Cari

Minggu, 04 April 2010

Katarak kongenitalis
Katarak kongenitalis adalah katarak yang ditemukan pada bayi ketika lahir (atau beberapa saat kemudian).

Katarak kongenitalis bisa merupakan penyakit keturunan (diwariskan secara autosomal dominan) atau bisa disebabkan oleh:
  • Infeksi kongenital, seperti campak Jerman
  • Berhubungan dengan penyakit metabolik, seperti galaktosemia.

Faktor resiko terjadinya katarak kongenitalis adalah:
  • Penyakit metabolik yang diturunkan
  • Riwayat katarak dalam keluarga
  • Infeksi virus pada ibu ketika bayi masih dalam kandungan.

Gejala katarak yang mudah dilihat pada bayi dan anak adalah:

  • Pupil tampak berwarna putih atau abu-abu,

  • Penglihatan yang buruk,

  • Nystagmus atau strabismus (mata juling).

Gejala nytagmus pada mata bayi secara terlihat. Normalnya, bagian hitam mata (pupil) mengikuti gerak benda yang diperlihatkan padanya.

Tak ada cara lain untuk mengobati katarak selain operasi. Operasi katarak pada anak-anak dilakukan dengan bius umum. Lensa yang keruh diangkat dengan sebuah irisan kecil pada mata. Pada bayi yang baru lahir, operasi katarak baru bisa dilaksanakan ketika bayi berusia antara 2-6 bulan.

Pencegahan katarak pada bayi dan anak-anak bisa dilakukan saat ibu hamil. Dengan kontrol ke dokter secara rutin dan memperhatikan asupan gizi, penyakit tersebut bisa dihindari. Bisa juga dengan infeksi campak dengan imunisasi, mencegah terjadinya ophthalmia neonatorum pada bayi baru lahir dengan memberikan tetes mata antibiotic pada seluruh bayi yang baru lahir. Selain itu, juga perlu dicegah terjadinya syndrome rubella kongenital.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar