Cari

Kamis, 25 April 2013

Infeksi dalam Kandungan Sebabkan Katarak Anak

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Pakar kesehatan mata dari Klinik Mata Anak Balai Kesehatan Mata Masyarakat (BKMM) dokter Totok menyatakan infeksi dalam kandungan menjadi salah satu penyebab katarak pada sejumlah anak.

"Setiap hari di tempat kami, ada lima hingga sepuluh pasien katarak dari kalangan kurang mampu yang datang untuk berobat. Mayoritas masalah anak-anak yang berobat di tempat kami, di antaranya kelainan sejak lahir akibat infeksi dalam kandungan," katanya pada kegiatan pemeriksaan mata dini yang digagas Standard Chartered Bank bagi siswa TK dan SD di SD Menur Mumpungan V Surabaya, Rabu.

Ia menjelaskan bahwa penyebab katarak antara pasien anak dan orang dewasa berbeda, yakni pada orang dewasa lebih banyak diakibatkan faktor usia, sementara untuk anak didominasi akibat infeksi dalam kandungan.

"Kami akan mendukung Pemprov Jawa Timur dalam mengatasi masalah kesehatan mata anak. Namun, selama ini, program untuk menangani kasus katarak pada anak belum menjangkau secara keseluruhan," ujarnya.

Sementara itu, CEO Standard Chartered Indonesia Tom Aaker menjelaskan bahwa kegiatan itu merupakan inisiatif global guna mengurangi angka kebutaan.

"Program tersebut telah kami laksanakan sejak 2003. Kami mendonasikan dana sebesar satu juta dolar AS untuk program kesehatan mata di Jawa Timur," ujarnya.

Dana tersebut, kata dia, digunakan untuk pelaksanaan pembuatan ruang pemeriksaan mata, khusus anak, dan pembagian kaca mata kepada pelajar maupun guru.

"Salah satu realisasi program kami itu berupa pemeriksaan mata bagi anak usia sekolah. Kami melihat pentingnya menjaga kesehatan mata, khususnya bagi usia anak, karena banyak anak yang sudah mengalami gangguan bias sejak usia dini," ucapnya.

Dalam kegiatan yang digelar di SD Menur Mumpungan V Surabaya itu, sebanyak 350 pelajar dan 25 guru sekolah dasar serta 30 siswa TK menjalani pemeriksaan mata.

Redaktur : Taufik Rachman
Sumber : antara

Sumber Copy dari :
 http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/13/04/25/mlrcmh-infeksi-dalam-kandungan-sebabkan-katarak-anak

Selasa, 23 April 2013

Waspada, Terapi Urut Bola Mata Bisa Rusak Saraf

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO -- Terapi urut bola mata untuk tujuan menyembuhkan kelainan pada lensa mata yang banyak dipraktekkan masyarakat, dapat berdampak terjadinya kerusakan fungsi saraf.

"Ada tiga pasien yang datang berobat ke sini. Setelah kami melakukan anamnesis, mereka mengalami kelainan pada lensa mata karena kasus katarak ini dilakukan terapi urut," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPT) Balai Kesehatan Mata Masyarakat (BKMM), Dinas Kesehatan Provinsi Sulut, dr Dyana Watania SpM, di Manado, Senin (22/4).

Dia mengatakan, pada kasus katarak yang sudah "mature" atau matang, penggantung lensa mata sudah sangat lemah apalagi pada umur 60 tahun ke atas, sehingga ketika dilakukan pengurutan, pengantung lensa bisa putus.

Ketika putus, katarak atau lensa yang sudah keruh bisa jatuh ke dalam bola mata sehingga akan memberikan tekanan pada bola mata tingi atau glaukoma.

"Bila tekanan pada bola mata terjadi terus menerus, lama kelamaan akan merusak fungsi saraf. Dampak lainnya juga dapat menyebabkan kasus infeksi," kata dia.

Dia mengharapkan, tindakan pelayanan kesehatan di luar pemerintah dapat ditangani oleh pemerintah kabupaten dan kota yang memiliki kewenangan mengawasinya.

"Nah tiga pasien ini namanya kami rahasiakan. Saya rasa itu adalah wewenang dari pemerintah Kota Manado untuk menindaklanjutinya," ungkapnya.

Dengan tersedianya BKMM, dia mengharapkan warga dapat memaksimalkan fasilitas yang telah dibangun pemerintah ini, karena pelayanan diberikan kepada seluruh strata masyarakat dengan atau tanpa melakukan pembayaran.
Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara
721 reads
Apabila Allah memberikan kenikmatan kepada seseorang hendaknya dia pergunakan pertama kali untuk dirinya dan keluarganya.((HR. Muslim))
 Sumber Copy dari :  http://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/13/04/22/mlnz3f-waspada-terapi-urut-bola-mata-bisa-rusak-saraf
OPERASI KATARAK MURAH
Cukup dengan Rp.3.750.000/mata,untuk keterangan lebih lanjut dapat hubungi :
 

Philips: 0855 789 10 25
Ravael: 0813 190 429 60

Minggu, 21 April 2013

OPERASI KATARAK

OPERASI KATARAK MURAH
Cukup dengan Rp.3.750.000/mata,untuk keterangan lebih lanjut dapat hubungi :
 

Philips: 0855 789 10 25
Ravael: 0813 190 429 60

Rabu, 10 April 2013

Hah, Cabai Bisa Cegah Katarak?

RASA pedas yang dihasilkan cabai memang dapat meningkatkan nafsu makan Anda. Di balik rasanya yang pedas, cabai ternyata juga menyimpan sejuta manfaat kesehatan bagi tubuh Anda.

Ternyata, cabai adalah salah satu rempah yang memiliki banyak manfaat. Jika memahami bagaimana menggunakan cabai sebagai salah satu asupan gizi, Anda akan mendapatkan berbagai manfaat kesehatan.

Berikut ini beberapa manfaat cabai merah bagi kesehatan, seperti dilansir Magforwoman.

Tinggi vitamin C


Banyak orang menduga bahwa kandungan tinggi ada pada jeruk. Faktanya, cabai juga mengandung vitamin C yang cukup tinggi. Asam askorbat dalam cabai juga berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi tubuh terhadap stres. Bahkan, kandungan vitamin C dalam cabai lebih baik jauh lebih banyak dari pada yang ada pada jeruk.

Membantu hindari katarak

Mengejutkan bukan? Dari beberapa studi yang menguji bahan makanan, cabai termasuk sebagai bahan yang membantu mengurangi risiko Anda untuk terkena katarak. Kandungan vitamin C dan karoten didalamnya dapat mengurangi risiko katarak.

Mengurangi risiko serangan jantung

Dalam beberapa tahun terakhir, serangan jantung menjadi cukup popular menyerang orang-orang berusia muda. Cabai merah memiliki kemampuan untuk mengurangi risiko serangan jantung dan mencegah pembekuan darah bila dimakan dengan aneka menu harian.
(tty)

Selasa, 09 April 2013

Penyakit Katarak Masih Hantui Masyarakat Bali

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Wakil Gubernur Bali Anak Agung Ngurah Puspayoga mengungkapkan, masalah penyakit mata dan khususnya katarak masih menghantui masyarakat Bali.

"Hingga saat ini sekitar 130.000 masyarakat Bali menderita katarak dan kecenderungannya terus bertambah," kata Puspayoga di sela-sela acara pengobatan mata gratis di Ketewel, Gianyar, Senin (8/4).

Ia mengatakan, setiap tahunnya ada penambahan penderita sekitar 5.000 orang sehingga perlu mendapat perhatian yang serius, agar gangguan pada mata itu dapat diatasi dengan baik.

Kegiatan pengobatan mata gratis tersebut digelar oleh Yayasan untuk Kemanusiaan dengan dukungan sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM). Puspayoga sendiri sejak menjadi Wali kota Denpasar (2000-2005 dan 2005-2008) sudah ikut terlibat dalam upaya penanganan masalah katarak.

Kegiatan yang dihadiri ratusan warga yang sudah antre sejak pagi. Selain menderita katarak juga ada yang mengalami masalah rabun serta masalah lain. Penanganan terhadap warga tergantung masalahnya, ada yang hanya diberi obat, kacamata tetapi ada pula yang harus menjalani operasi.

Salah seorang warga, Sulasmi (30), mengaku sangat gembira dengan pengobatan dan bantuan kacamata. "Saya sudah tiga kali gani kacamata dan yang ketiga ini mendapatkannya secara gratis," ungkapnya. Jika pergi ke dokter dan mengganti kacamata, setidaknya harus mengeluarkan dana hingga Rp 500.000.

Red: Yudha Manggala P Putra

Sumber:Antara
http://m.republika.co.id/berita/nasional/daerah/13/04/08/mkxsgo-penyakit-katarak-masih-hantui-masyarakat-bali

Sabtu, 06 April 2013

Penuhi Vitamin Mata Bantu Cegah Katarak

SALAH satu penyakit mata yang cukup banyak diderita masyarakat Indonesia adalah katarak. Umumnya, penyakit ini disebabkan penambahan usia, namun bisa juga disebabkan oleh kelainan bawaan.

Selain akibat bertambahnya usia, katarak juga bisa disebabkan oleh diabetes, penggunaan steroid, dan trauma pada mata. Sebagai upaya pencegahan katarak, Anda dapat menghindari penyebabnya, yaitu paparan sinar UV (ultraviolet), rokok, alkohol, bahan kimia, atau obat-obatan pemicu katarak.

Untuk melakukan pencegahan lain, Anda dapat memenuhi kebutuhan vitamin mata yang mengandung bilberry, lutein, dan zeaxanthin sebagai suplemen untuk membantu memelihara kesehatan mata, demikian seperti dikutip dari rilis yang diterima redaksi Okezone, baru-baru ini.

Sebelum dilakukan operasi katarak, pasien harus terlebih dahulu melakukan proses screening yang meliputi uji kelayakan untuk menentukan katarak atau bukan katarak, tensi, dan gula darah. Setelah itu, dilanjutkan dengan pengukuran lensa atau biometri. Proses screening ini dilakukan untuk mendapatkan diagnosa yang akurat apakah pasien tersebut menderita katarak dan layak untuk dioperasi.
(tty)
sumber: http://m.okezone.com/read/2013/04/05/482/787123

Kamis, 04 April 2013

Seringlah Makan Pepaya Agar Mata Sehat Cemerlang

pepayaJakarta - Untuk kesehatan mata, biasanya orang mengaitkannya dengan nutrisi yang dikandung dalam wortel. Padahal tak cuma wortel yang punya nutrisi hebat buat mata. Si empuk segar pepaya juga bisa membuat pengelihatan lebih tajam dan

Pepaya, buah yang berasal dari keluarga caricarceae memang punya serangkaian nutrisi hebat. Khusus untuk mata, nutrisi beta-carotene jadi kuncinya. Seperti dimuat dalam situs Superfood Profiles, kandungan ini akan dikonversikan menjadi vitamin A, yang sangat berpengaruh pada mata dan pengelihatan.
mencegah katarak!

Tiap potong pepaya juga menyimpan kandungan carotenoids lutein dan zeaxanthin, yang bisa membantu lindungi retina dari kerusakan. Keduanya juga bisa melindungi mata dari katarak, glukoma, dan penyakit pada mata lainnya. Selain dari pepaya, nutrisi ini juga bisa ditemukan pada labu, bayam, brokoli, serta kuning telur.

Kandungan nutrisi lain dalam pepaya juga tinggi. Tiap 100 gram pepaya mengandung 86,7 gram air dan 22 mg vitamin C. Pepaya juga mengandung 46 kkal energi di tiap 100 gram buahnya, serta 12,2 karbohidrat dan 23 mg kalsium.

Selain untuk kesehatan mata, rajin makan pepaya juga bisa menjaga kesehatan kulit. Vitamin A dan E di dalamnya bisa menjaga kulit dari efek buruk sinar UV, membuatnya tampak muda dan lebih sehat. Disebutkan oleh situs Organic Facts, enzim dan nutrisi dalam pepaya bisa membantu memulihkan kondisi kulit yang terbakar ataupun iritasi.
(odi/flo)
 Sumber : http://food.detik.com/read/2013/03/22/151038/2201253/900/seringlah-makan-pepaya-agar-mata-sehat-cemerlang?d991101284
 







































Mata Kena Tinju, Muncul Katarak Berbentuk Bintang

Jakarta, Penyakit katarak pada mata berbahaya jika tak segera ditangani sebab bisa berujung pada kebutaan. Di Austria, baru-baru ini ada sebuah kasus unik di mana seorang pria memiliki katarak pada matanya yang berbentuk seperti bintang. Keganjilan ini muncul setelah ia terkena tinju.

Pria berusia 55 tahun tersebut memeriksakan diri ke dokter karena penglihatannya semakin memburuk selama 6 bulan terakhir. Sembilan bulan sebelumnya, pasien tersebut pernah kena tinju pada bagian matanya. Menurut dokter, katarak memang sering muncul setelah mata terkena pukulan.

"Alam telah membuat katarak yang indah. Kebanyakan tidak begitu cantik," kata dr Mark Fromer, seorang dokter mata di Lenox Hill Hospital di New York City seperti dilansir NBC News, Kamis (4/4/2013) setelah melihat foto mata si pasien.

Menurut dr Fromer, pukulan pada mata yang paling sering memicu katarak adalah akibat benturan atau pukulan bola ketika berolahraga. Benturan pada mata akibat kantung udara mobil yang mengembang juga kadangkala bisa memicu katarak.

Apabila bola mata terpukul, energi pukulan menyalurkan gelombang kejut lewat mata dan mengganggu lensa mata. Hal ini akan membuat lensa menjadi buram pada daerah tertentu. Pada kebanyakan kasus, katarak terlihat mirip kabut berwarna putih atau kekuningan.

Pasien di Austria yang memiliki katarak berbentuk bintang ini lalu diobati dengan prosedur yang disebut 'phacoemulsification', yaitu prosedur yang menggunakan gelombang suara untuk memecah bagian lensa yang buram, kemudian mengeluarkannya dengan vakum.

Lensa mata yang rusak kemudian diganti dengan lensa buatan. Operasi katarak seperti ini adalah operasi yang paling banyak dilakukan di dunia. Di AS saja, sebanyak 2 juta prosedur dilakukan setiap tahunnya.
(pah/vit)
Sumber : 
http://health.detik.com/read/2013/04/04/102415/2211181/763/mata-kena-tinju-muncul-katarak-berbentuk-bintang?880004755

















OPERASI KATARAK MURAH
Cukup dengan Rp.3.750.000/mata,untuk keterangan lebih lanjut dapat hubungi :
 

Philips: 0855 789 10 25
Ravael: 0813 190 429 60

Makin Tua, Harus Waspada Aksi si “Pencuri Penglihatan”

“Musuh” utama mata adalah glaukoma dan katarak. Dua penyakit ini sama-sama menyebabkan kebutaan. Namun, glaukoma lebih ditakuti, karena menyebabkan buta permanen. Warga Singapura, kini mewaspadai serangan sang “pencuri penglihatan” ini. Kapan giliran warga Indonesia mulai peduli?

 
M IBRAHIM, Singapura
 
Hasil riset Singapore National Eye Center (SNEC), pada 2012 lalu glaukoma benar-benar meneror lansia. Di Negeri Singa, 40 persen kasus kebutaan disebabkan penyakit ini. Tak heran, warga Singapura pun makin rutin periksa mata. Apalagi secara global, aksi glaukoma cukup fantastis, menyebabkan 5,1 juta orang buta permanen, dari 38 juta kasus orang buta di dunia.

Sebagai gambaran, glaukoma adalah gangguan penglihatan akibat meningkatnya tekanan bola mata. Ini disebabkan ketidakseimbangan antara produksi cairan dan pembuangan cairan dalam bola mata. Apabila tidak segera ditangani, tekanan yang tinggi dalam bola mata bisa merusak jaringan-jaringan saraf halus yang ada di retina dan di belakang bola mata.

Akibatnya, glaukoma yang dikenal sebagai “pencuri penglihatan” ini bisa menyebabkan buta permanen. Berbeda dengan katarak yang kebutaannya masih bisa diobati dengan operasi atau obat terapi mata alami.

Nah, dari berbagai kasus di seluruh dunia, lebih 50 persen penderitanya tak sadar. Mereka baru berobat ketika penglihatannya sudah parah.

Karena itu, mereka yang punya risiko kena glaukoma, harus waspada. Terutama yang lansia. Supaya bisa terhindar atau minimal mendeteksi sejak dini, seseorang yang keluarganya memiliki riwayat glaukoma, wajib rutin memeriksakan kondisi matanya. Begitu juga yang menderita diabetes, hipertensi, migrain atau penyempitan pembuluh otak (sirkulasi darah buruk), atau yang menggunakan steroid dalam jangka waktu lama. Ciri-ciri paling mudah mengetahui gejalanya, yakni ketika tekanan bola mata tinggi, atau mata cepat lelah.

“Glaukoma tidak dapat disembuhkan, namun kebutaan dapat dicegah jika didiagnosa dan diobati sejak dini,” jelas Head and Senior Consultant Glaucoma Service SNEC, Dr Ho Ching Lin.

Katanya, saat ini warga Singapura mulai “melek” dengan penyakit ini. Apalagi kata perempuan berusia 41 tahun ini, “pencuri penglihatan” tidak ditandai peringatan awal. Artinya, cara paling efektif mengetahuinya, dengan pengujian mata secara berkala.

Dijelaskannya, glaukoma biasanya disebabkan tekanan cairan pada bola mata yang terlalu tinggi yang tidak dapat ditoleransi oleh saraf optis.

“Saraf optis membawa denyut visual dari mata ke otak. Penumpukan tekanan ini terjadi karena ketidakseimbangan antara produksi dan pengurasan cairan di dalam bola mata,” urainya.

Ada beberapa jenis glaukoma, lanjut perempuan murah senyum ini. Salah satunya, adalah sudut-terbuka primer. Jenis ini terjadi pada lansia atau warga paruh baya. Glaukoma tersebut berkembang secara perlahan dan tidak menimbulkan sakit, sehingga pasien tidak mengetahui ketika penglihatannya memburuk.

“Penglihatan sisi atau periferi dan malam akan terpengaruh, sebelum mengenai penglihatan pusat untuk membaca,” tutur Senior Clinical Lecturer, National University of Singapore ini.

Di Singapura, sekitar 3 persen lansia di atas 50 tahun menderita glaukoma. Persentase ini meningkat seiring bertambahnya usia. Dan hampir 10 persen diderita mereka yang berusia di atas 70 tahun.

“Tapi tak perlu ragu, bila menderita penyakit ini, kami bisa membantu,” ujarnya.

KATARAK JUGA GANAS

Penyakit Katarak cukup terkenal di Indonesia. Profesor Chee Soon Phaik, Head Cataract Service NSEC menerangkan, tidak ada tindakan pencegahan yang terbukti secara ilmiah bisa mengurangi risiko katarak. Namun demikian, kiat-kiat tertentu dapat membantu mencegah, seperti melakukan pemeriksaan mata secara rutin.

Katarak tidak dapat disembuhkan dengan obat-obatan,” tuturnya, mempaparkan proses pembedahan penyakit katarak di SNEC terletak di 11 Third Hospital Avenue, Singapore 16875.

Perempuan berambut panjang ini menguraikan, pembedahan dibutuhkan ketika kondisi mata mulai mengganggu kegiatan sehari-hari.

“Pembedahan (katarak) ini tidak sakit, aman, dan efektif. Selama prosedur, lensa mata yang berkabut ini dibuang dan diganti dengan lensa tanam yang jernih,” ungkapnya.

Kendati demikian, dia mengingatkan pada warga, jangan tunda untuk melakukan pemeriksaan mata. Karena kultur di Indonesia, memeriksakan kondisi mata ke dokter, adalah hal yang tak lazim. Padahal, saraf-saraf di organ vital ini sangat kompleks, sakit sedikit dan dibiarkan, bisa menyebabkan kebutaan.

Untuk diketahui, sejak dibuka tahun 1990, SNEC telah berkembang dengan sembilan sub-spesialisasi. Antara lain katarak dan ophthalmologi komprehensif, penyakit kornea dan mata eksternal, glaukoma. Juga neuro-ophthalmologi, inflamasi okuler dan imunologi, okuloplastik dan plastik mata estetik. Selain itu, termasuk ophthalmologi dan strabismus anak-anak, pembedahan refraktik dan viteo-retina.

Rumah sakit dari grup SingHealth ini juga terlibat aktif dalam uji klinis dan penelitian mengenai penyebab dan pengobatan kondisi mata yang utama, seperti rabun jauh/miopia dan glaukoma.

Ribuan dokter ahli pengobatan dan perawatan mata atau ophthalmologist dari negara-negara tetangga dan luar Asia, telah mengikuti pelatihan pengajaran dan pertemuan internasional yang diselenggarakan oleh SNEC guna memajukan pelayanan dan ilmu kedokteran mata. (*/che/k1)
 
Sumber :
http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/13927/makin-tua-harus-waspada-aksi-si-pencuri-penglihatan.html
 
 
 
 
 
 
 
 
 
OPERASI KATARAK MURAH
Cukup dengan Rp.3.750.000/mata,untuk keterangan lebih lanjut dapat hubungi :
 

Philips: 0855 789 10 25
Ravael: 0813 190 429 60