Cari

Senin, 17 September 2012

Jual Batik, KBRI di China Kumpulkan Rp60 Juta untuk Pasien Katarak



Jual Batik, KBRI di China Kumpulkan Rp60 Juta untuk Pasien Katarak
Beijing, (Analisa). KBRI China memajang batik, kebaya, dan kerajinan tangan dalam bazar amal tahunan di Beijing. Sebagian hasil penjualan disumbangkan untuk pasien katarak. Total sumbangan yang terkumpul dari Indonesia sebanyak Rp60 juta.
Bazar bertema "Love Knows No Borders" itu digelar di Chaoyang Park, Beijing, Sabtu (15/9). Istri Menlu China Yang Jiechi, Le Aimei, inisiatornya. Sedangkan peserta bazar berasal dari kalangan diplomatik, organisasi internasional dan perusahaan-perusahaan di China.

Dengan semangat membantu sesama, Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Beijing dipimpin Dubes RI untuk China, Enni Cotan, kembali ikut serta memeriahkan acara bazar yang digelar sejak empat tahun terakhir ini. Berbagai ragam batik, kebaya, dan kerajinan tangan mendapat perhatian luar biasa dari pengunjung. Sebagian hasil penjualan dan sumbangan pihak lain diserahkan ke panitia sebagai amal dari Indonesia.

"Jumlah sumbangan mencapai 40.500 RMB atau setara dengan Rp60 juta. Ini merupakan bentuk kepedulian Indonesia terhadap masyarakat China," kata Sekretaris Bidang Sosial Budaya KBRI Beijing, Dyah R. Andrini, dalam rilis yang diterima detikcom, Minggu (16/9).

Tahun lalu, ratusan pesepeda asal Indonesia yang datang untuk mengikuti kegiatan Biking with the Ambassador di Beijing, turut menyumbangkan dana pribadi bagi pasien Lifeline Express Hospital Eye-Train (Rumah Sakit (RS) Mata Keliling). Sumbangan ini sangat dihargai oleh Madame Le Aimei yang secara khusus menyampaikan ucapan terima kasih kepada Enni Cotan sebagai wakil Indonesia.

Hasil sumbangan yang terkumpul dalam bazar amal tahun ini akan disalurkan oleh Pemerintah RRC untuk mendukung Lifeline Express Hospital Eye-Train di China. Selain itu, sebagian sumbangan juga akan disalurkan kepada para korban bencana gempa dan tanah longsor yang terjadi beberapa minggu lalu di perbatasan Provinsi Yunnan dan Provinsi Guizhou, China.

Rumah Sakit Mata Keliling didirikan atas kerjasama Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perkeretaapian sejak tahun 1997. Seluruh biaya operasionalnya didapatkan melalui donasi publik. Saat ini, empat RS Mata Keliling yang beroperasi di China dan melayani 12 ribu pasien katarak setiap tahunnya.

Pada tahun 2010 lalu, bazar menghasilkan sumbangan 1,4 juta RMB. Jumlah itu melonjak pada tahun 2011 hingga 3,0 juta RMB. Diharapkan pada tahun 2012, bazar amal dapat menghasilkan lebih banyak dana untuk mendukung RS Mata Keliling di China agar bisa memberikan layanan kepada lebih dari empat juta penderita katarak di negeri ini. (dtc)




OPERASI KATARAK MURAH 

Cukup dengan Rp.3.750.000/mata
untuk keterangan lebih lanjut dapat hubungi : 

Philips: 0855 789 10 25 
 

Ravael: 0813 190 429 60

Tidak ada komentar:

Posting Komentar