Cari

Kamis, 12 Desember 2013

Gangguan Mata Katarak Bisa Dihilangkan dengan Cepat

Jumat, 6 Desember 2013
JAKARTA (Suara Karya): Gangguan mata katarak kini bisa dihilangkan dengan cepat dan mudah. Melalui teknologi terkini yang disebut fako emulis, setelah operasi selama 15-20 menit, pasien bisa langsung melihat secara jelas.
"Lewat sayatan kecil, kami mengambil lensa yang keruh kemudian menggantinya dengan lensa buatan yang ditanam secara permanen. Teknik seperti ini mampu meminimalisasi terjadinya komplikasi," kata dokter spesialis mata Rumah Sakit Puri Cinere, Rita Polana usai layanan operasi katarak gratis bagi 53 pasien dengan 61 mata, di Jakarta, Selasa (3/12).
Aksi sosial itu merupakan bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun ke-22 RS Puri Cinere pada 15 Desember mendatang.
Alasan digelarnya operasi katarak gratis, menurut dr Rita Polana, karena gangguan mata katarak merupakan hal yang krusial. Mengingat jumlah penderita katarak terbilang besar yaitu mencapai 7,4 persen dari total penduduk atau sekitar 15,3 juta jiwa.
"Sinar matahari yang berlimpah di bumi Indonesia sebenarnya bisa menjadi bumerang bagi kesehatan mata penduduknya. Sinar matahari bisa menyebabkan gangguan mata, dan katarak menempati urutan pertama pasien penderita gangguan mata," katanya.
Tingginya angka gangguan mata di Indonesia, dijelaskan dr Rita Polana, selain faktor terlalu sering terpapar sinar matahari, juga ada faktor kekurangan nutrisi. Konsumsi pangan penduduk Indonesia kurang sayur warna oranye dan merah yang kaya akan zat vitamin A.
"Fakta lainnya adalah gangguan dari penyakit diabetes. Gula darah yang tak terkontrol bisa menyebabkan gangguan pada mata penderita diabetes," tuturnya.
Mengutip data Kementerian Kesehatan 2000, dr Rita mengatakan, penyebab utama kebutaan di Indonesia adalah penyakit katarak (0,78 persen), glaukoma (0,12 persen), kelainan refraksi (0,14 persen), dan penyakit lain terkait usia lanjut (0,38 persen).
Meski penderita katarak banyak diderita lansia (lanjut usia), katarak sudah mulai diderita usia remaja 15 tahun. Bahkan ada bayi yang juga terkena katarak, lantaran adanya virus Torch yang diderita ibunya selama kehamilan.
"Perlu diketahui masyarakat Indonesia untuk tidak lupa mengenakan kacamata hitam saat berada dibawah terik matahari. Ini bukan untuk gaya-gayaan tetapi meminimalasi terjadinya katarak di usia dini," kata dr Rita menegaskan.
Soal biaya, operasi katarak dengan teknik fako emulis terbilang cukup mahal sekitar Rp 9-11 juta per tindakan. Mahalnya karena menggunakan lensa buatan terbaik karena akan ditanam secara permanen. (Tri Wahyuni)
Sumber : http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=339886 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar