Cari

Selasa, 26 Februari 2013

DKK Imbau CSR dalam Bentuk Operasi Katarak


BALIKPAPAN - Operasi katarak gratis yang menjadi rangkaian ulang tahun ke-116 Kota Balikpapan digelar Dinas Kesehatan Kota (DKK), Jalan Sudirman, Pasar Baru, Selasa (26/2).

Kepala DKK drg Dyah Muryani mengatakan dalam kegiatan sosial ini pihaknya bekerja sama dengan Balai Kesehatan Mata dan Olahraga Masyarakat (BKMOM) Provinsi Kalimantan Timur dengan menyiapkan tiga dokter spesialis bedah mata dan tujuh tenaga medis. Operasi katarak diikuti 50 calon pasien yang berusia rata-rata di atas 60 tahun dari golongan masyarakat kurang mampu.

“Mereka sebelumnya telah diseleksi melalui puskesmas masing-masing kelurahan. Sementara DKK hanya sebagai fasilitator,” katanya.

Menurut Dyah, katarak termasuk penyakit yang tidak dapat dicegah karena faktor penuaan, bahkan bisa menjadi penyakit keturunan. Oleh karena itu setelah menjalani operasi, diharapkan kualitas hidup pasien dapat meningkat serta lebih menjaga kesehatan dan pola hidup.

“Kami juga berharap program CSR (corporate social responsibility, Red) perusahaan-perusahaan di Balikpapan bisa dalam bentuk bantuan operasi katarak. Sebab, penderita katarak cukup banyak. Kami pun bersedia memfasilitas perusahaan-perusahaan,” urai Dyah.

Sementara, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Sosial (Disnakersos) Amin Latief yang mewakili Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan, pertumbuhan penderita katarak di Balikpapan cukup banyak, walaupun sebenarnya angka kebutaan bisa ditekan dengan cara operasi.

“Sayangnya yang sering menjadi kendala di masyarakat adalah biaya. Meskipun operasi katarak tidak semahal operasi besar lainnya seperti jantung, namun kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat yang kekurangan,” tuturnya.

Sebelum dimulainya operasi, para calon pasien sejak pekan lalu telah menjalani proses screening agar siap dioperasi. Dari 180 calon pasien yang mendaftar, hanya 50 orang saja yang lolos screening. Kemarin, usai didata dan menjalani proses pemeriksaan kesehatan terakhir para calon dibius lokal di sekitar mata baru kemudian menjalani operasi sesuai dengan nomor urutannya. Operasi ini berlangsung 10-15 menit untuk kasus biasa dan 30 menit untuk kasus dengan infeksi berat. Kegiatan akan dilaksanakan selama dua hari atau sampai hari ini, di mana dalam satu hari panitia mengoperasi 25 pasien.(*/nno/tom/k1)

Sumber : http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/13250/dkk-imbau-csr-dalam-bentuk-operasi-katarak.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar