam jurnal Public Health Nutrition. 

Baca juga: Identik dengan Lansia, Katarak Kini Sasar Usia yang Lebih Muda

"Hasil temuan kami memiliki implikasi klinis dan kesehatan yang penting sehubungan dengan pencegahan katarak. Terdapat penurunan risiko secara signifikan dengan mencukupi asupan vitamin E setiap hari," ujar pemimpin penelitian ini, Dr Yufei Zhang, seperti dikutip dari Daily Times, Selasa (26/5/2015).

Hasil penelitian Zhang dibenarkan oleh Dr Carrie Ruxton, ahli gizi dari Health Supplements Information Service (HSIS). Ia menyebutkan bahwa risiko katarak terkait usia dapat diturunkan dengan pemenuhan kebutuhan vitamin E. 

"Vitamin E adalah antioksidan yang terdapat dalam lensa mata. Nah, stres oksidatif pada lensa mata yang disebabkan oleh faktor-faktor seperti sinar matahari dan polusi lingkungan dapat mengurangi pertahanan antioksidan lensa dan meningkatkan risiko katarak," tutur Ruxton.

Oleh sebab itu, selain sebisa mungkin mengurangi terlalu banyak paparan sinar matahari secara langsung pada mata, ada baiknya juga Anda mulai mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin E.
(ajg/up)

sumber: http://health.detik.com/read/2015/05/26/192944/2925762/1410/tak-cuma-wortel-konsumsi-sayuran-ini-juga-sehatkan-mata-dan-cegah-katarak







Selasa, 02 Juni 2015

Yuk Kenali Gangguan pada Mata Serta Pencegahannya!

Jakarta, Di usia 40 tahun atau lebih, risiko mengalami gangguan pada mata akan meningkat. Kenali gangguan mata sehingga pencegahan dapat dilakukan sejak dini.

Berdasarkan laporan dari The Vision Council, 1 dari 28 orang di Amerika di atas usia 40 tahun berjuang melawan gangguan pada matanya. Menurut sebuah survey, 44 persen dari 2 ribu orang dewasa ini lebih takut kehilangan penglihatannya dibandingkan memiliki gangguan lain seperti Alzheimer dan parkinson.

Dikutip dari US News Health pada Selasa (14/4/2015), National Eye Institute melaporkan bahwa lebih dari 24 juta orang di Amerika memiliki katarak. Bahkan jumlah ini bisa bertambah sebanyak 40 juta orang di tahun 2030. Tidak hanya katarak, dilaporkan juga bahwa sebanyak 3 juta orang memiliki glaukoma dan akan terus meningkat menjadi 4 juta orang di tahun 2030.

"Katarak adalah kekeruhan pada lensa mata, di mana dapat menyebabkan orang merasa seperti mereka melihat dunia melalui jendela yang 'kotor'," papar dr Robert Noecker, profesor asisten klinik oftalmologi di Yale University.

Gejala khas pada katarak yaitu penglihatan yang tampak berawan, penglihatan yang buruk di malam hari, dan warna mata yang keruh.

Baca juga: Jangan Anggap Remeh, Katarak Masih 'Mendominasi' Pasien Mata Indonesia
Lain lagi dengan glaukoma, di mana kondisi saraf optik yang terhubung ke otak mengalami kerusakan akibat tekanan pada mata. Glaukoma tidak akan menyebabkan rasa sakit sehingga awalnya tidak tampak suatu gejala apapun. Hingga akhirnya, lambat laun penglihatan mulai menghilang dari sudut-sudut mata sampai benar-benar tidak mampu lagi melihat.

"Glaukoma memiliki gejala yang tidak tampak, sehingga orang seringkali tidak menyadari. Gangguan mata ini menjadi penyebab paling umum kehilangan penglihatan di Afrika dan Amerika," ujar dr. Evan Waxman, profesor klinik oftalmologi di University of Pittsburgh School of Medicine.

Selain kedua gangguan ini, National Eye Institute melaporkan bahwa hampir 8 juta orang di Amerika Serikat memiliki retinoma diabetik. Gangguan pada retina ini berkaitan dengan penyakit diabetes tipe 1 maupun 2 sehingga sebaiknya selalu mengontrol kadar gula darah Anda dibatas normal.

"Retina membutuhkan darah melalui serangkaian tabung yang disebut kapiler. Kaplier itu akan rusak akibat kandungan gula yang tinggi pada darah. Jadi komplikasinya bisa menyebabkan kerusakan pada retina dan kehilangan penglihatan," ujar dr. Evan Waxman.

Nah, kepala bagian konsultasi di National Eye Institue yaitu dr. Rachel Bishop memberika beberapa tips agar dapat terhindari atau mencegah gangguan mata tersebut. Langkah pertama menurutnya adalah memiliki gaya hidup yang baik seperti tidak merokok dan konsumsi alkohol.

Paparan sinar UV juga sebaiknya dihindari dengan mengenakan kacamata hitam di siang hari saat berada di luar ruangan. Rachel menganjurkan untuk mengonsumsi sayuran hijau dan buah yang kaya antioksidan. Cara mudah lainnya yaitu mereka yang berusia 40 tahun atau lebih melakukan pemeriksaan pada mata tiap tahunnya agar dapat terdeteksi secara dini. Dengan melihat perubahan yang terjadi di tahap awal, pengobatan dapat dilakukan sejak dini.
sumber
Diza Liane Syahputri - detikHealth
http://health.detik.com/read/2015/04/14/065940/2886338/763/yuk-kenali-gangguan-pada-mata-serta-pencegahannya

Jumat, 29 Mei 2015

Cara Tidak Terduga Melindungi Mata Anda

PANCAINDERA adalah alat penting tubuh kita yang berguna untuk menerima informasi dengan lingkungan sekitar. Salah satunya adalah mata kita dan jika mata mengalami gangguan tentu bisa membatasi aktifitas bahkan bisa membatasi ruang gerak kita.
Untuk itu, bagi yang saat ini masih memiliki mata yang sehat sebaiknya kita menjaga agar jendela dunia kita ini akan selalu tetap berfungsi optimal.
"Kualitas hidup Anda terkait erat dengan seberapa baik Anda Anda melihat," kata optometrist, Lisa Shin, OD, seperti dilansir laman Care2, Selasa (5/5).
Berikut beberapa tips yang tak terduga untuk melindungi penglihatan Anda:
1. Makan makanan yang sehat.
Penelitian menunjukkan bahwa makanan tertentu bisa meningkatkan kesehatan mata dan mencegah perubahan mata yang berkaitan dengan usia, seperti degenerasi makula.
Untuk menjaga mata Anda dalam keadaan prima, Shin menyarankan menggabungkan vitamin mata dengan mineral dalam diet Anda seperti lutein dan zeaxanthin (ditemukan di brokoli, jagung, labu, paprika, bayam dan kale), vitamin C (yang ditemukan dalam buah jeruk, melon, tomat dan brokoli), vitamin E (ditemukan dalam kacang-kacangan, gandum, kacang-kacangan dan biji-bijian), seng (ditemukan dalam biji-bijian), dan omega-3 asam lemak (ditemukan pada ikan salmon).
2. Kurangi paparan sinar matahari.
Katarak adalah penyebab paling umum kehilangan penglihatan pada orang dewasa. Karena sinar ultraviolet matahari bisa meningkatkan risiko terkena katarak, penting untuk mengambil tindakan pencegahan untuk melindungi mata Anda dari sinar matahari. Shin menyarankan memakai UV kacamata pelindung, serta mengenakan topi bertepi lebar.
Faktor risiko lain untuk mengembangkan katarak meliputi riwayat keluarga, diabetes, hipertensi, obesitas, merokok, cedera mata sebelumnya atau operasi dan konsumsi alkohol yang berlebihan.
3. Berhenti merokok.
Perokok memiliki risiko lebih besar terkena baik degenerasi makula dan katarak.
4. Olahraga teratur.
Olahraga teratur bisa menjaga mata Anda tetap tajam.(fny/jpnn)
sumber http://manadopostonline.com/read/2015/05/06/Cara-Tidak-Terduga-Melindungi-Mata-Anda/9025


 

Selasa, 26 Mei 2015

Puskesmas se-Bateng Buka Pendaftaran Pasien Katarak

KOBA, BANGKA POS - Pemkab Bangka Tengah (Bateng), RSUD Bateng, dan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) akan menggelar operasi katarak sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat dalam bidang kesehatan. Kegiatan tersebut akan dipusatkan di RSUD Bateng.
"Jika tidak ada halangan akan kita laksanakan pada bulan Juni mendatang," kata dr Dede Lina Lindayanti, Direktur Utama RSUD Bateng, Jumat (8/5).
Kegiatan tersebut merupakan salah satu komitmen untuk melayani masyarakat penderita katarak di Kabupaten Bateng. Pendaftaran calon pasien telah dibuka sejak beberapa hari lalu di puskesmas-puskesmas di Bateng.
Dede menambahkan, pendataan yang dilakukan di puskesmasuntuk mengetahui dan memeriksa kondisi mata yang terkena katarak. Dokter ahli mata di masing-masing puskesmas akan memeriksa kondisi mata pasien atau screening terlebih dahulu.
"Nanti kami yang akan mengklasifikasikan karena tidak semua pasien katarak harus dioperasi," ujar Dede.
Bupati Bateng Erzaldi Rosman mengatakan, operasi tersebut sangat penting bagi masyarakat yang menderita katarak.
Pemkab Bateng dan instansi terkait akan terus membantu agar penderita katarak di Bateng dapat disembuhkan, terutama yang berasal dari kalangan tidak mampu.
"Kami berharap masyarakat atau yang memiliki saudara menderita katarak untuk mendaftar di puskesmas-puskesmas. Sentuhan seperti ini (operasi gratis katarak) dibutuhkan masyarakat," ujar Erzaldi.
Dia menyebut, operasi katarak akan terus dilaksa-nakan secara berkesinambungan. Ke depan, kegiatan seperti ini akan kembali dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah. Selain operasi katarak, diharapkan kegiatan lain juga bisa dilaksanakan seperti operasi hernia atau operasi bibir sumbing.
Guna mendukung kegiatan ini, Pemkab Bateng juga berupaya bekerja sama dengan pihak-pihak yang peduli dengan layanan kesehatan, seperti Perdami.
"Pemkab juga menyurati pihak-pihak yang akan melaksanakan kegiatan sosial seperti ini. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada para dokter yang telah melaksanakan operasi ini untuk masyarakat," kata Erzaldi
sumber : http://bangka.tribunnews.com/2015/05/09/puskesmas-se-bateng-buka-pendaftaran-pasien-katarak
 

Jumat, 22 Mei 2015

Di Dunia, 45 Juta Orang Menderita Penyakit Mata

 Di Dunia, 45 Juta Orang Menderita Penyakit Mata

Sebanyak 60 persen di antaranya berada di negara miskin atau berkembang.


Suara.com - Eye Disease Prevalence Research Groupmemperkirakan jumlah penduduk dunia yang menderita penyakit mata dan kebutaan akan mencapai 55 juta orang pada tahun 2020.
"Penyakit mata tersebut disebabkan berbagai faktor, antara lain pasien menderita penyakit tekanan darah tinggi, penyakit kencing manis (diabetes), keturunan dan faktor umur," kata dr. Sendhil Kumar Somasundaram, spesialis mata dari RS Mahkota Medical Centre Melaka, Malaysia, pada acara sosialisasi kesehatan di Kota Semarapura, Kabupaten Klungkung, Bali, Sabtu (9/5/2015) malam.
Ia mengatakan penderita penyakit mata saat ini diperkirakan berjumlah 45 juta orang di dunia, 60 persen di antaranya berada di negara miskin atau berkembang.
"Di Indonesia penyakit mata yang banyak ditemui adalah mata katarak (0,8 persen), glukoma (0,2 persen) serta kelainan refraksi (0,14 persen)," katanya.
Menurut dokter mata lulusan Perth, Australia itu, penyakit mata bisa ditangani sejak dini, bila penderita lebih awal melakukan pemeriksaan ke dokter mata.
"Karena dengan pemeriksaan tersebut, dokter akan melakukan analisa dan memeriksa lebih lanjut. Sehingga bila penderita itu harus dilakukan tindakan operasi, maka akan dilakukan secepatnya. Dengan harapan tidak sampai merusak bola mata maupun kerusakan saraf," ucapnya.
Sendhil lebih lanjut mengatakan dengan peralatan medis yang semakin canggih, maka penanganan operasi, seperti katarak bisa dilakukan dalam waktu singkat.
"Penderita pun tidak akan merasakan sakitnya pascaoperasi terlalu lama, sebab operasinya semua menggunakan peralatan medis yang canggih," ujarnya.
Pada sosialisasi kesehatan itu, juga menghadirkan dokter spesialis penyakit dalam dan usus, yakni dr Chek Siung yang menjelaskan faktor penyakit usus pada manusia antara lain karena pola makan, gaya hidup dan lainnya.
"Untuk mengantisipasi tersebut setiap orang harus menjaga kesehatannya dengan berolahraga dan makan yang mengandung serat. Di samping itu juga melakukan pemeriksaan secara rutin ke dokter," katanya.
Sementara Marketing Executive RS Mahkota Medical, Fransisca Titi Hapsari mengatakan pihaknya memiliki dokter spesialis dan peralatan canggih dalam setiap penanganan kesehatan.
"Di rumah sakit kami menangani berbagai penyakit dengan peralatan canggih, termasuk kami bisa memfasilitasi pasien dari Indonesia, karena kami telah memiliki kantor cabang di beberapa kota di Indonesia, salah satunya di Bali," katanya. (Antara)



sumber : http://www.suara.com/health/2015/05/10/081100/di-dunia-45-juta-orang-menderita-penyakit-mata

Senin, 18 Mei 2015

Tips Sederhana Mencegah Katarak

Penulis: Aldi Aulia Anwar | Editor: Reza Perdana
Analisadaily - Katarak merupakan salah satu penyakit mata yang sering dialami oleh setiap orang dari segela usia. Gejala yang paling umum dari penyakit mata ini adalah penglihatan yang mulai kabur.
Katarak juga merupakan salah satu penyakit mata yang dikemudian hari dapat membuat mata kita tidak dapat melihat atau buta. Sejauh ini, belum ada penelitian yang jelas menunjukkan alasan yang tepat untuk katarak atau pencegahan lengkap terhadap penyakit mata satu ini.
Namun, ada beberapa pengobatan alternatif untuk mengatasi katarak dan beberapa langkah-langkah proaktif yang dapat diambil untuk mencegah penyakit katarak ini berkembang seperti dilansir dari Boldsky.
1. Bawang putih
Bawang putih telah terbukti menjadi salah satu yang terbaik untuk mengobati katarak. Mengunyah beberapa sium bawang putih setiap hari diklaim mampu membersihkan lensa kristal di mata Anda, sehingga mengurangi timbulnya penyakit katarak.
2. Almond
Almond juga termasuk salah satu obat alternatif untuk mencegah katarak, karena almond diklaim memiliki kemampuan untuk memperkuat visi mata Anda. Caranya cukup mengkonsumsi almond yang telah direndam dalam air dengan kurun waktu semalam dan Anda konsumsi setelah kulitnya dikupas.
3. Wortel, bayam dan tomat
Vitamin A sejak dari dulu telah dikenal sangat penting untuk kesehatan mata. Mengkonsumsi wortel, bayam atau jus tomat setiap hari sangat bermanfaat untuk pengobatan katarak. Karena, ketiga jenis sayuran tersebut kaya akan vitamin A.
4. Teh Hijau
Teh hijau sangat penting untuk kesehatan mata dan semua masalah yang terkait dengan penglihatan. Mengkonsumsi minimal 3-4 kali teh hijau dalam sehari, diklaim mampu cepat untuk menyembuhkan katarak.
5. Wheatgrass
Jus wheatgrass atau jus rumput gandum juga merupakan salah satu obat alternatif yang baik untuk melawan katarak, karena hal itu diklaim mampu menghilangkan penglihatan yang kabur dari mata Anda.
6. Bilberry
Bilberry merupakan salah satu jenis buah-buahan dari keluarga beri-berian yang diklaim memiliki sifat untuk menyembuhkan penyakit katarak.