Cari

Selasa, 26 Maret 2013

Sidomuncul Target Raup IPO Rp 1,5 Triliun

SURABAYA-PT Sidomuncul memastikan akan melantai di bursa efek indonesia pada pertengahan tahun ini. Perusahaan jamu tradisional tersebut menargetkan dapat menghimpun dana sebesar Rp 1,5 triliun yang akan dipergunakan untuk pengembangan pabrik ke depan.


Perwakilan Direksi PT Sidomuncul Ricco Andrea Hidayat mengatakan rencana initial public offering (IPO) akan direalisasikan pertengahan tahun ini. "Sekitar bulan Juni atau Juli," kata Ricco saat ditemui di sela Bakti Sosial Operasi Katarak di RSAL dr Ramelan, Senin (25/3).

Dijelaskan, dalam pelaksanaan IPO nanti pihaknya akan melepas kurang dari 10 persen saham. Sedangkan target dana yang dihimpun senilai Rp 1,5 triliun. Rencananya, perolehan dana tersebut akan dipergunakan untuk pengembangan pabrik. "Di antaranya untuk investasi mesin baru, penambahan pabrik serta ekspansi ke luar negeri," urainya.

Selama ini, produk buatan Sidomuncul sudah dikenal di berbagai belahan dunia, khususnya Tolak Angin. Antara lain diekspor ke Malaysia, Singapura, Hongkong, Jepang dan negara lainnya. Ke depan, pihaknya akan memperkuat pasar Eropa. Selama ini pasar tersebut belum digarap secara maksimal.

Ditambahkan product manager PT Sidomuncul Retna Widawati permintaan pasar internasional terhadap produk Tolak Angin kian meningkat. Diyakini, potensi pasar luar negeri pun masih besar, salah satunya di Eropa. Apalagi di sana belum ada distributor resmi, sehingga pihaknya hanya melayani permintaan dari pembeli secara langsung.

"Kami yakin terhadap potensi yang ada, karena itu akan kami maksimalkan. Seperti di Eropa, belum ada distributor khusus. Jadi, mereka (para pembeli, Red) impor ketika perlu saja. Padahal, kalau diperhatikan permintaan mereka cukup besar. Ditambah, tren back to nature makin menguat," tandas dia.

Sejalan dengan rencana perusahaan terus mengembangkan market Tolak Angin, pihaknya optimistis produk tersebut dapat menunjukkan pertumbuhan positif. Tahun ini, produk Tolak Angin ditarget tumbuh 25-30 persen. Terkait kinerja pertumbuhan di Jatim tahun lalu, pihaknya mampu mendongkrak pertumbuhan hingga 20 persen. Tertinggi dari penjualan Kuku Bima Ener-G lalu disusul Tolak Angin.

Sementara itu, tahun ini pihaknya menargetkan melakukan pembiayaan operasi katarak minimal sebanyak 13.000 pasien. Tahun lalu, dalam kegiatan corporate social responsibility tersebut pihaknya telah membiayai sebanyak 12.764 pasien. "Kalau hari ini ada sebanyak 125 pasien yang dioperasi, maka dari awal tahun sampai sekarang sudah genap 1.800 pasien," tambah Retna yang juga ketua koordinator CSR katarak. (res)
 
 
 
 
 
 
 
 
 
OPERASI KATARAK MURAH
Cukup dengan Rp.3.750.000/mata,untuk keterangan lebih lanjut dapat hubungi :
 

Philips: 0855 789 10 25
Ravael: 0813 190 429 60 
http://imageshack.us/a/img198/8828/brochureupdate17122010u.jpg

100 Pasien Katarak Dioperasi Gratis

indosiar.com, Jakarta - (Rabu, 20.03.2013) Peduli Kasih Indosiar terus memberikan bantuan bagi penderita yang kurang mampu. Beberapa waktu lalu Peduli Kasih Indosiar bekerjasama dengan pihak terkait memberikan bantuan operasi katarak mata secara gratis kepada 100 pasien di RSCM. Selain itu seorang bocah penderita kelainan telinga juga mendapatkan bantuan.
Bekerjasama dengan Persatuan Dokter Mata Indonesia dan Klinik Kana, program Peduli Kasih Indosiar memberikan bantuan operasi katarak mata gratis, kepada 100 pasien kurang mampu di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Para pasien rata - rata berusia lanjut dan dari kalangan keluarga yang tidak mampu. Sebelum dioperasi para penderita ini melewati sejumlah tahap pemeriksaan.
Penderita katarak mata di Indonesia tergolong yang tertinggi dikawasan Asia Tenggara. Bantuan dari para pemirsa Indosiar ini disambut bahagia para penderita, termasuk Warsito yang sehari - hari bekerja sebagai seorang sopir.
Bantuan serupa diberikan kepada Novalisa Valentina Putri, yang menderita kelainan  pada daun telinga. Beberapa waktu lalu bocah 4 tahun ini kembali menjalani operasi lanjutan kontruksi daun telinga di Rumah Sakit Pantiwilasa Citarum, Semarang, Jawa Tengah.
Novalisa menderita penyakit bawaan tanpa daun telinga sejak lahir. Dimana pada bagian kiri sama sekali tidak memiliki daun telinga, sedangkan pada bagian kanan daun telinga menempel tidak sempurna.
Pihak rumah sakit dan orangtua Novalisa menyambut gembira bantuan Peduli Indosiar ini karena sangat menolong balita yang mengalami gangguan pendengaran.
Operasi tahap kedua ini diharapkan membantu Novalisa memiliki pendengar yang lebih baik untuk masa yang akan datang. (Tim Liputan/Sup)





Bookmark and Share 
sumber : http://www.indosiar.com/fokus/100-pasien-katarak-dioperasi-gratis_104349.html




OPERASI KATARAK MURAH
Cukup dengan Rp.3.750.000/mata,untuk keterangan lebih lanjut dapat hubungi :
 

Philips: 0855 789 10 25
Ravael: 0813 190 429 60 
http://imageshack.us/a/img198/8828/brochureupdate17122010u.jpg


Rabu, 13 Maret 2013

Bupati tinjau operasi katarak gratis

Bupati tinjau operasi katarak gratis

WASPADA ONLINE

SIMALUNGUN - Bupati Simalungun JR Saragih, meninjau pelaksanaan operasi katarak gratis yang dilaksanakan Pemkab Simalungun bekerjasama dengan lembaga kemanusiaan dari Amerika Serikat, Tears International.

Bupati bersama Asisten dan sejumlah pimpinan SKPD di antaranya Kadishub Kominfo Mixnon Andreas Simamora, Kepala Satpol PP M Silalahi, Kadis Kesehatan Saberina Ginting, Kabag Humas dan Protokoler Mudahalam Saragih, menyapa dan memberi motivasi peserta di RSUD Tuan Rondahaim Pamatang Raya, hari ini.

Bupati menyambut baik program ini yang merupakan bentuk layanan kesehatan kepada masyarakat khususnya kaum tua, apalagi tanpa biaya sampai pengobatan sembuh. “Biaya perawatan ditanggung sampai sembuh, kalau ada yang meminta bayaran, lapor kepada saya,” katanya saat berbincang-bincang dengan pasien.

Direktur RSUD Tuan Rondahaim, dr Dame Saragih melaporkan peserta yang mengikuti program ini mencapai 300 orang yang berasal dari kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar.

Dame menyebutkan, ada 300 pasien yang sebelumnya didata dari puskesmas-puskesmas di kecamatan. Sedangkan Penanganan operasi selama dua hari ini oleh tim dokter dari Dinas Kesehatan Pemprovsu UPT Kesehatan Indera Masyarakat.

Radim Saragih (81 tahun) warga Nagori Merek Raya Kecamatan Raya, Anim Sitorus (46) dan Nuriati (38) warga Nagori Bosar Galugur Kecamatan Tanah Jawa senada menyampaikan rasa sukur dengan operasi katarak gratis ini.

“Saya tidak bisa melihat dengan baik sudah puluhan tahun dan belum pernah dioperasi karena tidak mampu dengan biaya operasi. Sukur ada petugas puskesmas datang dan memasukkan saya dalam operasi katarak ini,” ujar Anim Sitorus.

Editor: SASTROY BANGUN
(dat06/antara)
 sumber : http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=282064:bupati-tinjau-operasi-katarak-gratis&catid=15:sumut&Itemid=28



----------------------------------------------------------------
OPERASI KATARAK MURAH
Cukup dengan Rp.3.750.000/mata,untuk keterangan lebih lanjut dapat hubungi :
 

Philips: 0855 789 10 25
Ravael: 0813 190 429 60 
http://www.operasikatarak.blogspot.com/

Senin, 11 Maret 2013

Penderita Katarak Perlu Perhatian Serius

YOGYAKARTA, (PRLM).- Penderita katarak di Indonesia mencapai 1,5 persen dari total penduduk, ini menunjukkan pentingnya perhatian serius dari berbagai pihak yang peduli. Jumlah tersebut merupakan tertinggi di Asia Tenggara.
Sebagian penderita katarak para usia lanjut di pedesaan. Karena kemampuan ekonominya yang terbatas, mereka memerlukan bantuan untuk biaya operasi. Bantuan tersebut tengah digalakkan oleh Persatuan Dokter Ahli Mata Indonesia (Perdami) bekerjasama dengan sponsor seperti PT Sido Muncul, Pundi Amal SCTV dan berbagai pihak lain.
PT Sido Muncul sebagai contoh, telah bergerak menyeponsori bakti sosial operasi katarak di berbagai kota di tanah air, jumlahnya sejak awal 2011 hingga awal 2013 mencapai 19.950 pasien, yang semuanya dari keluarga kurang mampu.
Group Product Manager PT Sido Muncul Retno Widowati menyatakan target operasi katarak gratis sebanyak 30 ribu pada tahap pertama. Jika target tersebut terlampau, manajemen mengavaluasi dan besar kemungkinan melanjutkan program ini selama penderita dari kalangan kurang mampu masih memerlukan.
“Kami sudah bekerjasama dengan 158 rumah sakit yang tersebasar di 25 provinsi untuk melaksanakan operasi katarak. Kita manargetkan operasi katarak mencapai target 30 ribu akhir 2013,” ujar dia, Minggu (10/3) usai bakti sosial operasi 50 penderita katarak di RS Puri Husada, Sleman.(A-84/A-147)***
sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/node/226367





OPERASI KATARAK MURAH
Cukup dengan Rp.3.750.000/mata,untuk keterangan lebih lanjut dapat hubungi :
 

Philips: 0855 789 10 25
Ravael: 0813 190 429 60 
http://www.operasikatarak.blogspot.com/

RSUD Wonogiri Kekurangan Peralatan Operasi Katarak

WONOGIRI--RSUD Soediran Mangun Sumarso (SMS) Wonogiri kekurangan peralatan operasi katarak. Rumah sakit ini hanya memiliki satu alat operasi, itu pun masih konvensional.
Keterbatasan itu membuat pihak RSUD harus mendatangkan dua unit alat operasi katarak modern untuk menangani operasi 40 penderita katarak dalam program operasi katarak gratis bersama PDIP di RSUD setempat, Jumat (8/3/2013).
Selain peralatan, RSUD SMS juga masih membutuhkan tenaga untuk penanganan operasi katarak. Direktur RSUD SMS Wonogiri, Setyarini (Rini) mengakui keterbatasan tersebut.  Untuk itu, guna merampungkan operasi katarak 40 orang, pihaknya mendatangkan empat dokter dari Satuan Penanggulangan Buta Katarak, Persatuan Dokter Mata Indonesia.
“Kami tidak ingin main-main, yang menangani harus yang profesional. Kami harap dengan tenaga tambahan yang kami datangkan, operasi bisa diselesaikan dalam waktu sehari,” jelas Rini, saat ditemui wartawan di sela-sela operasi katarak.
Dalam kegiatan yang juga dihadiri sejumlah anggota DPRD Wonogiri dari Fraksi PDIP itu, Rini juga mengungkapkan keinginannya untuk membeli peralatan operasi katarak modern seperti yang didatangkan hari itu. Alat bernama Phaco tersebut bisa mengurangi jenis tindakan saat operasi katarak berlangsung.
Menurut Rini, harga Phaco mencapai miliaran rupiah. Saat ini, dia menambahkan seorang dokter spesialis mata, dari dua dokter di RSUD itu, tengah mengikuti pelatihan pengoperasian alat modern tersebut.
Sementara itu, 40 penderita katarak peserta operasi katarak massal tersebut berasal dari 18 kecamatan di Wonogiri dan Gunung Kidul, DI Yogyakarta. Ketua DPC PDIP Wonogiri, Joko Sutopo, mengatakan 40 orang itu selain mendapatkan operasi gratis senilai Rp2,5 juta sampai Rp3,5 juta per orang, juga menerima fasilitas antar jemput. Bahkan, Joko yang didampingi sejumlah anggota DPRD Wonogiri dari Fraksi PDIP, di antaranya Sriyono dan Setyo Sukarno, juga menyebut fasilitas penjemputan diberikan pula untuk keluarga penderita katarak.
“Awalnya kami melakukan penelusuran selama dua pekan, Kami dapat hampir 80 orang, ternyata hanya 40 orang yang harus dioperasi. Mereka kami jemput, difasilitasi operasi, dan dipastikan kesehatannya sampai sembuh,” beber Joko.
Dia berharap kegiatan dalam rangka HUT ke-40 PDIP ini bisa diteruskan di waktu mendatang, baik oleh PDIP maupun lembaga lain yang peduli pada kondisi rakyat.
Simak beritanya di: http://digital.solopos.com/file/08032013/
Sumber:
http://www.solopos.com/2013/03/08/rsud-wonogiri-kekurangan-peralatan-operasi-katarak-386056





OPERASI KATARAK MURAH
Cukup dengan Rp.3.750.000/mata,untuk keterangan lebih lanjut dapat hubungi :
 

Philips: 0855 789 10 25
Ravael: 0813 190 429 60 
http://www.operasikatarak.blogspot.com/







Selasa, 05 Maret 2013

Penderita Katarak Banyak yang Tak Tertangani Karena Kurang Dana

JUMLAH katarak yang berjumlah masih sangat tinggi, yakni sekitar 52 persen di Indonesia, membuat para dokter mata berinisiatif membantu para penderita yang memerlukan pertolongan medis. Tapi kenyataannya, dana yang kurang untuk memberikan pengobatan adalah masalah utama.
Salah satu upaya yang ditempuh oleh Persatuan Persatuan Dokter Ahli Mata Indonesia (Perdami) ialah melakukan serangkaian kegiatan penggalangan dana demi pengobatan penderita katarak.
“Upaya ini kami lakukan untuk menolong masyarakat yang tidak mampu serta memerlukan pertolongan untuk pengobatan katarak. Kita tahu, katarak lebih banyak dialami mereka yang berusia senja. Dan tingkat kelangsungan hidup sekarang  ini terbilang menakik, jadi mereka yang berusia lanjut lebih besar resikonya terserang penyakit katarak,” jelas Utusan Khusus Presiden untuk MDGs yang juga Ketua Persatuan Dokter Ahli Mata Indonesia (Perdami) Prof Dr Nila F Moeloek ketika wawancara di Kantor MDGs, Jalan Teuku Umar No. 10, Menteng, Jakarta Pusat, tidak lama ini.
Para dokter mata tersebut dengan rutin mengadakan penggalangan dan mencari para donatur yang ingin membantu membiayai pengobatan masyarakat tidak mampu.
“Kalau ada donatur, lalu alat dan tempat pun tersedia, maka kami akan bersedia bertugas ke seluruh daerah di Tanah Air ini,” tanah Dr Nila.
Wanita ramah ini juga mengatakan, sekarang ini banyak penderita katarak yang tidak dapat ditangani karena kekurangan dana. “Sering ada orang yang bertempat tinggal di kota, punya akses untuk datang ke rumah sakit, tapi tidak punya dana untuk membayarpengobatan. Juga masyarakat yang tidak mempunyai akses untuk pergi ke tempat pengobatan serta  tidak punya biaya. Mereka itulah yang ingin kami bantu bersama-sama dengan para donatur,” ungkapnya.

http://operasikatarak.blogspot.com/
Sumber : http://www.ngomel.com/penderita-katarak-banyak-yang-tak-tertangani-karena-kurang-dana-8089




 


OPERASI KATARAK MURAH
Cukup dengan Rp.3.750.000/mata,untuk keterangan lebih lanjut dapat hubungi :
 

Philips: 0855 789 10 25
Ravael: 0813 190 429 60 
 
http://www.operasikatarak.blogspot.com/

Lebih dari 100 Pasien Katarak Dioperasi

indosiar.com, Kayong Utara - (Selasa, 05.03.2013) Peduli Kasih Indosiar bekerjasama dengan sejumlah pihak terus memberikan dukungan kepada para penderita penyakit katarak agar bisa melihat normal kembali. beberapa waktu lalu, lebih dari 100 pasien katarak di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat menjalani operasi. Penderita katarak memang tergolong tinggi di Kalimantan Barat bahkan penyakit ini menyerang anak-anak.
Lebih dari 100 pasien katarak di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat ini, antusias menanti giliran operasi. Mereka yang rata - rata sudah berusia lanjut berharap operasi bisa mengembalikan penglihatan mereka, menikmati indahnya dunia sekitar mereka dengan leluasa.
Bekerjasama dengan Perdami, Klinik Kana dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kayong Utara, Peduli Kasih Indosiar menyelenggarakan operasi mata katarak yang berlangsung sejak tanggal 25 hingga 28 Februari lalu.
Bukan tanpa alasan kegiatan sosial Peduli Kasih Indosiar menyasar Kalimantan Barat. Tercatat ada 1,5 juta penderita katarak di propinsi ini. Bahkan mulai menyerang anak-anak dan remaja. Mereka umumnya dari keluarga tidak mampu yang hanya bisa pasrah dengan keadaan.
Sedikitnya 20 tim dan dokter diterjunkan dan diharapkan bisa membantu proses pengembalian penghilatan para pasien karena mata katarak sesungguhnya bisa disembuhkan.
Bagi mereka, termasuk nenek Denong dan Nurlela yang sudah berusia 80 tahun ini, operasi menjadi berkah karena bisa melihat kembali.
Dinas Kesehatan setempat harus bekerja ekstra keras untuk mendapatkan layanan pengobatan gratis seperti kerjasama dengan kita Peduli Indosiar, seperti ini karena 5 dari 100 warga Kalimatan Barat menderita mata katarak. (Ahmad Baehaqi/Medi Kuswadi/Sup)
 Sumber: http://www.indosiar.com/fokus/lebih-dari-100-pasien-katarak-dioperasi_103836.html





OPERASI KATARAK MURAH
Cukup dengan Rp.3.750.000/mata,untuk keterangan lebih lanjut dapat hubungi :
 

Philips: 0855 789 10 25
Ravael: 0813 190 429 60 

http://www.operasikatarak.blogspot.com/

Senin, 04 Maret 2013

Pundi Amal SCTV Bantu Penderita Katarak di Kota Kembang

Liputan6.com, Jakarta : Keinginan untuk berbagi dan peduli kepada penderita katarak membuat hati Donny Kesuma, Piyu, dan Ayu Diah Bing Slamet tergerak mengikuti Pundi Amal SCTV 2013.

Mereka hadir di sebuah rumah sakit di Kota Kembang untuk menyambangi para penderita katarak sekaligus menemani proses operasi. "Totalnya ada 470 pasien selama tiga hari ini," ujar Ketua Pundi Amal Risanggono di Bandung, Jawa Barat, baru-baru ini.

Usai berbincang-bincang dengan penderita katarak, Donny, Piyu, dan Ayu Diah kemudian masuk ruang operasi. "Buat Pundi Amal ini adalah sesuatu hal yang sangat besar. Kami juga ingin berterima kasih kepada para artis sehingga pasiennya terhibur," ujar Risanggono.

Sebelumnya, Pundi Amal SCTV menyambangi kawasan Petemon, Surabaya, Jawa Timur. Acara ini diawali dengan peresmian MCK umum oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Kemudian, dilanjutkan dengan jalan sehat yang diikuti kurang lebih oleh seribu orang.

Selanjutnya, ada pengobatan gratis yang berlangsung istimewa. Audi Marissa, bintang sinetron Love in Paris, juga terjun bersama tim Pundi Amal SCTV.(ASW)

sumber : http://showbiz.liputan6.com/read/526388/pundi-amal-sctv-bantu-penderita-katarak-di-kota-kembang 








OPERASI KATARAK MURAH

Cukup dengan Rp.3.750.000/mata,untuk keterangan lebih lanjut dapat hubungi :
 

Philips: 0855 789 10 25
Ravael: 0813 190 429 60

Minggu, 03 Maret 2013

TNI Terjun Tangani Katarak

CIMAHI, KOMPAS.com - TNI AD bekerjasama dengan PT Sidomuncul menggelar bakti sosial berupa operasi katarak gratis di RS Dustira, Kota Cimahi, Jumat (1/3/2013). Jumlah pasien yang sudah ditangani kini mencapai 1.700 pasien, melampaui target semula sebanyak 1.000 pasien.
Acara ini dihadiri oleh Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal Pramono Edhie Wibowo, Pangdam III/Siliwangi, Mayor Jenderal Sonny Widjaja, serta Direktur PT Sidomuncul, Irwan Hidayat. Pihak lain yang bekerjasama dalam bakti sosial ini adalah Perdami dan Pundi Amal SCTV.
Dalam acara tersebut, Pramono juga menggelar telewicara dengan para perwira di jajaran Kodam III/Siliwangi. Pada tanggal 1 Maret ini, di seluruh wilayah Kodam III/Siliwangi bakal menggelar operasi katarak serentak bagi 458 pasien.
PT Sidomuncul juga membuat iklan layanan masyarakat yang mengajak masyarakat tidak takut mengikuti operasi katarak. Irwan mengatakan bahwa pihaknya menargetkan untuk mengoperasi 12.000 mata di seluruh Indonesia pada tahun 2013.
Editor :

OPERASI KATARAK MURAH

3.750.000/mata, Daftar Segera via sms :

Philips: 0855 789 10 25
Ravael: 0813 190 429 60

Rusdi Amral
Sumber:http://regional.kompas.com/read/2013/03/01/15494623/TNI.Terjun.Tangani.Katarak