Cari

Senin, 21 Januari 2013

Bonifasius Bocah Penderita Katarak Asal Kupang Akhirnya Dibawa ke RSPAD

TRIBUNNEWS.COM   JAKARTA, --Bonifasius (8), bocah pengidap  katarak sejak lahir asal Atambua   yang sebelumnya sempat ditolak dioperasi di RST Atambua, akhirnya dibawa ke Kupang,,
Kini  guna  menjalani  perawatan  dan terapi lebih  lanjut   untuk dapat  melihat  kembali  Boni  nama  panggilan  dari Bonifasius   akhirnya  diberangkatkan  ke  Jakarta  Minggu  (20/1/2013).
Keberangkatanya  ke  Jakarta  Boni didampingi  kedua  orang  tuanya Yakobus Maran dan  istrinya  Lusinirda  serta  dokter pendamping  dr Januar  dari  Rumah  Sakit  Tentara  (RST) Wirasakti, Kupang.
Menurut  dr Januar  kepada Tribunnews.com  Senin pagi (21/1/2013) di  RSPAD  Jakarta,  dipilihnya  RSPAD , mengingat  saat  ini  Boni  dalam rawatan Rumah Sakit  Tentara Wirasakti  Kupang,  sehingga  untuk  pengobtan serta perawatan dan terapi  matanya  dipilih Rumah Sakit Pusat  Angkatan  Darat (RSPAD)  yang  memiliki  fasilitas  jauh  lebih  baik.
Nantinya  kata Januar , Boni  juga  akan  menjalani  terapi pada  matanya secara  perlahan, mengingat  anak  usia  (8) ini sejak lahir  tidak dapat  melihat. “ Sehingga  untuk  membuka mata  secara perlahan-lahan  dia harus menjalani terapi  khusus  yang  saat ini  memang  ada di RSPAD, Jakarta.
Sebelum  dirawat  ke  Jakarta  Boni telah  menjalani pemeriksaan USG di RSU Prof. Dr. WZ Yohannes Kupang.
Semua biaya Bonifasius selama di Kupang maupun  selama  berada di Jakarta  menurut  penjelasan   Manajer Produk PT Sido Muncul Retnowidawati  ditanggung oleh Sidomuncul.

OPERASI KATARAK MURAH

3.750.000/mata, Daftar Segera :

Philips: 0855 789 10 25
Ravael: 0813 190 429 60

http://operasikatarak.blogspot.com/


Karena  selama  ini  dalam  melaksanakan  bakti  sosial operasi  katarak  secara  gratis  kepada  masyarakat  tidak  mampu  Sidomuncul  juga  menggandeng  beberapa  Kodam dan Rumah  Sakit  Tentara (RST)  di berbagai daerah  termasuk  RSPAD  di Jakarta,  sehingga  menurut  Retnowidawati  atau  yang  akrab  disapa Wiwied dalam  penanganan  Boni  pihak  Sidomuncul  memperoleh  kemudahan-kemudahan  dari  pihak  RSPAD
Sebelumnya, Boni pernah  ditolak dioperasi di RST Atambua karena harus menjalani sejumlah pemeriksaan tambahan
Penolakan ini membuat Lusinda dan Yakobus kecewa. "Mau bagaimana lagi," kata Lusinda dengan mata berkaca-kaca  November  tahun  lalu.
Kejadian ini diketahui oleh Wiwied sehingga Boni kembali dipanggil di RST dan diputuskan pemeriksaan lanjutan berupa USG untuk Boni dilakukan di Kupang.
Terhadap hal ini Yakobus Maran dan Lusinda menyampaikan terimakasih kepada Sido Muncul dan semua pihak yang terlibat dalam upaya menangani anak mereka.
"Terima kasih Tuhan. Terima kasih Sido Muncul. Terima kasih  ibu Wied, mas Wahyu  dan para dokter tentara. Semoga Boni bisa dioperasi," kata Yakobus.

Sumber : http://www.tribunnews.com/2013/01/21/bonifasius-bocah-penderita-katarak-asal-kupang-akhirnya-dibawa-ke-rspad





























 

Minggu, 13 Januari 2013

Perdami Jateng Sayangkan Dukungan Minim Pemprov pada Katarak

PATI – Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Jateng, menyayangkan minimnya dukungan pemerintah provinsi (Pemprov) terhadap penanganan penyakit katarak.
Padahal, menurut anggota Satuan Penanggulangan Buta Katarak Perdami Jateng, dr Tri Laksana, jumlah penderita katarak di Jateng menduduki peringkat kedua secara nasional.
“Pemprov Jateng tak menyediakan anggaran khusus dalam APBD untuk penanggulangan dan operasi katarak,” katanya kepada wartawan di sela operasi katarak gratis yang digelar Djarum Foundation Bhakti Sosial di Rumah Sakit (RS) Keluarga Sehat, Pati, Sabtu (12/1/2013).
Kegiatan operasi katarak tersebut diikuti sebanyak 57 orang berasal dari keluarga tak mampu dari wilayah Pati.
Dengan tak adanya dukungan dana untuk melakukan operasi katarak ini, lanjut dr Tri, maka ribuan penderita katarak di Jateng yang kebanyakan warga kurang mampu terancam kebutaan.
“Padahal melalui tindakan operasi ringan, penyakit katarak bisa disembuhkan,” tandasnya.
Jumlah penderita katarak di setiap kabupaten/kota di Provinsi Jateng diperkirakan rata-rata sekitar 10.000 orang.
“Saat ini kami dengan dukungan pihak swasta seperti PT Djarum hanya mampu melakukan operasi sekitar 4.000 penderita katarak,” imbuhnya.
Corporate Communication Djarum Foundation Bhakti Sosial, Bintang MM Aurelvina, dalam kesempatan sama menyatakan, pada 2012 telah melakukan operasi gratis kepada sekitar 450 orang.
“Pada 2013, target kami menggelar operasi katarak gratis untuk sekitar 450 orang di beberapa daerah d Jateng, seperti Pati dan Kudus,” jelas dia
 SUMBER : http://www.solopos.com/2013/01/12/perdami-jateng-sayangkan-dukungan-minim-pemprov-pada-katarak-367593



690 Ribu Orang Buta

jumat, 11 januari 2013 00:34 WIB

Diperkirakan Akibat Katarak

690 Ribu Orang Buta

CICENDO (GM) - Sekitar 690.000 warga Jawa Barat diperkirakan mengalami kebutaan. Dari jumlah tersebut, sebagian besar kebutaan diperkirakan akibat katarak.
"Saat ini sekitar 1,1 persen dari penduduk Jabar mengalami kebutaan. Itu memang masih berada di bawah tingkat kebutaan nasional yang mencapai 1,5 persen. Namun angka tersebut tetap tinggi. Karena Indonesia termasuk negara dengan tingkat kebutaan tertinggi di dunia," ungkap Direktur Utama RS Mata Cicendo, dr. Hikmat Wangsaatmadja di RS Mata Cicendo, Kamis (10/1).

Saat ini penduduk Jabar berjumlah sekitar 46.497.175 jiwa. Sehingga diperkirakan ada sekitar 690.000 orang lebih yang mengalami kebutaan.

Hikmat mengatakan, kebutaan yang terjadi lebih dikarenakan katarak. Katarak sebenarnya bisa diobati melalui operasi dan semua orang yang berusia lebih dari 40 tahun berpotensi mengalami katarak. Hanya saja, lanjut Hikmat, pengetahuan masyarakat tentang katarak masih sangat minim.

"Sebagian besar masyarakat tidak mengetahui katarak. Kalaupun mengetahuinya, masih banyak yang takut untuk dioperasi," ujarnya.

Menurutnya, jumlah kebutaan yang cukup tinggi tersebut bisa memengaruhi produktivitas Jabar. Karena kebutaan bukan hanya membuat seseorang menjadi kurang produktif, tetapi juga membuat dua orang lainnya menjadi kurang produktif. Setiap orang buta diperkirakan memerlukan dua orang lain untuk menjaganya.

"Jika kurang produktif maka akan berpengaruh pada penghasilan, juga akan berbuntut pada tingkat pendidikan. Hal ini sebenarnya yang harus menjadi perhatian dari kita semua," tuturnya.

Hikmat mengatakan, RS Mata Cicendo setiap tahun menangani 150.000 pasien dengan berbagai keluhan. Pasien katarak menjadi salah satu keluhan terbanyak yang ditangani RS Mata Cicendo.

"Tetapi setiap tahun kita hanya melakukan 13.000 operasi. Sebanyak 7.000 dilakukan di rumah sakit dan 6.000 operasi lainnya dilakukan di luar rumah sakit. Operasi di luar rumah sakit itu dilakukan di seluruh Indonesia," jelasnya.

"Karena RS Mata Cicendo merupakan pusat mata nasional, kita bekerja di seluruh Indonesia. Kita juga sering jemput bola dengan mendatangi daerah-daerah dan melakukan operasi di lokasi," pungkasnya.
(B.98)**
 SUMBER : http://www.klik-galamedia.com/690-ribu-orang-buta
 
 
 
 Operasi katarak Murah
harga 3.750.000,-/mata
 
Segera hubungi : 
 
Philips: 0855 789 10 25 
Ravael: 0813 190 429 60
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 


Minggu, 06 Januari 2013

Fakoemulsifikasi; Operasi Katarak Paling Aman & Cepat

Fakoemulsifikasi; Operasi Katarak Paling Aman & Cepat sebenarnya akan mengalami katarak. Sebab, katarak pada akhirnya akan menyerang setiap Lansia. Apa yang disebut KATARAK? Menurut Dr. Setiyo Budi Riyanto Spm, Ophthalmologist pada sebuah rumah sakit besar di Jakarta, katarak adalah perubahan lensa mata yang tadinya jernih dan tembus cahaya menjadi keruh. Katarak menyebabkan penderita tidak bisa melihat dengan jelas. Pada penderita katarak, cahaya sulit mencapai retina sehingga bayangan pada retina menjadi tidak jelas atau kabur. Keadaan ini sama seperti hasil pemotretan yang tidak jelas akibat lensa kamera yang kotor. Kondisi ini disebabkan oleh berbagai hal. Diantaranya antara lain; disebabkan oleh proses degeneratif, terkena sinar UV berlebihan, penggunaan suatu jenis obat-obatan terlalu lama, efek samping dari diabetes, darah tinggi serta usia tua menjadi salah satu penyebab katarak. Ada juga kemungkinan katarak timbul di usia muda, misalnya sejak lahir atau akibat dari kecelakaan. Katarak dapat pula terjadi pada bayi karena sang ibu terinfeksi virus pada saat hamil muda. "Setiap orang pada dasarnya pasti akan mengalami katarak. Hanya saja gradasi atau ketebalan kataraknya masing-masing orang tidak sama. Pada kasus orang yang memiliki penyakit diebetes biasanya katarak akan lebih cepat timbul dari pada pada orang normal. Selain itu, orang-orang yang bekerja yang sering terkena papar matahari, juga kemunculan katarak akan lebih cepat," ungkap dr. Setiyo budi. Gejala Katarak Gejala umum yang sering dialami oleh pasien yang mengalami katarak ini diantaranya adalah penglihatan tidak jelas, seperti terdapat kabut menghalangi objek, peka terhadap sinar atau cahaya, dapat melihat dobel pada satu mata, memerlukan pencahayaan yang terang untuk dapat membaca, Lensa mata berubah menjadi buram seperti kaca susu,pandangan kabur atau berkabut seperti melihat melalui kaca yang berembun, ukuran kaca mata sering berubah, sering merasa silau pada siang hari atau pada cahaya yang berlebihan dan dapat melihat bayangan ganda pada saat mengemudi di malam hari...............................................................................
 .....................................................................................
 ..................................................
....................................... Selengkapnya baca dari sumber.
Sumber : http://www.majalahexcellent.com/artikel/19/fakoemulsifikasi;-operasi-katarak-paling-aman-&-cepat 

OPERASI KATARAK MURAH Cukup dengan Rp.3.750.000/mata, 
untuk keterangan lebih lanjut dapat hubungi : 
Philips: 0855 789 10 25 
Ravael: 0813 190 429 60

Silau Lihat Matahari, Waspada Gejala Katarak

RASA silau saat melihat matahari jangan disepelekan. Pasalnya, hal tersebut merupakan gejala dari penyakit katarak.

Silau saat melihat matahari mungkin dianggap sebagian orang sebagai suatu kewajaran. Namun, itu merupakan salah satu gejala dari penyakit katarak. Hal tersebut dikatakan oleh dr. R. Muhamad Ramdani, SpM, spesialis mata RS Awal Bros, Tangerang.

“Rasa silau saat melihat matahari merupakan efek dari lensa mata yang sudah keruh. Sinar matahari yang masuk dipantulkan dan membuat bias di mata penderita katarak,” katanya saat diwawancara Okezone di RS Awal Bros, Tangerang, Jumat (28/12/2012).

Selain silau saat melihat matahari, dr. Ramdani menambahkan, gejala lain dari penyakit katarak adalah tidak fokus saat melihat sesuatu (berbayang). Tak hanya itu, penglihatan penderita katarak akan merasakan seperti tertutup kabut, sehingga tidak dapat melihat dengan jelas. Jalan terbaik, diakuinya, melalui tindakan medis.

“Jalan terbaik penyakit katarak adalah operasi,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, untuk menghindari penyakit mata katarak, dr. Ramdani menyarankan agar memeriksakan mata saat menginjak usia 40 tahun.
(tty)
SUMBER: http://health.okezone.com/read/2012/12/28/482/738641/silau-lihat-matahari-waspada-gejala-katarak 

OPERASI KATARAK MURAH 
3.750.000/mata termasuk pemeriksaan sebelum Operasi segera daftar via sms ke no tlp :
Philips: 0855 789 10 25
Ravael: 0813 190 429 60 
http://operasikatarak.blogspot.com/2012/09/blog-post.html