Cari

Memuat...

Jumat, 17 April 2015

6 Cara Sehatkan Mata Hingga Tua

Liputan6.com, Jakarta Keindahan pemandangan, serunya jalan cerita novel, belajar bahasa serta banya aktivitas lain dilakukan oleh mata. Bahkan para pakar menyatakan sekitar 83 persen jalur informasi dilakukan lewat mata.

Begitu besarnya peranan mata dalam kehidupan kita tentu harus dijaga agar bisa berfungsi dengan baik hingga tua. Oleh karena itu, jaga kesehatan mata dengan enam langkah berikut ini seperti dilansir WebMD, Minggu (21/12/2014)

1. Makanan Sehat
Melindungi mata dimulai dengan memilih makanan yang sehat untuk mata. Menurut beberapa studi, makanan yang kaya Omega-3, lutein, zinc, Vitamin C dan E bisa membantu menjauhkan dari masalah yang berkaitan dengan mata seperti degenerasi makula dan katarak. Oleh karena itu, rutinlah mengonsumsi makanan berikut:
- sayuran hijau seperti kale, bayam, sawi
- Ikan seperti salmon dan tuna
- Telur, kacang, sayuran kacang-kacangan serta makanan protein yang tidak berasal dari daging lainnya.
- Jeruk, lemon, sitrus.

Terapkan pola makan dengan menu gizi seimbang untuk menjaga kesehatan tubuh terhindar dari obositas yang bisa menyebabkan diabetes tipe 2. Diabetes adalah salah satu penyakit yang bisa menyebabkan kebutaan.

2. Berhenti merokok
Demi kesehatan mata, sekaligus kesehatan tubuh secara keseluruhan berhentilah menghisap tembakau. Merokok membuat Anda lebih berisiko terkena katarak, kerusakan saraf-safat optik, serta degenarasi pada mata. 

3. Menggunakan kacamata anti UV
Menggunakan kacamata hitam kala di bawah sinar terik matahari bukan cuma sekedar gaya agar tampil menarik. Ini adalah cara untuk melindungi mata dari paparan sinar ultraviolet (UV). Mata terlalu banyak mendapatkan paparan sinar UV bisa meningkatkan risiko katarak dan degenerasi makula.

Pilih kacamata yang bisa menahan UVA dan UVB sampai 99 hingga 100 persen.

4. Gunakan pelindung mata
Hal ini berlaku bagi Anda yang bekerja yang terkena paparan material berbahaya seperti tempat las. Pastikan keamanan mata dengan menggunakan pelindung mata maupun goggle.

5. Jangan terlalu lama menatap layar komputer
Menatap terlalu lama layar komputer, tablet, serta ponsel smartphone bisa memgakibatkan: pandangan jadi kabur, mata kering, mata sulit fokus, nyeri punggung, leher dan bahu. Untuk menjaga mata tetap sehat meskipun bekerja di depan layar komputer yaitu pastikan jarak 35 cm dari layar komputer, duduklah di kursi nyaman, setiap 20 menit istirahatkan mata dengan melihat sejauh 20 meter ke depan selama 20 detik. Setiap dua jam sekali istirahat selama 15 menit.

6. Rutin memeriksakan mata ke dokter mata
Memeriksakan mata dilakukan tak cuma saat ada keluhan, mata sebaiknya diperiksa sejak kanak-kanak. Selain mengetahui mengenai kondisi rabun jauh, rabun dekat, maupun silinder pemeriksaan mata juga dapat untuk mengetahui lebih awal penyakit mata glukoma yang tidak memiliki gejala. Menemukan penyakit ini pada awal akan lebih mudah diobati.
sumber:
http://health.liputan6.com/read/2150434/6-cara-sehatkan-mata-hingga-tua





















Senin, 13 April 2015

Kenapa Wortel Baik untuk Mata?

Liputan6.com, Jakarta Bila mata ingin selalu sehat, sejumlah pakar menyarankan agar kita rutin mengonsumsi wortel yang dapat disantap dalam banyak bentuk. Lantas, apa alasan wortel baik bagi mata?

Melansir laman Times of India, Senin (26/1/2014), makanan favorit kelinci ini terkandung antioksidan beta-karoten, senyawa yang diubah menjadi vitamin A dalam tubuh.

Bila kekurangan vitamin A dapat menyebabkan kebutaan. Karena memang nyatanya, kekurangan vitamin A menjadi penyebab kebutaan pada sejumlah anak. Vitamin A sangat penting juga untuk sistem kekebalan tubuh yang kuat, serta menyehatkan mata, kulit, dan selaput lendir.

Kekurangan vitamin A juga dapat menyebabkan xeroftalmia, kondisi di mana mata tidak dapat memproduksi air mata, kekeringan di mata, kelopak mata bengkak dan ulkus kornea. Makan wortel dapat menghindari kita dari kekurangan vitamin A yang juga dapat mencegah pembentukan katarak dan degenerasi makula.
sumber : http://health.liputan6.com/read/2166261/kenapa-wortel-baik-untuk-mata

Jumat, 10 April 2015

Banyak Kasus Katarak di Makassar, Ini Penyebabnya

Liputan6.com, Makassar - Letak geografis yang tak jauh dari garis khatulistiwa membuat Kota Makassar memiliki panas yang begitu menyengat. Akibatnya, kasus katarakmengalami peningkatan di Kota Anging Mamiri ini.

"Saya tahu betul katarak di sini cukup banyak karena ultra violetnya yang tinggi sekali," kata Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nila Farid Moeloek saat meresmikan Gedung Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas 1 Makassar, Sulawesi Selatan pada Selasa (10/3/2015)
Baca juga :  15 Manfaat Nangka Bagi Kesehatan yang Tak Anda Ketahui

Kata Menkes, panasnya di Makassar akibat ultra violetnya belok ke wilayah timur sedangkan lapisan ozon berlubang di Pulau Jawa. "Kami yang di Jakarta aman, sedangkan di sini tidak aman," kata Nila sembari bercanda.

Meski tak begitu hapal angka persisnya, tapi kondisi ini dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, Rachmat Latief. Sebab, terang Rachmat, penyakit diabetes mengalami peningkatan. Baca juga : Waspadai Bila Mata Anak Mirip Mata Kucing, Bahaya

"Kan salah satu penyebab katarak adalah penyakit komplikasi diabetes," kata Rachmat.
sumber : http://health.liputan6.com/read/2188659/banyak-kasus-katarak-di-makassar-ini-penyebabnya


Senin, 06 April 2015

Peringati 200 Tahun Erupsi, Tambora Kejar 2 Juta Turis

VIVA.co.id - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan menggelar acara Tambora Menyapa Dunia” guna memeringati 200 tahun erupsi Tambora. Puncak acara akan digelar 10-11 April 2015. 
Terdapat empat kelompok kegiatan yang dirangkai untuk menarik 2 juta wisatawan baik domestik dan mancanegara. Selain itu, pemerintah NTB memprediksi 15 ribu turis datang saat puncak acara di Dompu.
"Kegiatan road map Tambora Menyapa Dunia tidak hanya fokus di Dompu, namun juga menyebar di beberapa Kabupaten NTB," ujar Moh Faozal, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB, dilansir Indonesia Travel.  
Kelompok kegiatan pertama yang dilakukan adalah bakti sosial berupa penyelenggaraan operasi katarak dan bibir sumbing, pengembangan ekonomi kreatif, penghijauan hutan kawasan Tambora, pameran produk unggulan seperti kopi tambora, pasar rakyat, serta pesta kuliner yang puncak acaranya di Desa Dorocanga, desa yang menjadi titik awal jalur pendakian ke Gunung Tambora.
Sementara, kegiatan kedua berbasis seni dan budaya dibantu oleh sanggar Lingkar Tambora dan sekaligus memperkenalkannya, termasuk menyajikan musik country konvensional dan modern, hingga upacara selamatan laut di kawasan Samota (Satonda, Moyo, Tambora). 
Kelompok kegiatan ketiga yaitu seminar dan pengembangan ilmu pengetahuan berupa seminar pariwisata untuk menciptakan citra Tambora pada 20 Maret 2015, seminar arkeologi di Bima 9 April 2015, peluncuran buku La Hami, pameran arkeologi dan museum 7-9 April 2015, seminar arsitektur landscape tentang vulkanologi 9-12 Agustus 2015 dan pameran foto yang sengaja dijadwalkan setelah puncak peringatan agar dapat melibatkan para fotografer yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Sedangkan kelompok kegiatan keempat berupa sport adventure untuk minat khusus, yaitu Tambora Bike dengan rute Tambora-Dompu pada 8-11 April 2015, Mount Tambora Ultra Trail Run dan Tambora Challenge 7-11 April 2015, Lari 10 Kilo Meter di Dompu 5 April 2015, Sepeda Gunung Nusantara 10 April 2015, Pacuan Kuda di Bima menggunakan joki cilik, serta atraksi menangkap sapi menggunakan  laso atau tali.
Kegiatan lainnya adalah Trabas Tambora oleh Ikatan Motor Indonesia pada 4-5 April 2015, Ekspedisi Selebriti Mendaki Tambora 1 Juni 2015, Tambora Savana Run 31 Mei 2015 dan Lakey Kite Surf Exhibition Camp di pantai Lakey Kecamatan Huu Dompu 21 - 23 Agustus 2015.
Untuk puncak acara, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB juga mengantisipasi ketersediaan kamar penginapan yang terbatas. Pemprov mendatangkan hotel terapung yang memiliki 150 kamar, tenda polisi dan tentara, juga base camp perusahaan kayu yang ada di Calabahi, kaki Gunung Tambora.
Letusan Tambora merupakan yang terdahsyat dalam ingatan manusia. Disebut sebagai kiamat kecil, di 1815, letusan Tambora menewaskan setidaknya 92 ribu jiwa. Tambora setidaknya telah memuntahkan abu dan batuan piroklastik sebanyak seratus kilometer kubik, jauh lebih hebat dari Krakatau yang "hanya" muntah sejauh 20 kilometer kubik.
http://life.viva.co.id/news/read/599785-peringati-200-tahun-erupsi--tambora-kejar-2-juta-turis

Jumat, 03 April 2015

1500 Penghuni Rusun Marunda Terima Layanan Kesehatan Gratis

WARTA KOTA, CILINCING - Sebanyak 1.500 warga di Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, mendapatkan pelayanan kesehatan dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Rabu (11/03). Program layanan kesehatan bertajuk 'Bakti Kesehatan Polri' ini melayani berbagai pengobatan.

Hasil pengamatan Warta Kota di lokasi, nampak ratusan warga dengan antusias mengikuti pelayanan kesehatan yang digelar oleh Pusdokkes Polri. Acara tersebut juga dihadiri oleh Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Nandang Jumantara‎, Komandan Kodim (Dandim) 0502 JU, Letkol Arm Stevie Jantje Nuhujanan, dan Walikota Jakarta Utara, Rustam Effendi.

Acara bakti sosial kesehatan oleh Kepolisian Republik Indonesia juga diikuti oleh 243 siswa-siswi dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) 02 Marunda. Mereka yang datang untuk memeriksakan giginya secara gratis. 

Bakti kesehatan tersebut juga mendapat dukungan dari Palang Merah Indonesia (PMI), Pelindo II, Astra International, Sidomuncul, Yayasan Budha Tzu Chi, Dexa Medica, Yayasan Dompet Dhuafa, dan lain-lain. Kegiatan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat terdiri dari Pengobatan Umum, Pengobatan Gigi, dan Layanan Keluarga Berencana (KB).

Tak hanya itu, nampak lokasi pelayanan kesehatan ini membludak akan warga. Suasana di lokasi pun pengap dan padat. 

Para warga saat itu tengah menunggu giliran. Mereka pun yang ingin menjalani hidup sehat, rela mengantre hingga berjam-jam lamanya.

Diketahui, pelayanan tersebut dimaksudkan untuk membantu meringkankan beban warga terdampak banjir.  Menurut Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusdokkes) Polri, Brigjen Pol Arthur Tampi‎, layanan kesehatan yang diberikan Polri kepada masyarakat Jakarta Utara merupakan bentuk wujud kepedulian Polri kepada warga.

"Ini bagi yang paling parah terkena dampak banjir. Kita tahu kota Jakarta Utara ini merupakan wilayah yang selalu terkena banjir rob dan banjir karena musim penghujan, oleh sebab itu simbolisasi puncak bantuan kami adakan di Marunda," ujar Arthur.

Menurut Arthur, pelayanan kesehatan ini tak hanya dilaksanak di Rusunawa Marunda. Bantuan juga diberikan di 7 titik wilayah lainnya. "Grogol, Kelapa Gading, Asrama Polisi Kampung Bangka, dan Asrama Polisi Bidara Cina. Kita juga sudah melakukan streaming (ronsen foto dan check up) kepada pasien-pasien yang akan mengikuti operasi Katarak, Operasi Bibir Sumbing, dan Operasi Minor lainnya di RS Bhayangkara Tingkat 1 Polri Kramat Jati," lanjutnya.

‎Ia pun menjelaskan, Program Bakti Kesehatan Polri secara keseluruhan tersebut telah di ikuti oleh 1500 warga di sekitar Rusunawa Marunda. "Terdapat 50 pasien katarak, 25 operasi bibir sumbing, dan 15 orang bedah minor. Program ini juga mereka dilayani oleh 170 dokter dari Pusdokkes Polri, tuturnya.

Untuk warga yang sudah dilayani oleh pihak medis, kata Arthur, juga akan mendapat bingkisan sumbangan yang dibantu oleh berbagai perusahaan.

"Ini sebagai bentuk tanggung jawab sosial mereka," tutupnya.

Salah satu warga yang sedang mengantri, Sri Wahyuni (35) warga RT 06/10, warga Rusunawa Marunda Cluster B Blok Krapu, mengaku sangat senang dengan adanya bantuan dari pihak kepolisian. Sri juga mengakui, dirinya sudah mengidap penyakit tersebut selama satu tahun.

"Selama ini, berobatnya di RSUD Koja secara gratis. Soalnya punya Kartu Jakarta Sehat (KJS). Cuman ya ongkos berangkatnya ke Koja lumayan mahal. Bolak-balik naik angkot saja bisa habis Rp 20 ribu. Adanya program ini, saya merasa terbantu. Soalnya kan selama ini saya terkena asa‎m urat. Kalau lagi kambuh gak bisa jalan sama sekali,," lanjut Sri.

Sepadan dengan warga lainnya, Muhammad (70), selaku warga RT 21/07 Rusunawa Marunda Cluster C2. Dirinya mengaku kerap sesak napas dan panas dingin. Bahkan, Sunjaya yang dahulunya bekerja di bongkar muat Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, mengaku sudah tidak bekerja sejak 2007 lantaran penyakitnya itu.

"Mungkin karena‎ faktor umur. Tapi, saya senang dan terbantu dengan adanya bantuan pemeriksaan kesehatan ini. Karena, program ini menunjukkan kalau pihak kepolisian masih peduli terhadap masyarakat yang sudah lanjut usia sekalipun. Saya mengandalkan kehidupan sehari-hari dari anak-anak saya, karena ibu anak-anak juga sudah tidak ada. Ini sudah cukup menolong," jelasnya.

‎Salah satu pelajar yang sedang mendapatkan pelayanankesehatan gigi, Azri (12) siswa kelas 6 SDN Marunda, mengaku gigi gerahamnya yang berlubang ditambal oleh dokter gigi.

"Sakit banget kak, tapi setelah diberi suntikan pemati rasa jadi tidak terlalu terasa," ujarnya.

Sedangkan, Eno (26) warga RT03/07, Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, mengaku datang ke Rusunawa Marunda lantaran ingin menambal gigi anaknya, Karisya Nasha Putri (5), yang berlubang.

"Sebenarnya saya gak punya kupon, tapi datang saja karena ada pengobatan gratis, lumayanlah kalau ke dokter gigi kan bayarnya lumayan mahal, cuman ya harus sabar ngantri," katanya.

Sementara itu, Walikota Jakarta Utara, Rustam Effendi mengakui mengapresiasikan program yang digelar oleh Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusdokkes) Polri. Menurutnya, hal itu meringankan beban warga yang dahulunya sempat menjadi korban banjir.

"Tak hanya korban banjir saja, ini juga menguntungkan masyarakat. Mereka yang kurang mampu merujuk ke dokter, mereka jadi bisa memeriksakan kondisi mereka di sini. Ini program yang terbilang positif. Wajar apabila warga antusias. Saya berharap, Masyarakat harus lebih peduli sama lingkungannya, agar terhindar dari banjir," katanya. (Panji Baskhara Ramadhan)
sumber : http://wartakota.tribunnews.com/2015/03/12/1500-penghuni-rusun-marunda-terima-layanan-kesehatan-gratis


Senin, 30 Maret 2015

Mimin Sumringah Ayahnya Bisa Dioperasi

PALEMBANG - Puluhan warga menjalani operasi katarak gratis yang digelar Kodam II Sriwijaya bekerja sama dengan Yayasan Budha Tzu Chi Indonesia di Markas Kesdam Benteng Kuto Besak (BKB), kemarin. Bakti Sosial yang dilaksanakan 20-21 Maret 2015 ini menjadi rangkaian peringatan HUT ke- 69 Persit Kartika Chandra Kirana dan HUT Dharma Pertiwi. 

“Saya dan bapak dapat infonya dari warga lain. Beruntung bisa diterima jadi pasien di sini karena operasinya gratis dan tidak lama. Pemeriksaannya sudah pada Sabtu (14/3) lalu,” ujar Mimin, warga 8 Ulu yang membawa bapaknya Alwi untuk operasi katarak. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Persit KCK PD II/ Sriwijaya Umi Amborowati Iskandar mengatakan, kegiatan bakti sosial ini cukup baik direspons masyarakat. Pihaknya bersama Yayasan Budha Tzu Chi Indonesia berupaya memberikan bantuan terbaik untuk kesehatan warga yang membutuhkan. 

“Rangkaian HUT kali ini memang kita fokuskan pada bakti sosial. Setelah operasi katarak, kita juga menggelar donor darah dan anjang sana ke panti,” ucap istri Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Iskandar ini Sementara itu, Ketua Regional Yayasan Tzu Chi Sumsel Indra Muliawan mengatakan, kegiatan ini merupakan aktivitas sosial yayasan yang ke-105. Yayasan memang biasa memberikan pengobatan umum, gigi dan lainnya secara gratis sebagai bentuk bakti sosial. 

Sementara, untuk operasi katarak gratis di Palembang merupakan kegiatan sosial yang kedua kalinya. “Untuk operasi katarak kali ini, tim dokter dari Tzu chi Internasional Medical Association (TIMA) diturunkan sebanyak tujuh orang,” ujar dia. Para dokter ini, jelasnya, terdiri dari enam dokter umum lokal, satu dokter umum dari Jakarta, dan satu dokter spesialis mata dari Jakarta. 

Setelah pelaksanaan operasi katarak di Palembang, tim TAMA akan melanjutkan kegiatan di Sorong pada Mei 2015. Pihaknya mencatat, 400 pasien yang mendaftar, namun yang memungkinkan untuk operasi selama dua hari ini sebanyak 154 pasien. “Untuk hari ini ada 36 pasien dan akan dilanjutkan besok,” sebutnya. 

Yulia savitri 


(bhr)
web : http://www.koran-sindo.com/read/979588/151/mimin-sumringah-ayahnya-bisa-dioperasi-1426910687


Jumat, 27 Maret 2015

Lebih dari 100 Ribu Orang Buta Bisa Melihat Hanya Dalam 5 Menit

TRIBUN-MEDAN.com - Dokter mata Nepal Sanduk Ruit dipuji seperti memiliki mukjizat. Dengan seorang diri, ia berhasil mengembalikan penglihatan lebih dari 100.000 orang di dua benua. Semua itu dilakukannya dengan hanya lima menit.
Menurut statistik WHO, 90 persen dari populasi buta di dunia hidup di daerah berpenghasilan rendah, dan 80 persen menderita kondisi ini mudah diobati. Tetapi karena kemiskinan dan terbatasnya akses terhadap pelayanan kesehatan masyarakat, mereka tidak mampu untuk berobat.
Sanduk Ruit, didorong oleh keyakinan bahwa orang termiskin di dunia layak dapat perawatan mata berkualitas tinggi. Ini telah membuat misi hidupnya untuk merawat orang-orang seperti itu. Jadi dia menemukan teknik lima menit cepat yang memungkinkan pasien berbondong-bondong dirawat dalam waktu singkat.
Teknik kejeniusannya melibatkan membuat sayatan kecil di mata pasien melalui mana katarak berawan merusak visi akan diangkat. Dia kemudian menggantinya dengan lensa buatan yang murah. Dia menawarkan operasi ini ke sejumlah pasien miskin di seluruh dunia, dan juga mengajarkan kepada ahli bedah mata yang tak terhitung jumlahnya dengan harapan bisa menyembuhkan banyak orang buta.
Dokter teladan ini telah mendedikasikan hidupnya untuk perawatan mata holistik . Dia menjalankan rumah sakit mata yang disebut 'Tilganga' di Kathmandu, yang didirikan pada tahun 1994, bekerja sama dengan dokter mata dan dermawan Australia Fred Hollows.
Selain memberikan perawatan mata kelas dunia kepada orang-orang dari Nepal, rumah sakit juga memproduksi state of the art lense yang digunakan untuk mengobati katarak atau miopia. Lensa ini diekspor ke 30 negara di seluruh dunia.
Bagi pasien yang tidak mampu ke rumah sakit, Ruit dan timnya secara teratur mendirikan tenda-tenda di daerah terpencil di Nepal dan negara-negara tetangganya. Tim terkadang memakai ruang kelas dan kandang hewan untuk digunakan sebagai ruang operasi darurat.Mereka merasakan suasana kemenangan ketika pasien datang sehari setelah operasi, yang mengaku matanya pulih, bersama dengan ekspresi lega dan sukacita, merupakan momen mengharukan bagi semua orang yang terlibat .
Fotografer Australia Michael Amendolia, yang telah merekam kegiatan ini sejak awal 1990-an, telah merilis beberapa foto yang paling mencolok untuk memperingati ulang tahun ke-20 dari Tilanga . Foto menggambarkan adegan sukacita murni dan syukur beragam orang-orang yang telah menerima karunia penglihatan .
Salah satu gambar yang paling menyentuh dalam koleksi Amendolia adalah seorang pria Korea Utara 80 tahun yang melihat anaknya untuk pertama kalinya dalam 10 tahun . "Tentu saja, pria yang telah menjalani operasi sangat lega karena dia bisa melihat lagi, tapi seluruh keluarga tiba-tiba memiliki anggota keluarga yang bisa ikut lagi dalam segala sesuatu yang terjadi di rumah," katanya .
Ruit sendiri mengatakan bahwa ia bekerja dengan rasa urgensi untuk membantu dan mengobati banyak pasien. Dia dibesarkan di sebuah desa kecil yang terisolasi di Himalaya. Kakaknya meninggal karena TBC ketika ia berusia 17 tahun, dan factor ini mendukungnya untuk mengejar jalur pelayanan.
"Saya sangat bersyukur bahwa saya bisa membuat perbedaan dalam kehidupan banyak orang," ujar lelaki yang dijuluki “God of Sight” ini. (@tazlimohammed/tribun-medan.com)
Sumber: CNN

Senin, 16 Februari 2015

Hindari Sinar Ultraviolet bisa Cegah Katarak

Hindari Sinar Ultraviolet bisa Cegah Katarak


SLEMAN (KRjogja.com) - Selama ini, usia adalah penyebab utama orang terkena katarak. Meski demikian, tak jarang usia produktif juga dapat terkena katarak. Menurut Prof Dr Suhardjo SU SpM (K) dari Perhimpunan Dokter Ahli Mata Indonesia (Perdami) DIY, katarak adalah kebutaan yang disebabkan lensa mata keruh karena usia.

"Biasanya, usia 65 sangat riskan terkena katarak. Penyebabnya antara lain karena usia, sinar ultraviolet, diabetes, hipertensi atau kurang asupan vitamin dan protein. Pencegahannya ya sebisa mungkin menghindari sinar ultraviolet," ujar Prof Suhardjo disela kegiatan Operasi Katarak Gratis di RS Puri Husada, Ngaglik, Sleman, Minggu (14/12/2014).
Jika petani, lanjut Prof Suhardjo, disarankan untuk memakai topi caping. Sedangkan mereka yang sering bekerja di lapangan dianjurkan untuk selalu memakai kaca mata hitam atau kaca mata yang menyerap ultraviolet.

Operasi katarak Gratis yang diselenggarakan oleh Sumbangsih Sosial Djarum Foundation (SSDF) bekerjasama dengan Perdami DIY dan RS Puri Husada ini adalah putaran ke-34 rangkaian Operasi Katarak Gratis dari SSDF sejak 2011 di wilayah Jawa Tengah dan DIY.

Perwakilan Djarum Foundation Kudus, Petrus Eko Singgih Prajogo berharap, operasi ini bisa membantu meringankan beban penderita katarak. "Tentu efek dari program ini bisa langsung dirasakan oleh masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan. Jika sudah sembuh, mereka bisa kembali beraktifitas, bekerja dan produktif lagi. Selain itu, melalui program ini sekaligus membantu pemerintah dan Perdami dalam menurunkan jumlah penderita kebutaan akbibat katarak," jelasnya.

Direktur RS Puri Husada dr JB Soebroto menyambut baik kegiatan yang diadakan di rumah sakitnya ini. Namun, sebelum pelaksanaan operasi katarak, pihaknya mencanangkan kebangkitan senam massal sebagai salah satu media silaturahmi kebersamaan dan sharing pembangunan forum Sleman sehat. Tak hanya itu saja, secara resmi RS Puri Husada juga membuka layanan cuci darah serta menyambut program BPJS-KIS. (M-4)   
Sumber :
http://krjogja.com/read/240775/hindari-sinar-ultraviolet-bisa-cegah-katarak.kr
















Operasi katarak paket Rp. 3.750.000,-



DAFTAR SEGERA!!!

Daftar via SMS ke No.Tlp. 

Philips
0855 789 10 25 
 
Ravael
0813 190 42 960

Kamis, 12 Februari 2015

Tips Merawat Kesehatan Mata

Tips Merawat Kesehatan Mata
Mata adalah jendela dunia. Dengan mata, berbagai aktivitas kita dapat dilakukan dengan lebih mudah. Untuk itu, menjaga kesehatan mata harusnya menjadi priorits utama kita. Apalagi jika kita sering bekerja dengan layar digital dalam waktu cukup lama. Praktikkanlah beberapa tips di bawah ini untuk senantiasa menjaga kesehatan mata Anda!
Sering bekerja dengan komputer? Sering melihat layar digital dalam waktu lama?
Sering bekerja di depan layar digital dapat membuat mata Anda cepat lelah dan kering. Untuk itu Anda dapat mempraktikkan aturan 20-20-20 yang telah disepakati oleh para ahli sebagai cara untuk menjaga mata tidak terlalu "tersiksa".

Setiap 20 menit, istirahatkan mata Anda dengan melihat ke kejauhan sejauh 20 kaki (6 meter) selama 20 detik.

Gunakan layar penggelap dan aturlah kecerahan layar digital Anda sehingga tidak terlalu memberatkan mata Anda.

Gunakan kacamata surya!
Radiasi sinar matahari dapat menyebabkan katarak pada mata berkembang lebih cepat. Untuk itu, jika Anda berada di luar ruangan, gunakanlah kacamata surya yang melindungi Anda dari UV-A dan UV-B. Topi atau paying juga dapat membantu melindungi mata Anda dari sinar ultraviolet.

Gunakan kacamata pelindung mata.
Jika Anda bekerja dengan bahan-bahan kimia atau alat-alat yang dapat membahayakan mata maka sebaiknya Anda menggunakan kacamata pelindung mata untuk menghindari trauma fisik atau kimia yang dapat menyebabkan kebutaan.

Makanan sehat untuk mata
Kesehatan mata dipengaruhi oleh kesehatan sel-sel saraf dan juga pembuluh darah. Untuk itu, makanan-makanan yang baik untuk kesehatan aliran darah juga dapat dikonsumsi seperti buah-buahan, sayuran hijau gelap dan gandum.

Makanan tinggi kandungan Zinc seperti kacang-kacangan, daging merah tanpa lemak, daging unggas dapat melindungi mata dari kerusakan karena cahaya. Vitamin A membantu sel-sel penglihatan.

Rawatlah kontak lensa Anda
Jaga kebersihan kontak lensa, selalu perhatikan kebersihan tangan saat memakai kontak lensa dan jangan memakai kontak lensa saat tidur. Gunakan cairan kontak lensa yang sesuai dengan perhatikan tanggal kadaluwarsa dari cairan dan kontak lensa Anda.

Perhatikan dengan seksama rias mata Anda
Sebaiknya jangan menggunakan riasan mata yang sudah berusia lebih dari 3 bulan, terutama dalam bentuk cairan atau krim seperti misalnya mascara. Selalu gunakan riasan mata dalam keadaan bersih dan bersihkan kembali riasan mata dengan seksama sebelum tidur.

Berhenti merokok
Merokok dapat mempercepat kejadian katarak dan dapat menyebabkan keluhan mata kering dan tidak nyaman. Pengaruhnya terhadap pembuluh darah juga membahayakan pembuluh darah retina sehingga dapat menyebabkan kebutaan.
Jangan sepelekan keluhan mata

Jangan hiraukan keluhan mata gatal dan merah, atau kelilipan. Tangani dengan tetes mata yang dapat dijual bebas atau dengan membilas mata dengan air bersih. Jangan menggosok-gosok mata jika keluhan terus mengganggu. Kunjungilah dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. (klikdokter.com)

sumber:

http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2014/12/21/136883/tips-merawat-kesehatan-mata/#.VMG_VEfF-YQ











Operasi katarak paket Rp. 3.750.000,-



DAFTAR SEGERA!!!

Daftar via SMS ke No.Tlp. 

Philips
0855 789 10 25 

Ravael
0813 190 42 960





Senin, 09 Februari 2015

6 Cara Sehatkan Mata Hingga Tua

6 Cara Sehatkan Mata Hingga Tua


Liputan6.com, Jakarta Keindahan pemandangan, serunya jalan cerita novel, belajar bahasa serta banya aktivitas lain dilakukan oleh mata. Bahkan para pakar menyatakan sekitar 83 persen jalur informasi dilakukan lewat mata.

Begitu besarnya peranan mata dalam kehidupan kita tentu harus dijaga agar bisa berfungsi dengan baik hingga tua. Oleh karena itu, jaga kesehatan mata dengan enam langkah berikut ini seperti dilansir WebMD, Minggu (21/12/2014)

1. Makanan Sehat
Melindungi mata dimulai dengan memilih makanan yang sehat untuk mata. Menurut beberapa studi, makanan yang kaya Omega-3, lutein, zinc, Vitamin C dan E bisa membantu menjauhkan dari masalah yang berkaitan dengan mata seperti degenerasi makula dan katarak. Oleh karena itu, rutinlah mengonsumsi makanan berikut:
- sayuran hijau seperti kale, bayam, sawi
- Ikan seperti salmon dan tuna
- Telur, kacang, sayuran kacang-kacangan serta makanan protein yang tidak berasal dari daging lainnya.
- Jeruk, lemon, sitrus.

Terapkan pola makan dengan menu gizi seimbang untuk menjaga kesehatan tubuh terhindar dari obositas yang bisa menyebabkan diabetes tipe 2. Diabetes adalah salah satu penyakit yang bisa menyebabkan kebutaan.

2. Berhenti merokok
Demi kesehatan mata, sekaligus kesehatan tubuh secara keseluruhan berhentilah menghisap tembakau. Merokok membuat Anda lebih berisiko terkena katarak, kerusakan saraf-safat optik, serta degenarasi pada mata. 

3. Menggunakan kacamata anti UV
Menggunakan kacamata hitam kala di bawah sinar terik matahari bukan cuma sekedar gaya agar tampil menarik. Ini adalah cara untuk melindungi mata dari paparan sinar ultraviolet (UV). Mata terlalu banyak mendapatkan paparan sinar UV bisa meningkatkan risiko katarak dan degenerasi makula.

Pilih kacamata yang bisa menahan UVA dan UVB sampai 99 hingga 100 persen.

4. Gunakan pelindung mata
Hal ini berlaku bagi Anda yang bekerja yang terkena paparan material berbahaya seperti tempat las. Pastikan keamanan mata dengan menggunakan pelindung mata maupun goggle.

5. Jangan terlalu lama menatap layar komputer
Menatap terlalu lama layar komputer, tablet, serta ponsel smartphone bisa memgakibatkan: pandangan jadi kabur, mata kering, mata sulit fokus, nyeri punggung, leher dan bahu. Untuk menjaga mata tetap sehat meskipun bekerja di depan layar komputer yaitu pastikan jarak 35 cm dari layar komputer, duduklah di kursi nyaman, setiap 20 menit istirahatkan mata dengan melihat sejauh 20 meter ke depan selama 20 detik. Setiap dua jam sekali istirahat selama 15 menit.

6. Rutin memeriksakan mata ke dokter mata
Memeriksakan mata dilakukan tak cuma saat ada keluhan, mata sebaiknya diperiksa sejak kanak-kanak. Selain mengetahui mengenai kondisi rabun jauh, rabun dekat, maupun silinder pemeriksaan mata juga dapat untuk mengetahui lebih awal penyakit mata glukoma yang tidak memiliki gejala. Menemukan penyakit ini pada awal akan lebih mudah diobati.