Cari

Kamis, 12 Desember 2013

KATARAK

OPERASI KATARAK MURAH
Kami menawarkan oprasi katarak dengan Dokter Spesialis Mata, kami melakukan operasi katarak dengan teknik terkini, menggunakan teknik Fakoemulsifikasi dan lensa lipat, sehingga operasi katarak saat ini lebih aman dan nyaman. menggunakan teknik Fakoemulsifikasi, Waktu operasi lebih kurang 30menit

Cukup dengan Rp.3.750.000/mata, anda sudah mendapat

untuk keterangan lebih lanjut dapat hubungi :

Philips: 0855 789 10 25

Ravael: 0813 190 429 60

Gangguan Mata Katarak Bisa Dihilangkan dengan Cepat

Jumat, 6 Desember 2013
JAKARTA (Suara Karya): Gangguan mata katarak kini bisa dihilangkan dengan cepat dan mudah. Melalui teknologi terkini yang disebut fako emulis, setelah operasi selama 15-20 menit, pasien bisa langsung melihat secara jelas.
"Lewat sayatan kecil, kami mengambil lensa yang keruh kemudian menggantinya dengan lensa buatan yang ditanam secara permanen. Teknik seperti ini mampu meminimalisasi terjadinya komplikasi," kata dokter spesialis mata Rumah Sakit Puri Cinere, Rita Polana usai layanan operasi katarak gratis bagi 53 pasien dengan 61 mata, di Jakarta, Selasa (3/12).
Aksi sosial itu merupakan bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun ke-22 RS Puri Cinere pada 15 Desember mendatang.
Alasan digelarnya operasi katarak gratis, menurut dr Rita Polana, karena gangguan mata katarak merupakan hal yang krusial. Mengingat jumlah penderita katarak terbilang besar yaitu mencapai 7,4 persen dari total penduduk atau sekitar 15,3 juta jiwa.
"Sinar matahari yang berlimpah di bumi Indonesia sebenarnya bisa menjadi bumerang bagi kesehatan mata penduduknya. Sinar matahari bisa menyebabkan gangguan mata, dan katarak menempati urutan pertama pasien penderita gangguan mata," katanya.
Tingginya angka gangguan mata di Indonesia, dijelaskan dr Rita Polana, selain faktor terlalu sering terpapar sinar matahari, juga ada faktor kekurangan nutrisi. Konsumsi pangan penduduk Indonesia kurang sayur warna oranye dan merah yang kaya akan zat vitamin A.
"Fakta lainnya adalah gangguan dari penyakit diabetes. Gula darah yang tak terkontrol bisa menyebabkan gangguan pada mata penderita diabetes," tuturnya.
Mengutip data Kementerian Kesehatan 2000, dr Rita mengatakan, penyebab utama kebutaan di Indonesia adalah penyakit katarak (0,78 persen), glaukoma (0,12 persen), kelainan refraksi (0,14 persen), dan penyakit lain terkait usia lanjut (0,38 persen).
Meski penderita katarak banyak diderita lansia (lanjut usia), katarak sudah mulai diderita usia remaja 15 tahun. Bahkan ada bayi yang juga terkena katarak, lantaran adanya virus Torch yang diderita ibunya selama kehamilan.
"Perlu diketahui masyarakat Indonesia untuk tidak lupa mengenakan kacamata hitam saat berada dibawah terik matahari. Ini bukan untuk gaya-gayaan tetapi meminimalasi terjadinya katarak di usia dini," kata dr Rita menegaskan.
Soal biaya, operasi katarak dengan teknik fako emulis terbilang cukup mahal sekitar Rp 9-11 juta per tindakan. Mahalnya karena menggunakan lensa buatan terbaik karena akan ditanam secara permanen. (Tri Wahyuni)
Sumber : http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=339886 



Kamis, 28 November 2013

Buta Akibat Katarak, Indonesia Terbanyak se-Asia Tenggara

 Liputan6.com, Indonesia hingga kini masih merupakan negara dengan jumlah penderita buta katarak tertinggi di Asia Tenggara yaitu mencapai 2 juta orang.
Angka ini setiap tahunnya bertambah 240 ribu orang terancam mengalami kebutaan. "Di Indonesia, penderita katarak banyak menimpa masyarakat Indonesia karena bekerja di bawah terik matahari, seperti nelayan dan petani," tutur dokter spesialis mata RS Puri Cinere Rita Polana di Jakarta, Rabu (27/11/2013).

Selain itu, faktor biaya menyebabkan masyarakat tidak melakukan tindakan operasi. Atas dasar ini RS Puri Cinere, Jakarta Selatan melaksanakan aksi sosial berupa layanan gratis operasi katarak bagi 53 pasien dengan 61 mata. Aksi sosial ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun ke-22 RS Puri Cinere pada 15 mendatang.

Operasi dilakukan dengan menggunakan teknik Fako Emulis, teknik operasi berteknologi tinggi yang dilakukan dengan bius lokal dan luka minimal.

Operasi ini biasanya hanya memakan waktu 15-20 menit. Lensa mata yang keruh diangkat dan digantikan dengan lensa buatan yang ditanam secara permanen. Teknik ini mengurangi terjadinya komplikasi.

"Kami memberikan garansi hingga satu minggu ke depan, karena setelah operasi akan dilakukan pemeriksaan, semua itu diberikan secara cuma-cuma" tambah Rita.
(Jef/Abd)

Rabu, 27 November 2013

Nutrisi penting pendukung kesehatan mata

Mata adalah salah satu dari panca indra yang sangat vital. Mata adalah jendela dunia. Anda dapat melihat apa pun menggunakan mata Anda. Apa jadinya kalau Anda tidak bisa melihat? Hitam dan kosong. Bersyukurlah Anda yang mempunyai penglihatan normal. Konsumsilah makanan-makanan ini untuk meningkatkan performa mata Anda.

Sayuran hijau
Sayuran hijau seperti bayam, kangkung, brokoli, dan sawi terkenal khasiatnya untuk mencegah Anda kehilangan penglihatan. Sayuran-sayuran hijau ini kaya akan vitamin A, B12, C, dan kalsium. Pastikan Anda mengonsumsi sayuran hijau sebanyak mungkin setiap harinya. Ingat Ladies, jangan terlalu matang ya memasaknya, supaya kandungan vitamin di dalam sayuran tidak hilang.

Telur
Mulailah hari Anda dengan mengonsumsi satu atau dua butir telur. Seperti yang Anda tahu, telur mengandung protein yang bermanfaat bagi lensa mata Anda. Kuning telur juga bermanfaat untuk mencegah penyakit mata pada usia Anda.

Bawang putih
Hampir sama seperti telur, bawang putih melindungi lensa Anda dari serangan katarak. Bawang putih juga menyimpan sejuta manfaat lainnya, selain untuk kesehatan mata, bawang putih juga dapat menurunkan kolesterol, mempertahankan sistem kekebalan tubuh, dan meningkatkan aliran darah.

Wortel
Sudah tidak perlu dipertanyakan lagi kalau wortel baik untuk kesehatan mata ya Ladies. Wortel mengandung beta karoten yang baik untuk retina dan melindungi kerusakan mata akibat sinar matahari.

Ikan
Ikan-ikanan seperti salmon, tuna dan cod mengandung asam lemak dan omega 3 yang dibutuhkan oleh retina. Omega 3 juga dikenal untuk meningkatkan kemampuan otak. Jika Anda bukan penggemar ikan, Anda dapat menggantinya dengan pil minyak ikan untuk manfaat yang sama.

Kacang-kacangan
Almond, kacang mete, dan kacang tanah juga mengandung omega 3 seperti pada ikan. Meskipun omega 3 yang dikandung tidak sebanyak pada ikan, kacang-kacangan dapat mencegah mata dari kekeringan dan penyakit mata.

Alpukat
Buah yang satu ini mengandung banyak lutein daripada buah yang lainnya. Lutein dapat mencegah katarak saat usia Anda senja nanti.

Dark chocolate atau coklat hitam
Selain untuk menjadi pencuci mulut, coklat hitam sangat baik untuk penglihatan Anda. Dark chocolate mengandung flavonoid yang melindungi pembuluh darah pada mata Anda. Jika pembuluh darah mata kuat maka kornea dan lensa mata Anda pasti akan kuat juga.

Selamat mencoba ya Ladies. Mata yang sehat merupakan cerminan badan yang sehat pula. Hindari katarak sejak dini dengan menjaga kesehatan mata.

SUMBER: http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=308011:nutrisi-penting-pendukung-kesehatan-mata&catid=28:kesehatan&Itemid=48


Selasa, 26 November 2013

Beberapa Makanan Pencegah Penyakit Katarak

RancahPost.com – Menjaga kesehatan mata sangat penting dilakukan untuk penglihatan yang selalu prima. Lebih baik lagi menjaga kesehatan mata dilakukan selagi usia muda ketika mata masih sehat untuk terus menjaga kesehatannya hingga usia lanjut. Berikut adalah beberapa makanan yang bukan hanya enak, tetapi juga sangat baik untuk mata Anda.
Salmon, Tuna, dan Sarden
Minyak ikan dari salmon, tuna, dan sarden mengandung asam omega-3. Manfaat dari makanan ini yaitu dapat mengurangi gejala pedih karena mata kering, mata merah, dan gatal, meskipun dibantu pula dengan menggunakan obat tetes mata. Makanan ini juga disebutkan dapat mengurangi risiko katarak.
Sayuran Bewarna Merah, Hijau, dan Kuning
Lima sampai sembilan porsi sayuran berwarna cerah setiap hari, mengandung antioksidan dalam jumlah yang optimal untuk tubuh. Ini sangat baik untuk melindungi tubuh terhadap segala bentuk kanker, dan memperkuat mata dengan mengurangi kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas. Penyakit mata yang berhubungan dengan radikal bebas umumnya terjadi pada usia lanjut,  sehingga baik sekali apabila dilakukan penjagaan selagi usia muda. Sayuran seperti bayam dan kangkung, jagung manis, kacang polong, dan brokoli mengandung lutein yang merupakan salah satu antioksidan kuat. Maka menambah porsi sayuran ke dalam menu makanan Anda tentu sangat baik dilakukan.
Wortel dan Bebagai Jenis Ubi
Wortel dan ubi-ubian mengandung pro vitamin A karotenoid yang tinggi, betakaroten, dan vitamin yang paling efektif untuk menjaga kesehatan mata. Vitamin A membantu mengobati mata kering dan berbagai macam gejala iritasi mata lainnya.
Jenis sayuran ini juga dapat membantu melindungi kornea di mata yang penting untuk penglihatan. Selain itu sayuran ini juga dapat menjaga tulang untuk kuat dan sehat, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Vitamin A dalam wortel membuat membran pada permukaan mata dan kulit lebih kuat, sehingga mencegah infeksi bakteri dan virus.
Daging Sapi, Ayam, Hati, Keju dan Susu
Selain vitamin A dan lutein yang berasal dari nabati, sumber lain yaitu berasal dari hewan, antara lain daging sapi, ayam, hati, keju dan susu. Dengan mengombinasikan vitamin A dan lutein maka kesehatan penglihatan mata akan terjaga  lebih lama.

Sumber: http://www.rancahpost.com/20131111067/beberapa-makanan-pencegah-penyakit-katarak/

Senin, 25 November 2013

Dokterku Sayang, Dokterku Malang

PROFESOR Nila F. Moeloek selaku Ketua Umum Persatuan Dokter Mata Indonesia, tidak bisa menahan rasa gundahnya ketika membuka acara bakti sosial Ulang Tahun Ke-13 MetroTV yakni operasi katarak di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Kirana. Ia gundah akan nasib para dokter yang kini banyak dikriminalkan, karena dianggap melakukan malapraktik.

Dijelaskan oleh Nila Moeloek, ketika seseorang memutuskan menjadi dokter, profesi itu dipilih bukan untuk sekadar mempunyai pekerjaan, apalagi memperkaya diri sendiri. Seorang dokter dengan profesinya bekerja dengan penuh risiko untuk menyelamatkan pasien yang membutuhkan pertolongan.

Tidak sedikit kegiatan yang dilakukan dokter sepenuhnya untuk kepentingan sosial. Salah satunya yang pernah dirintis almarhum Prof Istiantoro pada tahun 1970-an dalam menolong masyarakat yang mengalami kebutaan akibat katarak.

Jumlah warga masyarakat di Indonesia yang menderita katarak mencapai 240.000 orang atau satu orang di antara 1.000 warga. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang yang tidak mampu, sehingga membiarkan kebutaan mata menimpa mereka.

Warga yang mengalami kebutaan katarak pasti kualitas hidupnya menurun. Daya penglihatannya menurun jauh dan tidak lagi mungkin bisa bekerja karena tidak mampu melihat secara jelas.

Profesor Istiantoro bersama para dokter mata Jakarta melakukan inisiatif untuk melakukan operasi katarak gratis kepada warga. Langkah itulah yang menarik perhatian Presiden Soeharto dan kemudian melalui Yayasan Dharmais memberikan bantuan ambulans keliling yang memungkinkan para dokter mata melakukan operasi katarak gratis pada setiap akhir pekan.

Kegiatan sosial itu terus dilakukan Persatuan Dokter Mata Indonesia sampai saat ini. Namun dengan segala keterbatasan yang ada, setiap tahun hanya sekitar 36.000 warga yang bisa dibantu menjalani operasi katarak gratis. Adanya bantuan dari perusahaan dan lembaga sosial lainnya, maka jumlah pasien yang menjalani operasi katarak bisa ditambah.

Menurut Prof Nila Moeloek, operasi katarak memang merupakan operasi yang relatif mudah, hanya mengganti lensa mata yang buram dengan lensa yang baru. Begitu diganti lensa mata yang buram itu, maka pasien akan segera bisa melihat kembali dengan normal.

Meskipun mudah, namun operasi itu bukan tidak berisiko karena dilakukan langsung terhadap mata manusia. Ketika ada hal-hal yang tidak diinginkan, bisa jadi pasien bukannya bisa melihat dengan jelas, tetapi malah tidak bisa melihat sama sekali.

Risiko seperti itu selalu saja ada. Dan dalam semua tindakan yang dilakukan seorang dokter spesial yang lain pun selalu ada risikonya. Sebab, tindakan seorang dokter tidak pasti membuat pasien sembuh, tetapi berupaya untuk membantu pasien mempunyai kualitas hidup yang lebih baik.

Selalu dikatakan bahwa seorang dokter bekerja atas diagnosa terhadap seorang pasien. Ilmu pengetahuan yang diajarkan adalah bagaimana seorang dokter menganalisis gejala-gejala yang dirasakan seorang pasien. Seorang dokter kemudian melakukan ikhtiar untuk mengobati, namun kemudian Tuhan Yang Maha Kuasa jualah yang menyembuhkan orang dari sakitnya.

Atas dasar itulah, Prof Nila Moeloek merasa sedih apabila seorang dokter yang sudah mengambil risiko, kemudian dipersalahkan begitu saja. Orang langsung menuduh terjadinya malapraktik ketika tidak sesuai dengan harapan pasien dan keluarganya, tetapi sebaliknya tidak dilihat sebagai tindakan luar biasa ketika bisa menyelamatkan nyawa seorang pasien.

Kegundahan yang disampaikan Prof Nila Moeloek terkait dengan apa yang dialami dokter ginekologi, dr Ayu di Manado yang dijatuhi hukuman penjara oleh Mahkamah Agung karena dianggap melakukan malapraktik. Para dokter melakukan aksi protes atas keputusan tersebut karena dinilai sebagai kriminalisasi terhadap tindakan medis yang dilakukan seorang dokter.

Sekarang ini memang kita melihat meningkatnya tindakan kekerasan kepada para dokter. Kita mendengar pengaduan dokter ginekologi, dr Francisca di Jakarta yang disiram kopi oleh seorang pendamping pasien. Pasalnya, pendamping itu tidak sabar untuk mendengar diagnosa dokter, padahal pihak dokter berpandangan bahwa dirinya hanya bisa memberikan diagnosa setelah mendapatkan hasil pemeriksaan laboratorium.

Keadaan ini harus kita perbaiki, karena tidak mungkin kita akan memperbaiki kondisi kesehatan apabila tidak ada sikap saling percaya dan saling menghormati di antara pasien dan dokter. Kita harus sama-sama menyadari bahwa yang kita lakukan dalam pengobatan medis hanyalah ikhtiar untuk menyembuhkan agar kualitas hidup pasien membaik.

Tentu kita tahu bahwa ada kaidah-kaidah etika kedokteran dan profesionalisme kedokteran yang harus dimiliki setiap dokter. Bisa saja terjadi pelanggaran terhadap profesionalisme kedokteran oleh seorang dokter. Namun wilayah itu menjadi tanggung jawab Majelis Kehormatan Dokter untuk menilainya, bukan lalu menjadi wilayah hukum semata.

SUMBER : http://www.metrotvnews.com/front/view/2013/11/23/1705/Dokterku-Sayang-Dokterku-Malang/tajuk

Rabu, 20 November 2013

15 Warga Bumiharjo Positif Katarak

DEMAK, suaramerdeka.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Demak menyatakan 15 orang warga Dukuh Bomo Desa Bumiharjo Kecamatan Guntur menderita katarak sehingga mengalami rabun penglihatan. Selanjutnya, mereka akan menjalani pemeriksaan lanjutan di rumah sakit setempat untuk diambil tindakan operasi atau non operasi.
‘’Sudah dilakukan surveilans epidemiologi dari pihak puskesmas dan hasilnya 15 warga Dukuh Bomo ini positif katarak. Penyakit ini tidak menular dan tidak menyebabkan kematian,’’ ujar Kepala Dinkes Demak dr Iko Umiati melalui Humas Sukarjo, Jumat (15/11).
Dari laporan petugas kesehatan, belasan warga tersebut mengalami rabun sepulang dari sawah. Setelah dilakukan surveilans epidemiologi diketahui kondisi lensa mata mereka keruh akibat mengalami katarak. Penyakit ini merupakan sejenis kerusakan mata yang menyebabkan lensa mata berselaput dan rabun    
‘’Kami sudah mengintruksikan petugas puskesmas setempat untuk merujuk mereka ke rumah sakit yang memiliki dokter spesialis mata. Biaya pengobatan akan difasilitasi melalui Jamkesmas atau yang tidak punya bisa melalui Jamkesda,’’ imbuhnya.
Sementara itu, Siti Aminah (45), salah seorang perangkat Desa Bumiharjo mengatakan, gejala rabun penglihatan tersebut sudah dialami belasan warga sejak tiga bulan lalu. Gejala tersebut dirasakan warga secara berangsur-angsur selepas pulang daari sawah.
( Hartatik / CN38 / SMNetwork )

Selasa, 19 November 2013

400 Warga Kota Cirebon Menderita Katarak

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON – Penyakit katarak menjadi ancaman tersendiri bagi warga Kota Cirebon. Saat ini, sedikitnya ada 400 warga Kota Cirebon yang menderita penyakit katarak.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon, Edi Sugiarto, menjelaskan, para penderita itu berasal dari keluarga tidak mampu. Pemkot Cirebon akan berupaya melaksanakan operasi kepadea para korban secara bertahap setiap tahunnya.

‘’Mereka akan kami operasi secara gratis,’’ ujar Edi, di sela-sela pelaksanaan operasi katarak gratis untuk 50 penderita dari keluarga tidak mampu di kantor Dinkes Kota Cirebon, Selasa (12/11). Operasi tersebut  dilakukan untuk memperingati Hari Kesehatan Nasional.

Edi menerangkan, operasi gratis tersebut sebelumnya telah dilakukan terhadap 50 orang penderita katarak pada 2012 lalu. Tahun depan, pihaknya akan kembali melaksanakan operasi untuk 150 orang penderita. Sedangkan sisanya, akan dioperasi pada tahun berikutnya.

Edi menyebutkan, usia penderita katarak di Kota Cirebon berkisar antara 35 tahun hingga 70 tahun. Dia mengatakan, untuk penderita katarak yang berusia muda, biasanya disebabkan penyakit tertentu atau bawaan dari lahir.

Edi menambahkan, warga Kota Cirebon memang rentan menderita penyakit katarak. Hal itu dikarenakan letak Kota Cirebon di daerah  dataran rendah yang panas. Akibatnya, warga menjadi beresiko terpapar sinar matahari langsung.

‘’Salah satu faktor penyebab katarak adalah paparan sinar matahari secara langsung di siang hari. Resikonya, bisa 1,2 kali lipat dibandingkan orang yang tinggal di daerah yang tidak panas,’’ tutur Edi.

Sementara itu, Wali Kota Cirebon, Ano Sutrisno, meminta kepada warga Kota Cirebon untuk lebih memperhatikan kesehatan mereka. Menurut dia, budaya hidup sehat harus ditanamkan sejak dini kepada anak-anak.


Reporter : lilis
Redaktur : Damanhuri Zuhri

Senin, 18 November 2013

Tiga Wilayah Sasaran Operasi Katarak Gratis HKN 2013

Liputan6.com, Jakarta : Beragam acara dilakukan pada saat peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-49 tahun 2013. Salah satunya operasi katarak yang masuk dalam kategori pengabdian masyarakat.Dalam agenda pra HKN, operasi katarak di daerah dilakukan pada 22 Oktober sampai 7 November 2013, di Indramayu, Lombok Timur, dan Kepulauan Riau (Kepri). Lantas, alasan apa yang membuat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memilih operasi katarak?
Menurut Sekretarias Jenderal Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Supriyantoro, Sp.P,MARS, operasi katarak sebenarnya merupakan program sepanjang tahun, terutama di daerah yang diperkirakan angka kataraknya tinggi.
"Selain itu, dianggap fasilitas kesehatan yang ada belum mampu mengover semua," kata dr. Supriyantoro saat diwawancarai Health Liputan6.com, ditulis Selasa (12/11/2013), di Ruang Maharmodjono, Gedung Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta, ditulis Selasa (12/11/2013)
Untuk pelaksanaannya sendiri, tambah Supriyantoro, tidak dilakukan sekaligus. Melainkan dilakukan kasus per kasus.
Untuk memeriahkan peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-49 ini, tambah Supriyantoro, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengangkat tema 'Indonesia Cinta Sehat', dengan subtema Menuju Indonesia Sehat dan Jaminan Kesehatan Nasional yang Bermutu.
Tujuan umum dari peringatan HKN ke-49 dioptimalkan untuk mengenalkan Jaminan Kesehatan Nasional kepada seluruh Rakyat Indonesia, sehingga masyarakat dapat memeroleh manfaat kesehatan sekaligus sebagai momentum penekanan terhadap preventif dan promotif.

Senin, 11 November 2013

Manfaat tersembunyi cabai merah

Siapa yang tak kenal dengan cabai merah? Meski tak dikonsumsi langsung, cabai merah dikenal sebagai bumbu yang tak asing untuk masakan di Indonesia. Selama ini cabai merah hanya dikenal karena rasa pedasnya yang dahsyat dan menampar lidah. Tak banyak orang yang tahu bahwa cabai merah memiliki khasiat tersembunyi.

Salah satu khasiat cabai merah yang tak pernah diketahui sebelumnya adalah kemampuannya menangkal katarak. Beberapa penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa cabai merah memiliki kemampuan untuk menangkal penyakit mata, seperti katarak. Hal ini disebabkan oleh kandungan vitamin C dan karoten yang berlimpah pada cabai merah.

Lantas, apa lagi khasiat tersembunyi yang dimiliki oleh cabai merah? Ini dia:

1. Kaya vitamin C
Jangan berpikir bahwa buah seperti jeruk atau jambu adalah satu-satunya penghasil vitamin C. Cabe merah yang pedas pun memiliki kadar vitamin C yang sangat tinggi. Vitamin C dalam cabai merah berperan sebagai antioksidan yang melindungi tubuh dan pikiran dari efek stres. Bahkan faktanya, vitamin C dalam cabai merah lebih tinggi daripada jeruk.

2. Kaya vitamin B6 dan asam folat
Gaya hidup yang tak sehat membuat banyak orang memiliki tingkat gula darah tak normal. Vitamin B6 dalam cabai merah bisa membantu mengontrol tingkat gula darah dalam tubuh. Kandungan vitamin B6 yang tinggi dalam cabai merah memiliki peran penting dalam gluconeogenesis, yaitu aktivitas dalam tubuh untuk mengontrol tingkat gula dalam darah. Tak hanya itu, cabai merah juga memiliki kandungan asam folat yang cukup tinggi yang baik untuk nutrisi tubuh dan otak.

3. Turunkan risiko serangan jantung
Saat ini serangan jantung tak hanya terjadi pada orang tua, tetapi juga pada banyak orang yang masih muda. Untuk itu, sangat penting untuk memiliki kebiasaan makan dan gaya hidup yang sehat. Cabe merah memiliki kemampuan untuk menurunkan risiko terkena serangan jantung serta mencegah terjadi penyumbatan pada pembuluh darah.

Itulah beberapa khasiat kesehatan yang dimiliki oleh cabai merah. Khasiat di atas memberikan alasan bagi Anda untuk tidak menghindari makanan pedas tersebut. Cabe merah yang diketahui memiliki sedikit kalori juga bisa dikonsumsi setiap hari tanpa khawatir menyebabkan gemuk.
(dat06/merdeka)

Kamis, 31 Oktober 2013

240 Ribu Warga Terkena Katarak

240 Ribu Warga Terkena Katarak

Padang, Padek—Tingkat kebutaan di Indonesia ter­bilang tinggi. Dari data yang diperoleh Persatuan Dokter Ahli Mata Indonesia (Per­dami), Indonesia berada di posisi kedua setelah Nigeria penyumbang angka kebutaan.
Salah satu penyebab kebu­ta­an yang dikhawatirkan ada­lah katarak. Setiap tahun, ada se­kitar 240 ribu warga Indonesia yang mengalami kebutaan aki­bat kata­rak. Sedangkan di Sum­bar, data menurut Ris­kes­das 2007, kebu­taan tingkat provinsi antara 0,8-1,9 persen dar jumlah penduduk.
Tujuh kabupaten dan kota dengan proporsi lebih tinggi adalah Mentawai 1,3 persen, Pesisir Selatan 1,9 persen, Tanahdatar 1,1 persen, Agam 1,9 persen, Pasaman 0,9 per­sen, Sawahlunto 1,4 persen, dan Pariaman 1,4 persen.
Sedangkan menurut data BKIM Sumbar tahun 2010 per­sentase kebutaan satu mata ada­lah 7,5 persen dan kebu­taan dua bola mata sebesar 0,2 per­sen. Penyebab kebutaaan oleh katarak mencapai 70,1 persen.
Ketua Umum Perdami Nila F Moeloek menjelaskan, pen­derita katarak umumnya dise­babkan faktor usia.
Seiring usia, fleksibilitas mata menga­lami penurunan, begitu pula ketebalan dan kejernihan mata. Lensa terdiri dari air dan serat protein.
Dengan bertambahnya usia, komposisi mata menga­lami perubahan dan struktur serat protein mengalami penu­runan. Beberapa serat protein akan menggumpal dan menye­babkan noda pada lensa mata.
“Katarak berkembang se­ca­ra lambat dan tidak meng­gang­gu pandangan mata anda pada awalnya. Tetapi ketika noda putih pada lensa mulai muncul, maka kenyamanan penglihatan anda akan ter­ganggu. Awalnya cahaya yang terang dan kaca­mata dapat membantu peng­lihatan mata anda,” ujarnya saat men­g­hadiri operasi gratis katarak yang diadakan di RST Rekso­diwiryo, Sabtu (12/10) bekerja sama dengan TNI, PT Sido Muncul, Solidaritas Istri Ka­binet Indonesia Bersatu (SKIB), BKMM Cikampek, dan Perdami Sumbar.
Nila menambahkan ma­syarakat yang tinggal di pesi­sir tingkat menderita katarak lebih tinggi dibandingkan ka­wa­san lainnya. Selain itu, fak­tor keturunan atau bawaan ju­ga menjadi penyebab katarak.
“Makanan juga menjadi penyebab, untuk itu harus dibiasakan pola hidup sehat. Pencegahan bisa dilakukan sejak dini degan pola hidup sehat,” ujarnya.
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan, kebu­taan dan gangguan pengli­hatan tidak hanya menganggu pro­duktivitas dan mobilitas pen­derita, tetapi juga menim­bul­kan dampak sosial ekonomi ba­gi lingkungan keluarga, dan ma­syarakat serta negara. “Pe­nyu­luhan dan memberi pe­ma­haman pada masyarakat men­jadi perhatian Pemprov untuk menekan penderita ke­bu­taan akibat katarak. Pengo­batan yang dilakukan TNI ini tentu mem­bantu mengurangi pende­rita katarak di Sumbar,” ujar­nya.
Danrem 032 Wirabraja, Kolonel Inf Ainurrahman men­­­jelaskan kegiatan ini rang­kaian HUT ke-68 TNI. Didam­pingi Kepala Rumah Sakit RST Rek­so­diwiryo Letkol CKM Far­haan Abd menyampaikan operasi gratis ini dilaksanakan hingga 13 Oktober. Setidaknya ada 335 masyarakat Sumbar yang mela­kukan operasi kata­rak. “Pemi­lihan katarak ini karena risiko kebutaan cukup tingi akibat katarak. Selain itu, juga wujud nyata adanya TNI di tengah masyarakat,” ulas­nya. Pada kesempatan itu, dari PT Sido Muncul hadir Nadine Chan­drawinata yang juga bintang iklan perusahaan jamu terbesar di Indonesia ini. (ek) 
Sumber : http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=47875

Rabu, 30 Oktober 2013

6 Langkah Agar Mata Tetap Sehat

REPUBLIKA.CO.ID, Jangan biarkan kesehatan mata terganggu. Lindungi penglihatan mata Anda dengan 6 langkah berikut ini seperti dilansir situs webmd.com:

1. Makanlah Makanan yang Baik untuk Kesehatan Mata
Penelitian telah menunjukkan bahwa nutrisi seperti omega-3 asam lemak, lutein, seng, dan vitamin C dan E dapat membantu mencegah masalah penglihatan yang berkaitan dengan usia seperti katarak. Makan makanan  seperti bayam, kangkung, sawi, salmon, tuna, telur, kacang-kacangan, dan sumber protein non-daging lainnya dapat menjaga kesehatan mata Anda.

2.  Berhenti Merokok
Merokok membuat Anda lebih terkena katarak, kerusakan saraf optik, dan degenerasi makula. Degenerasi makula adalah suatu kondisi medis yang biasanya mempengaruhi orang dewasa yang lebih tua yang mengakibatkan hilangnya penglihatan di tengah lapangan visual (makula) karena kerusakan retina.

3. Gunakan Kacamata Hitam
Kacamata hitam akan membantu melindungi mata Anda dari sinar ultraviolet (UV). Terlalu banyak paparan sinar UV membuat Anda lebih mudah untuk mendapatkan katarak dan degenerasi makula. Pilih kacamata yang menghalangi 99%  sampai 100% dari sinar UVA dan UVB.

4. Gunakan  di Rumah, di Tempat Kerja, dan Saat Berolahraga
Jika Anda bekerja dengan bahan berbahaya atau berhadapan dengan udara langsung di tempat kerja atau di rumah, gunakan kacamata keselamatan atau kacamata pelindung.

5. Jangan Terlalu Dekat Menatap  Layar Komputer
Menatap layar komputer terlalu dekat dapat menyebabkan kelelahan mata, pandangan kabur, kesulitan fokus pada jarak, mata kering, sakit kepala, leher, punggung, dan bahkan nyeri bahu.

6. Kunjungi Dokter Mata Secara Teratur
Semua orang, bahkan anak-anak, harus memeriksakan mata mereka secara teratur. Ini membantu melindungi penglihatan Anda agar dapat melihat dengan baik.

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/13/10/11/muhtja-6-langkah-agar-mata-tetap-sehat

Selasa, 29 Oktober 2013

Alami Katarak? Segera Operasi Agar Tak Terjadi Kebutaan

Liputan6.com, Jakarta : Seiring bertambahnya usia seseorang, semakin parah pula kondisi matanya. Tak jarang di usia yang relatif tua, banyak orang yang menderita penyakit katarak.

Bila katarak ini terjadi pada Anda atau keluarga terdekat Anda, segeralah untuk melakukan pengobatan. Sebab, saat ini katarak masih menjadi penyebab utama kebutaan di Indonesia. Anda pasti tidak mau 'kan, kalau ini sampai terjadi pada diri Anda?

Dalam acara bertajuk 'SOHO #BetterU: Lima Penyakit Mata Tersering di Masyarakat Indonesia & Hari Penglihatan Sedunia', di Amaris Hotel Thamrin City, Jakarta, ditulis Kamis (10/10/2013) Ketua Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI), Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek, SpM mengatakan, bahwa lebih dari 80 persen penyebab kebutaan dapat dicegah atau diobati, termasuk katarak ini.

"Katarak bisa diobati. Katarak juga dapat disembuhkan dengan cara operasi. Jangan takut merasakan sakit ketika operasi katarak, karena memang operasi katarak tidak sakit sama sekali," kata Nila.

Meskipun penyakit katarak ini dapat diobati, sayangnya masih terjadi penumpukkan penderita (backlog) katarak yang cukup tinggi.

Menurut Nila F. Moeloek hal ini terjadi karena beberapa hal, yaitu masih kurangnya pengetahuan masyarakat, tingginya biaya operasi, keterbatasan tenaga, dan fasilitas pelayanan kesehatan mata.
Lebih lanjut wanita berambut panjang itu mengatakan, katarak merupakan penyakit mata yang disebabkan karena lensa mata yang keruh, sehingga masuknya cahaya pada retina terhalang.

Maka itu, mengapa operasi katarak ini sangat penting karena akan mengangkat lensa berkabut yang sudah tua, dan menggantinya dengan implantasi lensa yang baru.
Masih dalam kesempatan yang sama, Dokter Spesialis Mata dan Direktur Jakarta Eye Center, Dr. Johan Hutahuruk, MD mengatakan, bahwa katarak ini masuk ke dalam daftar lima penyakit mata yang paling sering terjadi di kalangan masyarakat Indonesia.

"Katarak umumnya disebabkan karena proses penuaan, tapi paparan sinar ultraviolet, penggunaan obat-obatan seperti steroid dan diabetes, juga dapat meningkatkan faktor risiko katarak," ujar Johan.
(Adt/Igw).

Senin, 28 Oktober 2013

Kacamata Hitam dan Topi Bisa Cegah Katarak

Langkah sederhana dengan selalu mengenakan topi dan kacamata hitam kala matahari menyengat bisa mencegah timbulnya katarak pada mata.
KATARAK merupakan penyakit mata penyebab kebutaan pertama di Indonesia. Penyakit ini umumnya terjadi seiring bertambahnya usia. Namun sebenarnya, penyakit ini sangat bisa dicegah.
Menurut pakar kesehatan mata dr Nila F Moeloek, hanya dengan rajin menggunakan kacamata hitam (sun glasses) dan topi, risiko katarak bisa menurun drastis. Kedua benda tersebut terutama digunakan saat sedang terpapar sinar matahari langsung.
"Kuncinya menghindari paparan sinar ultraviolet, karena sering terpapar sinar tersebut tanpa perlindungan merupakan salah satu faktor risiko katarak yang utama," jelasnya dalam sebuah diskusi kesehatan beberapa waktu lalu di Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Nila juga menyoroti kebiasaan berpakaian orang Indonesia yang masih melihat aneh pemakaian topi dan kacamata hitam. Padahal fungsi dari kedua benda itu adalah untuk proteksi dari risiko penyakit, bukan sekedar gaya.
"Coba kalau di Inggris, Ratu Elizabeth memakai topi orang menganggap bagus, di sini saya pakai topi dibilang gaya-gayaan," ujar Ketua Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) ini sedikit bersoloroh.
Karena itu, Nila mengimbau agar tidak menganggap topi maupun kacamata hitam sebagai bentuk fesyen saja, tetapi juga alat proteksi. Kedua benda tersebut, ujarnya, juga membantu mengurangi risiko penyakit-penyakit mata lainnya, seperti iritasi maupun pterigium.
Selain itu, imbuh dia, untuk menjaga kesehatan mata, diperlukan juga upaya seperti pemeriksaan mata teratur minimal satu tahun sekali, menjaga berat badan, dan mengatur pola makan sehat.
"Menjaga kesehatan mata sangat penting untuk mengurangi prevalensi kebutaan di Indonesia," pungkas Nila.
Kebutaan merupakan masalah penglihatan yang sangat menurunkan kualitas hidup penderitanya dan orang-orang di sekelilingnya. Sayangnya, masalah kebutaan masih tinggi di Indonesia. Menurut data dari organisasi kesehatan dunia (WHO) tahun 2010, diperkirakan setiap satu menit ada satu orang menjadi buta di Indonesia.ins
 
 

Kamis, 17 Oktober 2013

Setiap Menit Satu Orang Indonesia Alami Kebutaan

Liputan6.com, Jakarta : Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan 12 orang menjadi buta di dunia tiap menit dan empat orang di antaranya berasal dari Asia Tenggara. Di Indonesia sendiri, diperkirakan setiap menit ada satu orang menjadi buta.
Berdasarkan hasil survei kesehatan indera penglihatan dan pendengaran tahun 1993 sampai 1996, ada empat penyebab utama kebutaan di Indonesia, yaitu katarak, glaukoma, kelainan refraksi, dan penyakit lain yang berhubungan dengan lanjut usia.
Hal ini dipaparkan oleh Ketua Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI), Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek, dalam acara bertema `SOHO #BetterU: Setiap Satu Menit, Satu Orang Indonesia Terancam Kebutaan`, di Hotel Amaris Thamrin City, Jakarta, Rabu (9/10/2013)
"Kalau seseorang terkena katarak, itu masih bisa ditolong dan diobati. Ketika pasien menjalani operasi katarak, tidak akan terasa sakit. Untuk itu, agar terhindar dari kebutaan yang disebabkan katarak, segeralah untuk melakukan operasi," kata Nila Moeloek.
Untuk katarak sendiri, lanjut Nila, bisa juga disebabkan karena faktor usia. Karena semakin tua usia seseorang, kondisi matanya akan semakin parah. Tapi ingat, bila sudah terkena katarak, segera tangani.
Bila katarak dapat disembuhkan, beda halnya dengan glaukoma. Mengapa? Itu disebabkan glaukoma bersifat permanen dan tidak dapat diobati. Akan tetapi, kebutaan pada glaukoma bisa dicegah jika ditemukan sedini mungkin.
"Jika terdeteksi glaukoma maka harus selalu dikontrol dan mengurangi faktor risikonya, berupa tekanan bola mata tinggi, penyakit vaskuler, dan lain-lain," tambah Nila.
Pada tahun 2010, WHO memperkirakan terdapat 39 juta orang buta di dunia dan 246 juta orang lainnya mengalami gangguan penglihatan.
(Adt/Mel/*)

Sumber: 
http://health.liputan6.com/read/715855/setiap-menit-satu-orang-indonesia-alami-kebutaan

Minggu, 13 Oktober 2013

Rutin Cek Kondisi Mata Agar Terhindar dari Gangguan Penglihatan

Liputan6.com, Jakarta : Agar hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada mata Anda, ada baiknya untuk secara rutin memeriksakan kondisi mata pada dokter mata. Sebab, dengan rutin memeriksakan kondisi mata, dapat mengetahui secara pasti kesehatan mata, dan mencegah terjadinya kebutaan yang disebabkan karena beberapa hal.
Dalam acara bertajuk 'SOHO #BetterU: Lima Penyakit Mata Tersering di Masyarakat Indonesia & Hari Penglihatan Sedunia', di Amaris Hotel Thamrin City, Jakarta, ditulis Kamis (10/10/2013) Ketua Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI), Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek, SpM mengatakan, empat penyebab utama kebutaan di Indonesia itu adalah Katarak, Glaukoma, Kelainan Refraksi, dan penyakit-penyakit lain yang berkaitan dengan bertambahnya usia.
"Saat ini katarak masih menjadi penyebab utama terjadinya kebutaan di Indonesia. Tapi katarak, masih dapat diobati dengan cara operasi bedah katarak, dan operasi itu tidak sakit sama sekali. Sedangkan yang lainnya, ada yang tidak dapat disembuhkan, namun dapat dicegah," kata Nila Moelek.
Karena 80 persen penyebab kebutaan dapat dicegah dan diobati, untuk itu Nila menganjurkan kepada seluruh masyarakat Indonesia agar rutin memeriksakan kondisi mata. "Periksalah kondisi mata Anda secara rutin minimal setahun sekali. Bagaimana pun, mencegah lebih baik daripada mengobati," lanjut dia
Masalah kebutaan masih menghantui masyarakat di Indonesia. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada tahun 2010 diperkirakan terdapat 39 juta orang buta di dunia, dan 246 juta orang lainnya mengalami gangguan penglihatan.
Di Indonesia sendiri diperkirakan setiap menit ada satu orang menjadi buta.
(Adt/Igw)
Sumber : http://health.liputan6.com/read/716298/rutin-cek-kondisi-mata-agar-terhindar-dari-gangguan-penglihatan?wp.trkn

Sabtu, 12 Oktober 2013

Katarak Bisa Makin Cepat Timbul Kalau Punya Diabetes

Liputan6.com, Jakarta : Diabetes merupakan penyakit tidak menular (PTM) yang paling menakutkan di Indonesia saat ini. Bila diabetes sampai menyerang diri seseorang, dapat memicu terjadinya katarak jauh lebih cepat dari usia yang semestinya. Saat ini, Katarak masuk ke dalam 4 penyebab terjadinya kebutaan di Indonesia.
Di Indonesia, penderita diabetes militus nomor 4 terbanyak di dunia. Diabetes ini diderita, karena masyarakat Indonesia masih menjadi pengonsumsi karbohidrat terbanyak.
"Maka itu, makan nasinya jangan banyak-banyak. Perbanyak makan sayur dan buah, jangan nasinya yang diperbanyak. Saya bukan melarang, ya. Tapi, kalau bisa seimbang," kata Ketua Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI), Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek.
Hal ini dipaparkan Nila Moeloek dalam acara bertema 'SOHO #BetterU: Lima Penyakit Mata Tersering di Masyarakat Indonesia & Hari Penglihatan Sedunia', di Hotel Amaris Thamrin City, Jakarta, ditulis Kamis (10/10/2013)
Menurut Nila, katarak yang sering terjadi pada masyarakat awam terjadi karena faktor usia. Semakin tua usia seseorang, semakin parah juga kondisi matanya.
Pada masyarakat awam, katarak akan terjadi pada usia 72 tahun. Tapi, bila ada orang yang mengidap diabetes, akan memicu cepat terjadinya katarak ini.
"Kalau pengidap diabetes, bisa lebih cepat 10 tahun dari usia normalnya. Bila biasanya 72 tahun, pengidap diabetes bisa di usia 60 tahun terkena kataraknya," tutup Nila.
(Adt/Igw)

Sumber: http://health.liputan6.com/read/716289/katarak-bisa-makin-cepat-timbul-kalau-punya-diabetes?wp.hlth

Jumat, 11 Oktober 2013

Alami Katarak? Segera Operasi Agar Tak Terjadi Kebutaan

Liputan6.com, Jakarta : Seiring bertambahnya usia seseorang, semakin parah pula kondisi matanya. Tak jarang di usia yang relatif tua, banyak orang yang menderita penyakit katarak.

Bila katarak ini terjadi pada Anda atau keluarga terdekat Anda, segeralah untuk melakukan pengobatan. Sebab, saat ini katarak masih menjadi penyebab utama kebutaan di Indonesia. Anda pasti tidak mau 'kan, kalau ini sampai terjadi pada diri Anda?

Dalam acara bertajuk 'SOHO #BetterU: Lima Penyakit Mata Tersering di Masyarakat Indonesia & Hari Penglihatan Sedunia', di Amaris Hotel Thamrin City, Jakarta, ditulis Kamis (10/10/2013) Ketua Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI), Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek, SpM mengatakan, bahwa lebih dari 80 persen penyebab kebutaan dapat dicegah atau diobati, termasuk katarak ini.

"Katarak bisa diobati. Katarak juga dapat disembuhkan dengan cara operasi. Jangan takut merasakan sakit ketika operasi katarak, karena memang operasi katarak tidak sakit sama sekali," kata Nila.

Meskipun penyakit katarak ini dapat diobati, sayangnya masih terjadi penumpukkan penderita (backlog) katarak yang cukup tinggi.

Menurut Nila F. Moeloek hal ini terjadi karena beberapa hal, yaitu masih kurangnya pengetahuan masyarakat, tingginya biaya operasi, keterbatasan tenaga, dan fasilitas pelayanan kesehatan mata.
Lebih lanjut wanita berambut panjang itu mengatakan, katarak merupakan penyakit mata yang disebabkan karena lensa mata yang keruh, sehingga masuknya cahaya pada retina terhalang.

Maka itu, mengapa operasi katarak ini sangat penting karena akan mengangkat lensa berkabut yang sudah tua, dan menggantinya dengan implantasi lensa yang baru.
Masih dalam kesempatan yang sama, Dokter Spesialis Mata dan Direktur Jakarta Eye Center, Dr. Johan Hutahuruk, MD mengatakan, bahwa katarak ini masuk ke dalam daftar lima penyakit mata yang paling sering terjadi di kalangan masyarakat Indonesia.

"Katarak umumnya disebabkan karena proses penuaan, tapi paparan sinar ultraviolet, penggunaan obat-obatan seperti steroid dan diabetes, juga dapat meningkatkan faktor risiko katarak," ujar Johan.
(Adt/Igw)

Sumber: http://health.liputan6.com/read/716284/alami-katarak-segera-operasi-agar-tak-terjadi-kebutaan

Kamis, 10 Oktober 2013

Dua Anak Penderita Katarak Dioperasi

indosiar.com, Sorong - (Kamis : 10/10/2013) Dua anak penderita katarak di Sorong, Papua Barat, akhirnya bisa melihat normal setelah menjalani operasi katarak dalam acara bakti sosial yang digelar program Peduli Kasih Indosiar. Keduanya menderita katarak di usia dini akibat terkena ledakan petasan dan paku saat bermain.
Demi mengembalikan penglihatan putranya Rivaldi, Andi dan Astuti rela menempuh perjalanan selama semalam atau 12 jam dari Fak - Fak menuju RSUD kota Sorong, Papua Barat melalui kapal laut. Sejak Lebaran lalu, bocah berusia 4 tahun ini tidak bisa melihat secara sempurna. Namun karena kesulitan biaya, kedua orang tuanya tidak mampu berbuat banyak, karena itu bahkti sosial yang digelar Peduli Kasih Indosiar menjadi kabar gembira bagi mereka.
Ledakan petasan pada Lebaran lalu menjadi petaka bagi Rivaldi. Bola api petasan mengenai matanya sehingga sejak itu penglihatannya menjadi buram. Rivaldi menyambut operasi dengan hati gembira karena sebentar lagi bisa melihat seperti sedia kala.
Nasib serupa juga menimpa Lukman Hadi, 8 tahun. Sejak paku mengenai matanya saat tengah bermain, Lukman tidak bisa melihat secara normal. Berbagai cara telah dilakukan kedua orang tuanya untuk mengembalikan penglihatannya namun tidak berhasil. Bahkan bercak putih tumbuh di matanya. Namun kini maupun Lukman bisa melihat normal kembali setelah menjalani operasi katarak.
Rivaldi dan Lukman merupakan 2 penderita katarak yang telah menjalani operasi berkat kerjasama Peduli Kasih Indosiar dengan perhimpuanan dokter spesialis mata Indonesia, Poliklinik Kana dan pemerintah Kabupaten Sorong, Papua Barat.
Pada bakti sosial ini juga dilakukan operasi terhadap 500 penderita katarak, yang rata - rata sudah berusia lanjut. Mereka datang dari berbagai kota, seperti Sorong, Raja Ampat, Manokwari, Tual bahkan dari ambon. Seperti di kota - kota lainnya, bakti sosial operasi katarak massal ini berlangung lancar karena sudah disosialisasikan sebelumnya sehingga warga antusias untuk berdatangan. (Albert Bembot/Sup)
sumber : http://www.indosiar.com/fokus/dua-anak-penderita-katarak-dioperasi_110915.html

Kamis, 03 Oktober 2013

Terbanyak Penderita Gangguan Mata

SENDAWAR - Sebanyak 537 warga mendapatkan pelayanan kesehatan gratis tahap ketiga. Kegiatan itu dipusatkan di Lou Benuaq Taman Budaya Sentawar Jalan Sendawar Raya, Senin (23/9) kemarin.
Pelayanan kesehatan ini dilaksanakan melalui kerja sama Tim Dokter Fakultas Kesehatan Gigi Universitas Gajah Mada Jogjakarta, Balai Kesehatan Mata dan Olahraga  Masyarakat  Kalimantan Timur, Dinas Kesehatan (Diskes) Kubar, RSUD Harapan Insan Sendawar. Kemudian semua kepala Puskesmas se-Kubar dan didukung pihak swasta.
Warga tidak mampu yang mendapatkan pelayanan kesehatan gratis tersebut terdiri dari 189 pasien operasi katarak, 38 pasien operasi pterigium, 245 orang pengobatan gangguan mata, 16 pasien operasi bibir sumbing, dan 1 pasien operasi tumor mulut. Selanjutnya 4 pasien operasi enukleasi mata, 20 pasien kaki gajah, 62 pasien jiwa yang terdaftar dalam proses pemeriksaan.
Seperti diketahui, pelayanan kesehatan tahap pertama digelar pada 2-4 Juli lalu. Pelayanan meliputi operasi katarak untuk 230 pasien, pengukuran serta pencetakan kaki dan tangan palsu 19 orang. Tahap kedua, pada 12-14 Agustus, melakukan persiapan pemasangan protesa mata untuk 8 orang. Dengan demikian jumlah pasien katarak dan pengobatan mata yang sudah dioperasi maupun diobati dari tahap pertama sampai tahap ketiga berjumlah 702 orang.
“Selanjutnya juga dilakukan pemeriksaan laboratorium darah jari untuk penyakit filariasis di Kecamatan Bongan dan Long Iram dengan mengambil seribu orang sebagai sampel,” kata Bupati Kubar Ismail Thomas dalam sambutan tertulis disampaikan Asisten II Ekonomi Pembangunan dan Sosial Abed Nego pada penutupan kegiatan tersebut.
Kegiatan ini menurut Bupati, diperuntukkan bagi masyarakat yang tidak mampu agar dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang optimal. Pelayanan kesehatan ini sebagai bentuk kepedulian Pemkab Kubar. Kegiatan operasi dan pengobatan merupakan wujud nyata kepedulian Pemkab Kubar terhadap kesehatan masyarakat. Dalam hal ini, Pemkab Kubar mengalokasikan anggaran sebesar  Rp 3,5 miliar melalui dana Bina Sosial Sekretariat Kabupaten.(hms10/rud/k9)
sumber:http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/31858/terbanyak-penderita-gangguan-mata.html

Rabu, 02 Oktober 2013

Sosialisasikan B2SA di 16 Kecamatan

SENDAWAR – Pembinaan terhadap masyarakat tak henti-hentinya dilakukan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kutai Barat. Salah satunya, melakukan sosialisasi dan penyuluhan makanan beragam, bergizi seimbang, dan aman (B2SA) di Sport Hall Linggang Bigung,  Selasa (24/9) kemarin.
Kegiatan itu diikuti 253 peserta. Terdiri  dari petinggi, Ketua Badan Permusyawaratan Kampung (BPK), Kepala Adat, Ketua Tim Penggerak PKK kecamatan, kampung, dan kader Posyandu se-Kecamatan Linggang Bigung.
Pada kesempatan itu juga dilakukan demo masak oleh Kelompok Kerja (Pokja) II TP PKK Kecamatan Linggang Bigung dengan menu sayur bening, ikan pepes, dan tahu telor. Dilanjutkan penyuluhan oleh Petugas Gizi Kecamatan Linggang Bigung Stephanus Liah yang menguraikan tentang kandungan protein, gizi, dan manfaat makanan yang didemokan terhadap kesehatan.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lucia Mayo Thomas mengatakan, sosialisasi B2SA di 16 kecamatan merupakan pesan khusus Ketua Dewan Pembina/Penyantun TP PKK Kubar yakni Bupati Kubar Ismail Thomas.
“Bupati berharap, kegiatan sosialisasi B2SA dilakukan di seluruh lapisan masyarakat. Agar warga mengetahui dan memahami bahwa gizi diperlukan dan sangat penting untuk bayi sejak dalam kandungan. Tak hanya setelah bayi lahir tetapi sejak dalam kandungan betul-betul harus diperhatikan, karena di dalam kandungan terjadi pembentukan otak,” kata Lucia.
Oleh sebab itu, Pemkab Kubar memberikan perhatian khusus kepada bidang kesehatan terlebih kepada ibu-ibu hamil untuk diberikan gizi yang cukup.
“Kegiatan sosialisasi B2SA ini bertujuan memperbaiki gizi masyarakat, mulai dari janin dalam kandungan, ibu menyusui, sampai gizi  anak-anak dan balita,” tambahnya.
Lucia berharap, dukungan dan bimbingan dari Dinas Kesehatan (Diskes), bisa membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kubar. Sedangkan untuk memberikan penjelasan secara detail tentang makanan bergizi, beragam dan berimbang merupakan tugas para ahli gizi. Mengingat para ahli gizi yang disekolahkan Pemkab Kubar sudah kembali dan bertugas di Puskesmas. Selanjutnya mereka diharapkan betul-betul dapat membantu dan gencar melakukan penyuluhan gizi kepada masyarakat.
“Makanya secara langsung Bupati Kubar meminta PKK Kabupaten melaksanakan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan B2SA sekaligus demo masak yang dilaksanakan di 16 kecamatan dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat,” tambah Lucia. (hms10/san/k8)
sumber :http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/32042/sosialisasikan-b2sa-di-16-kecamatan.html

Rabu, 25 September 2013

Statin Meningkatkan Risiko Katarak?

Statin Meningkatkan Risiko Katarak?

Liputan6.com, Statin, obat kolesterol menurut studi dapat meningkatkan risiko katarak. Studi ini dikutip Reuters, Jumat (20/9/2013), namun para peneliti tidak dapat membuktikan bahwa obat ini memang penyebab gangguan kondisi mata ini.

Namun mereka menemukan sekitar 27 persen pengguna statin seperti Zocor dan Lipitor berisiko katarak dibandingkan dengan yang tidak mengonsumsi statin.
"Hasilnya konsisten bahwa orang yang mengonsumsi statin didiagnosis berisiko katarak," ujar Penulis Senior Studi dari UT Southwestern Medical Center dan VA Medical Center Dallas di Texas, dr. Ishak Mansi.

Statin adalah obat populer yang menghalangi zat yang dibutuhkan tubuh penghasil kolesterol dalam arteri dan akhirnya menyebabkan serangan jantung dan stroke.
Sekitar seperempat dari orang dewasa Amerika Serikat berusia 45 tahun mengonsumsi statin untuk diabetes atau riwayat masalah kardiovaskular.

Para peneliti telah mengamati hubungan antara statin dan katarak sebelumnya dengan hasil yang beragam. Sementara beberapa studi mengatakan statin menurunkan risiko terkena katarak sedangkan penelitian lainnya menemukan obat ini meningkatkan risiko penyakit lainnya.
Untuk penelitian baru ini, Mansi dan rekan-rekannya menggunakan data catatan medis orang antara usia 30 dan berusia 85 tahun yang terdaftar sistem kesehatan di San Antonio, Texas.
Dalam satu analisis, mereka membandingkan selama 90 hari sekitar 7.000 pengguna statin dan 7.000 yang tidak.

Hasilnya sekitar 36 persen orang-orang yang mengonsumsi statin didiagnosis menderita katarak. Sedangkan pada kelompok orang yang tidak mengonsumsi statin sebanyak 34 persen didiagnosa katarak.

Para peneliti menemukan bahwa risiko terkena katarak meningkat dengan lamanya waktu seseorang mengonsumsi statin.

Mengenai penelitian tersebut Kepala Oftalmologi di Columbia University Medical Center di New York, Dr Jack Cioffi mengatakan penelitian ini dilakukan dengan sangat baik namun memiliki beberapa keterbatasan.

"Penelitian ini memiliki keterbatasan, tidak dijelaskan bagaimana statin dapat meningkatkan risiko katarak," ujar Cioffi.
(Mia/Abd)

SUMBER : http://health.liputan6.com/read/698472/statin-meningkatkan-risiko-katarak

Kamis, 12 September 2013

Indonesia Nomor Dua di Dunia Soal Jumlah Penderita Katarak

Indonesia Nomor Dua di Dunia Soal Jumlah Penderita Katarak

BOGOR (Pos Kota) – Masyarakat Indonesia menempati urutan pertama di Asia Tengara dan nomor dua di dunia untuk penderita katarak.Angka penderita katarak ini sangat ironi dan berbanding terbalik dengan kondisi alam Indonesia yang kaya raya.
Pasalnya penyebab tingginya angka penderita katarak, akibat ekonomi warga yang masih di bawah kecukupan.
Merespon masalah sosial ini, sebanyak 50 warga penderita katarak menjalani operasi gratis yang dilakukan RSIA Ummi Bogor Empang Rabu (11/9) siang.Hadir pada acara operasi katarak Menteri Sosial RI, Salim Segat Al-jufri.
Kepada wartawan di RSIA Ummi Bogor.
Dengan menempati urutan kedua dunia penderita katarak setelah Ethiopia, pemerintah sudah melakukan berbagai langkah, termasuk menggandeng berbagai komponen. Oleh karena itu,, Menteri Salim memberi apresiasi kepada Bank Mandiri Syariah atas kepeduliannya berbagi untuk warga tidak mampu sehingga operasi ini bisa berjalan.
Menurut Salim Segaf, permasalahan sosial di Indonesia sangat besar.
Pada kesempatan ini, Menteri Salim memberikan bantuan Rp49 juta bagi 98 orang dengan nominal masing-masing sebesar Rp500 ribu.Ia berharap, bantuan akan berkelanjutan agar kedepan, kemiskinan dapat diberdayakan untuk menuju hidup yang lebih baik lagi. (yopi)
Teks : Menteri Sosial Salim Segat Al-jufri beri bantuan kepada 98 orang masing-masing Rp 500 ribu

sumber :http://www.poskotanews.com/2013/09/12/indonesia-nomor-dua-di-dunia-soal-jumlah-penderita-katarak/

Rabu, 04 September 2013

1.023 Warga Pedalaman Operasi Katarak

Metrotvnews.com, Banjarmasin:  Kodam IV Mulawarman kembali menggelar operasi katarak kepada 1.023 warga miskin dan pedalaman di Kalimantan Selatan.

TNI memprioritaskan pembangunan SDM di wilayah perbatasan.

Operasi katarak yang digelar Korem 101/Antasari, Selasa (3/9), bekerja sama dengan Lembaga New Vision dipusatkan di Rumah Sakit dr Soedarsono, Banjarmasin.

Dari 2.620 warga yang mendaftarkan diri untuk dioperasi, hanya 1.023 orang yang memenuhi syarat.

"Kegiatan bhakti sosial operasi katarak ini, merupakan upaya TNI untuk membantu pemerintah dalam pelayanan dan peningkatan kesehatan masyarakat, terutama masyarakat miskin dan berada di wilayah pedalaman, serta perbatasan," tutur Pangdam IV Mulawarman Mayor Jenderal Dicky Wainal Usman, di sela-sela peninjauan kegiatan operasi katarak di RS dr Soeharsono, Banjarmasin. (Denny S)

Editor: Edwin Tirani


Sumber : http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/09/03/3/179209/-1.023-Warga-Pedalaman-Operasi-Katarak

Selasa, 03 September 2013

Ilmuwan Indonesia Temukan Cara Baru Cegah Katarak pada Anak

Ilmuwan Indonesia Temukan Cara Baru Cegah Katarak pada Anak

Amerika Serikat - Para peneliti mengidentifikasi neuron jenis penghambat, yang menjadi kunci penting dalam perkembangan kemampuan melihat pada anak.
Dengan menemukan peran utama jenis inhibitory neuron yang menjadi kunci dalam memediasi bagian penting dari pengembangan penglihatan, Dr. Taruna Ikrar, PhD ilmuwan asal Indonesia, yang bekerja sebagai Staff Academik dan Saintis di UC Irvine dan juga sebagai, dengan bekerjasama dengan group neurobiologists di UCLA telah menemukan pendekatan baru untuk memperbaiki gangguan penglihatan pada anak-anak yang menderita katarak atau amblyopia.
Pendekatan baru ini bahkan dapat dilakukkan sebagai pencegahan sejak awal, sehingga kelak dapat mengurangi kecacatan pada penglihatan anak tersebut.
Sebagai mana diketahui, bahwa anak-anak yang menderita amblyopia dan katarak dalam perkembangannya dapat mengakibatkan cacat permanen pada penglihatan, bahkan sekalipun telah dilakukan operasi pengangkatan katarak atau dan memperbaiki aksis amblyopia (Kelemahan penglihatan).
Kekurangan ini sering merupakan akibat dari perkembangan system saraf otak yang tidak benar atau dengan kata lain terjadi suatu kesalahan dapat perkembangan system saraf dalam fase pertumbuhan anak tersebut.
Demikian pula karena kelemahan visual selama masa kanak-kanak. Sebaliknya, ketika terjadi katarak pada orang dewasa akan dilakukan pembedahan koreksi atau pemulihan penglihatan.
Pada penemuan tersebut, ditemukan fenomena menarik yang ditunjukkan oleh jenis atau tipe tertentu pada inhibitory neuron (neuron penghambat), yang mengontrol fase atau waktu, "periode kritis," dari pertumbuhan dan perkembangan dalam fase awal penglihatan, sebelum anak berusia 7 tahun.
Hasil penelitian ini diterbitkan di Nature secara online pada tanggal 25 Agustus 2013. Nature Minggu ke-4 Agustus 2013.
Para peneliti menemukan bahwa fungsi yang tidak tepat dari neuron atau saraf kunci selama periode kritis dalam perkembangan yang bertanggungjawab terhadap kecacatan penglihatan ini.
Selain itu, dalam tes pada tikus, Dr. Taruna Ikrar bersama teamnya menggunakan senyawa obat tertentu dalam percobaan tersebut, untuk membuka kembali fase atau periode kritis ini yang menunjukkan modifikasi dan pengaruh obat tersebut dapat merangsang dan mengobati kecacatan saraf, yang diakibatkan oleh gangguan penglihatan mata selama fase awal pengembangannya.
Demikian pula, mereka menunjukkan bahwa obat yang ditargetkan pada neuron yang spesifik dan menjadi kunci pengaturan periode kritis tersebut, menunjukkan mengalami perbaikan gangguan penglihatan sentral pada anak-anak yang pernah menderita amblyopia atau katarak awal.
"Jenis neuron yang spesifik tersebut, meregulasi fase atau periode kritis selama perkembangan anak, yang selam ini masih menjadi misteri," kata Dr. Taruna Ikrar. "Terobosan kami menguraikan jalan baru untuk perawatan yang dapat mengembalikan penglihatan normal pada anak-anak yang memiliki gangguan penglihatan awal."
Penulis: Faisal Maliki Baskoro/FMB
Sumber:PR
http://www.beritasatu.com/kesehatan/135414-ilmuwan-indonesia-temukan-cara-baru-cegah-katarak-pada-anak.html

Minggu, 01 September 2013

Temuan Terbaru Ilmuwan Indonesia untuk Cegah Gangguan Penglihatan Sejak Dini

Jakarta, Gangguan penglihatan pada anak-anak yang menderita katarak atau amblyopia kerap memicu cacat permanen pada mata. Temuan terbaru dari ilmuwan Indonesia yang dimuat di jurnal internasional Nature memberikan harapan untuk mencegahnya.

Para peneliti mengidentifikasi neuron jenis penghambat, yang menjadi kunci penting dalam perkembangan kemampuan melihat pada anak. Dengan menemukan peran utama jenis inhibitory neuron yang menjadi kunci dalam memediasi bagian penting dari pengembangan penglihatan, Dr. Taruna Ikrar, PhD ilmuwan asal Indonesia, yang bekerja sebagai Staf Akademik dan Saintis di UC Irvine, yang bekerjasama dengan group neurobiologists di UCLA telah menemukan pendekatan baru untuk memperbaiki gangguan penglihatan pada anak-anak yang menderita katarak atau amblyopia. Bahkan dapat melakukan pencegahan sejak awal, sehingga kelak dapat mengurangi kecacatan pada penglihatan anak tersebut.

Sebagai mana diketahui, anak-anak yang menderita amblyopia dan katarak dalam perkembangannya dapat mengakibatkan cacat permanen pada penglihatan, bahkan sekalipun telah dilakukan operasi pengangkatan katarak atau dan memperbaiki aksis amblyopia (Kelemahan penglihatan). Kekurangan ini sering merupakan akibat dari perkembangan system saraf otak yang tidak benar atau dengan kata lain terjadi suatu kesalahan dapat perkembangan sistem saraf dalam fase pertumbuhan anak tersebut.

Demikian pula karena kelemahan visual selama masa kanak-kanak. Sebaliknya, ketika terjadi katarak pada orang dewasa akan dilakukan pembedahan koreksi atau pemulihan penglihatan.

Pada penemuan tersebut, ditemukan fenomena menarik yang ditunjukkan oleh jenis atau tipe tertentu pada inhibitory neuron (neuron penghambat), yang mengontrol fase atau waktu, "periode kritis," dari pertumbuhan dan perkembangan dalam fase awal penglihatan, sebelum anak berusia 7 tahun. Hasil penelitian ini diterbitkan di Nature secara online pada tanggal 25 Agustus 2013 dan Edisi cetak Nature Minggu ke-4 Agustus 2013.

Para peneliti menemukan bahwa fungsi yang tidak tepat dari neuron atau saraf kunci selama periode kritis dalam perkembangan yang bertanggungjawab terhadap kecacatan penglihatan ini. Selain itu, dalam tes pada tikus, Dr. Taruna Ikrar bersama teamnya menggunakan senyawa obat tertentu dalam percobaan tersebut, untuk membuka kembali fase atau periode kritis ini yang menunjukkan modifikasi dan pengaruh obat tersebut dapat merangsang dan mengobati kecacatan saraf, yang diakibatkan oleh gangguan penglihatan mata selama fase awal pengembangannya.

Demikian pula, mereka menunjukkan bahwa obat yang ditargetkan pada neuron yang spesifik dan menjadi kunci pengaturan periode kritis tersebut, menunjukkan mengalami perbaikan gangguan penglihatan sentral pada anak-anak yang pernah menderita amblyopia atau katarak awal.

"Jenis neuron yang spesifik tersebut, meregulasi fase atau periode kritis selama perkembangan anak, yang selam ini masih menjadi misteri," kata Dr Taruna Ikrar.

"Terobosan kami menguraikan jalan baru untuk perawatan yang dapat mengembalikan penglihatan normal pada anak-anak yang memiliki gangguan penglihatan awal," lanjutnya.

Bersama sejawatnya, Dr Nicholas dan Dr Xu dari UC Irvine dan Drs Sandra, Elaine, Prof Jusho dari UCLA, Penelitian ini dibiayai oleh National Eye Institute (Grant EY016052) dan Institute National For Neurologic and Stroke Disorders (Grant NS078434).

Sabtu, 31 Agustus 2013

PMI Operasi 15 Orang Penderita Katarak Gratis

PMI Operasi 15 Orang Penderita Katarak Gratis

PURWOKERTO, suaramerdeka.com - Menyambut Hari Ulang Tahun PMI ke 68 pada 17 september mendatang, PMI Kabupaten Banyumas bersama Purwokerto Katarak Center menyelenggarakan Operasi Katarak bagi warga kurang mampu secara gratis pada hari Senin (19/8) dan Kamis (22/8) di Klinik Purwokerto Katarak Center, Purwokerto. 
Kepala Markas PMI Kabupaten Banyumas Kusdiantoro mengatakan bahwa Program PMI ini merupakan bentuk program pelayanan dan pengembalian dana kepada masyarakat yang terhimpun melalui pelaksanaan Bulan Dana PMI tiap tahun. “Kebetulan Purwokerto Katarak Center memiliki program yang sama yaitu operasi katarak, jadi kita lakukan bersama-sama,” terangnya.
Kusdiantoro berharap operasi tersebut dapat membantu masyarakat agar terhindar dari kebutaan akibat katarak khususnya bagi warga yang kurang mampu dengan beberapa kendala yang ada pada mereka. “Setelah seleksi melalui beberapa tahapan, ada 15 orang dinyatakan lolos screaning sehingga dilakukan operasi katarak." jelasnya.
Selain operasi katarak nantinya PMI Kabupaten Banyumas akan mengadakan Upacara peringatan dan bakti sosial (baksos ). Baksos tersebut rencananya akan dilakukan di desa Kalitapen  kecamatan Purwojati pada tanggal 22 September 2013 mendatang.
( Rifki / CN34 / SMNetwork )

Sumber :http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news_banyumas/2013/08/28/169800/PMI-Operasi-15-Orang-Penderita-Katarak-Gratis

Penderita Katarak Di Sanggau Capai 1,2 Persen

Penderita Katarak Di Sanggau Capai 1,2 Persen

SANGGAU--Data penderita penyakit katarak di Kabupaten Sanggau terbilang cukup tinggi yakni 1,2 persen dari jumlah penduduk 4-5 ratus ribu jiwa. Demikian disampaikan Wakil Bupati Sanggau, Paolus Hadi saat ditemui Selasa (20/8) pagi kemarin di RSUD Sanggau.
Paolus mengatakan, jika sampai tahun 2018 rutin dilaksanakan operasi katarak seperti ini, mungkin akan nampak angka penurunannya. Menurutnya, faktor kebiasaan dari masyarakat yang juga dari membakar lahan dan terkena asap dan polusi menjadi salah satu faktor penyebabnya selain faktor-faktor lainnya.

"Kalau setiap tahun bisa dilaksanakan pasti akan mengurangi angka yang tinggi ini. Operasi katarak ini sangat baik dan kita harapkan kegiatan ini memberi dampak yang sangat signifikan," ujarnya.

Ia juga mengharapkan agar ke depannya pelaksanaan operasi katarak tersebut dapat dilaksanakan dua kali dalam setahun. Upaya menggandeng pihak ketiga melalui program CSR menjadi salah satu solusi untuk saat ini. Namun, kedepannya pelayanan serupa bisa dilakukan oleh pemerintah setempat dengan dukungan anggaran dan tenaga medis yang memadai.

"Upaya pemkab melalui program spesialisasi ini ada semacam ikatan dinas. Ada yang dibiayai ikatan dinas dari pemda dan kesehatan. Kita sudah sekolahkan dan menunggu mereka selesai dan kembali ke Sanggau," katanya.   Ia juga berharap untuk dokter spesialis mata dan lainnya yang disekolahkan dapat mengabdikan diri di daerahnya sendiri agar kebutuhan layanan katarak bisa lebih maksimal. (sgg)

Sumber: http://www.pontianakpost.com/pro-kalbar/sanggau/7250-penderita-katarak-capai-1-2-persen.

Jumat, 30 Agustus 2013

Katarak pada Penderita Diabetes Melitus

Katarak pada Penderita Diabetes Melitus

SEORANG pasien laki-laki berumur 60 tahun datang dengan keluhan utama mata kabur sejak 1 tahun yang lalu. Penglihatan seperti kabut. Selain itu pasien juga mengeluh silau terutama pada malam hari saat tersorot lampu kendaraan. 


Pasien ini memiliki riwayat sakit diabetes melitus sudah hampir 10 tahun. Setelah diperiksa menggunakan senter, terlihat lensa pada matanya mengalami kekeruhan sehingga lensa tidak transparan dan pupil tampak berwarna putih. Pasien ini terdiagnosis menderita katarak. 



Katarak merupakan kelainan mata yang ditandai dengan kekeruhan lensa, terutama disebabkan oleh proses degenerasi yang berkaitan dengan usia. Namun demikian, katarak dapat juga disebabkan oleh proses radang intraokular, trauma, infeksi dalam kandungan, dan faktor keturunan. Selain itu, katarak dapat dipermudah timbulnya pada situasi dan kondisi tertentu misalnya: penyakit diabetes mellitus, merokok, hipertensi, peningkatan asam urat serum, radiasi sinar ultraviolet B, myopia tinggi, kekurangan anti oksidan, dan lain-lain. Biasanya kekeruhan mengenai kedua mata dan berjalan progresif ataupun dapat tidak mengalami perubahan dalam waktu yang lama. 



Akibat kekeruhan lensa mata, sinar yang masuk ke selaput jala akan terganggu, dengan demikian terjadilah gangguan tajam penglihatan. Gangguan tajam penglihatan yang terjadi dapat ringan dengan keluhan silau, terutama kalau terkena sinar yang sangat terang. Pasien juga mengeluh penglihatan seperti berasap. Hal ini sesuai dengan luas serta letaknya kekeruhan lensa. Namun pada saatnya kekeruhan lensa akan meluas dan menimbulkan gangguan tajam penglihatan sampai tingkat kebutaan.



Survei 



Survei kesehatan indera penglihatan di Indonesia tahun 1993 - 1996 menunjukkan angka kebutaan 1,47%. Penyebab utama kebutaan adalah katarak (1,02%), glaucoma (0,16%), kelainan refraksi (0,14%), kelainan retina 0,09%, dan kelainan kornea 0,06% (Depkes 1997). Diperkirakan 12 orang menjadi buta tiap menit di dunia dan 4 orang di antaranya berasal dari Asia tenggara. Jumlah ini akan meningkat menjadi dua kali pada tahun 2020, hal ini berkaitan dengan jangka umur harapan hidup yang meningkat. Diperkirakan bahwa 80% dari seluruh kasus kebutaan dapat dipulihkan kembali, termasuk di sini terutama kebutaan katarak. Kebutaan tidak hanya berdampak pada individu, namun juga menimbulkan masalah kesehatan masyarakat, sosial dan ekonomis.



Pada pasien diatas diketahui memiliki riwayat sakit diabetes melitus selama 10 tahun dimana diabetes melitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan timbulnya hiperglikemia (peningkatan glukosa dalam darah yang berlebihan) akibat gangguan sekresi insulin, dan atau peningkatan resistensi seluler terhadap insulin. Hiperglikemia kronik dan gangguan metabolik DM lainnya akan menyebabkan kerusakan jaringan dan organ, seperti di mata, ginjal, syaraf, dan sistem vaskular.



Glukosa diperlukan oleh mata dalam memproduksi ATP yang sangat bermanfaat dalam menjaga kejernihan lensa. Ketersediaan glukosa pada lensa akan menjaga kejernihan lensa, tetapi apabila glukose diambil, lensa akan menjadi keruh dalam beberapa jam walaupun oksigen tersedia cukup. Bila ada gangguan metabolisme pada lensa akibat proses kimia, trauma mekanik, atau elektrik maupun radiasi akan terjadi kekeruhan lensa. 



Sedangkan, kadar glukosa yang terlalu tinggi dalam darah (hiperglikemi) akan mengakibatkan terjadinya penimbunan sorbitol (hasil dari metabolisme glukosa) dalam lensa yang akan menyebabkan terjadinya pembengkakan lensa akibat masuknya air. Pada awalnya mata mampu melakukan kompensasi, tetapi pada saat yang sama pasien telah mengalami perubahan tajam penglihatan. Penyulit lanjut berupa pembengkakan dan kerusakan serabut lensa dan pasien akan mengeluh adanya glare atau silau. Perubahan selanjutnya timbul kekeruhan lensa atau katarak diabetes.



Tidak ada obat untuk menghilangkan katarak, karena hanya bisa hilang dengan operasi dan diganti dengan lensa yang jernih. Sebelum melakukan operasi, dokter akan melakukan pemeriksaan dahulu secara lengkap. Mulai dari pemeriksaan gula darah, pemeriksaan fungsi retina, serta pemeriksaan ukuran lensa tanam. Dan hasil operasi akan bagus bila fungsi retina dan organ lainnya dalam kondisi baik. Pada pasien dengan diabetes melitus hendaknya menunggu operasi hingga kadar gula darahnya terkontrol yaitu dibawah 200 mg/dl, untuk menghindari terjadinya komplikasi setelah operasi. 

* dr. Ayu Thea Primanita Mawan

Sumber : http://www.balipost.co.id/mediadetail.php?module=detailberita&kid=24&id=79163

Rabu, 28 Agustus 2013

Operasi Lasik Aman Hilangkan Gangguan Mata

Operasi Lasik Aman Hilangkan Gangguan Mata

Senin, 26 Agustus 2013
JAKARTA (Suara Karya): Operasi lasik yang dapat menghilangkan mata minus, plus dan silinder, tidak menyebakan katarak. Namun, katarak memang sering muncul lebih awal pada seseorang yang memiliki mata minus yang tinggi.
"Lasik dan katarak itu dua hal yang berbeda. Tetapi memang katarak muncul lebih awal pada orang yang minus tinggi. Dan, mereka yang melakukan operasi lasik itu biasanya yang matanya minus tinggi," kata dr Anneta Mariza, SpM dari Klinik Mata Nusantara (KMN) usai melakukan i-lasik terhadap artis Sigi Wimala, di Jakarta, akhir pekan lalu.
Hal itu terkait dengan rumor yang beredar bahwa operasi lasik dapat menimbulkan katarak. Sehingga orang yang menderita minus tinggi enggan melakukan lasik. Padahal, lasik merupakan operasi yang paling aman dan cepat untuk menghilangkan gangguan mata minus, mata plus dan mata silinder.
Dr Arnetta menjelaskan, katarak adalah penyakit yang membuat mata terasa berkabut sehingga mengganggu penghilangan. Penyakit tersebut umumnya terjadi pada setiap orang yang memasuki usia tua, tanpa terkecuali. Apalagi mereka yang tinggal di daerah tropis, yang kaya matahari.
"Setiap orang akan terkena katarak sebagai bagian dari proses penuaan. Namun, pada sebagian orang katarak bisa muncul pada orang usia yang lebih muda atau awal usia 40 tahun. Dan kebanyakan mereka yang mengalami mata minus tinggi. Jadi tidak perlu takut operasi lasik," tuturnya.
Karena itu, dr Arnetta menegaskan, seseorang operasi lasik atau tidak jika usianya menjelang lanjut akan terkena katarak. (Tri Wahyuni)

 
 
sumber: http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=333133




Cegah Kebutaan dengan Mematikan Gen

Cegah Kebutaan dengan Mematikan Gen

TEMPO.CO, Massachusetts - Sebuah penelitian menunjukkan sindrom Macular degeneration atau penglihatan berkurang karena penuaan dapat dicegah dengan mematikan salah satu gen dalam sistem kekebalan tubuh. Para peneliti dari Massachusetts Eye dan Ear, Amerika Serikat, menggunakan tikus guna menemukan gen yang memiliki susunan "sistem pelengkap" dari kekebalan tubuh yang akan dimatikan.

Gen pada sistem kekebalan yang dimatikan adalah penyebab sindrom penurunan penglihatan. Hasil penelitian ini sudah ditebitkan dalam jurnal Human Molecular Genetics, Jumat, 16 Agustus 2013. Macular degenerations bisa terjadi pada dalam beberapa bentuk. Bahkan, ada pula yang menyebutkan bahwa Macular degenerations merupakan penyakit bawaan yang dapat mempengaruhi penglihatan anak-anak dan remaja.

Di negara maju, Macular degeneration telah dinyatakan sebagai penyebab kebutaan selama 65 tahun. Sebelumnya, sebuah studi genetika menunjukkan, beberapa komponen dari "sistem kekebalan" merupakan faktor utama pada kebutaan akibat macular degeneration.

Jika ada anggota keluarga yang memiliki sindrom seperti ini, memang sebaiknya lebih waspada dengan mencegahnya sebelum menurun pada generasi berikutnya. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya resiko Macular Degeneration adalah, merokok, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan obesitas. Cara mencegah Macular degeneration ini adalah dengan menghindari faktor risikonya.

THIRD AGE | RINDU P HESTYA
Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/08/19/060505427/Cegah-Kebutaan-Dengan-Mematikan-Gen

Senin, 26 Agustus 2013

27 Warga Lengkiti Ikut Operasi Katarak, Habiskan Dana Rp162 Juta

PALEMBANG -  Sebanyak 27 pasien penderita katarak yang berasal dari Kecamatan Lengikiti, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Induk mendapat bantuan operasi  katarak gartis.  Kegiatan dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat  (PNPM) Mandiri ini menghabiskan dana sekitar Rp162 juta. Konsultan PNPM Mandiri, Dedi Suryadi ST mengatakan, bantuan ini di berikan untuk masyarakat yang kurang mampu. Operasi katarak ini pun dilaksanakan di Rumah Sakit Mata Provinsi Sumsel.  “Mereka yang melaksanakan operasi ini mesti menginap karena waktu yang di butuhkan sekitar tiga hari. 
“ Kegiatan ini dilaksanakan karena untuk partisipasi masyarakat Kecamatan Lengkiti OKU Induk. Dana yang digunakan juga berasal dari PNPM Mandiri yang kita sumbang untuk pembiayaan pengobatan gratis ini,”ujarnya yang di temui di sela – sela kegiatan, senin (26/8). Menurut Dedi, banyak masyarakat lengkiti yang menderita katarak, namun susahnya untuk mengarahkan masyarakat tersebut untuk melakukan pengobatan membuat hanya 27 orang yang terdata untuk melakukan operasi ini. 
“ Masih banyak masyarakat yang primitif serta rasa takut yang berlebihan untuk mengajak mereka berobat dan melakukan operasi ini. Sekitar 10 orang yang tidak mau melakukan operasi katarak, sebab mereka takut tidak sehat malah bertambah parah,” terang Dedi. (cj7/afi). Baca selengkapnya di Sumatera Ekspres dan Sumatera Ekspres Online, besok (27/8).

Ditulis oleh Redaktur Sumeks   
Senin, 26 Agustus 2013 19:00








http://sumeks.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=17788:27-warga-lengkiti-ikut-operasi-katarak-habiskan-dana-rp162-juta-&catid=60:news-update&Itemid=134