Cari

Kamis, 20 Februari 2014

Radiasi Percepat Timbulnya Katarak

JAKARTA, KOMPAS — Selain dipengaruhi faktor usia, katarak juga dipengaruhi paparan sinar ultraviolet yang berlebihan. Indonesia yang berada di daerah tropis dengan sinar matahari berlimpah, penduduknya harus lebih waspada terhadap kemungkinan terkena katarak.

”Pergunakan kacamata secara tepat untuk mencegah paparan ultraviolet yang berlebih,” kata dr Darwan M Purba, Direktur Rumah Sakit Mata Jakarta Eye Center (JEC) Kedoya, Sabtu (15/2), di Jakarta.

Katarak menyumbang 70 persen dari total 3,6 juta kasus kebutaan di Indonesia. ”Karena itu, katarak harus mendapat perhatian lebih” kata Darwan.

Katarak (endophthalmitis) merupakan infeksi mikroba berupa peradangan berat pada seluruh jaringan intraokular. Infeksi ini biasanya disertai rasa nyeri, kemerahan pada konjungtiva, serta bisa menyebabkan kebutaan. Jumlah penderita katarak di Indonesia terbesar ketiga di dunia, serta urutan pertama untuk kawasan Asia Tenggara.

Menurut dr Setiyo Budi Riyanto, spesialis mata yang juga Direktur Medik JEC Kedoya, katarak paling banyak ditemukan pada orang berusia lanjut, terutama di atas 50 tahun. Katarak tidak bisa ditangani dengan obat, tetapi harus ditangani melalui operasi. Kacamata hanya berfungsi mengurangi sementara kaburnya penglihatan.

Operasi katarak menggunakan pisau merupakan metode umum untuk memecahkan atau menghilangkan kekeruhan pada lensa. Namun, sejak dua tahun terakhir, RS JEC Kedoya telah melakukan metode operasi tanpa pisau atau bledeless laser cataract surgery dengan keberhasilan nol persen infeksi. ”JEC Kedoya telah melakukan 5.455 operasi katarak dari 2012-2014 dan tak ada infeksi pascaoperasi,” kata Darwan.

Pada operasi katarak dengan cara lama, kornea dibuka dan dilakukan pembedahan sepanjang 5-7 milimeter. Sementara pada operasi ini hanya membuka 1,4–2,2 milimeter. Dengan demikian, masa penyembuhan jauh lebih cepat. (A10)

Sumber :
Editor :
Asep Candra
 http://health.kompas.com/read/2014/02/17/0928180/Radiasi.Percepat.Timbulnya.Katarak

---------------------------------------------------------and-----------------------------------------------------------






OPERASI KATARAK MURAH 
Cukup dengan Rp.3.750.000/mata,
untuk keterangan lebih lanjut dapat hubungi :

www.katarak-info.blogspot.com
www.operasikatarak.blogspot.com
Philips: 0855 789 10 25

Ravael: 0813 190 429 60




Rabu, 19 Februari 2014

Jauhi Rokok untuk Tekan Potensi Katarak

SATU lagi alasan mengapa kebiasaan merokok perlu mengurangi kebiasaan merokok sekarang juga. Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa menghentikan kebiasaan yang satu ini juga dapat mengurangi risiko terkena katarak.
Katarak? Ya. Katarak merupakan sebuah kondisi medis ketika lensa mata menjadi semakin keruh yang ditandai dengan penglihatan buram. Katarak diyakini menjadi penyebab utama munculnya gangguan penglihatan atau kebutaan (lebih dari 50 persen) atau prevalensinya 0,76 persen.
Para peneliti di Swedia menemukan, risiko katarak pada pria paruh baya yang merokok sedikitnya 15 batang per hari dapat menurun jika mereka berhenti melakukannya. "Berhenti merokok dapat mengurangi risiko katarak. Sebab merokok juga terkait dengan penyakit mata lain, maka strategi untuk mencegah dan mempromosikan stop merokok menjadi sangat penting," kata Dr. Birgitta Ejdervik Lindblad, salah seorang peneliti tentang efek rokok terhadap kesehatan mata seperti dilansir laman Autismandipad, Minggu (16/1).
Penelitian yang telah dipublikasikan dalam JAMA Ophthalmology ini melibatkan sekelompok pria penduduk Swedia berusia 45-79 tahun. Para peneliti memeriksa ada atau tidaknya hubungan antara berhenti merokok dengan lebih dari 5.700 kasus katarak selama 12 tahun terakhir.
Hasilnya ditemukan bahwa pria yang merokok lebih dari 15 batang rokok sehari memiliki risiko 42 persen lebih tinggi mengalami katarak dibandingkan pria yang tidak pernah merokok. Oleh karena itu, berhenti merokok dianggap dapat mengurangi risiko tersebut.
Katarak bisa muncul karena berbagai sebab. Misalnya kontak dalam waktu lama dengan cahaya ultra violet, radiasi, serta efek dari penyakit seperti diabetes dan hipertensi, usia lanjut, atau trauma.
Faktor-faktor genetik juga mungkin berperan memicu katarak pada usia yang lebih dini. Pada tahap tertentu, tak ada jalan lain untuk menyembuhkan katarak selain operasi.(fny/jpnn)

Sumber : 
http://www.jpnn.com/read/2014/02/17/216987/Jauhi-Rokok-untuk-Tekan-Potensi-Katarak- 










OPERASI KATARAK MURAH
Cukup dengan Rp.3.750.000/mata,
untuk keterangan lebih lanjut dapat hubungi :


www.katarak-info.blogspot.com
www.operasikatarak.blogspot.com
Philips: 0855 789 10 25

Ravael: 0813 190 429 60



Senin, 17 Februari 2014

Infeksi Usai Operasi Katarak Bisa 0% dengan Prosedur Tanpa Pisau Bedah Ini

Jakarta, Ketika mengalami katarak, sebagian orang terkadang lebih memilih membiarkan kondisi matanya tidak bisa melihat dengan jelas sebab takut dioperasi atau khawatir mengalami infeksi. Memang, dulu prosedur operasi katarak bersifat manual dan lebih rentan infeksi.

Kini, sudah ada terobosan baru berupa Bladeless Laser Cataract Surgery yakni operasi tanpa pisau dengan luka sayat hanya sepanjang 1,4-2,2 mm disertai satu jahitan atau tidak sama sekali. Bius yang digunakan adalah bius tetes. Di Indonesia, prosedur ini sudah diterapkan salah satunya di Jakarta Eye Center (JEC).

"Femtosecond Laser Cataract Surgery gampangnya kalau operasi femco yang motong bukan tangan dokter dengan pisau bedah tapi komputer, tidak pakai pisau bedah dan dengan laser," jelas dr. Darwan M. Purba, SpM selaku Presiden Direktur JEC Korporat di sela-sela 'Jakarta Eye Center International Meeting (JECIM) 2014' di The Ritz Carlton, Jakarta, dan ditulis pada Minggu (16/2/2014).

"Guidance-nya pakai mouse, diatur sentralisasinya posisi di tengah. Dilakukan secara streaming. Kalau sudah pas di-setting, diatur ketebalan kornea dan ketebalan kataraknya. Jadi semua ukuran terhitung lalu kantong lensa dibuka pakai sinar laser dan kataraknya tinggal ambil dengan semacam pencungkil yang disebut spatula," papar dokter spesialis mata lain dari JEC, dr. Setiyo Budi Riyanto, SpM(K).

Keuntungan menggunakan Femtosecond Laser Cataract Surgery di antaranya minim sekali risiko infeksi pasca-operasi atau post-operative endophthalmitis. Ini merupakan infeksi yang berisiko terjadi pada seluruh operasi yang menembus mata bagian dalam. Infeksi yang terjadi berupa peradangan berat pada seluruh jaringan intraokular yang mengenai dua dinding bola mata yaitu retina dan koroid.

"Matanya jadi merah karena meradang, terus penglihatannya kabur. Ini besifat emergency karena kalau nggak segera diatasi dengan operasi bisa sebabkan kebutaan," kata dr Purba.

Pada operasi manual, digunakan pisau yang membuka kantung kornea lalu meninggalkan luka 10-15 mm dan membutuhkan 5-7 jahitan. Bius yang digunakan pun bius suntik. Baru di tahun 1990-an berkembang ultrasound technology yakni prosedur operasi katarak tanpa pisau melainkan menggunakan gelombang suara.

Bius yang digunakan adalah jenis tetes, lalu nantinya gelombang suara akan menghancurkan katarak yang kemudian diambil. Prosedur ini meninggalkan luka sepanjang 1,4 mm-2,2 dan membutuhkan satu jahitan atau tidak sama sekali.

"Jadi bisa dibilang Femtosecond Laser Cataract Surgery ini yang paling mutakhir. Selama dua tahun berturut-turut JEC@Kedoya berhasil melakukannya sehingga zero infection setelah operasi Katarak. Ini membuktikan kalau Indonesia juga nggak kalah sama negara lain," papar dr Budi.

Untuk biaya operasi ini, dibutuhkan sekitar Rp 22.500.000 untuk satu mata. Tarif ini memang dua kali lipat dari tarif operasi katarak biasa.

(rdn/vit)
 SUMBER :
 http://health.detik.com/read/2014/02/16/083047/2498685/763/infeksi-usai-operasi-katarak-bisa-0-dengan-prosedur-tanpa-pisau-bedah-ini?991104topnews

Minggu, 16 Februari 2014

Pasti Terjadi, Tapi Munculnya Katarak Bisa Diperlambat

Jakarta, Katarak merupakan kelainan degeneratif di mana seiring bertambahnya usia, kornea mata yang awalnya jernih menjadi keruh. Meski begitu, katarak masih bisa dihindari dalam artian waktu terjadinya dapat diperlambat.

"Semua orang pasti kena katarak, hanya gradasinya saja yang berbeda. Kita mencegahnya supaya katarak nggak cepat muncul dengan cara hindari sinar ultraviolet dengan mengurangi paparan sinar matahari," jelas dr. Setiyo Budi Riyanto, SpM(K).

Apalagi, Indonesia merupakan salah satu negara tropis yang wilayahnya banyak mendapat sinar matahari. Sehingga, tingginya sinar matahari membuat banyaknya penderita katarak di Indonesia. Meskipun di dunia India-lah negara dengan jumlah pasien katarak tertinggi sedangkan Indonesia menempati posisi ketiga.

Di Asia Tenggara, Indonesia menempati posisi pertama jumlah penderita katarak. Hal itudisampaikan dr Budi dalam 'Jakarta Eye Center International Meeting (JECIM) 2014' di The Ritz Carlton, Jakarta, Sabtu (15/2/2014).

Pernyataan serupa diutarakan dr. Darwan M. Purba, SpM selaku Presiden Direktur JEC Korporat bahwa katarak tidak bisa dihindari hanya ditunda saja kejadiannya. Bahkan, dr Purba mengatakan ia sering berkelakar pada pasiennya tentang bagaimana menghindari katarak.

"Kalau orang sudah umur 50 tahun ke atas kan sudah ada uban, ada cucu, dan ada katarak juga. Itu sudah satu paket, jangan mau cucu sama ubannya tapi nggak mau terima kataraknya. Siap nggak siap katarak harus dihadapi," kisah dr Purba sambil tertawa.

Meskipun kasus terbanyak katarak adalah katarak senilis yang terjadi pada manula di atas 50 tahun, terdapat pula beberapa jenis katarak di antaranya katarak sejak lahir, katarak komplikata (karena komplikasi penyakit lain) dan katarak traumata.

"Ini sudah kontrak alam. Cuma, kalau umur pasiennya ada pergeseran, dulu orang jarang baca bahkan mungkin buta huruf karena untuk kerja mencangkul aja cukup. Kalau sekarang dia smsan, karena kemajuan teknologi pernglihatannya lebih tajam. Sekarang umur 50 udah susah baca, nonton tv nggak nyaman, lihat arloji nggak," kata dr Purba.

(rdn/vit)
Sumber : 
http://health.detik.com/read/2014/02/15/142846/2498453/763/pasti-terjadi-tapi-munculnya-katarak-bisa-diperlambat?991104topnews


Minggu, 09 Februari 2014

70% Kebutaan di Indonesia Disebabkan Katarak

Metrotvnews.com, Jakarta: Sebanyak 70 persen dari 3,6 juta angka kebutaan di Indonesia dimulai dari katarak. Katarak adalah kondisi kekeruhan pada lensa mata dengan berbagai tingkatan dan pemicu.

"Penderita katarak mengalami gangguan penglihatan atau buta dan itu akan menurunkan kualitas hidup, karena mau tak mau mereka harus bergantung pada orang lain," kata SHarita Siregar, Ketua Panitia Pelaksana Kegiatan Ulang Tahun ke-30 Jakarta Eye Centre (JEC), pada konferensi pers JEC Gelar 400 Operasi Katarak Gratis di JEC Kedoya, Jakarta Barat, Sabtu (8/2).

Padahal, menurut Sharita, 3/4 dari total kebutaan bisa disembuhkan, termasuk yang diakibatkan katarak. "Alasan itu pula yang menguatkan komitmen JEC untuk membantu penderita katarak mendapatkan kembali kemandirian dan masa produktif mereka," terang Sharita.

Dalam rangka ulang tahun ke-30, JEC menggelar Operasi Katarak Gratis untuk 400 penderita katarak di Indonesia. Bekerja sama dengan Gerakan Matahati sebagai mitra JEC dalam memberantas buta katarak di Indonesia, kegiatan ini juga mendukung visi pemerintah mewujudkan 2020 bebas katarak.

SUMBER :
 http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2014/02/08/6/214281/70-Kebutaan-di-Indonesia-Disebabkan-Katarak


GOOD JOB!!!

Jumat, 07 Februari 2014

112 Warga Mukomuko Derita Katarak Berat

REPUBLIKA.CO.ID, MUKOMUKO, BENGKULU -- Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menemukan sedikitnya 112 orang warga setempat menderita penyakit mata katarak berat.

"Petugas puskesmas telah melakukan screning atau pemeriksaan sebanyak 262 warga yang mengalami penyakit mata katarak, sebanyak 112 orang, diantara penderita berat," kata Kabid Bina Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Junharto, di Mukomuko, Ahad (2/2).

Hal itu menanggapi jumlah final peserta operasi mata katarak gratis saat Hari Ulang Tahun daerah itu ke-11, di Mukomuko, Ahad. Ia mengatakan, dari hasil screning penyakit mata katarak yang di derita oleh sebanyak 112 orang ini, hampir semua bagian mata tertutup warna putih.

Menurut dia, warga dengan penyakit mata katarak berat ini susah untuk melihat benda-benda yang berada di dekatnya, apalagi benda yang sangat jauh. Lalu, mereka ini direkomendasikan untuk menjadi sasaran kegiatan operasi mata katarak gratis di daerah itu.

Ia menerangkan, sampai saat ini sebanyak 454 orang penderita mata katarak berat yang telah menjalani operasi gratis yang digelar dua kali di daerah itu yakni tahun 2012 dan 2013.

"Kegiatan ini digelar oleh Komda Lansia dan PKK, selanjutnya kegiatan ini diusulkan jadi program pemerintah setempat agar pelaksanaanya setiap tahun," ujarnya lagi.

SUMBER:
http://www.republika.co.id/berita/nasional/daerah/14/02/02/n0d95d-112-warga-mukomuko-derita-katarak-berat