Cari

Minggu, 23 Juni 2013

Pundi Amal SCTV Adakan Operasi 40 Penderita Katarak

Liputan6.com, Jakarta : Program Pundi Amal SCTV menggelar operasi katarak di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Acara yang bekerjasama dengan Kementerian Perumahan Rakyat ini, Pundi Amal berhasil mengoperasi 40 penderita gangguan mata.

Dalam tayangan Liputan 6 SCTV, Minggu (23/6/2013), operasi katarak yang diselenggarakan oleh Pundi Amal SCTV bekerja sama dengan Kemenpera dan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia digelar di Gedung Kirana, RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta.

Sekitar 40 pasien tidak mampu berhasil dioperasi oleh tim dokter spesialis mata RSCM. Kegiatan ini merupakan wujud partisipasi masyarakat yang dana sumbangannya dikelola oleh Pundi Amal SCTV.

Hadir dalam acara tersebut istri Menpera Nini Djan Faridz yang juga ketua panitia bakti sosial di kementerian tersebut. Dengan operasi katarak ini, Pundi Amal SCTV berharap bisa memberikan harapan kesembuhan dan berbagi kebahagiaan dengan para pasien penderita katarak. (Adi)
oleh Dwi Firmansyah
Posted: 23/06/2013 07:23
http://news.liputan6.com/read/620112/video-pundi-amal-sctv-adakan-operasi-40-penderita-katarak

Senin, 17 Juni 2013

Katarak, Setiap Orang Bisa Mengalami

"Jadi tidak benar kalau dikatakan katarak tidak menyerang semua orang. Setiap orang dijamin pasti akan kena katrak. Hanya mungkin tingkat keburamannya yang berbeda-beda masing-masing orang," kata dokter spesialis mata Donny V. Istiantoro Sp.M dari Jakarta Eye Centre di Jakarta kemarin (15/6).

Menurut wikipedia, katarak adalah sejenis kerusakan mata yang menyebabkan lensa mata berselaput dan rabun. Lensa mata menjadi keruh dan cahaya tidak dapat menembusinya, bervariasi sesuai tingkatannya dari sedikit sampai keburaman total dan menghalangi jalan cahaya.

Masih kata Donny, kapan seseorang menderita katarak berbeda antara satu orang dengan orang lainnya. "Ada yang umur 60 tahun sudah buram ada juga yang belum, jadi ini ibaratnya tinggal tunggu waktu saja," katanya.

Katarak, lanjutnya, pengobatannya adalah melalui operasi untuk menghancurkan si katarak tersebut. Jika tidak diambil tindakan maka ini akan menyebabkan orang yang menderita katarak kehilangan penglihatan alias buta.

Dia menambahkan berdasarkan data Kementrian kesehatan, angka kasus kebutaan di Indonesia masih tinggi yang 70% disumbang dari kebutaan yang disebabkan katarak.

Sementara data yang dihimpun, di Asia, prevalensi kebutaan Indonesia masih tertinggi, yaitu sekitar 1,5%. Angka ini mengalahkan Bangladesh yang hanya satu persen, India 0,7%, dan Thailand 0.3%. [mor]

Sumber:
Oleh: Santi andriani
gayahidup - Minggu, 16 Juni 2013 | 16:17 WIB
http://gayahidup.inilah.com/read/detail/2000296/katarak-setiap-orang-bisa-mengalami#.Ub_7ZKxczWI

Ingat, Semua Orang Pasti Bakal Derita Katarak!

Liputan6.com, Jakarta : Penyakit katarak adalah gangguan mata yang pasti dihadapi setiap orang. Ini merupakan tanda menurunnya fungsi penglihatan sebagaimana fungsi-fungsi lain saat seseorang menjadi tua.

"Setiap orang dijamin pasti akan kena katrak. Hanya mungkin tingkat keburamannya yang berbeda-beda masing-masing orang," ujar Dokter Spesialis Mata Jakarta Eye Center @ Kedoya, Dr. Donny V. Istiantoro, SpM, Senin (17/6/2013).

Katarak menyebabkan penderita tidak bisa melihat dengan jelas karena dengan lensa yang keruh cahaya sulit mencapai retina dan akan menghasilkan bayangan yang kabur pada retina. Seseorang berbeda usia ketika mengalami penyakit ini,

"Untuk usia berbeda-beda, ada yang usia 60 tahun sudah mengalami buram ada juga yang belum, tinggal tunggu waktunya tergantung proses kemuduran fungsi sel," ujar dr. Donny.

Operasi merupakan pengobatan yang mampu mengobati penyakit ini. Jika tindakan operasi tidak diambil maka akan menyebabkan penderita kehilangan fungsi indra penglihatannya (buta).

Menurut dr. Donny angka kasus kebutaan di Indonesia masih terbilang tinggi sekitar 70 persen kebutaan disebabkan oleh penyakit katarak. "Menurut data Kementerian Kesehatan mencapai 70 persen kebutaan akibat katarak," paparnya.

(Mia/Mel/*)

Sumber :
oleh Kusmiyati
Posted: 17/06/2013 15:00
http://health.liputan6.com/read/614693/ingat-semua-orang-pasti-bakal-derita-katarak

Rabu, 12 Juni 2013

Penderita Katarak di Yogya Meningkat 10 Persen

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Penderita penyakit katarak di DIY meningkat hingga 10 persen tiap tahunnya. Di DIY, saat ini terdapat 1,47 persen dari total penduduk yang menderita katarak.

Etty Budiasri, dokter mata, mengatakan, pentingnya menjaga kesehatan mata sejak dini untuk mengurangi resiko kebutaan. Tercatat, Indonesia menjadi negara dengan penderita katarak terbanyak kedua di dunia. Menurutnya, penyakit katarak dapat dengan mudah dicegah.

"Dengan membiasakan diri menghindari paparan sinar matahari langsung dan mengurangi intensitas paparan cahaya dari berbagai gadget yang biasa kita gunakan setiap harinya dapat mencegah katarak," kata Etty di depan anggota Dharma Wanita Kabupaten Sleman.

Ia menambahkan, peran ibu sangat besar untuk turut melindungi keluarga dari penyakit ini. Menurutnya, ibu dapat membantu pemenuhan gizi anak-anaknya sebagai upaya preventif munculnya penyakit mata.

Namun, ia menghimbau agar pemberian vitamin A tidak berlebihan. "Cukup satu minggu sekali sesuai kebutuhan," tambahnya. 

Selain itu, ia menambahkan, gejala penyakit mata seperti pandangan kabur dan gejala lainnya juga perlu diwaspadai.

Ketua Dharma Wanita Kabupaten Sleman Amalia Riyadi mengatakan, pemberian pengetahuan tentang kesehatan mata ini dilakukan untuk mengedukasi anggota Dharma Wanita Sleman tentang pentingnya peran ibu dalam melindungi keluarga dari bahaya penyakit mata. 

Ia juga mengimbau agar para anggota Dharma Wanita ikut menjaga kualitas kesehatan di lingkungannya dengan melaporkan ke Puskesmas adanya penderita katarak di lingkungannya agar dapat dibantu pengobatannya. 

Reporter : Dessy Suciati Saputri
Redaktur : A.Syalaby Ichsan

Website:
http://www.republika.co.id/berita/nasional/jawa-tengah-diy-nasional/13/06/11/mo7egp-penderita-katarak-di-yogya-meningkat-10-persen


Selasa, 04 Juni 2013

Intip Manfaat Ikan Tuna Bagi Tubuh

IKAN tuna ialah jenis ikan yang sudah familiar bagi masyarakat Indonesia. Sayangnya, banyak kurang menyadari  kandungan manfaatnya untuk tubuh.
 
Ya, banyak yang hanya mengetahui ikan tuna hanya kaya protein yang dapat membentuk anti bodi. Padahal manfaat dan kandungannya tak hanya sebatas itu. NggakPercaya?
 
Berikut kandungan ikan tuna dan manfaatnya untuk tubuh:
 
Mencegah kanker
Kandungan vitamin E dan silenium dapat membantu mencegah beberapa jenis kanker, seperti kanker di pankreas, dan juga setiap organ yang ada selaruan pencernaan ( lambung, kerongkongan, laring dan usus besar). Lain itu, manfaat asam lemak omega-3 dapat mencegah kanker payudara dan menurunkan risiko tertular leukimia.
 
Menjaga kesehatan mata
Sebuah kondisi yang disebut degenerasi makula ( katarak), dapat menyebabkan penglihatan memburuk. Kondisi itu sendiri kerap terjadi pada orang yang berumur diatas 50 tahun. Namun, bila Anda mengonsumsi ikan tuna segar dan rutin, Anda  dapat mencegah risiko ini bila diumur 50 tahun. Pasalnya tuna memiliki asam lemak omega-3 yang dapat melawan proses awal yang membentuk seorang terkena katarak.
 
Menyusutkan lemak dalam tubuh
Lima puluh persen kebutuhan kalori harian Anda dapat diturunkan dari asupan tiga ons ikan tuna, yakni senilai 110 kalori. Terkait hal itu, mengganti daging berlemak dengan ikan tuna sebagai sumber utama protein dapat secara efektif mengontrol berat badan Anda. Hal ini bisa terjadi, sebab secara tak langsung asupan yang ada pada ikan tuna menghemat ratusan kalori.
 
Detoksifikasi
Selenium pada kandungan ikan tuna, sudah diketahui dapat membersihkan tubuh dari senyawa atau bakteri yang membuat seorang akhirnya jatuh sakit.
 
Melindungi kesehatan jantung
Mengonsumsi ikan tuna bermanfaat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Hal ini bisa terjadi karena asam lemak omega-3 membantu mengurangi pembekuan darah, hingga mencegah terjadinya serangan jantung dan stroke. Selain itu, mafaat mengonsumsi ikan tuna juga mencegah peradangan dan perubahan kolesterol menjadi plak yang menyumbat arteri.
 
Melindungi kesehatan otak
Seorang yang mengonsumsi ikan tuna secara teratur entah seorang sedang diet atau tidak, dapat mencegah penrurunan kognitif dan penyakit Alzheimer. Hal ini bisa terjadi, karena asam lemak omega-3 dapat mencegah peradangan dan selalu mengedarkan darah ke otak. Demikian seperti dilansir Boldsky.
(uky)
sumber link: 
http://m.okezone.com/read/2013/06/04/486/817146


Senin, 03 Juni 2013

7 Strategi Jaga Penglihatan Tetap Sehat

KOMPAS.com - Ungkapan "mata adalah jendela dunia" mungkin tepat, karena mata merupakan organ yang penting untuk menyaksikan kejadian-kejadian yang terjadi di dunia. Untuk memiliki penglihatan yang sehat tentu kita harus melakukan upaya-upaya untuk melindunginya.

Simaklah tujuh strategi berikut guna mendapat penglihatan yang sehat.

1. Makan sayuran hijau
Sayuran hijau seperti bayam atau kangkung mengandung lutein dan zeaxanthin, dua karotenoid yang berfungsi mengurangi risiko mengembangkan katarak dan degenerasi makular.

2. Konsumsi antioksidan
Makanan yang mengandung antioksidan, seperti buah berry, jeruk, atau ceri dapat mengurangi kerusakan akibat radikal bebas dari lingkungan. Radikal bebas dari lingkungan didapat dari polusi dan radikal bebas. Radikal bebas dapat mempercepat pengerasan lensa mata serta katarak dan degenerasi makular.

3. Minum multivitamin
National Eye Institute menunjukkan bahwa suplemen dengan antioksidan seperti vitamin C, E, beta-karoten, serta mineral seperti zat besi dapat memperlambat degenerasi makular pada mereka yang berrisiko tinggi mengalaminya.

4. Makan omega-3
Omega-3 yang ditemukan di ikan tertentu seperti salmon dan tuna mungkin baik untuk perkembangan otak dan jantung, namun ternyata asam lemak ini juga baik untuk mata. Omega-3 dapat mengurangi mata kering, bahkan mencegah katarak.

5. Makan wortel
Wortel dan sayuran lain seperti labu mengandung beta karoten, karotenoid yang menjaga kesehatan mata.

6. Gunakan kaca mata pelindung
Sinar ultraviolet dari paparan matahari dapat mempercepat pengerasan lensa mata dan pengembangan katarak serta degenerasi makular. Maka menggunakan kaca mata pelindung merupakan salah satu sarana untuk melindungi mata dari dampak buruk sinar tersebut.

7. Lakukan aerobik
Beberapa penelitian mengindikasikan latihan aerobik dapat mengurangi tekanan di dalam mata sehingga membantu mengurangi risiko glaukoma.

Sumber :
Editor :
Lusia Kus Anna
Link : http://health.kompas.com/read/2013/06/03/17322399/7.Stretegi.Jaga.Penglihatan.Tetap.Sehat