Cari

Selasa, 16 Oktober 2012

Awas, merokok bisa sebabkan katarak!

Awas, merokok bisa sebabkan katarak!

Merokok tak hanya buruk untuk kesehatan paru-paru dan jantung, tapi juga mata. Sebuah penelitian mengungkap bahwa merokok mampu menyebabkan katarak di usia tua dan berujung pada kebutaan.

OPERASI KATARAK MURAH 
Cukup dengan Rp.3.750.000/mata,
untuk keterangan lebih lanjut dapat 
hubungi :
Philips: 0855 789 10 25 
Ravael: 0813 190 429 60
"Meski katarak bisa disembuhkan dengan operasi, namun kebanyakan orang tetap buta karena kurangnya perawatan dan biaya operasi yang mahal," jelas peneliti Yuan Ye dari Institute of Ophthalmology di Zheijang University of China.

"Akan lebih baik untuk mengenali faktor risiko katarak dan mencegahnya daripada mengeluarkan uang untuk mengobati dengan melakukan operasi," tambahnya, seperti dilansir oleh Health Me Up (16/10).

Hasil tersebut ditemukan peneliti setelah mengamati 12 kelompok dari data delapan penelitian dari Afrika, Asia, Australia, Eropa, dan Amerika Utara. Mereka meneliti keterkaitan antara munculnya katarak di usia tua dengan kebiasaan merokok pasien.

Hasilnya, peneliti menemukan bahwa kebiasaan merokok, baik pada mantan perokok atau orang yang masih menjalankan kebiasaan merokok, berkaitan dengan katarak pada usia tua. Risiko semakin tinggi pada perokok yang tidak menghentikan kebiasaanya.

Hasil di atas tentu memberikan alasan kesehatan tambahan bagi Anda semua untuk segera berhenti merokok.
[kun]
Sumber : http://www.merdeka.com/sehat/awas-merokok-bisa-sebabkan-katarak.html

Senin, 15 Oktober 2012

90 Persen Kebutaan Dialami Warga Negara Berkembang

90 Persen Kebutaan Dialami Warga Negara Berkembang

Senin, 15 Oktober 2012

 MATA adalah bagian penting dari tubuh kita. Dengan mata yang sehat, kita dapat melihat banyak hal. Saat ini semakin banyak orang menderita gangguan penglihatan. Cari tahu penyebab utamanya.

Saat ini sekitar 285 juta orang mengalami tunanetra. Hampir 90 persen penduduk dunia yang mengalami tunanetra hidup di negara-negara berkembang. Dan gangguan penglihatan ini dialami oleh siapa saja dari ragam usia. Demikian yang dilansir Health meup.
 
Penyebab utama dari gangguan penglihatan pada usia lanjut adalah terkait usia, katarak, glaucoma, dan terlalu banyak terpapar sinar komputer dan televisi. Untuk mencegah hal tersebut, maka Anda bisa melakukan pemeriksaan untuk menghentikan kerusakan.

Sertakan juga makanan kaya vitamin terutama wortel, sebagai pemasok vitamin A untuk penglihatan yang baik. istirahatkan juga mata Anda setelah terpapar komputer atau televisi terlalu lama, atau gunakan pelindung seperti kacamata untuk mengurangi radiasi. (ina)
(tty)

Sumber : http://health.okezone.com/read/2012/10/15/486/704346/90-persen-kebutaan-dialami-warga-negara-berkembang
Niken Anggun Nurani - Okezone
 

OPERASI KATARAK MURAH 
Cukup dengan Rp.3.750.000/mata,
untuk keterangan lebih lanjut dapat 
hubungi :
Philips: 0855 789 10 25 
Ravael: 0813 190 429 60

Belum Banyak Diketahui, Katarak Bisa Disembuhkan

Belum Banyak Diketahui, Katarak Bisa Disembuhkan
 
BANDUNG, suaramerdeka.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menganggap masyarakat masih belum menyadari sepenuhnya bahwa salah satu penyebab kebutaan yakni katarak dapat disembuhkan.
OPERASI KATARAK MURAH 
Cukup dengan Rp.3.750.000/mata,
untuk keterangan lebih lanjut dapat 
hubungi :
Philips: 0855 789 10 25 
Ravael: 0813 190 429 60
Penilaian tersebut disampaikan Wamenkes, Ali Ghufron Mukti saat memperingati Hari Penglihatan Sedunia di RS Mata Cicendo Bandung, Jumat (12/10). "Banyak masyarakat yang belum sadar bahwa katarak bisa disembuhkan dengan mudah sehingga bisa melihat," tandasnya.
Berdasarkan survei kebutaan tahun 1993-1996, angka kebutaan di Indonesia sebesar 1,5 persen atau sekitar 3,5 juta jiwa. Kondisi ini menunjukan bahwa kebutaan tak semata masalah kesehatan tetapi sosial. Katarak sendiri merupakan penyebab utama katarak. Gangguan ini adalah proses kekeruhan yang terjadi pada sebagian atau seluruh bagian lensa mata.
Untuk lebih menyadarkan masyarakat, Kemenkes bersama unsur terkait mencanangkan gerakan pemberantasan gangguan penglihatan dan kebutaan secara nasional.
Kerjasama itu di antaranya dilakukan dengan Solidaritas Ibu Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB). Selain itu, pihaknya pun menargetkan memperbanyak dokter spesialis mata dalam program beasiswa 3.500 dokter spesialis yang ditargetkan tercapai pada 2014.
Kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan tingkat kesadaran masyarakat dari gangguan kebutaan dan keterbatasan penglihatan. Disinggung biaya operasi katarak, Ali menyebut bahwa pihaknya sudah menyiapkan formulasinya."Untuk masyarakat miskin, bisa melalui Jamkesmas," katanya.
Selain itu mulai 2014, masyarakat juga akan tercover jaminan kesehatan lewat skema BPJS. Saat ini, jaminan kesehatan tersebut baru mencakup 142 juta warga (63 persen). Pada 2019, jaminan kesehatan itu ditargetkan sudah bisa menyeluruh penduduk.

*Sumber : http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2012/10/12/132591/Belum-Banyak-Diketahui-Katarak-Bisa-Disembuhkan
( Setiady Dwi / CN34 / JBSM )

Senin, 08 Oktober 2012

Fakoemulsifikasi; Operasi Katarak Paling Aman & Cepat

Fakoemulsifikasi; Operasi Katarak Paling Aman & Cepat

OPERASI KATARAK MURAH 
Cukup dengan Rp.3.750.000/mata,
untuk keterangan lebih lanjut dapat hubungi :
Philips: 0855 789 10 25 
Ravael: 0813 190 429 60
sebenarnya akan mengalami katarak. Sebab, katarak pada akhirnya akan menyerang setiap Lansia. Apa yang disebut KATARAK? Menurut Dr. Setiyo Budi Riyanto Spm, Ophthalmologist pada sebuah rumah sakit besar di Jakarta, katarak adalah perubahan lensa mata yang tadinya jernih dan tembus cahaya menjadi keruh. Katarak menyebabkan penderita tidak bisa melihat dengan jelas. Pada penderita katarak, cahaya sulit mencapai retina sehingga bayangan pada retina menjadi tidak jelas atau kabur. Keadaan ini sama seperti hasil pemotretan yang tidak jelas akibat lensa kamera yang kotor. Kondisi ini disebabkan oleh berbagai hal. Diantaranya antara lain; disebabkan oleh proses degeneratif, terkena sinar UV berlebihan, penggunaan suatu jenis obat-obatan terlalu lama, efek samping dari diabetes, darah tinggi serta usia tua menjadi salah satu penyebab katarak. Ada juga kemungkinan katarak timbul di usia muda, misalnya sejak lahir atau akibat dari kecelakaan. Katarak dapat pula terjadi pada bayi karena sang ibu terinfeksi virus pada saat hamil muda. "Setiap orang pada dasarnya pasti akan mengalami katarak. Hanya saja gradasi atau ketebalan kataraknya masing-masing orang tidak sama. Pada kasus orang yang memiliki penyakit diebetes biasanya katarak akan lebih cepat timbul dari pada pada orang normal. Selain itu, orang-orang yang bekerja yang sering terkena papar matahari, juga kemunculan katarak akan lebih cepat," ungkap dr. Setiyo budi. Gejala Katarak Gejala umum yang sering dialami oleh pasien yang mengalami katarak ini diantaranya adalah penglihatan tidak jelas, seperti terdapat kabut menghalangi objek, peka terhadap sinar atau cahaya, dapat melihat dobel pada satu mata, memerlukan pencahayaan yang terang untuk dapat membaca, Lensa mata berubah menjadi buram seperti kaca susu,pandangan kabur atau berkabut seperti melihat melalui kaca yang berembun, ukuran kaca mata sering berubah, sering merasa silau pada siang hari atau pada cahaya yang berlebihan dan dapat melihat bayangan ganda pada saat mengemudi di malam hari. Penyakit katarak ini juga memiliki beberapa jenis, diantaranya; pertama, k

atarak Kongenital. Katarak ini sering diderita oleh bayi dan anak-anak yang biasanya disebabkan oleh infeksi virus pada saat ibu hamil muda. Kedua, katarak Senilis. Katarak ini disebabkan oleh proses penuaan.Ketiga, Katarak Traumatik. Katarak yang disebabkan oleh trauma atau kecelakaan langsung pada mata.Keempat, Katarak Komplikata. Katarak yang disebabkan oleh infeksi atau penyakit tertentu seperti penyakit Kencing Manis. "Pada semua jenis katarak itu proses penglihatannya akan kabur. Meski kekaburan pandangan tersebut dikoresi dengan memakai kacamata, pandangan akan tetap kabur karena penyebab matanya menjadi lama. Sementara dengan teknologi Phacoemulsification sayatan pada mata menjadi sangat kecil dan tidak memerlukan jahitan. Teknik operasi pada phacoemulsification ini menggunakan sebuah mesin yang dikendalikan oleh ultra sound untuk menghancurkan lensa mata dan mengeluarkan lensa katarak melalui pembukaan kecil seukuran 1.8mm-2,2 mm. Alat yang digunakan dengan tangan ini memiliki ujung metalik, yang bergetar dalam kecepatan tinggi. Alat yang mengendalikan getaran ini merupakan sebuah mesin yang mengontrol masuknya aliran cairan ke mata. Keseluruhan sistem ini penting untuk membuat mata stabil dan cukup lembab sehingga sang dokter bisa membedah dengan aman dan efisien. "Cara kerja operasi ini pertama adalah lensa yang mengalami kekeruhan dihancurkan dengan menggunakan mesin fakoemulsifikasi. Lensa dihancurkan dengan menggunakan jarum tip yang berhubungan dengan mesin fakoemulsifikasi. Jarim tip ini bisa diatur bergerak maju mundur maupun kesamping kiri dan kanan. Lensa yang sudah hancur dialiri air (irigasi) kemudian disedot (aspirasi)," tutur Dr. Setiyo Budi. Setelah katarak mata dikeluarkan, lensa pengganti buatan, Artificial Intraocular Lens (IOL) ditanamkan ke mata. Panjangnya sekitar 12.5mm. Lensa buatan ini dimasukkan dan akan selamanya berada di mata. Dengan teknologi IOL sebelumnya, pasien katarak dipaksa memakai kacamata tebal atau lensa kontak seusai operasi. Tapi dalam beberapa tahun terakhir, telah berkembang teknologi terbaru dalam desain IOL. Kini, sebagian besar IOL dalam phacoemulsification terbuat dari silikon atau akrilik sehingga lensa IOL menjadi lentur. Karena itulah, dengan mudah dapat digulung atau dilipat ketika dimasukkan ke dalam mata. Prosesnya relatif cepat karena tidak mengharuskan mata dijahit, tingkat ketidaknyamanannya rendah, proses penyembuhan cepat bahkan terdapat kemungkinan untuk tidak memakai kacamata lagi. Teknologi Phacoemulsification sendiri kini telah disempurnakan dengan apa yang disebut Cold Phacoemulsification; evolusi dari teknologi phacoemulsification konvensional, dimana jarum gelom-bang ultrasonik tidak lagi menimbulkan panas yang dapat menyebabkan iritasi pada mata pasien dan sayatan juga sangat kecil sehingga pemulihan menjadi lebih cepat. Prosedur katarak menjadi sangat efisien, cepat dan menurunkan resiko terjadinya panas yang sering diakibatkan atau ditimbulkan oleh mesin-mesin katarak kon-vensional. Perlu diketahui apabila terjadi luka bakar, penyembuhan menjadi terhambat dan ada kemungkinan timbulnya silindris di kemudian hari. Luka pada mata pasien akan terbuka dan yang seharusnya tidak memerlukan jahitan menjadi harus dilakukan jahitan. Dengan Cold Phacoemulsification, sayatan hanya sebesar 1.8 - 2.2 mm, sehingga operasi tidak lagi memerlukan jahitan dan tidak bocor. Cold Phacoemulsification adalah teknologi yang sangat membantu para dokter melakukan tindakan secara tepat dan cermat, sehingga membuat waktu operasi menjadi lebih cepat dengan tingkat komplikasi yang sangat minimal. Prosedur pemasangan lensa tanam pengganti lensa katarak dimasukkan dengan cara dilipat. Di Singapore National Eye Center (SNEC), 91.5% operasi katarak dilakukan dengan cara phacoemulsification. PROSES PENYEMBUHAN Dengan teknik operasi modern anda tidak perlu menginap di rumah sakit. Waktu operasinya pun hanya memakan waktu antara 15 sampai 30 menit. Anda dapat segera mengerjakan aktifitas rutin. Namun, kata Dr. Setyo Budi mengingatkan, ada hal-hal yang perlu diperhatiakn oleh pasien. Usai operasi, pada mata yang dioperasi tidak boleh terkena air minimal 3- 5 hari, juga terkena debu langsung; tidak boleh terkena benturan dan mengangkat benda-benda berat. Oleh karena itu, pasien disarankan mengunakan kaca mata. Biaya Operasi Biaya operasi ini tergantung pada lensa mata yang dipasang. Sebab, teknologi dari operasi katarak ini diikuti dengan lensa yang ditanamkan dalam mata untuk pengganti lensa katarak. Ada empat jenis lensa yang digunakan, yaitu lensa Non Aspheris, lensa ini sifatnya bila melihat binatang terlihat berpendar bukan merupakan satu titik; Lensa Asperic mempunyai sifat untuk mengurangi bias sehingga kualitas dengan kontras lebih baik, lensa multifokal ini berfungsi untuk mengoreksi penglihatan jauh dan dekat sehingga penderita setelah operasi bebas dari kaca mata, dan lensa toric IOL, untuk mengurangi faktor silinder dan katarak juga."Namun, umumnya biaya operasi ini berkisar antara Rp. 7, 5 juta hingga 15 juta," tutur Dr. Setyo Budi Riyanto mengakhiri perbincangan.

Sumber : http://www.majalahexcellent.com/artikel/19/fakoemulsifikasi;-operasi-katarak-paling-aman-&-cepat