Cari

Kamis, 31 Oktober 2013

240 Ribu Warga Terkena Katarak

240 Ribu Warga Terkena Katarak

Padang, Padek—Tingkat kebutaan di Indonesia ter­bilang tinggi. Dari data yang diperoleh Persatuan Dokter Ahli Mata Indonesia (Per­dami), Indonesia berada di posisi kedua setelah Nigeria penyumbang angka kebutaan.
Salah satu penyebab kebu­ta­an yang dikhawatirkan ada­lah katarak. Setiap tahun, ada se­kitar 240 ribu warga Indonesia yang mengalami kebutaan aki­bat kata­rak. Sedangkan di Sum­bar, data menurut Ris­kes­das 2007, kebu­taan tingkat provinsi antara 0,8-1,9 persen dar jumlah penduduk.
Tujuh kabupaten dan kota dengan proporsi lebih tinggi adalah Mentawai 1,3 persen, Pesisir Selatan 1,9 persen, Tanahdatar 1,1 persen, Agam 1,9 persen, Pasaman 0,9 per­sen, Sawahlunto 1,4 persen, dan Pariaman 1,4 persen.
Sedangkan menurut data BKIM Sumbar tahun 2010 per­sentase kebutaan satu mata ada­lah 7,5 persen dan kebu­taan dua bola mata sebesar 0,2 per­sen. Penyebab kebutaaan oleh katarak mencapai 70,1 persen.
Ketua Umum Perdami Nila F Moeloek menjelaskan, pen­derita katarak umumnya dise­babkan faktor usia.
Seiring usia, fleksibilitas mata menga­lami penurunan, begitu pula ketebalan dan kejernihan mata. Lensa terdiri dari air dan serat protein.
Dengan bertambahnya usia, komposisi mata menga­lami perubahan dan struktur serat protein mengalami penu­runan. Beberapa serat protein akan menggumpal dan menye­babkan noda pada lensa mata.
“Katarak berkembang se­ca­ra lambat dan tidak meng­gang­gu pandangan mata anda pada awalnya. Tetapi ketika noda putih pada lensa mulai muncul, maka kenyamanan penglihatan anda akan ter­ganggu. Awalnya cahaya yang terang dan kaca­mata dapat membantu peng­lihatan mata anda,” ujarnya saat men­g­hadiri operasi gratis katarak yang diadakan di RST Rekso­diwiryo, Sabtu (12/10) bekerja sama dengan TNI, PT Sido Muncul, Solidaritas Istri Ka­binet Indonesia Bersatu (SKIB), BKMM Cikampek, dan Perdami Sumbar.
Nila menambahkan ma­syarakat yang tinggal di pesi­sir tingkat menderita katarak lebih tinggi dibandingkan ka­wa­san lainnya. Selain itu, fak­tor keturunan atau bawaan ju­ga menjadi penyebab katarak.
“Makanan juga menjadi penyebab, untuk itu harus dibiasakan pola hidup sehat. Pencegahan bisa dilakukan sejak dini degan pola hidup sehat,” ujarnya.
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan, kebu­taan dan gangguan pengli­hatan tidak hanya menganggu pro­duktivitas dan mobilitas pen­derita, tetapi juga menim­bul­kan dampak sosial ekonomi ba­gi lingkungan keluarga, dan ma­syarakat serta negara. “Pe­nyu­luhan dan memberi pe­ma­haman pada masyarakat men­jadi perhatian Pemprov untuk menekan penderita ke­bu­taan akibat katarak. Pengo­batan yang dilakukan TNI ini tentu mem­bantu mengurangi pende­rita katarak di Sumbar,” ujar­nya.
Danrem 032 Wirabraja, Kolonel Inf Ainurrahman men­­­jelaskan kegiatan ini rang­kaian HUT ke-68 TNI. Didam­pingi Kepala Rumah Sakit RST Rek­so­diwiryo Letkol CKM Far­haan Abd menyampaikan operasi gratis ini dilaksanakan hingga 13 Oktober. Setidaknya ada 335 masyarakat Sumbar yang mela­kukan operasi kata­rak. “Pemi­lihan katarak ini karena risiko kebutaan cukup tingi akibat katarak. Selain itu, juga wujud nyata adanya TNI di tengah masyarakat,” ulas­nya. Pada kesempatan itu, dari PT Sido Muncul hadir Nadine Chan­drawinata yang juga bintang iklan perusahaan jamu terbesar di Indonesia ini. (ek) 
Sumber : http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=47875

Tidak ada komentar:

Posting Komentar