Cari

Rabu, 29 Januari 2014

Alami Katarak? Segera Operasi Agar Tak Terjadi Kebutaan

Liputan6.com, Jakarta : Seiring bertambahnya usia seseorang, semakin parah pula kondisi matanya. Tak jarang di usia yang relatif tua, banyak orang yang menderita penyakit katarak.

Bila katarak ini terjadi pada Anda atau keluarga terdekat Anda, segeralah untuk melakukan pengobatan. Sebab, saat ini katarak masih menjadi penyebab utama kebutaan di Indonesia. Anda pasti tidak mau 'kan, kalau ini sampai terjadi pada diri Anda?

Dalam acara bertajuk 'SOHO #BetterU: Lima Penyakit Mata Tersering di Masyarakat Indonesia & Hari Penglihatan Sedunia', di Amaris Hotel Thamrin City, Jakarta, ditulis Kamis (10/10/2013) Ketua Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI), Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek, SpM mengatakan, bahwa lebih dari 80 persen penyebab kebutaan dapat dicegah atau diobati, termasuk katarak ini.

"Katarak bisa diobati. Katarak juga dapat disembuhkan dengan cara operasi. Jangan takut merasakan sakit ketika operasi katarak, karena memang operasi katarak tidak sakit sama sekali," kata Nila.
Meskipun penyakit katarak ini dapat diobati, sayangnya masih terjadi penumpukkan penderita (backlog) katarak yang cukup tinggi.

Menurut Nila F. Moeloek hal ini terjadi karena beberapa hal, yaitu masih kurangnya pengetahuan masyarakat, tingginya biaya operasi, keterbatasan tenaga, dan fasilitas pelayanan kesehatan mata.
Lebih lanjut wanita berambut panjang itu mengatakan, katarak merupakan penyakit mata yang disebabkan karena lensa mata yang keruh, sehingga masuknya cahaya pada retina terhalang.

Maka itu, mengapa operasi katarak ini sangat penting karena akan mengangkat lensa berkabut yang sudah tua, dan menggantinya dengan implantasi lensa yang baru.
Masih dalam kesempatan yang sama, Dokter Spesialis Mata dan Direktur Jakarta Eye Center, Dr. Johan Hutahuruk, MD mengatakan, bahwa katarak ini masuk ke dalam daftar lima penyakit mata yang paling sering terjadi di kalangan masyarakat Indonesia.

"Katarak umumnya disebabkan karena proses penuaan, tapi paparan sinar ultraviolet, penggunaan obat-obatan seperti steroid dan diabetes, juga dapat meningkatkan faktor risiko katarak," ujar Johan.
(Adt/Igw)

sumber
http://health.liputan6.com/read/716284/alami-katarak-segera-operasi-agar-tak-terjadi-kebutaan/?related=pbr&channel=h

Selasa, 28 Januari 2014

Tertimpa Tiang Listrik, Pria Ini Alami Katarak Berbentuk Bintang

Liputan6.com, California : Sebuah kecelakaan ambruknya tiang listrik yang menimpa seorang pria di California, akhirnya berbuntut kerusakan pada lensa matanya (katarak). Yang aneh, katarak yang menimpa pria tersebut bentuknya menyerupai bintang.
Seperti dikutip laman Businessinsider, Jumat (24/1/2014) seorang profesor ahli Optalmologi dari Universitas California, San Diego, Amerika Serikat dr. Bobby Korn yang merawat pasien tersebut mengatakan bahwa saat kecelakaan, pria ini dialiri 14.000 volt listrik sehingga saraf optik yang menghubungkan bagian belakang mata ke otak mengalami kerusakan.
"Saraf optik itu mirip dengan kawat yang mengalirkan listrik. Tegangan arus yang ekstrim membuat kerusakan pada saraf optiknya," kata Korn.
Yang jadi masalah, setelah empat minggu perawatan di rumah sakit, lensa mata pasien itu membentuk gelembung atau vakuola di luar lensa. Hal ini membuat pasien tersebut mengalami katarak berbentuk bintang.
"Pria itu akhirnya menjalani operasi untuk menghilangkan katarak dan dipasangi implan lensa baru. Sekarang ini pandangannya sedikit membaik tapi masih terbatas," jelas Korn.
Korn menjelaskan bahwa mata itu seperti kamera. Jika lensa rusak, maka dapat diganti dengan yang baru, tetapi jika saraf optik dan retinanya rusak, maka Anda akan tidak akan pernah mendapatkan gambar yang bagus.
Kasus pria ini dilaporkan dalam edisi 23 Januari dari New England Journal of Medicine.
(Fit/Abd)

Senin, 27 Januari 2014

Mata Pria Ini Miliki Katarak Bentuk Bintang Usai Kesetrum

Wartanews, Jakarta - Seorang pria harus mengalami katarak akibat tersengat aliran listrik. Hal tersebut membuatnya jadi perbincangan hangat publik saat ini.

Bukan soal penyakit yang dideritanya, melainkan bentuk mata setelah mengalami kesetrum. Katarak di matanya itu memiliki pola bintang.

Jurnal medis New England Journal of Medicine yang mengungkap hal ini. Seorang pria yang bekerja sebagai teknisi mengalami kejutan listrik sebesar 14 ribu Volt di tubuh dan matanya. Sekitar 4 minggu setelah kejadian, pria itu mengeluhkan penglihatannya sedikit kabur.

Dr. Bobby Korn yang memeriksa pria berusia 42 tahun ini mendapati matanya membentuk katarak. Seluruh lensa di kedua bola matanya memiliki pola bintang. Hingga kini, belum diketahui bagaimana pola tersebut bisa terbentuk di lensa mata.

Akhirnya pria itu memutuskan untuk menjalani operasi membuang katarak berbentuk bintang tersebut. Namun kemampuan penglihatannya tidak bisa kembali normal lantaran syarafnya telah rusak. Dr. Bobby sendiri menjelaskan bahwa mata manusia sama dengan kamera.

"Jika lensanya rusak maka bisa digantikan dengan yang baru," ucap Dr. Bobby. "Tapi jika klise, yang dalam kasus ini adalah syaraf penglihatan dan retina, rusak maka Anda tidak bisa menghasilkan potret yang bagus."(*/haz)
 sumber
http://www.wartanews.com/lifestyle/42f21a88-a291-3f61-fe65-40c9b99be950/mata-pria-ini-miliki-katarak-bentuk-bintang-usai-kesetrum

Minggu, 12 Januari 2014

Diet Antioksidan Bisa Kurangi Risiko Katarak

UNTUK menjalani hidup yang lebih sehat, terutama ketika memasuki usia dewasa tua, diperlukan diet sehat dan seimbang. Karenanya, Anda harus memenuhi kebutuhan antioksidan dalam tubuh. Apa pasal?

Para peneliti menganjurkan untuk menerapkan diet kaya antioksidan, terutama bagi kalangan dewasa tua. Menurut sebuah studi di Swedia, wanita dengan konsentrasi yang lebih tinggi antioksidan dalam diet mereka, memiliki risiko lebih rendah terkena katarak seiring bertambahnya usia.

Lebih lanjut, penelitian yang dipublikasikan oleh JAMA Ophthalmology Journal meneliti hubungan antara diet antioksidan dengan katarak pada 30.607 wanita berusia 49-83 tahun. Diet antioksidan ini termasuk sayur-sayuran, biji-bijian, dan kopi.

“Sebanyak 4.309 kasus katarak yang berhubungan dengan usia ditemukan rata-rata lebih dari 7,7 tahun masa tindak lanjut, dengan risiko 13 persen lebih rendah untuk pasien dengan antioksidan tertinggi,” jelas peneliti, dikutip Opticianonline.

Sementara itu, para peneliti di Karolinska Institute, Swedia, menambahkan bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menanggapi hasil penelitian tersebut. Tujuannya untuk meneliti semua antioksidan dalam makanan yang diperlukan untuk mengonfirmasi atau membantah temuan.

Untuk diketahui, katarak adalah penyakit yang disebabkan karena lensa mata keruh, sehingga masuknya cahaya pada retina menjadi terhalang. Umumnya, katarak bisa disebabkan karena proses penuaan, tetapi paparan sinar ultraviolet, penggunaan obat-obatan, seperti steroid dan diabetes juga meningkatkan faktor risiko katarak.
http://health.okezone.com/read/2014/01/10/486/924420/diet-antioksidan-bisa-kurangi-risiko-katarak

Rabu, 08 Januari 2014

Berhenti Merokok Tekan Risiko Katarak

KOMPAS.com - Merokok merupakan kebiasaan yang buruk bagi kesehatan, sehingga menghentikan kebiasan tersebut dapat menurunkan risiko penyakit.
Tidak hanya penyakit jantung yang selama ini sangat berkaitan dengan kebiasaan merokok, sebuah studi terbaru menemukan menghentikan merokok dapat mengurangi risiko menderita penyakit katarak.
Katarak merupakan kondisi umum yang dialami oleh mereka yang berusia lanjut. Kondisi tersebut sejatinya merupakan penurunan fungsi lensa mata sehingga tampak "berawan" dan menurunkan daya penglihatan.
Namun para peneliti asal Swedia menemukan, pria paruh baya yang biasa merokok 15 batang per harinya dapat menurunkan risiko katarak dalam dua puluh tahun sejak berhenti merokok.
Salah seorang peneliti Birgitta Ejdervik Lindblad dari Orebro University Hospital mengatakan, menghentikan kebiasaan merokok dapat mengurangi risiko katarak, namun efeknya baru dapat dirasakan setelah puluhan tahun. Ini karena merokok berhubungan dengan penyakit mata, sehingga strategi menghentikan kebiasaan merokok adalah penting.
"Dokter mata perlu menegaskan pada pasiennya untuk berhenti merokok," tegasnya.
Studi yang dipublikasi dalam JAMA Ophthalmology ini melibatkan kelompok pria dengan usia 45 hingga 79 tahun. Para peneliti menganalisa hubungan antara berhenti merokok dengan lebih dari 5.700 kasus operasi katarak selama 12 tahun.
Temuan studi menunjukkan, pria yang merokok lebih dari 15 batang rokok perhari memiliki risiko 42 persen lebih tinggi untuk menjalani operasi katarak dibandingkan dengan mereka yang tidak. Namun, seiring waktu, berhenti merokok dapat mengurangi risiko tersebut.
Para peneliti menemukan bahwa lebih dari 20 tahun setelah berhenti merokok, pria yang sebelumnya merokok 15 batang rokok mengalami penurunan risiko operasi katarak hingga menjadi 21 persen saja, dibandingkan dengan orang yang tidak pernah merokok.

Sumber :
http://health.kompas.com/read/2014/01/05/1346132/Berhenti.Merokok.Tekan.Risiko.Katarak
 
 ```````````````````````````````````````````````````````````````----``````````````````````````````````````````````````````
 
 
 
 

Senin, 06 Januari 2014

Antioksidan Perkecil Risiko Katarak pada Wanita

ANTIOKSIDAN sejak dulu diketahui bermanfaat bagi kesehatan. Pasalnya, asupan ini bisa melindungi tubuh terhadap kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas. Namun, manfaat mengonsumsi antioksidan lebih dari sekadar melindungi tubuh dari radikal bebas. Apa pasal?

Menurut sebuah studi di Swedia, wanita yang mengonsumsi makanan kaya antioksidan dapat memiliki risiko lebih rendah terkena katarak. Ini merupakan penyakit gangguan penglihatan mata yang terkadang berhubungan dengan pertambahan usia.

“Kerusakan oksidatif dari lensa mata yang disebabkan oleh radikal bebas diyakini menjadi penyebab pengembangan katarak,”ujar pemimpin penelitian, Susanne Rautianen dari  the Institute of Environmental Medicine di the Karolinska Institute, dikutip Newsmaxhealth.

Pada penelitian ini, Rautianen bersama timnya mengamati pola diet dari 30 ribu wanita paruh baya dan tua. Kemudian, tim peneliti menemukan bahwa total asupan antioksidan tertinggi memiliki sekira 13 persen lebih rendah terkena katarak.

“Penelitian sebelumnya telah difokuskan pada antioksidan individu yang diperoleh dari makanan atau suplemen, dan peserta melaporkan hasil yang tidak konsisten,”tuturnya.

Sementara, untuk memeroleh makanan-makanan yang mengandung antioksidan Anda bisa memilih buah-buahan atau sayuran. Misalnya, tomat, stroberi, brokoli, sawi, jeruk, melon dan mangga. (ind)

SUMBER : 
http://health.okezone.com/read/2014/01/02/486/920780/antioksidan-perkecil-risiko-katarak-pada-wanita 




Rabu, 01 Januari 2014

Selamat Natal Dan Tahun Baru 2014

Selamat Natal Dan Tahun Baru 2014
Semoga di tahun yang baru ini kita semua di berikan Kebahagiaan Cinta dan Kasih Sayang, Kesehatan jasmani dan rohani yang lebih baik lagi, serta di berikan Rezki yang berlimpah.
Amiin.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

                                                OPERASI KATARAK MURAH
Kami menawarkan oprasi katarak dengan Dokter Spesialis Mata, kami melakukan operasi katarak dengan teknik terkini, menggunakan teknik Fakoemulsifikasi dan lensa lipat, sehingga operasi katarak saat ini lebih aman dan nyaman. menggunakan teknik Fakoemulsifikasi,Operasi selesai tanpa memerlukan jahitan. Waktu operasi biasanya kurang dari 30 menit.

Cukup dengan Rp.3.750.000/mata,

untuk keterangan lebih lanjut dapat hubungi :


www.katarak-info.blogspot.com

www.operasikatarak.blogspot.com
Philips: 0855 789 10 25

Ravael: 0813 190 429 60