Cari

Selasa, 28 Mei 2013

Katarak dan Glaukoma, Penyakit yang Bisa Sebabkan Kebutaan

Jakarta, Gangguan mata minus, silinder ataupun mata tua biasanya hanya mengganggu penglihatan atau membuat orang kesulitan membaca. Tapi ternyata, ada penyakit yang lebih parah, bahkan bisa menyebabkan kebutaan. Penyakit ini adalah katarak dan glaukoma dan di Indonesia, penyakit ini banyak ditemui.

"Katarak adalah penyebab utama kebutaan (lebih dari 50%) atau prevalensinya 0,76%. Kalau glaukoma penyebab utama kedua dengan prevalensi 0,2%," kata dr Gitalisa Andayani, SpM, spesialis mata Departemen Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia - RS Cipto Mangunkusumo KIRANA kepada detikHealth seperti ditulis Rabu (22/5/2013).

Dr Gita menjelaskan, katarak ditandai dengan penglihatan yang buram dan lensa menjadi keruh. Sedangkan pada glaukoma, ditandai dengan mencekungnya cakram saraf optik pada mata, umumnya disertai dengan meningkatnya tekanan bola mata tinggi dan menyempitnya lapang pandang

Katarak bisa muncul karena berbagai sebab, misalnya kontak dalam waktu lama dengan cahaya ultra violet, radiasi, serta efek dari penyakit seperti diabetes dan hipertensi, usia lanjut, atau trauma. Faktor-faktor genetik juga mungkin berperan memicu katarak pada usia yang lebih dini.

Sedangkan glaukoma, disebabkan oleh saluran cairan yang keluar dari bola mata terhambat, sehingga bola mata akan membesar dan menekan saraf mata yang berada di belakang bola mata. Pada akhirnya, saraf mata tidak mendapatkan aliran darah sehingga mati. Ada dua jenis glaukoma yang umum yakni sudut tertutup dan sudut terbuka. Keduanya kerap terjadi pada pria dan wanita berusia 40 tahun ke atas.

"Untuk katarak, pada tahap tertentu di mana pasien terganggu, tak ada jalan lain selain operasi. Sedangkan pada glaukoma, perlu dilakukan skrining dan follow up mata teratur, diberikan obat-obatan glaukoma dan terkadang perlu operasi," pungkas dr Gita.

SUMBER : http://health.detik.com/read/2013/05/22/162435/2253183/775/katarak-dan-glaukoma-penyakit-yang-bisa-sebabkan-kebutaan?880004755

Senin, 13 Mei 2013

Ribuan Penderita Katarak di Malang Menjalani Operasi Gratis

Laporan  Wartawan Surya,Wahyu Nurdiyanto

TRIBUNNEWS.COM,MALANG - 1636 Penderita katarak dari kalangan keluarga miskin menjalani operasi gratis di Rumah Sakit Tentara DR Soepraoen Malang.
Operasi yang digelar bareng oleh Kodam V Brawijaya dengan TB Silalahi Center, Paguyuban Masyarakat Tionghoa Jawa Timur serta A New Vision Singapura ini berlangsung mulai 10 hingga 16 Mei 2013.
"Diharapkan bakti sosial ini bisa membantu meringankan penderitaan pasien katarak dari kalangan pra sejahtera," terang Mayjend TNI R Ediwan Prabowo, Panglima Kodam V Brawijaya saat membuka secara resmi pelaksanaan operasi katarak gratis di Rumah Sakit Tentara DR Soepraoen Malang, Sabtu (11/5/2013).
Dalam pelaksanaan operasi katarak ini, puluhan dokter mata dari Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, Pesatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia, dan Balai Kesehatan Mata Masyarakat Jawa Timur.
Selain itu, pelaksanaan operasi katarak iki juga dibantu oleh dokter asal Nepal.
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Sriwijaya Post
http://www.tribunnews.com/2013/05/11/ribuan-penderita-katarak-di-malang-menjalani-operasi-gratis
 
 

Kamis, 02 Mei 2013

Gandeng Guru, Perdami Sosialisasikan Kesehatan Mata

UNGARAN, suaramerdeka.com - Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) berencana akan melibatkan masyarakat dan guru untuk mensosialisasikan kesehatan mata.
Rencana tersebut dikemukakan perwakilan Satuan Penanggulangan Buta Katarak (SPBK) Perdami Cabang Jawa Tengah, dr Trilaksana Nugroho MKes SpM, di sela-sela melakukan pemeriksaan mata siswa yang dipelopori PT Sidomuncul di SD Diwak, Bergas, Kabupaten Semarang, Sabtu (27/4) siang.
Menurutnya dalam sosialisasi ini, guru bisa menjadi mitra. Pasalnya mereka hampir enam jam dalam sehari berhadapan langsung dengan murid untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
"Anak usia sekolah dasar posisinya berada di usia emas, artinya kesehatan indra penglihatannya masih tumbuh, berkembang, dan sangat mungkin diperbaiki bila terjadi kelainan pada matanya. Hal itu yang membuat kami berkeinginan untuk menggandeng guru untuk menekan angka permasalahan dan kelainan mata di masyarakat," katanya kepada suaramerdeka.com.
Pihaknya mengungkapkan, rata-rata ada 10 persen siswa di suatu sekolah yang mengalami kelainan pada mata. Apabila terlanjur, tentunya membutuhkan koreksi dengan menggunakan kacamata agar daya penglihatannya kembali normal.
"Prosentase kelainan mata usia sekolah secara nasional pada 2007 mencapai 12,5 persen. Angka tersebut terus menurun, bahkan menurut data kami 92 siswa dari SD Diwak hanya 5 persen saja yang membutuhkan koreksi kacamata," ungkapnya.
Ditemui terpisah, Kepala Humas PT Sidomuncul, Nanik Rahayuningsih menjelaskan, sebelumnya pihaknya telah menggelar pemeriksaan mata bagi siswa SD di SD Karangmalang Mijen dan SD Bina Putra Karangayu, Kota Semarang. Pada tahun ini, PT Sidomuncul berkomitmen akan menggelar operasi mata untuk 12.000 mata dan pemeriksaan mata di sejumlah wilayah.
"Setelah Kota Semarang dan Kabupaten Semarang, kegiatan serupa akan kami lanjutkan ke kota atau wilayah lainnya. Apabila hasil pemeriksaan siswa membutuhkan kacamata, PT Sidomuncul akan membagikannya secara cuma-cuma," jelasnya.
( Ranin Agung / CN38 / JBSM )

sumber: http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news_smg/2013/04/27/154688/Gandeng-Guru-Perdami-Sosialisasikan-Kesehatan-Mata