Cari

Kamis, 03 Oktober 2013

Terbanyak Penderita Gangguan Mata

SENDAWAR - Sebanyak 537 warga mendapatkan pelayanan kesehatan gratis tahap ketiga. Kegiatan itu dipusatkan di Lou Benuaq Taman Budaya Sentawar Jalan Sendawar Raya, Senin (23/9) kemarin.
Pelayanan kesehatan ini dilaksanakan melalui kerja sama Tim Dokter Fakultas Kesehatan Gigi Universitas Gajah Mada Jogjakarta, Balai Kesehatan Mata dan Olahraga  Masyarakat  Kalimantan Timur, Dinas Kesehatan (Diskes) Kubar, RSUD Harapan Insan Sendawar. Kemudian semua kepala Puskesmas se-Kubar dan didukung pihak swasta.
Warga tidak mampu yang mendapatkan pelayanan kesehatan gratis tersebut terdiri dari 189 pasien operasi katarak, 38 pasien operasi pterigium, 245 orang pengobatan gangguan mata, 16 pasien operasi bibir sumbing, dan 1 pasien operasi tumor mulut. Selanjutnya 4 pasien operasi enukleasi mata, 20 pasien kaki gajah, 62 pasien jiwa yang terdaftar dalam proses pemeriksaan.
Seperti diketahui, pelayanan kesehatan tahap pertama digelar pada 2-4 Juli lalu. Pelayanan meliputi operasi katarak untuk 230 pasien, pengukuran serta pencetakan kaki dan tangan palsu 19 orang. Tahap kedua, pada 12-14 Agustus, melakukan persiapan pemasangan protesa mata untuk 8 orang. Dengan demikian jumlah pasien katarak dan pengobatan mata yang sudah dioperasi maupun diobati dari tahap pertama sampai tahap ketiga berjumlah 702 orang.
“Selanjutnya juga dilakukan pemeriksaan laboratorium darah jari untuk penyakit filariasis di Kecamatan Bongan dan Long Iram dengan mengambil seribu orang sebagai sampel,” kata Bupati Kubar Ismail Thomas dalam sambutan tertulis disampaikan Asisten II Ekonomi Pembangunan dan Sosial Abed Nego pada penutupan kegiatan tersebut.
Kegiatan ini menurut Bupati, diperuntukkan bagi masyarakat yang tidak mampu agar dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang optimal. Pelayanan kesehatan ini sebagai bentuk kepedulian Pemkab Kubar. Kegiatan operasi dan pengobatan merupakan wujud nyata kepedulian Pemkab Kubar terhadap kesehatan masyarakat. Dalam hal ini, Pemkab Kubar mengalokasikan anggaran sebesar  Rp 3,5 miliar melalui dana Bina Sosial Sekretariat Kabupaten.(hms10/rud/k9)
sumber:http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/31858/terbanyak-penderita-gangguan-mata.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar