Cari

Senin, 22 Juli 2013

Ini Kunci Sukses Israel Turunkan Kasus Kebutaan

KOMPAS.com - Kebutaan sesungguhnya dapat dicegah. Berdasarkan data WHO, 80 persen kebutaan bisa ditangani dengan pengobatan dan pencegahan yang tepat. Salah satu negara yang berhasil menurunkan tingkat kebutaan adalah Israel. Pada satu dekade terakhir, Israel berhasil menurunkan angka kebutaan dari 33,8 kasus per 100 ribu penduduk pada 1999, menjadi 14,8 pada 2009.
"Sekarang harapan mulai terlihat. Tentu semua negara bisa melakukan pendekatan yang sama," kata Prof.Michael Belkin dari Goldschleger Eye Research Institute, Tel Aviv University's Sackler Faculty of Medicine dan Sheba Medical Center dalam riset terbaru yang diterbitkan dalam American Journal of Ophthalmology.
Belkin mengatakan, perbaikan ditemukan pada 4 penyebab utama kebutaan meliputi penurunan ketajaman karena usia, glaukoma, diabetes, dan katarak.  Rahasianya tidak hanya pada pengobatan, tapi juga program kesehatan berbasis komunitas. Salah satunya adalah penyediaan klinik diabetes.
Klinik ini menyediakan upaya pencegahan dini serta perawatan untuk kebutaan karena diabetes. Belkin mencatat, program tersebut dapat menghemat keuangan publik untuk jangka panjang. Solusi lain juga telah dilakukan lewat aspek medis, budaya maupun kesehatan masyarakat. Salah satunya penggunaan obat kanker/tumor usus besar, untuk penyakit degenerasi mokular karena usia. Dengan dosis yang disesuaikan, ternyata obat kanker ini menimbulkan harapan bagi ribuan pasien.
Penurunan kebutaan karena katarak, kata Belkin, lebih dikarenakan perubahan kebijakan kesehatan. Sejak 1990, pasien dapat memilih dokter pribadinya untuk operasi katarak. Kebijakan ini mengurangi wakut tunggu untuk operasi. Sehingga, mencegah kondisi makin parah akibat waktu tunggu yg lama.
Belkin percaya, sangat mungkin bagi negara manapun mengadaptasi strategi ini. Walaupun biaya awal seperti membangun klinik diabetes butuh invesitasi besar, namun ini investasi ini sangat berharga.
Klinik diabetes di Israel, lanjut Belkin, telah membuktikan manfaatnya bagi pencegahan kasus kebutaan. Keberhasilan ini juga didukung oleh peran dokter serta kepatuhan pasien dalam berobat. Di Israel, tingkat kepatuhan pasien dalam berobat telah berkontribusi besar pada pencegahan kebutaan.

Sumber :
Editor :
Asep Candra
Penulis :
 Rosmha Widiyani | Kamis, 18 Juli 2013 | 10:48 WIB
 
http://health.kompas.com/read/2013/07/18/1048112/Ini.Kunci.Sukses.Israel.Turunkan.Kasus.Kebutaan.

Minggu, 14 Juli 2013

Persiapan dan Pasca Operasi Katrak



Katarak merupakan penyakit mata dimana terdapat selaput putih pada lensa mata. Adapun faktor – faktor yang menyebabkan terjadinya katarak pada mata ialah faktor usia, makanan yang tidak sehat, mata kurang perlindungan dari sinar matahari, terjadi kecelakan pada daerah mata dan terlambat diobati. Katarak bukan harus diantisipasi agar tidak fatal alias memicu kebutaan.

Adapaun langkah – langkah yang di lakukan sebelum operasi, yaitu pemeriksaan bola mata dengan mengukur bentuk bola mata, tekanan bolamata dll, dengan pemeriksaan ini maka dokter dapat menentukan lensa yang tepat untuk pasien. Dokter akan meminta pula hasil cek darah dari Laboratorium yang di rujuk untuk memastikan kondisi kesehatan pasien, setelah itu biasanya di berikan obat tetesmata antibiotik yang di gunakan dua hari sebelum operasi

10.Tips Merawat mata Pasca Operasi Katarak :
1.    Penderita tidak boleh mengangkat beban berat,
2.    Penderita tidak boleh mengedan terlalu keras,
3.    Bersihkan kelopak mata dengan kapas steril
4.    Penderita tidak boleh membungkuk, sujud (ibadah shalat dilakukan duduk atau tidur),
5.    Mata yang usai dibedah tidak boleh terkena air,
6.    Mata tidak boleh digosok gosok (di kucek),
7.    Harus memakai pelindung plastik / dop Mata jika ingin tidur.
8.    Obat tetes mata yang diberikan diteteskan 6kali dalam satuhari per 3 jam sekali.
9.    Penderita usai operasi harus melakukan kontrol rutin sesuai waktu yang ditentukan dokter.
10. Jika ada masalah terkait mata, maka harus segera mendatangi dokter.

Operasi katarak dilakukan sebagai penanganan dimana fungsinya untuk menggantikan lensa mata dengan lensa mata buatan. 90 persen pasien yang telah menjalani operasi katarak dapat menikmati penglihatan dan sembuh setelah menjalani prosedur yang tepat.


































Selasa, 09 Juli 2013

Penyakit Katarak, Keruhnya Lensa Mata yang Bikin Sensitif Cahaya

Katarak, Keruhnya Lensa Mata yang Bikin Sensitif Cahaya

oleh Bella Setyowati
Posted: 05/07/2013 15:00
Katarak, Keruhnya Lensa Mata yang Bikin Sensitif Cahaya
Ilustrasi
Liputan6.com, Katarak paling sering dialami orang yang sudah berusia lanjut. Penyakit itu merupakan gangguan penglihatan pada mata yang disebabkan oleh keruhnya lensa mata. Dengan begitu, aktivitas sehari-hari bisa terganggu. Apabila tidak segera diobati, katarak akan mengakibatkan seluruh lensa mata menjadi berwarna putih dan bisa disebut sebagai katarak `dewasa` atau `matang`. 

Katarak dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:
  • Katarak nuklir yaitu katarak yang memengaruhi pusat lensa. Gangguan mata jenis ini akan menyebabkan rabun jauh, penglihatan ganda, dan lensa mata menguning atau kecoklatan dan menyebabkan Anda sulit membedakan nuansa warna.
  • Katarak kortikal yaitu katarak yang mempengaruhi tepi lensa. Jenis katarak ini diawali dengan adanya goresan di tepi luar dari lensa korteks. Goresan-goresan tersebut kemudian semakin memanjang hingga mengenai pusat lensa. Sinar yang melewati pusat lensa menjadi terganggu.
  • Katarak subcapsular posterior yaitu katarak yang memengaruhi bagian belakang lensa mata. Gangguan mata jenis ini diakibatkan adanya area buram yang biasanya terbentuk di dekat bagian belakang lensa mata, tepat di saluran cahaya ke retina.
  • Katarak kongenital yaitu gangguan pada mata yang dibawa sejak lahir. Jenis katarak ini tidak selalu mempengaruhi penglihatan. Apabila sudah terdeteksi, katarak ini dapat langsung dihilangkan.
Gejala

Tanda-tanda berikut ini yang akan Anda alami bila Anda mengalami katarak:
  • Penglihatan berawan, kabur, atau redup
  • Penglihatan ganda
  • Melihat lingkaran-lingkaran cahaya (halos) di sekitar lampu
  • Sulit melihat pada malam hari
  • Sensitif terhadap cahaya dan silau
Penyebab

Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya penyakit katarak:

  • Memang dilahirkan dengan katarak (kongenital)
  • Riwayat keluarga (genetika): Seseorang bisa mewarisi penyakit katarak dari keluarga yang mengidap penyakit ini. Misalnya, orang tua.
  • Infeksi saat hamil. Jika seorang wanita mengalami infeksi tertentu selama kehamilan, seperti rubella atau cacar air, bayi dapat mengembangkan katarak sebelum kelahiran.
  • Usia: Katarak terkait dengan usia. Semakin tua usia Anda, resiko katarak juga semakin berkembang. Lensa mata Anda menjadi kurang fleksibel, kurang transparan, dan kurang tebal.
  • Pernah melakukan operasi glaukoma: Operasi untuk mengobati glaukoma dapat meningkatkan resiko katarak.
  • Cedera mata: Cedera pada mata adalah penyebab utama katarak pada anak-anak.
  • Diabetes: Apabila kadar gula darah berada di atas normal akan menimbulkan perubahan pada mata yang akan mengakibatkan katarak.
  • Kebiasaan merokok: Merokok mengarah pada pembentukkan bahan kimia yang disebut radikal bebas. Tingginya kadar radikal bebas dapat merusak sel-sel termasuk di lensa mata.
  • Terlalu banyak minum minuman beralkohol
  • Penggunaan jangka panjang obat-obatan steorid yang berdosis tinggi.
  • Sering terkena radiasi pada kepala. Misalnya, sinar-X
  • Tekanan darah tinggi
  • Obesitas
  • Pengobatan

Operasi menjadi satu-satunya pengobatan yang paling efektif untuk menyembuhkan penyakit katarak. Pada saat melakukan pembedahan, lensa berkabut dalam mata diambil dan diganti dengan implan lensa plastik. Namun, sebelum melakukan operasi, Anda bisa mengurangi resiko katarak dengan melakukan beberapa hal berikut ini:
  • Menggunakan kacamata hitam agar terhindar dari sinar ultraviolet dari matahari yang berkontribusi terhadap perkembangan katarak.
  • Berhenti merokok.
  • Menjaga berat badan, misalnya dengan berolahraga secara teratur.
  • Melakukan diet sehat dengan mengonsumsi banyak buah dan sayuran agar mendapatkan vitamin dan nutrisi yang cukup. Buah-buahan dan sayuran kaya antioksidan dapat mencegah kerusakan lensa mata Anda. Sebuah studi membuktikkan bahwa antioksidan dapat mencegah katarak.

sumber : 
http://health.liputan6.com/read/629250/katarak-keruhnya-lensa-mata-yang-bikin-sensitif-cahaya

Senin, 01 Juli 2013

Penderita Katarak di Jateng Capai 210.000 Orang

Solopos.com, SEMARANG — Perkembangan penderita penyakit katarak di Jawa Tengah sangat cepat, setiap tahun rata-rata terdapat sekitar 210.000 orang. Demikian diungkapkan Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Tengah, Rustriningsih pada Grand Opening Klinik Mata Papandayan (KMP) Semarang, Minggu (30/6).

Sedang penanganan terhadap penderita katarak, ujar Wagub masih terbatas, sehingga belum semuanya bisa dilakukan operasi. Operasi merupakan satunya-satunya cara penyembuhan katarak, tanpa dilakukan tindakan operasi penderita katarak bisa mengalami kebutaan.

”Dari 210.000 penderita katarak yang bisa dilakukan tindakan operasi sekitar 120.000 orang,” katanya dalam sambutan tertulis yang dibacakan Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Jateng, Sri Puryono.

Untuk itu, Wagub menyambut baik pembukaan KMP Semarang supaya bisa membantu menangani operasi penderita katarak, sehingga bisa menurunkan angka kebutaan di Jateng.

”Berharap KMP juga menerima pasien tak mampu melalui jaminan kesehatan masyarakat [Jamkesmas],” harap Rustriningsih.

Komisaris KMP, dr Harka Prasetyo, menyatakan KMP ingin menjadi pusat pelayanan mata dan bedah katarak terbaik dan terjangkau untuk seluruh lapisan masyarakat.

”Ke depan kami akan bekerjasama dengan pihak asuransi, seperti asuransi kesehatan [askes] dan Jamkesmas, sehingga masyarakat tak mampu bisa dilayani dengan gratis,” beber dia.

Klinik yang dilengkapi dengan peralatan canggih untuk operasi katarak yakni mesin phacoemulsifikasi, menurut Harka, bisa melakukan operasi katarak dalam waktu sekitar 15 menit.

”Begitu dioperasi pasien sudah bisa langsung pulang. Biaya operasi katarak antara Rp6 juta sampai Rp8 juta,” kata dia.

Direktur Utama KMP, dr Nur Isnayanti, menambahkan menerapkan pelayanan on call, di mana pasien bisa mendaftar melalui SMS, Blackberry, faksimili, dan menelpon dari rumah atau di mana saja. ”Sehingga pasien bisa dilayani dengan cepat, tanpa harus menunggu antrian lama,” ujar dia.

sumber : http://www.solopos.com/2013/06/30/penderita-katarak-di-jateng-capai-210-000-orang-421387