Cari

Minggu, 09 Desember 2012

Indonesia Baru Punya 1.600 Dokter Ahli Mata


Indonesia Baru Punya 1.600 Dokter Ahli Mata


TRIBUNNEWS.COM  JAKARTA – Hingga  saat ini  Indonesia  baru memiliki 1.600  dokter ahli mata, dengan  terbatasnya  dokter ahli mata ini  menyebabkan   terbatasnya  penanganan penderita  katarak.
Selain  masih terbatasnya  jumlah dokter mata  yang sekitar 54 % berada di pulau Jawa  menurut Ketua  Persatuan  Dokter Ahli Mata Indonesia (PERDAMI)  Prof Dr dr Nila  F Moeloek saat menghadiri penutupan bakti sosial  operasi katarak  gratis  12.000 pasien  oleh Wakil  Presiden Prof  Dr  Boediono  di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat  (RSPAD) Jakarta, Jumat (7/12/2012), peralatan yang mahal juga menjadi salah satu kendala dalam menangani operasi  katarak, disamping tentunya  jumlah anggaran  untuk  pelaksanaan operasi.
Diutarakan  Nilai , sebagai  gambaran  peralatan  yang dipergunakan untuk melakasanakan operasi seperti mikroskop  ini harganya mencapai  Rp 800 juta  hingga Rp 1 miliar
.
Sementara  pada  kesempatan yang sama  Direktur Utama PT Sidomuncul Irwan Hidayat , untuk biaya  operasi  katarak untuk 12.000 pasien selama  tahun 2012  biaya  untuk  dokter  mencapai Rp 37,5 miliar, untuk  Rumah  Sakit 25 miliar, sedang  PT Sidomuncul selaku  pelaksana  baksos operasi  katarak gratis  dengan  menggandeng Perdami, serta  berrbagai lembaga  lainnya  mengeluarkan  dana sebesar  Rp 12 miliar.
Tahun  2012  bakti  sosial Sidomuncul menargetkan  dapat melakukan  operasi  katarak terhadap 12.000 pasien, namun menjelang  penutupan akhir tahun 2012 menurut Irwan jumlah  penderita  katarak  yang bakal dioperasi mencapai  12.840  pasien. “  Sehingga  total  keseluruhan pasien  penderita  katarak  yang berhasil dioperasi  tahun 2011 dan tahun 2012  mencapai  18.068 pasien.
Baksos operasi  katarak  yang dilakukan Sidomuncul  bersama  Perdami sejak tahun  2011 telah dilaksanakan di 25 provinsi, 105 kota melalui  140 rumah sakot. Sedang  daerah  yang memperoleh  bantuan  operasi  katarak gratis  meliputi Aceh, Sumut, Dumbar, Sumsek,Lampung , Bengkulu, Riau, Kepulauan Riau,Jatim, Jabar, Jateng, DIY, Bali, DKI Jakarta, Kepulauan Bangka Belitung, NTB, NTT Maluku  Utara, Sulsel, Sulut, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Kalsel dan  Kaltim.
sumber:
Penulis: Budi Prasetyo  |  
http://www.tribunnews.com/2012/12/07/indonesia-baru-punya-1.600-dokter-ahli-mata




OPERASI KATARAK MURAH 
3.750.000/mata termasuk pemeriksaan sebelum Operasi segera daftar via sms ke no tlp :
Philips: 0855 789 10 25
Ravael: 0813 190 429 60

Cegah Katarak dengan Gaya Hidup Sehat

Cegah Katarak dengan Gaya Hidup Sehat


OkezoneBANYAK di antara penderita katarak tidak menyadari bahwa dirinya mengalami gejala atau bahkan mengidap penyakit mata katarak. Gejala pada katarak berjalan begitu perlahan, namun pasti akan membuat penglihatan seseorang menjadi kabur atau bahkan hilang. Seseorang baru akan mengetahui dan menyadarinya apabila katarak tersebut telah memasuki stadium akhir setelah 3-5 tahun kemudian.  

 Dikatakan Ketua Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) Prof.Dr.dr.Nila F Moeloek Sp.M(K), terjadinya katarak sering tidak disadari oleh penderitanya. Pada mulanya penderita katarak mengalami beberapa gangguan kecil seperti penyakit mata lainnya.

“Awalnya mungkin penderita akan merasa gatal-gatal pada mata, mata sering berair. Kalau malam hari, mata mulai melemah, dan tak mampu melihat serta tidak dapat menahan silau cahaya atau kontak langsung dengan cahaya, mata dan kepala akan langsung terasa sakit,” tutur Nila kepada Okezone usai penutupan acara Baksos Operasi Katarak ke-12.000 Dalam Rangka Gerakan Penanggulangan Buta Katarak di Indonesia di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, Jumat (7/12/2012).

Lambat laun mata akan menunjukkan noda putih pada bagian tengah lensa, mata meski tidak seluruhnya menutupi lensa mata.

“Noda putih atau katarak akan menutupi bagian lensa mata ketika katarak dinyatakan memasuki stadium akhir atau parah. Kalau sudah begitu, penderita katarak akan kehilangan kemampuan dalam penglihatan. Ini harus segera dioperasi agar bisa melihat lagi,” katanya.

Menurut Nila, faktor utama terjadinya katarak adalah usia. “Seperti uban saja. Jadi, faktor degeneratif yang punya peran besar. Semakin tua usia kita, lensa mata kita akan semakin keruh, dan lama-lama harus dioperasi. Tapi lagi-lagi semuanya juga tergantung gaya hidup kita juga. Kalau kita selalu melakukan gaya hidup yang sehat, saya jamin hal ini tidak akan terjadi,” tutupnya.
(tty)
sumber :  
 Ina Naulanifa -
 http://health.okezone.com/read/2012/12/07/486/728972/cegah-katarak-dengan-gaya-hidup-sehat



OPERASI KATARAK MURAH
3.750.000/mata termasuk pemeriksaan sebelum Operasi segera daftar via sms ke no tlp :
Philips: 0855 789 10 25
Ravael: 0813 190 429 60


Waspada, Sering Terpapar Sinar Ultraviolet Bikin Anda Katarak

KATARAK adalah penyakit mata penyebab kebutaan nomor satu di Indonesia. Gejalanya, lensa mata seperti berselaput, berawan, atau keruh sehingga sinar tidak bisa masuk dan penglihatan menjadi kabur. Jika tidak ditangani dengan cepat, katarak bisa menyebabkan kebutaan.

Menurut data yang diperoleh, penderita mata katarak paling banyak ditemui saat seseorang memasuki usia lanjut bahwa lebih dari 90% mereka yang berusia 65 tahun ke atas menderita katarak dan sekira 55% mereka yang berusia 75-85 tahun ke atas mengalami penurunan kemampuan penglihatan akibat dari gejala katarak.

Namun uniknya, penderita katarak di Indonesia banyak yang berusia 40 tahunan. Menurut Ketua Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) Prof.Dr.dr.Nila F Moeloek Sp.M(K), ada banyak faktor yang menyebabkan penderita katarak di Indonesia terbilang muda.

“Perilaku orang Indonesia banyak yang enggak jelas. Ada yang kebiasaannya merokok, kegemukan, kurang gizi, dan malnutrisi. Jadi, perilaku itu sangat menentukan kesehatan kita,” tutur Nila kepada Okezone saat ditemui usai penutupan acara Baksos Operasi Katarak ke-12.000 Dalam Rangka Gerakan Penanggulangan Buta Katarak di Indonesia di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, Jumat (7/12/2012).

Tak hanya gaya hidup yang mempengaruhi terjadinya penyakit katarak, letak geografis Indonesia pun, kata Nila, sangat menentukan.

“Indonesia ini berada di garis katulistiwa. Paparan sinar ultraviolet dengan kondisi ozon yang sudah mulai menipis tentu sangat mempengaruhi kesehatan mata. Makanya gaya hidup yang ramah lingkungan juga sangat mempengaruhi,” katanya.

Ya, katarak berkembang dari berbagai alasan, termasuk jangka panjang paparan sinar ultraviolet, paparan radiasi, efek sekunder dari penyakit seperti usia diabetes, hipertensi dan maju, atau trauma (mungkin lebih awal), mereka biasanya akibat dari denaturasi lensa protein.

Katarak juga luar biasa umum pada orang yang terkena radiasi inframerah, seperti glassblowers yang menderita “sindrom pengelupasan”. Paparan radiasi gelombang mikro dapat menyebabkan katarak. Kondisi atopik atau alergi juga dikenal untuk mempercepat perkembangan katarak, terutama pada anak-anak.
(tty)

Arsip berita »
 0  2

Berita Terkait : Health & Fit





Operasi katarak murah
untuk keterangan lebih lanjut dapat hubungi:
Philips: 0855 789 10 25
Ravael: 0813 190 429 60

Sabtu, 08 Desember 2012

Waspada, Sering Terpapar Sinar Ultraviolet Bikin Anda Katarak

Waspada, Sering Terpapar Sinar Ultraviolet Bikin Anda Katarak
Jum'at, 7 Desember 2012 - 16:43 wib
Ina Naulanifa - Okezone

Lindungi mata dari sinar UV (Foto: Flickriver)
enlarge this image
KATARAK adalah penyakit mata penyebab kebutaan nomor satu di Indonesia. Gejalanya, lensa mata seperti berselaput, berawan, atau keruh sehingga sinar tidak bisa masuk dan penglihatan menjadi kabur. Jika tidak ditangani dengan cepat, katarak bisa menyebabkan kebutaan.

Menurut data yang diperoleh, penderita mata katarak paling banyak ditemui saat seseorang memasuki usia lanjut bahwa lebih dari 90% mereka yang berusia 65 tahun ke atas menderita katarak dan sekira 55% mereka yang berusia 75-85 tahun ke atas mengalami penurunan kemampuan penglihatan akibat dari gejala katarak.

Namun uniknya, penderita katarak di Indonesia banyak yang berusia 40 tahunan. Menurut Ketua Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami) Prof.Dr.dr.Nila F Moeloek Sp.M(K), ada banyak faktor yang menyebabkan penderita katarak di Indonesia terbilang muda.

“Perilaku orang Indonesia banyak yang enggak jelas. Ada yang kebiasaannya merokok, kegemukan, kurang gizi, dan malnutrisi. Jadi, perilaku itu sangat menentukan kesehatan kita,” tutur Nila kepada Okezone saat ditemui usai penutupan acara Baksos Operasi Katarak ke-12.000 Dalam Rangka Gerakan Penanggulangan Buta Katarak di Indonesia di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, Jumat (7/12/2012).

Tak hanya gaya hidup yang mempengaruhi terjadinya penyakit katarak, letak geografis Indonesia pun, kata Nila, sangat menentukan.

“Indonesia ini berada di garis katulistiwa. Paparan sinar ultraviolet dengan kondisi ozon yang sudah mulai menipis tentu sangat mempengaruhi kesehatan mata. Makanya gaya hidup yang ramah lingkungan juga sangat mempengaruhi,” katanya.

Ya, katarak berkembang dari berbagai alasan, termasuk jangka panjang paparan sinar ultraviolet, paparan radiasi, efek sekunder dari penyakit seperti usia diabetes, hipertensi dan maju, atau trauma (mungkin lebih awal), mereka biasanya akibat dari denaturasi lensa protein.

Katarak juga luar biasa umum pada orang yang terkena radiasi inframerah, seperti glassblowers yang menderita “sindrom pengelupasan”. Paparan radiasi gelombang mikro dapat menyebabkan katarak. Kondisi atopik atau alergi juga dikenal untuk mempercepat perkembangan katarak, terutama pada anak-anak.
(tty)
sumber : http://m.okezone.com/read/2012/12/07/486/728965

Share Artikel : Facebook | Twitter





Operasi Katarak Murah
untuk keterangan lebih lanjut dapat hubungi:
Philips: 0855 789 10 25
Ravael: 0813 190 429 60


Operasi Katarak Gratis Disambut Ratusan Warga Karawang

KARAWANG ( Pos Kota) -  Sebanyak 230 pasien tidak mampu penderita katarak di Kabupaten Karawang, mendaftarkan diri untuk mendapatkan pelayanan operasi mata katarak gratis di Balai Kesehatan Mata   Masyarakat (BKMM) di Jalan Juanda, Cikampek, Rabu (5/12) siang.

Operasi mata katarak yang berlangsung selama dua hari  (Rabu dan Kamis) di BKMM Cikampek ini, ditangani langsung dokter mata yang tergabung Perdami (persatuan dokter mata Indonesia), yang diselengarakan P2TPA  (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak ),  bekerjasama  Sidomuncul, Perdami serta Kodam III Siliwangi.
Bupati Karawang H. Ade Swara, diselenggarakan operasi katarak gratis ini,  sangat membantu bagi masyarakat Karawang yang kurang mampu untuk mengobati penyakit katarak matanya, sehingga membantu Pemkab Karawang untuk mengatasi meningkatnya  penderita katarak mata di Kabupaten Karawang.  “Baksos operasi katarak di selenggarakan Sidomuncul, merupakan kedua kalinya di Karawang,” jelas Ade Swara.
Sementara itu, Dirut PT Sidomuncul, Irwan Hidayat, mengatakan, bakti social oprasi katarak ini  merupakan program CSR  yang dilakukan Sidomuncul sejak 2011 yang telah melaksanakan baksos operasi katarak gratis sebanyak 6000 pasien sampai akhir  2012 ditargetkan 12.000 pasien buta katarak di Indonesia yang dilaksanakan di 25 provinsi, 105 kota melalui 149 rumah sakit.
“Kegiatan baksos operasi katarak 12.000 pasien, rencananya akan ditutup pada 7 Desember 2012 oleh Wapres RI, Boediono ,” ungkap Irwan Hidayat. (nourkinan/dms)

SUMBER : http://www.poskotanews.com/2012/12/05/operasi-katarak-gratis-disambut-ratusan-warga-karawang/


Setiap Tahun Penderita Katarak Bertambah 2000 Orang

KARAWANG, (PRLM).-Jumlah penderita katarak di Kabupaten Karawang diperkirakan bertambah dua ribu orang per tahun. Karena keterbatasan ekonomi, sebagian dari mereka tidak mampu mengobati penyakitnya sehingga menjadi buta.
"Satu satunya cara untuk memulihkan penderita katarak adalah dengan tindakan operasi. Namun, biaya untuk operasi tersebut cukup mahal," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang, dr. Yuska Yasin, di sela sela kegiatan operasi katarak gratis yang dilaksanakan PT Sidomuncul di Balai Kesehatan Mata Masyarakat (MKMM) Sukaseuri, Cikampek, Rabu (5/11).
Kegiatan tersebut dikerjamsamakan dengan KODAM III/Siliwangi, KODIM 0604 Karawang, serta Pemberdayaan Perempuan dan anak (P2TP2A). Dalam kesempatan itu, sebanyak 230 penderita katarak dari kalangan ekonomi lemah di Kabupaten Karawang dioperasi secara cuma-cuma.
Menurut Yuska, akibat tingginya biaya oprasi, jumlah penderita katarak semakin membangkak dari tahun ke tahun. Kondisi tersebut diperparah oleh rendahnya pengetahuan masyarakat tentang kesehatan, sehingga mereka takut untuk dioperasi.
"Penderita katarak yang semakin menumpuk itu dinamakan backlock. Jumlah mereka terkunci dan sulit ditanggulangi," ujar Yuska.
Di tempat yang sama, Kepala BKMM Sukaseuri, dr. Prastowo menyebutkan, penyakit katarak sebagian besar diderita manusia lanjut usia (lansia). Biasanya mereka membiarkan penyakitnya itu hingga tutup usia.
Padahal, Prastowo, tindakan operasi katarak hanya memerlukan waktu 20 menit saja. Setelah itu, penderitanya bisa pulih dan dapat melihat lagi secara normal. "Pasien yang datang ke BKMM sebagian besar adalah penderita katarak," ujar Prastowo.
Disebutkan, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan pihak swasta untuk mengoperasi penderita katarak secara gratis. Diharapkan kegiatan serupa terus berlanjut, sehingga jumlah penderita katarak tidak terus menumpuk.
Sementara itu Dirut PT Sidomuncul, Irwan Hidayat mengatakan, pihaknya sengaja menggelar acara itu karena merasa prihatin mendengar kabar banyak warga Indonesia yang buta akibat katarak.
"Pada tahun 2011 saya menerima informasi jika ada 2,4 juta warga Indonesia yang buta karena katarak. Setiap tahun jumlah tersebut bertambah 240 ribu orang," kata Irwan.(A-106/A-107)***

sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/node/213952






Minggu, 02 Desember 2012

353 Orang Operasi Katarak Gratis di PKU Gombong

353 Orang Operasi Katarak Gratis di PKU Gombong

 0

  0
image
PERIKSA MATA: Seorang pasien diperiksa matanya sebelum mengikuti operasi katarak gratis di RS PKU Muhammadiyah Gombong, Kebumen, Minggu (2/12). (suaramerdeka.com/ Supriyanto)
KEBUMEN, suaramerdeka.com - Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gombong, Kebumen bekerja sama dengan Persatuan Dokter Ahli Mata Indonesia (Perdami) Yogyakarta kembali menggelar operasi katarak massal gratis, Minggu (2/12). Proses operasi ditangani oleh 20 dokter spesialis mata dari Perdami yang diketuai oleh Prof dr H Suhardjo SU SpM.
Operasi katarak berlangsung selama dua hari. Hari pertama untuk men-screening para pendaftar dan hari berikutnya pelaksanaan operasi.
Selama sebulan pendaftaran dibuka, jumlah warga yang mendaftar mencapai 353 orang. Mereka berasal dari Kebumen, Banyumas, Cilacap, Banjarnegara, Magelang hingga Surakarta.
Ketua Panitia Operasi Katarak Massal Gratis dr M Miftahudin menjelaskan, dari 353 pendaftar, setelah di-screening, sebanyak 82 orang bisa dioperasi karena sebagai penderita katarak yang sudah matur.
"Pasien yang tidak lolos seleksi, katarak yang diderita belum matur atau katarak yang post matur. Namun ada juga karena penyakit mata lainnya seperti pterigium dan glaukoma," ujar dr M Miftahudin kepada Suara Merdeka di sel-sela acara.
Selain itu ada beberapa faktor sehingga mereka belum bisa dioperasi. Seperti karena tekanan darah tinggi atau gula darahnya tinggi. Pasien yang tidak lolos seleksi dianjurkan mengikuti kegiatan serupa tahun depan. "Sebab kegiatan ini diagendakan setiap tahun," imbuhnya.
( Supriyanto / CN33 / JBSM
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com 
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerryhttp://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad