Cari

Kamis, 31 Oktober 2013

240 Ribu Warga Terkena Katarak

240 Ribu Warga Terkena Katarak

Padang, Padek—Tingkat kebutaan di Indonesia ter­bilang tinggi. Dari data yang diperoleh Persatuan Dokter Ahli Mata Indonesia (Per­dami), Indonesia berada di posisi kedua setelah Nigeria penyumbang angka kebutaan.
Salah satu penyebab kebu­ta­an yang dikhawatirkan ada­lah katarak. Setiap tahun, ada se­kitar 240 ribu warga Indonesia yang mengalami kebutaan aki­bat kata­rak. Sedangkan di Sum­bar, data menurut Ris­kes­das 2007, kebu­taan tingkat provinsi antara 0,8-1,9 persen dar jumlah penduduk.
Tujuh kabupaten dan kota dengan proporsi lebih tinggi adalah Mentawai 1,3 persen, Pesisir Selatan 1,9 persen, Tanahdatar 1,1 persen, Agam 1,9 persen, Pasaman 0,9 per­sen, Sawahlunto 1,4 persen, dan Pariaman 1,4 persen.
Sedangkan menurut data BKIM Sumbar tahun 2010 per­sentase kebutaan satu mata ada­lah 7,5 persen dan kebu­taan dua bola mata sebesar 0,2 per­sen. Penyebab kebutaaan oleh katarak mencapai 70,1 persen.
Ketua Umum Perdami Nila F Moeloek menjelaskan, pen­derita katarak umumnya dise­babkan faktor usia.
Seiring usia, fleksibilitas mata menga­lami penurunan, begitu pula ketebalan dan kejernihan mata. Lensa terdiri dari air dan serat protein.
Dengan bertambahnya usia, komposisi mata menga­lami perubahan dan struktur serat protein mengalami penu­runan. Beberapa serat protein akan menggumpal dan menye­babkan noda pada lensa mata.
“Katarak berkembang se­ca­ra lambat dan tidak meng­gang­gu pandangan mata anda pada awalnya. Tetapi ketika noda putih pada lensa mulai muncul, maka kenyamanan penglihatan anda akan ter­ganggu. Awalnya cahaya yang terang dan kaca­mata dapat membantu peng­lihatan mata anda,” ujarnya saat men­g­hadiri operasi gratis katarak yang diadakan di RST Rekso­diwiryo, Sabtu (12/10) bekerja sama dengan TNI, PT Sido Muncul, Solidaritas Istri Ka­binet Indonesia Bersatu (SKIB), BKMM Cikampek, dan Perdami Sumbar.
Nila menambahkan ma­syarakat yang tinggal di pesi­sir tingkat menderita katarak lebih tinggi dibandingkan ka­wa­san lainnya. Selain itu, fak­tor keturunan atau bawaan ju­ga menjadi penyebab katarak.
“Makanan juga menjadi penyebab, untuk itu harus dibiasakan pola hidup sehat. Pencegahan bisa dilakukan sejak dini degan pola hidup sehat,” ujarnya.
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan, kebu­taan dan gangguan pengli­hatan tidak hanya menganggu pro­duktivitas dan mobilitas pen­derita, tetapi juga menim­bul­kan dampak sosial ekonomi ba­gi lingkungan keluarga, dan ma­syarakat serta negara. “Pe­nyu­luhan dan memberi pe­ma­haman pada masyarakat men­jadi perhatian Pemprov untuk menekan penderita ke­bu­taan akibat katarak. Pengo­batan yang dilakukan TNI ini tentu mem­bantu mengurangi pende­rita katarak di Sumbar,” ujar­nya.
Danrem 032 Wirabraja, Kolonel Inf Ainurrahman men­­­jelaskan kegiatan ini rang­kaian HUT ke-68 TNI. Didam­pingi Kepala Rumah Sakit RST Rek­so­diwiryo Letkol CKM Far­haan Abd menyampaikan operasi gratis ini dilaksanakan hingga 13 Oktober. Setidaknya ada 335 masyarakat Sumbar yang mela­kukan operasi kata­rak. “Pemi­lihan katarak ini karena risiko kebutaan cukup tingi akibat katarak. Selain itu, juga wujud nyata adanya TNI di tengah masyarakat,” ulas­nya. Pada kesempatan itu, dari PT Sido Muncul hadir Nadine Chan­drawinata yang juga bintang iklan perusahaan jamu terbesar di Indonesia ini. (ek) 
Sumber : http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=47875

Rabu, 30 Oktober 2013

6 Langkah Agar Mata Tetap Sehat

REPUBLIKA.CO.ID, Jangan biarkan kesehatan mata terganggu. Lindungi penglihatan mata Anda dengan 6 langkah berikut ini seperti dilansir situs webmd.com:

1. Makanlah Makanan yang Baik untuk Kesehatan Mata
Penelitian telah menunjukkan bahwa nutrisi seperti omega-3 asam lemak, lutein, seng, dan vitamin C dan E dapat membantu mencegah masalah penglihatan yang berkaitan dengan usia seperti katarak. Makan makanan  seperti bayam, kangkung, sawi, salmon, tuna, telur, kacang-kacangan, dan sumber protein non-daging lainnya dapat menjaga kesehatan mata Anda.

2.  Berhenti Merokok
Merokok membuat Anda lebih terkena katarak, kerusakan saraf optik, dan degenerasi makula. Degenerasi makula adalah suatu kondisi medis yang biasanya mempengaruhi orang dewasa yang lebih tua yang mengakibatkan hilangnya penglihatan di tengah lapangan visual (makula) karena kerusakan retina.

3. Gunakan Kacamata Hitam
Kacamata hitam akan membantu melindungi mata Anda dari sinar ultraviolet (UV). Terlalu banyak paparan sinar UV membuat Anda lebih mudah untuk mendapatkan katarak dan degenerasi makula. Pilih kacamata yang menghalangi 99%  sampai 100% dari sinar UVA dan UVB.

4. Gunakan  di Rumah, di Tempat Kerja, dan Saat Berolahraga
Jika Anda bekerja dengan bahan berbahaya atau berhadapan dengan udara langsung di tempat kerja atau di rumah, gunakan kacamata keselamatan atau kacamata pelindung.

5. Jangan Terlalu Dekat Menatap  Layar Komputer
Menatap layar komputer terlalu dekat dapat menyebabkan kelelahan mata, pandangan kabur, kesulitan fokus pada jarak, mata kering, sakit kepala, leher, punggung, dan bahkan nyeri bahu.

6. Kunjungi Dokter Mata Secara Teratur
Semua orang, bahkan anak-anak, harus memeriksakan mata mereka secara teratur. Ini membantu melindungi penglihatan Anda agar dapat melihat dengan baik.

Sumber : http://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/13/10/11/muhtja-6-langkah-agar-mata-tetap-sehat

Selasa, 29 Oktober 2013

Alami Katarak? Segera Operasi Agar Tak Terjadi Kebutaan

Liputan6.com, Jakarta : Seiring bertambahnya usia seseorang, semakin parah pula kondisi matanya. Tak jarang di usia yang relatif tua, banyak orang yang menderita penyakit katarak.

Bila katarak ini terjadi pada Anda atau keluarga terdekat Anda, segeralah untuk melakukan pengobatan. Sebab, saat ini katarak masih menjadi penyebab utama kebutaan di Indonesia. Anda pasti tidak mau 'kan, kalau ini sampai terjadi pada diri Anda?

Dalam acara bertajuk 'SOHO #BetterU: Lima Penyakit Mata Tersering di Masyarakat Indonesia & Hari Penglihatan Sedunia', di Amaris Hotel Thamrin City, Jakarta, ditulis Kamis (10/10/2013) Ketua Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI), Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek, SpM mengatakan, bahwa lebih dari 80 persen penyebab kebutaan dapat dicegah atau diobati, termasuk katarak ini.

"Katarak bisa diobati. Katarak juga dapat disembuhkan dengan cara operasi. Jangan takut merasakan sakit ketika operasi katarak, karena memang operasi katarak tidak sakit sama sekali," kata Nila.

Meskipun penyakit katarak ini dapat diobati, sayangnya masih terjadi penumpukkan penderita (backlog) katarak yang cukup tinggi.

Menurut Nila F. Moeloek hal ini terjadi karena beberapa hal, yaitu masih kurangnya pengetahuan masyarakat, tingginya biaya operasi, keterbatasan tenaga, dan fasilitas pelayanan kesehatan mata.
Lebih lanjut wanita berambut panjang itu mengatakan, katarak merupakan penyakit mata yang disebabkan karena lensa mata yang keruh, sehingga masuknya cahaya pada retina terhalang.

Maka itu, mengapa operasi katarak ini sangat penting karena akan mengangkat lensa berkabut yang sudah tua, dan menggantinya dengan implantasi lensa yang baru.
Masih dalam kesempatan yang sama, Dokter Spesialis Mata dan Direktur Jakarta Eye Center, Dr. Johan Hutahuruk, MD mengatakan, bahwa katarak ini masuk ke dalam daftar lima penyakit mata yang paling sering terjadi di kalangan masyarakat Indonesia.

"Katarak umumnya disebabkan karena proses penuaan, tapi paparan sinar ultraviolet, penggunaan obat-obatan seperti steroid dan diabetes, juga dapat meningkatkan faktor risiko katarak," ujar Johan.
(Adt/Igw).

Senin, 28 Oktober 2013

Kacamata Hitam dan Topi Bisa Cegah Katarak

Langkah sederhana dengan selalu mengenakan topi dan kacamata hitam kala matahari menyengat bisa mencegah timbulnya katarak pada mata.
KATARAK merupakan penyakit mata penyebab kebutaan pertama di Indonesia. Penyakit ini umumnya terjadi seiring bertambahnya usia. Namun sebenarnya, penyakit ini sangat bisa dicegah.
Menurut pakar kesehatan mata dr Nila F Moeloek, hanya dengan rajin menggunakan kacamata hitam (sun glasses) dan topi, risiko katarak bisa menurun drastis. Kedua benda tersebut terutama digunakan saat sedang terpapar sinar matahari langsung.
"Kuncinya menghindari paparan sinar ultraviolet, karena sering terpapar sinar tersebut tanpa perlindungan merupakan salah satu faktor risiko katarak yang utama," jelasnya dalam sebuah diskusi kesehatan beberapa waktu lalu di Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Nila juga menyoroti kebiasaan berpakaian orang Indonesia yang masih melihat aneh pemakaian topi dan kacamata hitam. Padahal fungsi dari kedua benda itu adalah untuk proteksi dari risiko penyakit, bukan sekedar gaya.
"Coba kalau di Inggris, Ratu Elizabeth memakai topi orang menganggap bagus, di sini saya pakai topi dibilang gaya-gayaan," ujar Ketua Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) ini sedikit bersoloroh.
Karena itu, Nila mengimbau agar tidak menganggap topi maupun kacamata hitam sebagai bentuk fesyen saja, tetapi juga alat proteksi. Kedua benda tersebut, ujarnya, juga membantu mengurangi risiko penyakit-penyakit mata lainnya, seperti iritasi maupun pterigium.
Selain itu, imbuh dia, untuk menjaga kesehatan mata, diperlukan juga upaya seperti pemeriksaan mata teratur minimal satu tahun sekali, menjaga berat badan, dan mengatur pola makan sehat.
"Menjaga kesehatan mata sangat penting untuk mengurangi prevalensi kebutaan di Indonesia," pungkas Nila.
Kebutaan merupakan masalah penglihatan yang sangat menurunkan kualitas hidup penderitanya dan orang-orang di sekelilingnya. Sayangnya, masalah kebutaan masih tinggi di Indonesia. Menurut data dari organisasi kesehatan dunia (WHO) tahun 2010, diperkirakan setiap satu menit ada satu orang menjadi buta di Indonesia.ins
 
 

Kamis, 17 Oktober 2013

Setiap Menit Satu Orang Indonesia Alami Kebutaan

Liputan6.com, Jakarta : Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan 12 orang menjadi buta di dunia tiap menit dan empat orang di antaranya berasal dari Asia Tenggara. Di Indonesia sendiri, diperkirakan setiap menit ada satu orang menjadi buta.
Berdasarkan hasil survei kesehatan indera penglihatan dan pendengaran tahun 1993 sampai 1996, ada empat penyebab utama kebutaan di Indonesia, yaitu katarak, glaukoma, kelainan refraksi, dan penyakit lain yang berhubungan dengan lanjut usia.
Hal ini dipaparkan oleh Ketua Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI), Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek, dalam acara bertema `SOHO #BetterU: Setiap Satu Menit, Satu Orang Indonesia Terancam Kebutaan`, di Hotel Amaris Thamrin City, Jakarta, Rabu (9/10/2013)
"Kalau seseorang terkena katarak, itu masih bisa ditolong dan diobati. Ketika pasien menjalani operasi katarak, tidak akan terasa sakit. Untuk itu, agar terhindar dari kebutaan yang disebabkan katarak, segeralah untuk melakukan operasi," kata Nila Moeloek.
Untuk katarak sendiri, lanjut Nila, bisa juga disebabkan karena faktor usia. Karena semakin tua usia seseorang, kondisi matanya akan semakin parah. Tapi ingat, bila sudah terkena katarak, segera tangani.
Bila katarak dapat disembuhkan, beda halnya dengan glaukoma. Mengapa? Itu disebabkan glaukoma bersifat permanen dan tidak dapat diobati. Akan tetapi, kebutaan pada glaukoma bisa dicegah jika ditemukan sedini mungkin.
"Jika terdeteksi glaukoma maka harus selalu dikontrol dan mengurangi faktor risikonya, berupa tekanan bola mata tinggi, penyakit vaskuler, dan lain-lain," tambah Nila.
Pada tahun 2010, WHO memperkirakan terdapat 39 juta orang buta di dunia dan 246 juta orang lainnya mengalami gangguan penglihatan.
(Adt/Mel/*)

Sumber: 
http://health.liputan6.com/read/715855/setiap-menit-satu-orang-indonesia-alami-kebutaan

Minggu, 13 Oktober 2013

Rutin Cek Kondisi Mata Agar Terhindar dari Gangguan Penglihatan

Liputan6.com, Jakarta : Agar hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada mata Anda, ada baiknya untuk secara rutin memeriksakan kondisi mata pada dokter mata. Sebab, dengan rutin memeriksakan kondisi mata, dapat mengetahui secara pasti kesehatan mata, dan mencegah terjadinya kebutaan yang disebabkan karena beberapa hal.
Dalam acara bertajuk 'SOHO #BetterU: Lima Penyakit Mata Tersering di Masyarakat Indonesia & Hari Penglihatan Sedunia', di Amaris Hotel Thamrin City, Jakarta, ditulis Kamis (10/10/2013) Ketua Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI), Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek, SpM mengatakan, empat penyebab utama kebutaan di Indonesia itu adalah Katarak, Glaukoma, Kelainan Refraksi, dan penyakit-penyakit lain yang berkaitan dengan bertambahnya usia.
"Saat ini katarak masih menjadi penyebab utama terjadinya kebutaan di Indonesia. Tapi katarak, masih dapat diobati dengan cara operasi bedah katarak, dan operasi itu tidak sakit sama sekali. Sedangkan yang lainnya, ada yang tidak dapat disembuhkan, namun dapat dicegah," kata Nila Moelek.
Karena 80 persen penyebab kebutaan dapat dicegah dan diobati, untuk itu Nila menganjurkan kepada seluruh masyarakat Indonesia agar rutin memeriksakan kondisi mata. "Periksalah kondisi mata Anda secara rutin minimal setahun sekali. Bagaimana pun, mencegah lebih baik daripada mengobati," lanjut dia
Masalah kebutaan masih menghantui masyarakat di Indonesia. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada tahun 2010 diperkirakan terdapat 39 juta orang buta di dunia, dan 246 juta orang lainnya mengalami gangguan penglihatan.
Di Indonesia sendiri diperkirakan setiap menit ada satu orang menjadi buta.
(Adt/Igw)
Sumber : http://health.liputan6.com/read/716298/rutin-cek-kondisi-mata-agar-terhindar-dari-gangguan-penglihatan?wp.trkn

Sabtu, 12 Oktober 2013

Katarak Bisa Makin Cepat Timbul Kalau Punya Diabetes

Liputan6.com, Jakarta : Diabetes merupakan penyakit tidak menular (PTM) yang paling menakutkan di Indonesia saat ini. Bila diabetes sampai menyerang diri seseorang, dapat memicu terjadinya katarak jauh lebih cepat dari usia yang semestinya. Saat ini, Katarak masuk ke dalam 4 penyebab terjadinya kebutaan di Indonesia.
Di Indonesia, penderita diabetes militus nomor 4 terbanyak di dunia. Diabetes ini diderita, karena masyarakat Indonesia masih menjadi pengonsumsi karbohidrat terbanyak.
"Maka itu, makan nasinya jangan banyak-banyak. Perbanyak makan sayur dan buah, jangan nasinya yang diperbanyak. Saya bukan melarang, ya. Tapi, kalau bisa seimbang," kata Ketua Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI), Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek.
Hal ini dipaparkan Nila Moeloek dalam acara bertema 'SOHO #BetterU: Lima Penyakit Mata Tersering di Masyarakat Indonesia & Hari Penglihatan Sedunia', di Hotel Amaris Thamrin City, Jakarta, ditulis Kamis (10/10/2013)
Menurut Nila, katarak yang sering terjadi pada masyarakat awam terjadi karena faktor usia. Semakin tua usia seseorang, semakin parah juga kondisi matanya.
Pada masyarakat awam, katarak akan terjadi pada usia 72 tahun. Tapi, bila ada orang yang mengidap diabetes, akan memicu cepat terjadinya katarak ini.
"Kalau pengidap diabetes, bisa lebih cepat 10 tahun dari usia normalnya. Bila biasanya 72 tahun, pengidap diabetes bisa di usia 60 tahun terkena kataraknya," tutup Nila.
(Adt/Igw)

Sumber: http://health.liputan6.com/read/716289/katarak-bisa-makin-cepat-timbul-kalau-punya-diabetes?wp.hlth

Jumat, 11 Oktober 2013

Alami Katarak? Segera Operasi Agar Tak Terjadi Kebutaan

Liputan6.com, Jakarta : Seiring bertambahnya usia seseorang, semakin parah pula kondisi matanya. Tak jarang di usia yang relatif tua, banyak orang yang menderita penyakit katarak.

Bila katarak ini terjadi pada Anda atau keluarga terdekat Anda, segeralah untuk melakukan pengobatan. Sebab, saat ini katarak masih menjadi penyebab utama kebutaan di Indonesia. Anda pasti tidak mau 'kan, kalau ini sampai terjadi pada diri Anda?

Dalam acara bertajuk 'SOHO #BetterU: Lima Penyakit Mata Tersering di Masyarakat Indonesia & Hari Penglihatan Sedunia', di Amaris Hotel Thamrin City, Jakarta, ditulis Kamis (10/10/2013) Ketua Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI), Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek, SpM mengatakan, bahwa lebih dari 80 persen penyebab kebutaan dapat dicegah atau diobati, termasuk katarak ini.

"Katarak bisa diobati. Katarak juga dapat disembuhkan dengan cara operasi. Jangan takut merasakan sakit ketika operasi katarak, karena memang operasi katarak tidak sakit sama sekali," kata Nila.

Meskipun penyakit katarak ini dapat diobati, sayangnya masih terjadi penumpukkan penderita (backlog) katarak yang cukup tinggi.

Menurut Nila F. Moeloek hal ini terjadi karena beberapa hal, yaitu masih kurangnya pengetahuan masyarakat, tingginya biaya operasi, keterbatasan tenaga, dan fasilitas pelayanan kesehatan mata.
Lebih lanjut wanita berambut panjang itu mengatakan, katarak merupakan penyakit mata yang disebabkan karena lensa mata yang keruh, sehingga masuknya cahaya pada retina terhalang.

Maka itu, mengapa operasi katarak ini sangat penting karena akan mengangkat lensa berkabut yang sudah tua, dan menggantinya dengan implantasi lensa yang baru.
Masih dalam kesempatan yang sama, Dokter Spesialis Mata dan Direktur Jakarta Eye Center, Dr. Johan Hutahuruk, MD mengatakan, bahwa katarak ini masuk ke dalam daftar lima penyakit mata yang paling sering terjadi di kalangan masyarakat Indonesia.

"Katarak umumnya disebabkan karena proses penuaan, tapi paparan sinar ultraviolet, penggunaan obat-obatan seperti steroid dan diabetes, juga dapat meningkatkan faktor risiko katarak," ujar Johan.
(Adt/Igw)

Sumber: http://health.liputan6.com/read/716284/alami-katarak-segera-operasi-agar-tak-terjadi-kebutaan

Kamis, 10 Oktober 2013

Dua Anak Penderita Katarak Dioperasi

indosiar.com, Sorong - (Kamis : 10/10/2013) Dua anak penderita katarak di Sorong, Papua Barat, akhirnya bisa melihat normal setelah menjalani operasi katarak dalam acara bakti sosial yang digelar program Peduli Kasih Indosiar. Keduanya menderita katarak di usia dini akibat terkena ledakan petasan dan paku saat bermain.
Demi mengembalikan penglihatan putranya Rivaldi, Andi dan Astuti rela menempuh perjalanan selama semalam atau 12 jam dari Fak - Fak menuju RSUD kota Sorong, Papua Barat melalui kapal laut. Sejak Lebaran lalu, bocah berusia 4 tahun ini tidak bisa melihat secara sempurna. Namun karena kesulitan biaya, kedua orang tuanya tidak mampu berbuat banyak, karena itu bahkti sosial yang digelar Peduli Kasih Indosiar menjadi kabar gembira bagi mereka.
Ledakan petasan pada Lebaran lalu menjadi petaka bagi Rivaldi. Bola api petasan mengenai matanya sehingga sejak itu penglihatannya menjadi buram. Rivaldi menyambut operasi dengan hati gembira karena sebentar lagi bisa melihat seperti sedia kala.
Nasib serupa juga menimpa Lukman Hadi, 8 tahun. Sejak paku mengenai matanya saat tengah bermain, Lukman tidak bisa melihat secara normal. Berbagai cara telah dilakukan kedua orang tuanya untuk mengembalikan penglihatannya namun tidak berhasil. Bahkan bercak putih tumbuh di matanya. Namun kini maupun Lukman bisa melihat normal kembali setelah menjalani operasi katarak.
Rivaldi dan Lukman merupakan 2 penderita katarak yang telah menjalani operasi berkat kerjasama Peduli Kasih Indosiar dengan perhimpuanan dokter spesialis mata Indonesia, Poliklinik Kana dan pemerintah Kabupaten Sorong, Papua Barat.
Pada bakti sosial ini juga dilakukan operasi terhadap 500 penderita katarak, yang rata - rata sudah berusia lanjut. Mereka datang dari berbagai kota, seperti Sorong, Raja Ampat, Manokwari, Tual bahkan dari ambon. Seperti di kota - kota lainnya, bakti sosial operasi katarak massal ini berlangung lancar karena sudah disosialisasikan sebelumnya sehingga warga antusias untuk berdatangan. (Albert Bembot/Sup)
sumber : http://www.indosiar.com/fokus/dua-anak-penderita-katarak-dioperasi_110915.html

Kamis, 03 Oktober 2013

Terbanyak Penderita Gangguan Mata

SENDAWAR - Sebanyak 537 warga mendapatkan pelayanan kesehatan gratis tahap ketiga. Kegiatan itu dipusatkan di Lou Benuaq Taman Budaya Sentawar Jalan Sendawar Raya, Senin (23/9) kemarin.
Pelayanan kesehatan ini dilaksanakan melalui kerja sama Tim Dokter Fakultas Kesehatan Gigi Universitas Gajah Mada Jogjakarta, Balai Kesehatan Mata dan Olahraga  Masyarakat  Kalimantan Timur, Dinas Kesehatan (Diskes) Kubar, RSUD Harapan Insan Sendawar. Kemudian semua kepala Puskesmas se-Kubar dan didukung pihak swasta.
Warga tidak mampu yang mendapatkan pelayanan kesehatan gratis tersebut terdiri dari 189 pasien operasi katarak, 38 pasien operasi pterigium, 245 orang pengobatan gangguan mata, 16 pasien operasi bibir sumbing, dan 1 pasien operasi tumor mulut. Selanjutnya 4 pasien operasi enukleasi mata, 20 pasien kaki gajah, 62 pasien jiwa yang terdaftar dalam proses pemeriksaan.
Seperti diketahui, pelayanan kesehatan tahap pertama digelar pada 2-4 Juli lalu. Pelayanan meliputi operasi katarak untuk 230 pasien, pengukuran serta pencetakan kaki dan tangan palsu 19 orang. Tahap kedua, pada 12-14 Agustus, melakukan persiapan pemasangan protesa mata untuk 8 orang. Dengan demikian jumlah pasien katarak dan pengobatan mata yang sudah dioperasi maupun diobati dari tahap pertama sampai tahap ketiga berjumlah 702 orang.
“Selanjutnya juga dilakukan pemeriksaan laboratorium darah jari untuk penyakit filariasis di Kecamatan Bongan dan Long Iram dengan mengambil seribu orang sebagai sampel,” kata Bupati Kubar Ismail Thomas dalam sambutan tertulis disampaikan Asisten II Ekonomi Pembangunan dan Sosial Abed Nego pada penutupan kegiatan tersebut.
Kegiatan ini menurut Bupati, diperuntukkan bagi masyarakat yang tidak mampu agar dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang optimal. Pelayanan kesehatan ini sebagai bentuk kepedulian Pemkab Kubar. Kegiatan operasi dan pengobatan merupakan wujud nyata kepedulian Pemkab Kubar terhadap kesehatan masyarakat. Dalam hal ini, Pemkab Kubar mengalokasikan anggaran sebesar  Rp 3,5 miliar melalui dana Bina Sosial Sekretariat Kabupaten.(hms10/rud/k9)
sumber:http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/31858/terbanyak-penderita-gangguan-mata.html

Rabu, 02 Oktober 2013

Sosialisasikan B2SA di 16 Kecamatan

SENDAWAR – Pembinaan terhadap masyarakat tak henti-hentinya dilakukan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kutai Barat. Salah satunya, melakukan sosialisasi dan penyuluhan makanan beragam, bergizi seimbang, dan aman (B2SA) di Sport Hall Linggang Bigung,  Selasa (24/9) kemarin.
Kegiatan itu diikuti 253 peserta. Terdiri  dari petinggi, Ketua Badan Permusyawaratan Kampung (BPK), Kepala Adat, Ketua Tim Penggerak PKK kecamatan, kampung, dan kader Posyandu se-Kecamatan Linggang Bigung.
Pada kesempatan itu juga dilakukan demo masak oleh Kelompok Kerja (Pokja) II TP PKK Kecamatan Linggang Bigung dengan menu sayur bening, ikan pepes, dan tahu telor. Dilanjutkan penyuluhan oleh Petugas Gizi Kecamatan Linggang Bigung Stephanus Liah yang menguraikan tentang kandungan protein, gizi, dan manfaat makanan yang didemokan terhadap kesehatan.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lucia Mayo Thomas mengatakan, sosialisasi B2SA di 16 kecamatan merupakan pesan khusus Ketua Dewan Pembina/Penyantun TP PKK Kubar yakni Bupati Kubar Ismail Thomas.
“Bupati berharap, kegiatan sosialisasi B2SA dilakukan di seluruh lapisan masyarakat. Agar warga mengetahui dan memahami bahwa gizi diperlukan dan sangat penting untuk bayi sejak dalam kandungan. Tak hanya setelah bayi lahir tetapi sejak dalam kandungan betul-betul harus diperhatikan, karena di dalam kandungan terjadi pembentukan otak,” kata Lucia.
Oleh sebab itu, Pemkab Kubar memberikan perhatian khusus kepada bidang kesehatan terlebih kepada ibu-ibu hamil untuk diberikan gizi yang cukup.
“Kegiatan sosialisasi B2SA ini bertujuan memperbaiki gizi masyarakat, mulai dari janin dalam kandungan, ibu menyusui, sampai gizi  anak-anak dan balita,” tambahnya.
Lucia berharap, dukungan dan bimbingan dari Dinas Kesehatan (Diskes), bisa membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kubar. Sedangkan untuk memberikan penjelasan secara detail tentang makanan bergizi, beragam dan berimbang merupakan tugas para ahli gizi. Mengingat para ahli gizi yang disekolahkan Pemkab Kubar sudah kembali dan bertugas di Puskesmas. Selanjutnya mereka diharapkan betul-betul dapat membantu dan gencar melakukan penyuluhan gizi kepada masyarakat.
“Makanya secara langsung Bupati Kubar meminta PKK Kabupaten melaksanakan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan B2SA sekaligus demo masak yang dilaksanakan di 16 kecamatan dengan melibatkan seluruh unsur masyarakat,” tambah Lucia. (hms10/san/k8)
sumber :http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/32042/sosialisasikan-b2sa-di-16-kecamatan.html