Cari

Rabu, 28 Mei 2014

Phaco Emulsifikasi Infiniti, Alat Operasi Katarak Pertama di RS Negeri di Jambi

OPERASI mata katarak saat ini sudah bisa di RSUD Abdul Manap yang kini sudah memeliki alat Phaco Emulsifikasi Infiniti. Untuk ukuran RS negeri di Jambi, baru RSUD Abdul Manap yang memiliki alat tersebut. Seperti apa alat tersebut?

PENYAKIT mata katarak biasanya harus dirujuk keluar daerah untuk melakukan operasi, ini dikarenakan tidak adanya alat yang canggih yang digunakan untuk operasi tersebut. Namun saat ini Rumah Sakit umum Daerah (RSUD) Abdul Manap telah memiliki alat untuk operasi mata katarak tersebut,  berupa Phaco Emulsifikasi Infiniti yang baru dioperasikan sejak awal Maret lalu.
Dari seluruh RSUD yang ada di Provinsi Jambi,  baru RSUD Abdul Manap yang memiliki alat untuk operasi mata katarak ini.  Dokter mata RSUD Abdul Manap, dr. Vonna Riasari, menjelaskan, dengan menggunkan Phaco Emulsifikasi Infiniti operasi yang dilakukan tidak perlu memakan waktu yang lama, yaitu antara 15 sampai 20 menit saja. Luka yang ditimbulkan akibat operasi menggunakan alat terbaru tersebut juga tidak terlalu besar, sehingga penyembuhan juga relatif lebih cepat dari pada operasi lainya. Setelah operasipun rehabilitasi penglihatan lebih cepat, demikian juga peradangan yang ditimbulkan sangat minimal.
Vonna menyebutkan bahwa alat Phaco Emulsifikasi Infiniti sebenarnya sudah ada sejak awak Januari lalu, hanya saja baru dioperasikan sejak awal Maret lalu. Karena dokter dan asisten harus mengikuti uji fungsi dan pelatihan menggunakan alat Phaco Emulsifikasi Infiniti terlebih dulu sebelum melakukan operasi sebenarnya.
"Sejauh ini sudah 14 pasien penderita katarak yang dioperasi, hasil operasi sangat memuaskan, penyembuhan pasca operasi sangat cepat, hanya beberapa hari saja," sebut dr. Vonna saat dibincangi Jambi Ekspres akhir pekan lalu.
RSUD Abdul Manap memang merupakan RSUD yang pertama memiliki alat Phaco Emulsifikasi Infiniti tersebut, ini menandakan bahwa kelas RSUD sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Bahkan meningkatnya pelayanan di RSUD ini juga ditandai dengan hadirnya tenaga dokter dan alat-alat yang belum ada di RSUD Abdul Manap sebelumnya. Upaya peningkatan pelayanan RSUD Abdul Manap terus dilakukan untuk melayani pasien.
Vonna menambahkan, penggunaan alat operasi katarak berupa Phaco Emulsifikasi Infiniti dilengkapi dengan kaset mesin yang digunakan untuk operasi. Kaset mesin tersebut harus dibuang setelah satu kali pakai, sehingga harganya juga sedikit lebih mahal dari operasi biasanya. Bahkan untuk ruang operasi juga tidak bisa dicampurkan dengan ruang operasi lainnya. "Setiap setelah operasi ruangan harus disterilkan, lama waktu mensterilkan yaitu 24 jam. Kalau tidak disterilkan bisa berdampak pada hasil operasi mata akibat infeksi," tandasnya.

Jumat, 23 Mei 2014

Operasi Katarak Kini Bisa Dilakukan Hanya 15 menit

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Katarak merupakan penyebab nomor wahid kejadian kebutaan di Indonesia. Sekitar 52 persen dari seluruh angka kebutaan di negeri ini disebabkan karena katarak. Padahal, sebenarnya laju katarak bisa dikendalikan.
Menurut Wakil Direktur Pemasaran dan Pengembangan Klinik Mata Sehati, dr Gideon Hartono, kemajuan teknologi kesehatan masa kini memungkinkan penanganan terhadap berbagai masalah kesehatan mata secara mudah dan cepat, termasuk pada katarak.
Menggunakan teknologi terbaru, kata dia, operasi katarak dapat dilakukan dalam waktu sekitar 15 menit, dengan sayatan yang hanya selebar tiga milimeter. "Semakin dini diketahui, penanganannya akan semakin mudah," kata Gideon di sela acara grand opening Klinik Mata Sehati, Jl Yos Sudarso, Yogyakarta, Senin (14/4/2014).
Dalam acara tersebut hadir Wali kota Yogyakarta Haryadi Suyuti dan Ketua Jogja Eye Health Tri Kirana Muslidatun. Hadir pula para jajaran pimpinan Klinik Mata Sehati, yaitu dr Marlyna Afifudin SpM (direktur), dr Purjanto Tepo Utomo SpM (wakil direktur medis dan pelayanan), dr Kurnia Rosyida SpM (wakil direktur SDM), dan dr Sagung Gede Indrawati SpM (Wakil direktur umum dan keuangan).
Sebagai perwujudan tekad Gideon dan kawan-kawan untuk memerangi kebutaan akibat katarak, mereka menggelar program operasi katarak gratis bagi warga miskin.
Setiap kali Klinik Mata Sehati mengadakan 10 operasi berbayar, maka akan diselenggarakan satu operasi katarak gratis. Pada operasi gratis tersebut, kata dia, pihaknya akan tetap menggunakan kntraocular lens prima. Intraocular lens adalah lensa mata sintesis yang menggantikan lensa mata asli yang keruh dan diambil pada operasi katarak.
Tidak cukup sampai situ, pihaknya juga menyediakan satu hari khusus bagi pasien dari kalangan lanjut usia untuk mendapatkan diskon. "Setiap Selasa pukul 13.00 sampai 16.00 pasien lansia mendapatkan diskon 20 persen," kata Gideon.
Ada pula pemberian 1000 kacamata gratis bagi para pelajar, serta pemeriksaan kesehatan mata gratis. Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengapresiasi kegiatan-kegiatan Klinik Mata Sehati, yang ia sebut merupakan perwujudan nyata dari komitmen memerangi penyakit mata di Indonesia. "Saya harap berbagai jenis bantuan dari rekan-rekan di Klinik Mata Sehati manfaatnya bisa benar-benar terasa bagi masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya," kata Haryadi. (*)
 sumber:
http://jogja.tribunnews.com/2014/04/14/operasi-katarak-kini-bisa-dilakukan-hanya-15-menit/

Senin, 19 Mei 2014

Ingin Tampil Menarik, Wanita Rentan Terkena Masalah Mata

KOMPAS.com - Dorongan tampil menarik bisa muncul dalam diri pria maupun wanita. Namun pada wanita dorongan ini bisa membawa dampak buruk, salah satunya pada mata. Pasalnya, wanita punya lebih banyak pilihan cara untuk tampil menarik mengandalkan matanya.

Sumber masalahnya terletak pada gaya hidup wanita terkait dengan penggunaan produk riasan mata, lensa kontak, kacamata hitam dengan beragam model dan gaya termasuk bingkai kacamata rancangan desainer ternama.

Lee Sao Bing, Direktur Medis Shinagawa LASIK & Eye Centre dari Singapura, mengatakan bahwa tahap-tahap kehidupan seorang wanita bisa berdampak pada penglihatan karena gaya hidup dan perubahan hormon.

Selain gaya hidup dan perubahan hormon, rentang hidup wanita yang lebih lama daripada pria juga menempatkan mereka pada risiko yang lebih tinggi untuk penyakit mata terkait usia, termasuk katarak, glaukoma dan sindrom mata kering.

Dari berbagai faktor tersebut, menurut Lee, wanita lebih rentan terhadap masalah mata sebagai akibat dari beberapa produk terkait gaya hidup.

“Secara umum wanita lebih rentan terserang alergi pada mata, iritasi dan infeksi seperti konjungtivitis (mata merah) karena penggunaan kosmetik. Infeksi dapat terjadi ketika riasan mata masuk ke mata dan mengapung di saluran air mata," katanya melalui siaran pers.

Untuk mencegah berbagai masalah mata ini, berikut kiat merawat mata khusus untuk wanita:

* Jangan mengabaikan pentingnya menggunakan kacamata hitam saat beraktivitas di luar ruangan, dan selalu pilih lensa kacamata yang dapat menangkal sinar UVA dan UVB. Paparan sinar matahari dan sinar UV yang berkepanjangan juga dapat meningkatkan risiko terserang katarak dan penyakit mata lainnya.

* Hapus riasan wajah dan cuci wajah sebelum tidur malam, karena banyak unsur dari riasan mata yang dapat menyebabkan iritasi jika digunakan terlalu lama. Kebiasaan ini juga dapat memelihara kesehatan kulit di sekitar mata.

* Ikuti petunjuk penggunaan lensa kontak. Penyalahgunaan dalam memakai dan membersihkan lensa kontak dapat menyebabkan berbagai infeksi mata, bahkan kebutaan. Pastikan untuk mencuci tangan sebelum menyentuh lensa kontak dan gunakan cairan pembersih yang dianjurkan.

* Pengguna lensa kontak sangat dianjurkan untuk memasang lensa kontak terlebih dahulu sebelum mengaplikasikan riasan. Hal ini bertujuan untuk menghindari infeksi akibat masuknya residu ke dalam mata.


Editor :
Wardah Fajri
 
http://female.kompas.com/read/2014/04/24/1736370/Ingin.Tampil.Menarik.Wanita.Rentan.Terkena.Masalah.Mata.?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Kfmwp

Sabtu, 17 Mei 2014

Panti Waluyo Gratiskan Operasi Katarak

Solopos.com, SOLO — Rumah Sakit (RS) Panti Waluyo Solo menggelar operasi katarak gratis kali kelima untuk 36 pasien, Minggu (30/3/2014). Operasi katarak gratis rutin diadakan RS Panti Waluyo beberapa tahun terakhir. Operasi gratis terhadap selaput pada mata itu digelar atas kerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Cabang Solo dan PT Sidomuncul.
Ketua Panitia program operasi katarak gratis, Titis Pamungkas, mengatakan program diselenggarakan membantu program pemerintah mengurangi penderita katarak di Indonesia. Titis menjelaskan sebanyak 106 calon pasien mendaftarkan diri tetapi tidak semua dapat dikerjakan. Hanya 36 orang yang lolos screening untuk operasi. “Pendaftar dari Tangerang, Ngawi, Soloraya, dan lain-lain. Operasi dilaksanakan pukul 07.00 WIB-17.00 WIB,” kata Titis melalui siaran pers yang diterima Solopos.com, Senin (31/3/2014).
sumber
http://www.solopos.com/2014/04/06/panti-waluyo-gratiskan-operasi-katarak-500842

Selasa, 13 Mei 2014

Awas, Komputer dan Laptop Sebabkan Katarak


Jakarta - Seorang pekerja paruh baya di ibukota sibuk memperhatikan layar komputer. Setiap hari ia menghadap komputer 8 jam, bahkan lebih ketika deadline. Kacamata yang ia pakai dari tahun ke tahun semakin menebal. Menginjak kepala 3, ia didiagnosa menderita katarak. Apakah ini mungkin?
Katarak, tak pandang usia
Tak hanya keturunan, kontak langsung mata dengan sumber cahaya yang mengandung radiasi, ultraviolet, inframerah dan gelombang mikro pun ternyata cukup berpengaruh. Tak mengherankan, bila di usia 30-40 an, katarak bisa menghampiri. Apa gejalanya?
Penglihatan memburam, kabur dan berkabut. Lensa mata semakin keruh dan cahaya tak bisa mencapai retina. Maka dari itu, Anda perlu tahu fakta berjam-jam di depan komputer yang bisa menyebabkan akomodasi mata semakin melemah dan berujung katarak.
Apa saja fakta buruk komputer dan solusinya?
  • Brightness Layar
Fakta: Kecerahan tidak tepat menyebabkan mata bekerja lebih keras dan lelah.
Solusi: Kecerahan yang tepat berbeda pada setiap orang. Pastikan setting brightness layar Anda nyaman untuk mata. Hindari terlalu terang yang membuat silau, atau gelap hingga kesulitan membaca tulisan atau melihat gambar.
  • Penerangan Ruangan
Fakta: Pemakaian komputer di ruangan gelap atau terlalu terang menyebabkan ketegangan mata.
Solusi: Pastikan ruangan cukup cahaya. Gunakan kombinasi lampu meja yang aman dari radiasi UV dan IR seperti lampu meja RAMUN amuleto. Tiap komponennya lulus prosedur Restriction Uni Eropa Hazardous Substances (RoHS) dan dinyatakan aman untuk mata oleh World-Renowned University Hospital. RAMUN amuleto juga dilengkapi kontrol pencahayaan hingga 51 level yang bisa diatur sesuai penggunaan. Lihat kelebihan RAMUN amuleto lainnya di sini.
  • Monitor
Fakta: Jarak mata dan monitor terlalu dekat, jenis monitor dan komponen tak tepat menjadikan otot mata semakin lemah.
Solusi: Beri jarak 30 cm antara monitor dan mata. Hindari monitor LCD yang mengandung radiasi lebih besar dibanding LED. Pastikan komponen seperti VGA berkualitas agar hasil gambar lebih tajam dan jelas.
  • Posisi komputer/laptop & tubuh
Fakta: Letak komputer terlalu tinggi menyebabkan mata silau dan tubuh pegal.
Solusi: Hindari menggunakan komputer atau laptop sambil berbaring. Pastikan letak monitor sejajar dengan mata dan posisi tubuh tetap tegak. Sesuaikan pula tinggi meja & kursi dengan komputer.
  • Kondisi Mata
Fakta: Terlalu lama menatap layar, mata akan jarang berkedip. Akibatnya mata kering dan pedih.
Solusi: Lakukan senam mata setiap 30 menit. Seringlah berkedip, melihat benda jauh dan menggerakkan bola mata. Hindari menggunakan laptop saat bergerak (dalam mobil). Tetes obat mata agar lebih lembab. (Adv/Gil)
(Anri Syaiful) - 

SUMBER : http://news.liputan6.com/read/2041843/sponsored-content-awas-komputer-dan-laptop-sebabkan-katarak

Jakarta - Seorang pekerja paruh baya di ibukota sibuk memperhatikan layar komputer. Setiap hari ia menghadap komputer 8 jam, bahkan lebih ketika deadline. Kacamata yang ia pakai dari tahun ke tahun semakin menebal. Menginjak kepala 3, ia didiagnosa menderita katarak. Apakah ini mungkin?
Katarak, tak pandang usia
Tak hanya keturunan, kontak langsung mata dengan sumber cahaya yang mengandung radiasi, ultraviolet, inframerah dan gelombang mikro pun ternyata cukup berpengaruh. Tak mengherankan, bila di usia 30-40 an, katarak bisa menghampiri. Apa gejalanya?
Penglihatan memburam, kabur dan berkabut. Lensa mata semakin keruh dan cahaya tak bisa mencapai retina. Maka dari itu, Anda perlu tahu fakta berjam-jam di depan komputer yang bisa menyebabkan akomodasi mata semakin melemah dan berujung katarak.
Apa saja fakta buruk komputer dan solusinya?
  • Brightness Layar
Fakta: Kecerahan tidak tepat menyebabkan mata bekerja lebih keras dan lelah.
Solusi: Kecerahan yang tepat berbeda pada setiap orang. Pastikan setting brightness layar Anda nyaman untuk mata. Hindari terlalu terang yang membuat silau, atau gelap hingga kesulitan membaca tulisan atau melihat gambar.
  • Penerangan Ruangan
Fakta: Pemakaian komputer di ruangan gelap atau terlalu terang menyebabkan ketegangan mata.
Solusi: Pastikan ruangan cukup cahaya. Gunakan kombinasi lampu meja yang aman dari radiasi UV dan IR seperti lampu meja RAMUN amuleto. Tiap komponennya lulus prosedur Restriction Uni Eropa Hazardous Substances (RoHS) dan dinyatakan aman untuk mata oleh World-Renowned University Hospital. RAMUN amuleto juga dilengkapi kontrol pencahayaan hingga 51 level yang bisa diatur sesuai penggunaan. Lihat kelebihan RAMUN amuleto lainnya di sini.
  • Monitor
Fakta: Jarak mata dan monitor terlalu dekat, jenis monitor dan komponen tak tepat menjadikan otot mata semakin lemah.
Solusi: Beri jarak 30 cm antara monitor dan mata. Hindari monitor LCD yang mengandung radiasi lebih besar dibanding LED. Pastikan komponen seperti VGA berkualitas agar hasil gambar lebih tajam dan jelas.
  • Posisi komputer/laptop & tubuh
Fakta: Letak komputer terlalu tinggi menyebabkan mata silau dan tubuh pegal.
Solusi: Hindari menggunakan komputer atau laptop sambil berbaring. Pastikan letak monitor sejajar dengan mata dan posisi tubuh tetap tegak. Sesuaikan pula tinggi meja & kursi dengan komputer.
  • Kondisi Mata
Fakta: Terlalu lama menatap layar, mata akan jarang berkedip. Akibatnya mata kering dan pedih.
Solusi: Lakukan senam mata setiap 30 menit. Seringlah berkedip, melihat benda jauh dan menggerakkan bola mata. Hindari menggunakan laptop saat bergerak (dalam mobil). Tetes obat mata agar lebih lembab. (Adv/Gil)
(Anri Syaiful) - See more at: http://news.liputan6.com/read/2041843/sponsored-content-awas-komputer-dan-laptop-sebabkan-katarak#sthash.4t77pY6U.dpuf
Jakarta - Seorang pekerja paruh baya di ibukota sibuk memperhatikan layar komputer. Setiap hari ia menghadap komputer 8 jam, bahkan lebih ketika deadline. Kacamata yang ia pakai dari tahun ke tahun semakin menebal. Menginjak kepala 3, ia didiagnosa menderita katarak. Apakah ini mungkin?
Katarak, tak pandang usia
Tak hanya keturunan, kontak langsung mata dengan sumber cahaya yang mengandung radiasi, ultraviolet, inframerah dan gelombang mikro pun ternyata cukup berpengaruh. Tak mengherankan, bila di usia 30-40 an, katarak bisa menghampiri. Apa gejalanya?
Penglihatan memburam, kabur dan berkabut. Lensa mata semakin keruh dan cahaya tak bisa mencapai retina. Maka dari itu, Anda perlu tahu fakta berjam-jam di depan komputer yang bisa menyebabkan akomodasi mata semakin melemah dan berujung katarak.
Apa saja fakta buruk komputer dan solusinya?
  • Brightness Layar
Fakta: Kecerahan tidak tepat menyebabkan mata bekerja lebih keras dan lelah.
Solusi: Kecerahan yang tepat berbeda pada setiap orang. Pastikan setting brightness layar Anda nyaman untuk mata. Hindari terlalu terang yang membuat silau, atau gelap hingga kesulitan membaca tulisan atau melihat gambar.
  • Penerangan Ruangan
Fakta: Pemakaian komputer di ruangan gelap atau terlalu terang menyebabkan ketegangan mata.
Solusi: Pastikan ruangan cukup cahaya. Gunakan kombinasi lampu meja yang aman dari radiasi UV dan IR seperti lampu meja RAMUN amuleto. Tiap komponennya lulus prosedur Restriction Uni Eropa Hazardous Substances (RoHS) dan dinyatakan aman untuk mata oleh World-Renowned University Hospital. RAMUN amuleto juga dilengkapi kontrol pencahayaan hingga 51 level yang bisa diatur sesuai penggunaan. Lihat kelebihan RAMUN amuleto lainnya di sini.
  • Monitor
Fakta: Jarak mata dan monitor terlalu dekat, jenis monitor dan komponen tak tepat menjadikan otot mata semakin lemah.
Solusi: Beri jarak 30 cm antara monitor dan mata. Hindari monitor LCD yang mengandung radiasi lebih besar dibanding LED. Pastikan komponen seperti VGA berkualitas agar hasil gambar lebih tajam dan jelas.
  • Posisi komputer/laptop & tubuh
Fakta: Letak komputer terlalu tinggi menyebabkan mata silau dan tubuh pegal.
Solusi: Hindari menggunakan komputer atau laptop sambil berbaring. Pastikan letak monitor sejajar dengan mata dan posisi tubuh tetap tegak. Sesuaikan pula tinggi meja & kursi dengan komputer.
  • Kondisi Mata
Fakta: Terlalu lama menatap layar, mata akan jarang berkedip. Akibatnya mata kering dan pedih.
Solusi: Lakukan senam mata setiap 30 menit. Seringlah berkedip, melihat benda jauh dan menggerakkan bola mata. Hindari menggunakan laptop saat bergerak (dalam mobil). Tetes obat mata agar lebih lembab. (Adv/Gil)
(Anri Syaiful) - See more at: http://news.liputan6.com/read/2041843/sponsored-content-awas-komputer-dan-laptop-sebabkan-katarak#sthash.4t77pY6U.dpuf
Jakarta - Seorang pekerja paruh baya di ibukota sibuk memperhatikan layar komputer. Setiap hari ia menghadap komputer 8 jam, bahkan lebih ketika deadline. Kacamata yang ia pakai dari tahun ke tahun semakin menebal. Menginjak kepala 3, ia didiagnosa menderita katarak. Apakah ini mungkin?
Katarak, tak pandang usia
Tak hanya keturunan, kontak langsung mata dengan sumber cahaya yang mengandung radiasi, ultraviolet, inframerah dan gelombang mikro pun ternyata cukup berpengaruh. Tak mengherankan, bila di usia 30-40 an, katarak bisa menghampiri. Apa gejalanya?
Penglihatan memburam, kabur dan berkabut. Lensa mata semakin keruh dan cahaya tak bisa mencapai retina. Maka dari itu, Anda perlu tahu fakta berjam-jam di depan komputer yang bisa menyebabkan akomodasi mata semakin melemah dan berujung katarak.
Apa saja fakta buruk komputer dan solusinya?
  • Brightness Layar
Fakta: Kecerahan tidak tepat menyebabkan mata bekerja lebih keras dan lelah.
Solusi: Kecerahan yang tepat berbeda pada setiap orang. Pastikan setting brightness layar Anda nyaman untuk mata. Hindari terlalu terang yang membuat silau, atau gelap hingga kesulitan membaca tulisan atau melihat gambar.
  • Penerangan Ruangan
Fakta: Pemakaian komputer di ruangan gelap atau terlalu terang menyebabkan ketegangan mata.
Solusi: Pastikan ruangan cukup cahaya. Gunakan kombinasi lampu meja yang aman dari radiasi UV dan IR seperti lampu meja RAMUN amuleto. Tiap komponennya lulus prosedur Restriction Uni Eropa Hazardous Substances (RoHS) dan dinyatakan aman untuk mata oleh World-Renowned University Hospital. RAMUN amuleto juga dilengkapi kontrol pencahayaan hingga 51 level yang bisa diatur sesuai penggunaan. Lihat kelebihan RAMUN amuleto lainnya di sini.
  • Monitor
Fakta: Jarak mata dan monitor terlalu dekat, jenis monitor dan komponen tak tepat menjadikan otot mata semakin lemah.
Solusi: Beri jarak 30 cm antara monitor dan mata. Hindari monitor LCD yang mengandung radiasi lebih besar dibanding LED. Pastikan komponen seperti VGA berkualitas agar hasil gambar lebih tajam dan jelas.
  • Posisi komputer/laptop & tubuh
Fakta: Letak komputer terlalu tinggi menyebabkan mata silau dan tubuh pegal.
Solusi: Hindari menggunakan komputer atau laptop sambil berbaring. Pastikan letak monitor sejajar dengan mata dan posisi tubuh tetap tegak. Sesuaikan pula tinggi meja & kursi dengan komputer.
  • Kondisi Mata
Fakta: Terlalu lama menatap layar, mata akan jarang berkedip. Akibatnya mata kering dan pedih.
Solusi: Lakukan senam mata setiap 30 menit. Seringlah berkedip, melihat benda jauh dan menggerakkan bola mata. Hindari menggunakan laptop saat bergerak (dalam mobil). Tetes obat mata agar lebih lembab. (Adv/Gil)
(Anri Syaiful) - See more at: http://news.liputan6.com/read/2041843/sponsored-content-awas-komputer-dan-laptop-sebabkan-katarak#sthash.4t77pY6U.d
Jakarta - Seorang pekerja paruh baya di ibukota sibuk memperhatikan layar komputer. Setiap hari ia menghadap komputer 8 jam, bahkan lebih ketika deadline. Kacamata yang ia pakai dari tahun ke tahun semakin menebal. Menginjak kepala 3, ia didiagnosa menderita katarak. Apakah ini mungkin?
Katarak, tak pandang usia
Tak hanya keturunan, kontak langsung mata dengan sumber cahaya yang mengandung radiasi, ultraviolet, inframerah dan gelombang mikro pun ternyata cukup berpengaruh. Tak mengherankan, bila di usia 30-40 an, katarak bisa menghampiri. Apa gejalanya?
Penglihatan memburam, kabur dan berkabut. Lensa mata semakin keruh dan cahaya tak bisa mencapai retina. Maka dari itu, Anda perlu tahu fakta berjam-jam di depan komputer yang bisa menyebabkan akomodasi mata semakin melemah dan berujung katarak.
Apa saja fakta buruk komputer dan solusinya?
  • Brightness Layar
Fakta: Kecerahan tidak tepat menyebabkan mata bekerja lebih keras dan lelah.
Solusi: Kecerahan yang tepat berbeda pada setiap orang. Pastikan setting brightness layar Anda nyaman untuk mata. Hindari terlalu terang yang membuat silau, atau gelap hingga kesulitan membaca tulisan atau melihat gambar.
  • Penerangan Ruangan
Fakta: Pemakaian komputer di ruangan gelap atau terlalu terang menyebabkan ketegangan mata.
Solusi: Pastikan ruangan cukup cahaya. Gunakan kombinasi lampu meja yang aman dari radiasi UV dan IR seperti lampu meja RAMUN amuleto. Tiap komponennya lulus prosedur Restriction Uni Eropa Hazardous Substances (RoHS) dan dinyatakan aman untuk mata oleh World-Renowned University Hospital. RAMUN amuleto juga dilengkapi kontrol pencahayaan hingga 51 level yang bisa diatur sesuai penggunaan. Lihat kelebihan RAMUN amuleto lainnya di sini.
  • Monitor
Fakta: Jarak mata dan monitor terlalu dekat, jenis monitor dan komponen tak tepat menjadikan otot mata semakin lemah.
Solusi: Beri jarak 30 cm antara monitor dan mata. Hindari monitor LCD yang mengandung radiasi lebih besar dibanding LED. Pastikan komponen seperti VGA berkualitas agar hasil gambar lebih tajam dan jelas.
  • Posisi komputer/laptop & tubuh
Fakta: Letak komputer terlalu tinggi menyebabkan mata silau dan tubuh pegal.
Solusi: Hindari menggunakan komputer atau laptop sambil berbaring. Pastikan letak monitor sejajar dengan mata dan posisi tubuh tetap tegak. Sesuaikan pula tinggi meja & kursi dengan komputer.
  • Kondisi Mata
Fakta: Terlalu lama menatap layar, mata akan jarang berkedip. Akibatnya mata kering dan pedih.
Solusi: Lakukan senam mata setiap 30 menit. Seringlah berkedip, melihat benda jauh dan menggerakkan bola mata. Hindari menggunakan laptop saat bergerak (dalam mobil). Tetes obat mata agar lebih lembab. (Adv/Gil)
(Anri Syaiful) - See more at: http://news.liputan6.com/read/2041843/sponsored-content-awas-komputer-dan-laptop-sebabkan-katarak#sthash.4t77pY6U.dpuf
Jakarta - Seorang pekerja paruh baya di ibukota sibuk memperhatikan layar komputer. Setiap hari ia menghadap komputer 8 jam, bahkan lebih ketika deadline. Kacamata yang ia pakai dari tahun ke tahun semakin menebal. Menginjak kepala 3, ia didiagnosa menderita katarak. Apakah ini mungkin?
Katarak, tak pandang usia
Tak hanya keturunan, kontak langsung mata dengan sumber cahaya yang mengandung radiasi, ultraviolet, inframerah dan gelombang mikro pun ternyata cukup berpengaruh. Tak mengherankan, bila di usia 30-40 an, katarak bisa menghampiri. Apa gejalanya?
Penglihatan memburam, kabur dan berkabut. Lensa mata semakin keruh dan cahaya tak bisa mencapai retina. Maka dari itu, Anda perlu tahu fakta berjam-jam di depan komputer yang bisa menyebabkan akomodasi mata semakin melemah dan berujung katarak.
Apa saja fakta buruk komputer dan solusinya?
  • Brightness Layar
Fakta: Kecerahan tidak tepat menyebabkan mata bekerja lebih keras dan lelah.
Solusi: Kecerahan yang tepat berbeda pada setiap orang. Pastikan setting brightness layar Anda nyaman untuk mata. Hindari terlalu terang yang membuat silau, atau gelap hingga kesulitan membaca tulisan atau melihat gambar.
  • Penerangan Ruangan
Fakta: Pemakaian komputer di ruangan gelap atau terlalu terang menyebabkan ketegangan mata.
Solusi: Pastikan ruangan cukup cahaya. Gunakan kombinasi lampu meja yang aman dari radiasi UV dan IR seperti lampu meja RAMUN amuleto. Tiap komponennya lulus prosedur Restriction Uni Eropa Hazardous Substances (RoHS) dan dinyatakan aman untuk mata oleh World-Renowned University Hospital. RAMUN amuleto juga dilengkapi kontrol pencahayaan hingga 51 level yang bisa diatur sesuai penggunaan. Lihat kelebihan RAMUN amuleto lainnya di sini.
  • Monitor
Fakta: Jarak mata dan monitor terlalu dekat, jenis monitor dan komponen tak tepat menjadikan otot mata semakin lemah.
Solusi: Beri jarak 30 cm antara monitor dan mata. Hindari monitor LCD yang mengandung radiasi lebih besar dibanding LED. Pastikan komponen seperti VGA berkualitas agar hasil gambar lebih tajam dan jelas.
  • Posisi komputer/laptop & tubuh
Fakta: Letak komputer terlalu tinggi menyebabkan mata silau dan tubuh pegal.
Solusi: Hindari menggunakan komputer atau laptop sambil berbaring. Pastikan letak monitor sejajar dengan mata dan posisi tubuh tetap tegak. Sesuaikan pula tinggi meja & kursi dengan komputer.
  • Kondisi Mata
Fakta: Terlalu lama menatap layar, mata akan jarang berkedip. Akibatnya mata kering dan pedih.
Solusi: Lakukan senam mata setiap 30 menit. Seringlah berkedip, melihat benda jauh dan menggerakkan bola mata. Hindari menggunakan laptop saat bergerak (dalam mobil). Tetes obat mata agar lebih lembab. (Adv/Gil)
(Anri Syaiful) - See more at: http://news.liputan6.com/read/2041843/sponsored-content-awas-komputer-dan-laptop-sebabkan-katarak#sthash.4t77pY6U.dpuf
Liputan6.com, Jakarta - Seorang pekerja paruh baya di ibukota sibuk memperhatikan layar komputer. Setiap hari ia menghadap komputer 8 jam, bahkan lebih ketika deadline. Kacamata yang ia pakai dari tahun ke tahun semakin menebal. Menginjak kepala 3, ia didiagnosa menderita katarak. Apakah ini mungkin?
Katarak, tak pandang usia
Tak hanya keturunan, kontak langsung mata dengan sumber cahaya yang mengandung radiasi, ultraviolet, inframerah dan gelombang mikro pun ternyata cukup berpengaruh. Tak mengherankan, bila di usia 30-40 an, katarak bisa menghampiri. Apa gejalanya?
Penglihatan memburam, kabur dan berkabut. Lensa mata semakin keruh dan cahaya tak bisa mencapai retina. Maka dari itu, Anda perlu tahu fakta berjam-jam di depan komputer yang bisa menyebabkan akomodasi mata semakin melemah dan berujung katarak.
Apa saja fakta buruk komputer dan solusinya?
  • Brightness Layar
Fakta: Kecerahan tidak tepat menyebabkan mata bekerja lebih keras dan lelah.
Solusi: Kecerahan yang tepat berbeda pada setiap orang. Pastikan setting brightness layar Anda nyaman untuk mata. Hindari terlalu terang yang membuat silau, atau gelap hingga kesulitan membaca tulisan atau melihat gambar.
  • Penerangan Ruangan
Fakta: Pemakaian komputer di ruangan gelap atau terlalu terang menyebabkan ketegangan mata.
Solusi: Pastikan ruangan cukup cahaya. Gunakan kombinasi lampu meja yang aman dari radiasi UV dan IR seperti lampu meja RAMUN amuleto. Tiap komponennya lulus prosedur Restriction Uni Eropa Hazardous Substances (RoHS) dan dinyatakan aman untuk mata oleh World-Renowned University Hospital. RAMUN amuleto juga dilengkapi kontrol pencahayaan hingga 51 level yang bisa diatur sesuai penggunaan. Lihat kelebihan RAMUN amuleto lainnya di sini.
  • Monitor
Fakta: Jarak mata dan monitor terlalu dekat, jenis monitor dan komponen tak tepat menjadikan otot mata semakin lemah.
Solusi: Beri jarak 30 cm antara monitor dan mata. Hindari monitor LCD yang mengandung radiasi lebih besar dibanding LED. Pastikan komponen seperti VGA berkualitas agar hasil gambar lebih tajam dan jelas.
  • Posisi komputer/laptop & tubuh
Fakta: Letak komputer terlalu tinggi menyebabkan mata silau dan tubuh pegal.
Solusi: Hindari menggunakan komputer atau laptop sambil berbaring. Pastikan letak monitor sejajar dengan mata dan posisi tubuh tetap tegak. Sesuaikan pula tinggi meja & kursi dengan komputer.
  • Kondisi Mata
Fakta: Terlalu lama menatap layar, mata akan jarang berkedip. Akibatnya mata kering dan pedih.
Solusi: Lakukan senam mata setiap 30 menit. Seringlah berkedip, melihat benda jauh dan menggerakkan bola mata. Hindari menggunakan laptop saat bergerak (dalam mobil). Tetes obat mata agar lebih lembab. (Adv/Gil)
(Anri Syaiful) - See more at: http://news.liputan6.com/read/2041843/sponsored-content-awas-komputer-dan-laptop-sebabkan-katarak#sthash.4t77pY6U.dpuf
Jakarta - Seorang pekerja paruh baya di ibukota sibuk memperhatikan layar komputer. Setiap hari ia menghadap komputer 8 jam, bahkan lebih ketika deadline. Kacamata yang ia pakai dari tahun ke tahun semakin menebal. Menginjak kepala 3, ia didiagnosa menderita katarak. Apakah ini mungkin?
Katarak, tak pandang usia
Tak hanya keturunan, kontak langsung mata dengan sumber cahaya yang mengandung radiasi, ultraviolet, inframerah dan gelombang mikro pun ternyata cukup berpengaruh. Tak mengherankan, bila di usia 30-40 an, katarak bisa menghampiri. Apa gejalanya?
Penglihatan memburam, kabur dan berkabut. Lensa mata semakin keruh dan cahaya tak bisa mencapai retina. Maka dari itu, Anda perlu tahu fakta berjam-jam di depan komputer yang bisa menyebabkan akomodasi mata semakin melemah dan berujung katarak.
Apa saja fakta buruk komputer dan solusinya?
  • Brightness Layar
Fakta: Kecerahan tidak tepat menyebabkan mata bekerja lebih keras dan lelah.
Solusi: Kecerahan yang tepat berbeda pada setiap orang. Pastikan setting brightness layar Anda nyaman untuk mata. Hindari terlalu terang yang membuat silau, atau gelap hingga kesulitan membaca tulisan atau melihat gambar.
  • Penerangan Ruangan
Fakta: Pemakaian komputer di ruangan gelap atau terlalu terang menyebabkan ketegangan mata.
Solusi: Pastikan ruangan cukup cahaya. Gunakan kombinasi lampu meja yang aman dari radiasi UV dan IR seperti lampu meja RAMUN amuleto. Tiap komponennya lulus prosedur Restriction Uni Eropa Hazardous Substances (RoHS) dan dinyatakan aman untuk mata oleh World-Renowned University Hospital. RAMUN amuleto juga dilengkapi kontrol pencahayaan hingga 51 level yang bisa diatur sesuai penggunaan. Lihat kelebihan RAMUN amuleto lainnya di sini.
  • Monitor
Fakta: Jarak mata dan monitor terlalu dekat, jenis monitor dan komponen tak tepat menjadikan otot mata semakin lemah.
Solusi: Beri jarak 30 cm antara monitor dan mata. Hindari monitor LCD yang mengandung radiasi lebih besar dibanding LED. Pastikan komponen seperti VGA berkualitas agar hasil gambar lebih tajam dan jelas.
  • Posisi komputer/laptop & tubuh
Fakta: Letak komputer terlalu tinggi menyebabkan mata silau dan tubuh pegal.
Solusi: Hindari menggunakan komputer atau laptop sambil berbaring. Pastikan letak monitor sejajar dengan mata dan posisi tubuh tetap tegak. Sesuaikan pula tinggi meja & kursi dengan komputer.
  • Kondisi Mata
Fakta: Terlalu lama menatap layar, mata akan jarang berkedip. Akibatnya mata kering dan pedih.
Solusi: Lakukan senam mata setiap 30 menit. Seringlah berkedip, melihat benda jauh dan menggerakkan bola mata. Hindari menggunakan laptop saat bergerak (dalam mobil). Tetes obat mata agar lebih lembab. (Adv/Gil)
(Anri Syaiful) - See more at: http://news.liputan6.com/read/2041843/sponsored-content-awas-komputer-dan-laptop-sebabkan-katarak#sthash.4t77pY6U.dpuf

Minggu, 04 Mei 2014

Dinkes Kalsel Sukses Turunkan Penderita Katarak

BANJARMASIN - Katarak, sebagai penyakit mata yang dapat mengakibatkan kebutaan cukup mengkhawatirkan. Di Kalsel penderita penyakit ini mendapat perhatian serius, agar tingkat penderita katarak dapat ditekan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalsel, Ahmad Rudiansjah mengatakan, kesehatan mata memang menjadi perhatian pihaknya di Kalsel. Apalagi di Indonesia, sekarang ada sekitar empat juta penduduk yang mengalami kebutaan dan gangguan penglihatan, termasuk Kalsel.
"Sekitar 1,5 persen penduduk Indonesia atau 4 juta alami kebutaan dan gangguan penglihatan. Dari total itu, katarak 52 persen, glukoma 13,4 persen,  kelainan kornea 8,4 persen, dan gangguan retina 8,5 persen," ujarnya.
Ditambahkannya, kebutaan akibat katarak, cukup memperihatinkan karena bisa mencapai 200.000 per tahun di Indonesia. "Kelambatan diagnosa dan penanganan katarak, retinoblastoma, retinopatiblastoma dan retinopati prematures bisa menyebabkan kebutaan dan kematian," urai Rosihan.
Sementara itu, wakil Komisi IV DPRD Kalsel, Budiman Mustafa yang membidangi kesejahteraan masyarakat dan kesehatan mengapresiasi langkah Dinkes untuk menekan angka penderita katarak ini.
Ia juga mengharapkan, pihak perusahaan tambang besar di Kalsel juga dapat mengupayakan operasi katarak gratis untuk masyarakat melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR).
"Ini cukup baik. Selain Dinkes, pihak perusahaan besar hendaknya juga lebih proaktif dan memfasilitasi operasi katarak gratis," tutur ia.
Katarak disebabkan berbagai hal seperti paparan mata yang lama terhadap sinar matahari atau sumber radiasi lainnya. Kemudian penyakit seperti diabetes, darah tinggi, usia tua, atau trauma fisik juga dapat menyebabkan katarak. Faktor keturunan genetik pun mempengaruhi penyakit katarak pada usia lebih dini.(mrn)

http://www.jpnn.com/read/2014/04/29/231320/Dinkes-Kalsel-Sukses-Turunkan-Penderita-Katarak-

Sabtu, 03 Mei 2014

Katarak Bisa Terjadi sejak Bayi

Sebagian orang mengetahui penyakit katarak rentan dialami oleh orang usia lanjut. Tapi kenyataannya, salah satu penyakit mata itu bisa timbul sejak bayi.  Lho kok bisa?
----------------------
MENURUT dr AK Ansyori SpM (K) MKes dari RSMH Palembang mengatakan, seseorang menderita katarak bisa terjadi sejak bayi, tapi gejalanya berbeda dengan penderita lanjut usia (lansia).
 “Biasanya, pada bayi tidak memiliki respons dengan adanya gerak di depan matanya. Pada mata di tengah (pupil), tanpa kekeruhan lensa atau pada bola matanya,” ujarnya.
Dia menerangkan, katarak merupakan salah satu jenis kerusakan mata yang mengakibatkan lensa mata menjadi berselaput dan rabun. Hal ini terlihat dari mengeruhnya warna lensa mata sehingga cahaya tidak bisa menembusnya. “Jadi, penyakit mata ini meliputi pada kekeruhan lensa atau kapsulnya (pembungkus lensa),” kata dokter mata RS Sriwijaya Eye Centre ini.
Menurutnya, penyakit katarak tersebut merupakan penyebab kebutaan utama di dunia. Kebutaan akibat katarak tidak dapat dihilangkan, baik dengan obat-obatan, diet, maupun latihan-latihan tertentu.
“Kebutaan ini bersifat reversible blindness. Kebutaannya dapat ditanggulangi dengan bedah katarak, dan katarak hanya bisa dihambat percepatannya dengan obat-obat tertentu, tetapi tidak dihilangkan,” tegasnya.
Biasanya, lanjut dia, penderita katarak lanjut usia mengalami gejala mulai dari penglihatan berupa air terjun mengalir, silau, kabur, penglihatan sering pecah atau ganda, kadang mengalami tekanan hingga nyeri pada mata. “Pada penderita tertentu, penglihatan kabur jika melihat sinar. Namun, lebih terang  jika di tempat yang kurang pencahayaan,” katanya.
Penyakit katarak ini dapat ditanggulangi dengan proses pembedahan. Berbagai macam teknik  bedah katarak, yakni ICCE (1940-an), ECCE (1960-an), ECCE + 10 L (1970-an), SICS (1990-an). “Pembedahan ini melalui bedah secara manual dan phacoemulsification (1999). Bedah ini meliputi bedah katarak canggih,” terangnya.
Agar tidak menderita katarak, diimbau untuk selalu menjaga dan mengonsumsi makanan sehat  agar terhindar dari penyakit katarak atau untuk penderita penyakit katarak supaya tidak menjadi parah. “Konsumsi sayuran hijau dan buah-buahan merah seperti wortel, tomat, dan pepaya. Karena warna merah banyak mengandung betakarotin yang baik untuk kesehatan mata,” pungkasnya. (cj3/ce4)  

Sumber : http://sumeks.co.id/metro/plg/kshtn/9942-katarak-bisa-terjadi-sejak-bayi
Liputan6.com, Jakarta Bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Luwu Timur dan atas partisipasi donatur tetap, kegiatan pelayanan medis doctorSHARE yang berlangsung di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan dengan tema "Mewujudkan Harapan Menuju Masa Depan Cerah" terdiri dari bedah mayor, bedah minor, operasi katarak, pengobatan umum dan penyuluhan kesehatan. Dalam pelayanan medis ini, doctorSHARE menerjunkan 2 dokter spesialis (bedah dan mata), 11 dokter umum, 1 perawat, dan 5 relawan non medis.

Tim doctorSHARE tiba di Malili tanggal 22 April 2014. Beberapa anggota tim yang datang terlebih dahulu melakukan persiapan kegiatan di Pelabuhan Malili dan RSUD Ilagaligo serta visit pasien pre operasi di Puskesmas Malili.

23 April 2014, pelayanan medis dibuka dengan upacara yang dipimpin langsung oleh Bupati Luwu Timur, H. Andi Hatta Marakarma, MP yang bertempat di Pelabuhan Malili. Beliau beserta para staf juga berkeliling melihat fasilitas di RSA dr. Lie Dharmawan.

Pengobatan umum berlangsung di tiga lokasi: Pelabuhan Malili, Puskesmas Wawondula, dan Puskesmas Malili dengan total 1.036 pasien dengan penyakit terbanyak ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), dispepsia (nyeri perut), hipertensi (darah tinggi), dan myalgia (nyeri otot). Masing-masing pasien pengobatan umum juga mendapat bingkisan berupa biskuit, balsam, salep kulit dan minuman sachet.

Bedah mayor berlangsung di RSA dr. Lie Dharmawan yang sandar di Pelabuhan Malili. Total ada 8 pasien dengan kasus hernia, haemorhoid, FAM (benjolan di payudara), benjolan di leher, dan dugaan keganasan pada wajah. Bedah minor dilaksanakan di RSA dr. Lie Dharmawan dan Puskesmas Wawondula dengan total 32 pasien dengan kasus terbanyak lipoma dan kista ateroma.

Operasi katarak berlangsung tiga hari di RSUD Ilagaligo dengan total 136 pasien. Tiga spesialis mata yang melaksanakan operasi katarak adalah dr. I Gede Eka Yudiasa, SpM; dr. Andi Senggeng Relle, SpM dan dr. Asrayani, SpM.

Sehari setelah pelaksanaan operasi mayor, dr. Lie Dharmawan berkunjung ke RSUD Ilagaligo untuk mengunjungi pasien usai operasi dan melihat pelaksanaan operasi katarak.

Penyuluhan kesehatan dengan tema “Pola Hidup Bersih dan Sehat” berlangsung di SDN 223 Balantang, Desa Balantang dan SDN Apundi, Desa Wawondula dengan total 388 siswa. Tidak hanya penyuluhan, tapi juga bermain bersama. Selesai acara, doctorSHARE membagi bingkisan kepada anak-anak yang terdiri dari kue lapis, sikat gigi, dan sandal yang merupakan donasi dari para donatur.

“Empat hari pelayanan medis di Luwu Timur berjalan lancar. Masyarakat sangat antusias menyambut kedatangan doctorSHARE. Banyak yang ingin tahu seperti apa RSA dr. Lie Dharmawan yang berlabuh di Pelabuhan Malili. doctorSHARE berharap pelayanan medis ini dapat meringankan penderitaan dan memulihkan kemampuan untuk membangun kembali kehidupan bermasyarakat,” papar Wakil Sekretaris Jenderal doctorSHARE dan koordinator doctorSHARE untuk pelayanan medis di Luwu Timur.
(Abd) - See more at: http://health.liputan6.com/read/2044168/4-hari-doctorshare-pelayanan-medis-di-luwu-timur#sthash.ZUAloSX7.dpuf
Liputan6.com, Jakarta Bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Luwu Timur dan atas partisipasi donatur tetap, kegiatan pelayanan medis doctorSHARE yang berlangsung di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan dengan tema "Mewujudkan Harapan Menuju Masa Depan Cerah" terdiri dari bedah mayor, bedah minor, operasi katarak, pengobatan umum dan penyuluhan kesehatan. Dalam pelayanan medis ini, doctorSHARE menerjunkan 2 dokter spesialis (bedah dan mata), 11 dokter umum, 1 perawat, dan 5 relawan non medis.

Tim doctorSHARE tiba di Malili tanggal 22 April 2014. Beberapa anggota tim yang datang terlebih dahulu melakukan persiapan kegiatan di Pelabuhan Malili dan RSUD Ilagaligo serta visit pasien pre operasi di Puskesmas Malili.

23 April 2014, pelayanan medis dibuka dengan upacara yang dipimpin langsung oleh Bupati Luwu Timur, H. Andi Hatta Marakarma, MP yang bertempat di Pelabuhan Malili. Beliau beserta para staf juga berkeliling melihat fasilitas di RSA dr. Lie Dharmawan.

Pengobatan umum berlangsung di tiga lokasi: Pelabuhan Malili, Puskesmas Wawondula, dan Puskesmas Malili dengan total 1.036 pasien dengan penyakit terbanyak ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), dispepsia (nyeri perut), hipertensi (darah tinggi), dan myalgia (nyeri otot). Masing-masing pasien pengobatan umum juga mendapat bingkisan berupa biskuit, balsam, salep kulit dan minuman sachet.

Bedah mayor berlangsung di RSA dr. Lie Dharmawan yang sandar di Pelabuhan Malili. Total ada 8 pasien dengan kasus hernia, haemorhoid, FAM (benjolan di payudara), benjolan di leher, dan dugaan keganasan pada wajah. Bedah minor dilaksanakan di RSA dr. Lie Dharmawan dan Puskesmas Wawondula dengan total 32 pasien dengan kasus terbanyak lipoma dan kista ateroma.

Operasi katarak berlangsung tiga hari di RSUD Ilagaligo dengan total 136 pasien. Tiga spesialis mata yang melaksanakan operasi katarak adalah dr. I Gede Eka Yudiasa, SpM; dr. Andi Senggeng Relle, SpM dan dr. Asrayani, SpM.

Sehari setelah pelaksanaan operasi mayor, dr. Lie Dharmawan berkunjung ke RSUD Ilagaligo untuk mengunjungi pasien usai operasi dan melihat pelaksanaan operasi katarak.

Penyuluhan kesehatan dengan tema “Pola Hidup Bersih dan Sehat” berlangsung di SDN 223 Balantang, Desa Balantang dan SDN Apundi, Desa Wawondula dengan total 388 siswa. Tidak hanya penyuluhan, tapi juga bermain bersama. Selesai acara, doctorSHARE membagi bingkisan kepada anak-anak yang terdiri dari kue lapis, sikat gigi, dan sandal yang merupakan donasi dari para donatur.

“Empat hari pelayanan medis di Luwu Timur berjalan lancar. Masyarakat sangat antusias menyambut kedatangan doctorSHARE. Banyak yang ingin tahu seperti apa RSA dr. Lie Dharmawan yang berlabuh di Pelabuhan Malili. doctorSHARE berharap pelayanan medis ini dapat meringankan penderitaan dan memulihkan kemampuan untuk membangun kembali kehidupan bermasyarakat,” papar Wakil Sekretaris Jenderal doctorSHARE dan koordinator doctorSHARE untuk pelayanan medis di Luwu Timur.
(Abd) - See more at: http://health.liputan6.com/read/2044168/4-hari-doctorshare-pelayanan-medis-di-luwu-timur#sthash.ZUAloSX7.dpuf
Liputan6.com, Jakarta Bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Luwu Timur dan atas partisipasi donatur tetap, kegiatan pelayanan medis doctorSHARE yang berlangsung di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan dengan tema "Mewujudkan Harapan Menuju Masa Depan Cerah" terdiri dari bedah mayor, bedah minor, operasi katarak, pengobatan umum dan penyuluhan kesehatan. Dalam pelayanan medis ini, doctorSHARE menerjunkan 2 dokter spesialis (bedah dan mata), 11 dokter umum, 1 perawat, dan 5 relawan non medis.

Tim doctorSHARE tiba di Malili tanggal 22 April 2014. Beberapa anggota tim yang datang terlebih dahulu melakukan persiapan kegiatan di Pelabuhan Malili dan RSUD Ilagaligo serta visit pasien pre operasi di Puskesmas Malili.

23 April 2014, pelayanan medis dibuka dengan upacara yang dipimpin langsung oleh Bupati Luwu Timur, H. Andi Hatta Marakarma, MP yang bertempat di Pelabuhan Malili. Beliau beserta para staf juga berkeliling melihat fasilitas di RSA dr. Lie Dharmawan.

Pengobatan umum berlangsung di tiga lokasi: Pelabuhan Malili, Puskesmas Wawondula, dan Puskesmas Malili dengan total 1.036 pasien dengan penyakit terbanyak ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), dispepsia (nyeri perut), hipertensi (darah tinggi), dan myalgia (nyeri otot). Masing-masing pasien pengobatan umum juga mendapat bingkisan berupa biskuit, balsam, salep kulit dan minuman sachet.

Bedah mayor berlangsung di RSA dr. Lie Dharmawan yang sandar di Pelabuhan Malili. Total ada 8 pasien dengan kasus hernia, haemorhoid, FAM (benjolan di payudara), benjolan di leher, dan dugaan keganasan pada wajah. Bedah minor dilaksanakan di RSA dr. Lie Dharmawan dan Puskesmas Wawondula dengan total 32 pasien dengan kasus terbanyak lipoma dan kista ateroma.

Operasi katarak berlangsung tiga hari di RSUD Ilagaligo dengan total 136 pasien. Tiga spesialis mata yang melaksanakan operasi katarak adalah dr. I Gede Eka Yudiasa, SpM; dr. Andi Senggeng Relle, SpM dan dr. Asrayani, SpM.

Sehari setelah pelaksanaan operasi mayor, dr. Lie Dharmawan berkunjung ke RSUD Ilagaligo untuk mengunjungi pasien usai operasi dan melihat pelaksanaan operasi katarak.

Penyuluhan kesehatan dengan tema “Pola Hidup Bersih dan Sehat” berlangsung di SDN 223 Balantang, Desa Balantang dan SDN Apundi, Desa Wawondula dengan total 388 siswa. Tidak hanya penyuluhan, tapi juga bermain bersama. Selesai acara, doctorSHARE membagi bingkisan kepada anak-anak yang terdiri dari kue lapis, sikat gigi, dan sandal yang merupakan donasi dari para donatur.

“Empat hari pelayanan medis di Luwu Timur berjalan lancar. Masyarakat sangat antusias menyambut kedatangan doctorSHARE. Banyak yang ingin tahu seperti apa RSA dr. Lie Dharmawan yang berlabuh di Pelabuhan Malili. doctorSHARE berharap pelayanan medis ini dapat meringankan penderitaan dan memulihkan kemampuan untuk membangun kembali kehidupan bermasyarakat,” papar Wakil Sekretaris Jenderal doctorSHARE dan koordinator doctorSHARE untuk pelayanan medis di Luwu Timur.
(Abd) - See more at: http://health.liputan6.com/read/2044168/4-hari-doctorshare-pelayanan-medis-di-luwu-timur#sthash.ZUAloSX7.dpuf
Liputan6.com, Jakarta Bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Luwu Timur dan atas partisipasi donatur tetap, kegiatan pelayanan medis doctorSHARE yang berlangsung di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan dengan tema "Mewujudkan Harapan Menuju Masa Depan Cerah" terdiri dari bedah mayor, bedah minor, operasi katarak, pengobatan umum dan penyuluhan kesehatan. Dalam pelayanan medis ini, doctorSHARE menerjunkan 2 dokter spesialis (bedah dan mata), 11 dokter umum, 1 perawat, dan 5 relawan non medis.

Tim doctorSHARE tiba di Malili tanggal 22 April 2014. Beberapa anggota tim yang datang terlebih dahulu melakukan persiapan kegiatan di Pelabuhan Malili dan RSUD Ilagaligo serta visit pasien pre operasi di Puskesmas Malili.

23 April 2014, pelayanan medis dibuka dengan upacara yang dipimpin langsung oleh Bupati Luwu Timur, H. Andi Hatta Marakarma, MP yang bertempat di Pelabuhan Malili. Beliau beserta para staf juga berkeliling melihat fasilitas di RSA dr. Lie Dharmawan.

Pengobatan umum berlangsung di tiga lokasi: Pelabuhan Malili, Puskesmas Wawondula, dan Puskesmas Malili dengan total 1.036 pasien dengan penyakit terbanyak ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), dispepsia (nyeri perut), hipertensi (darah tinggi), dan myalgia (nyeri otot). Masing-masing pasien pengobatan umum juga mendapat bingkisan berupa biskuit, balsam, salep kulit dan minuman sachet.

Bedah mayor berlangsung di RSA dr. Lie Dharmawan yang sandar di Pelabuhan Malili. Total ada 8 pasien dengan kasus hernia, haemorhoid, FAM (benjolan di payudara), benjolan di leher, dan dugaan keganasan pada wajah. Bedah minor dilaksanakan di RSA dr. Lie Dharmawan dan Puskesmas Wawondula dengan total 32 pasien dengan kasus terbanyak lipoma dan kista ateroma.

Operasi katarak berlangsung tiga hari di RSUD Ilagaligo dengan total 136 pasien. Tiga spesialis mata yang melaksanakan operasi katarak adalah dr. I Gede Eka Yudiasa, SpM; dr. Andi Senggeng Relle, SpM dan dr. Asrayani, SpM.

Sehari setelah pelaksanaan operasi mayor, dr. Lie Dharmawan berkunjung ke RSUD Ilagaligo untuk mengunjungi pasien usai operasi dan melihat pelaksanaan operasi katarak.

Penyuluhan kesehatan dengan tema “Pola Hidup Bersih dan Sehat” berlangsung di SDN 223 Balantang, Desa Balantang dan SDN Apundi, Desa Wawondula dengan total 388 siswa. Tidak hanya penyuluhan, tapi juga bermain bersama. Selesai acara, doctorSHARE membagi bingkisan kepada anak-anak yang terdiri dari kue lapis, sikat gigi, dan sandal yang merupakan donasi dari para donatur.

“Empat hari pelayanan medis di Luwu Timur berjalan lancar. Masyarakat sangat antusias menyambut kedatangan doctorSHARE. Banyak yang ingin tahu seperti apa RSA dr. Lie Dharmawan yang berlabuh di Pelabuhan Malili. doctorSHARE berharap pelayanan medis ini dapat meringankan penderitaan dan memulihkan kemampuan untuk membangun kembali kehidupan bermasyarakat,” papar Wakil Sekretaris Jenderal doctorSHARE dan koordinator doctorSHARE untuk pelayanan medis di Luwu Timur.
(Abd) - See more at: http://health.liputan6.com/read/2044168/4-hari-doctorshare-pelayanan-medis-di-luwu-timur#sthash.ZUAloSX7.dpuf
Liputan6.com, Jakarta Bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Luwu Timur dan atas partisipasi donatur tetap, kegiatan pelayanan medis doctorSHARE yang berlangsung di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan dengan tema "Mewujudkan Harapan Menuju Masa Depan Cerah" terdiri dari bedah mayor, bedah minor, operasi katarak, pengobatan umum dan penyuluhan kesehatan. Dalam pelayanan medis ini, doctorSHARE menerjunkan 2 dokter spesialis (bedah dan mata), 11 dokter umum, 1 perawat, dan 5 relawan non medis.

Tim doctorSHARE tiba di Malili tanggal 22 April 2014. Beberapa anggota tim yang datang terlebih dahulu melakukan persiapan kegiatan di Pelabuhan Malili dan RSUD Ilagaligo serta visit pasien pre operasi di Puskesmas Malili.

23 April 2014, pelayanan medis dibuka dengan upacara yang dipimpin langsung oleh Bupati Luwu Timur, H. Andi Hatta Marakarma, MP yang bertempat di Pelabuhan Malili. Beliau beserta para staf juga berkeliling melihat fasilitas di RSA dr. Lie Dharmawan.

Pengobatan umum berlangsung di tiga lokasi: Pelabuhan Malili, Puskesmas Wawondula, dan Puskesmas Malili dengan total 1.036 pasien dengan penyakit terbanyak ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), dispepsia (nyeri perut), hipertensi (darah tinggi), dan myalgia (nyeri otot). Masing-masing pasien pengobatan umum juga mendapat bingkisan berupa biskuit, balsam, salep kulit dan minuman sachet.

Bedah mayor berlangsung di RSA dr. Lie Dharmawan yang sandar di Pelabuhan Malili. Total ada 8 pasien dengan kasus hernia, haemorhoid, FAM (benjolan di payudara), benjolan di leher, dan dugaan keganasan pada wajah. Bedah minor dilaksanakan di RSA dr. Lie Dharmawan dan Puskesmas Wawondula dengan total 32 pasien dengan kasus terbanyak lipoma dan kista ateroma.

Operasi katarak berlangsung tiga hari di RSUD Ilagaligo dengan total 136 pasien. Tiga spesialis mata yang melaksanakan operasi katarak adalah dr. I Gede Eka Yudiasa, SpM; dr. Andi Senggeng Relle, SpM dan dr. Asrayani, SpM.

Sehari setelah pelaksanaan operasi mayor, dr. Lie Dharmawan berkunjung ke RSUD Ilagaligo untuk mengunjungi pasien usai operasi dan melihat pelaksanaan operasi katarak.

Penyuluhan kesehatan dengan tema “Pola Hidup Bersih dan Sehat” berlangsung di SDN 223 Balantang, Desa Balantang dan SDN Apundi, Desa Wawondula dengan total 388 siswa. Tidak hanya penyuluhan, tapi juga bermain bersama. Selesai acara, doctorSHARE membagi bingkisan kepada anak-anak yang terdiri dari kue lapis, sikat gigi, dan sandal yang merupakan donasi dari para donatur.

“Empat hari pelayanan medis di Luwu Timur berjalan lancar. Masyarakat sangat antusias menyambut kedatangan doctorSHARE. Banyak yang ingin tahu seperti apa RSA dr. Lie Dharmawan yang berlabuh di Pelabuhan Malili. doctorSHARE berharap pelayanan medis ini dapat meringankan penderitaan dan memulihkan kemampuan untuk membangun kembali kehidupan bermasyarakat,” papar Wakil Sekretaris Jenderal doctorSHARE dan koordinator doctorSHARE untuk pelayanan medis di Luwu Timur.
(Abd) - See more at: http://health.liputan6.com/read/2044168/4-hari-doctorshare-pelayanan-medis-di-luwu-timur#sthash.ZUAloSX7.dpuf
Liputan6.com, Jakarta Bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Luwu Timur dan atas partisipasi donatur tetap, kegiatan pelayanan medis doctorSHARE yang berlangsung di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan dengan tema "Mewujudkan Harapan Menuju Masa Depan Cerah" terdiri dari bedah mayor, bedah minor, operasi katarak, pengobatan umum dan penyuluhan kesehatan. Dalam pelayanan medis ini, doctorSHARE menerjunkan 2 dokter spesialis (bedah dan mata), 11 dokter umum, 1 perawat, dan 5 relawan non medis.

Tim doctorSHARE tiba di Malili tanggal 22 April 2014. Beberapa anggota tim yang datang terlebih dahulu melakukan persiapan kegiatan di Pelabuhan Malili dan RSUD Ilagaligo serta visit pasien pre operasi di Puskesmas Malili.

23 April 2014, pelayanan medis dibuka dengan upacara yang dipimpin langsung oleh Bupati Luwu Timur, H. Andi Hatta Marakarma, MP yang bertempat di Pelabuhan Malili. Beliau beserta para staf juga berkeliling melihat fasilitas di RSA dr. Lie Dharmawan.

Pengobatan umum berlangsung di tiga lokasi: Pelabuhan Malili, Puskesmas Wawondula, dan Puskesmas Malili dengan total 1.036 pasien dengan penyakit terbanyak ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), dispepsia (nyeri perut), hipertensi (darah tinggi), dan myalgia (nyeri otot). Masing-masing pasien pengobatan umum juga mendapat bingkisan berupa biskuit, balsam, salep kulit dan minuman sachet.

Bedah mayor berlangsung di RSA dr. Lie Dharmawan yang sandar di Pelabuhan Malili. Total ada 8 pasien dengan kasus hernia, haemorhoid, FAM (benjolan di payudara), benjolan di leher, dan dugaan keganasan pada wajah. Bedah minor dilaksanakan di RSA dr. Lie Dharmawan dan Puskesmas Wawondula dengan total 32 pasien dengan kasus terbanyak lipoma dan kista ateroma.

Operasi katarak berlangsung tiga hari di RSUD Ilagaligo dengan total 136 pasien. Tiga spesialis mata yang melaksanakan operasi katarak adalah dr. I Gede Eka Yudiasa, SpM; dr. Andi Senggeng Relle, SpM dan dr. Asrayani, SpM.

Sehari setelah pelaksanaan operasi mayor, dr. Lie Dharmawan berkunjung ke RSUD Ilagaligo untuk mengunjungi pasien usai operasi dan melihat pelaksanaan operasi katarak.

Penyuluhan kesehatan dengan tema “Pola Hidup Bersih dan Sehat” berlangsung di SDN 223 Balantang, Desa Balantang dan SDN Apundi, Desa Wawondula dengan total 388 siswa. Tidak hanya penyuluhan, tapi juga bermain bersama. Selesai acara, doctorSHARE membagi bingkisan kepada anak-anak yang terdiri dari kue lapis, sikat gigi, dan sandal yang merupakan donasi dari para donatur.

“Empat hari pelayanan medis di Luwu Timur berjalan lancar. Masyarakat sangat antusias menyambut kedatangan doctorSHARE. Banyak yang ingin tahu seperti apa RSA dr. Lie Dharmawan yang berlabuh di Pelabuhan Malili. doctorSHARE berharap pelayanan medis ini dapat meringankan penderitaan dan memulihkan kemampuan untuk membangun kembali kehidupan bermasyarakat,” papar Wakil Sekretaris Jenderal doctorSHARE dan koordinator doctorSHARE untuk pelayanan medis di Luwu Timur.
(Abd) - See more at: http://health.liputan6.com/read/2044168/4-hari-doctorshare-pelayanan-medis-di-luwu-timur#sthash.ZUAloSX7.dpuf
Liputan6.com, Jakarta Bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Luwu Timur dan atas partisipasi donatur tetap, kegiatan pelayanan medis doctorSHARE yang berlangsung di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan dengan tema "Mewujudkan Harapan Menuju Masa Depan Cerah" terdiri dari bedah mayor, bedah minor, operasi katarak, pengobatan umum dan penyuluhan kesehatan. Dalam pelayanan medis ini, doctorSHARE menerjunkan 2 dokter spesialis (bedah dan mata), 11 dokter umum, 1 perawat, dan 5 relawan non medis.

Tim doctorSHARE tiba di Malili tanggal 22 April 2014. Beberapa anggota tim yang datang terlebih dahulu melakukan persiapan kegiatan di Pelabuhan Malili dan RSUD Ilagaligo serta visit pasien pre operasi di Puskesmas Malili.

23 April 2014, pelayanan medis dibuka dengan upacara yang dipimpin langsung oleh Bupati Luwu Timur, H. Andi Hatta Marakarma, MP yang bertempat di Pelabuhan Malili. Beliau beserta para staf juga berkeliling melihat fasilitas di RSA dr. Lie Dharmawan.

Pengobatan umum berlangsung di tiga lokasi: Pelabuhan Malili, Puskesmas Wawondula, dan Puskesmas Malili dengan total 1.036 pasien dengan penyakit terbanyak ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), dispepsia (nyeri perut), hipertensi (darah tinggi), dan myalgia (nyeri otot). Masing-masing pasien pengobatan umum juga mendapat bingkisan berupa biskuit, balsam, salep kulit dan minuman sachet.

Bedah mayor berlangsung di RSA dr. Lie Dharmawan yang sandar di Pelabuhan Malili. Total ada 8 pasien dengan kasus hernia, haemorhoid, FAM (benjolan di payudara), benjolan di leher, dan dugaan keganasan pada wajah. Bedah minor dilaksanakan di RSA dr. Lie Dharmawan dan Puskesmas Wawondula dengan total 32 pasien dengan kasus terbanyak lipoma dan kista ateroma.

Operasi katarak berlangsung tiga hari di RSUD Ilagaligo dengan total 136 pasien. Tiga spesialis mata yang melaksanakan operasi katarak adalah dr. I Gede Eka Yudiasa, SpM; dr. Andi Senggeng Relle, SpM dan dr. Asrayani, SpM.

Sehari setelah pelaksanaan operasi mayor, dr. Lie Dharmawan berkunjung ke RSUD Ilagaligo untuk mengunjungi pasien usai operasi dan melihat pelaksanaan operasi katarak.

Penyuluhan kesehatan dengan tema “Pola Hidup Bersih dan Sehat” berlangsung di SDN 223 Balantang, Desa Balantang dan SDN Apundi, Desa Wawondula dengan total 388 siswa. Tidak hanya penyuluhan, tapi juga bermain bersama. Selesai acara, doctorSHARE membagi bingkisan kepada anak-anak yang terdiri dari kue lapis, sikat gigi, dan sandal yang merupakan donasi dari para donatur.

“Empat hari pelayanan medis di Luwu Timur berjalan lancar. Masyarakat sangat antusias menyambut kedatangan doctorSHARE. Banyak yang ingin tahu seperti apa RSA dr. Lie Dharmawan yang berlabuh di Pelabuhan Malili. doctorSHARE berharap pelayanan medis ini dapat meringankan penderitaan dan memulihkan kemampuan untuk membangun kembali kehidupan bermasyarakat,” papar Wakil Sekretaris Jenderal doctorSHARE dan koordinator doctorSHARE untuk pelayanan medis di Luwu Timur.
(Abd) - See more at: http://health.liputan6.com/read/2044168/4-hari-doctorshare-pelayanan-medis-di-luwu-timur#sthash.ZUAloSX7.dpufrg
Liputan6.com, Jakarta Bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Luwu Timur dan atas partisipasi donatur tetap, kegiatan pelayanan medis doctorSHARE yang berlangsung di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan dengan tema "Mewujudkan Harapan Menuju Masa Depan Cerah" terdiri dari bedah mayor, bedah minor, operasi katarak, pengobatan umum dan penyuluhan kesehatan. Dalam pelayanan medis ini, doctorSHARE menerjunkan 2 dokter spesialis (bedah dan mata), 11 dokter umum, 1 perawat, dan 5 relawan non medis.

Tim doctorSHARE tiba di Malili tanggal 22 April 2014. Beberapa anggota tim yang datang terlebih dahulu melakukan persiapan kegiatan di Pelabuhan Malili dan RSUD Ilagaligo serta visit pasien pre operasi di Puskesmas Malili.

23 April 2014, pelayanan medis dibuka dengan upacara yang dipimpin langsung oleh Bupati Luwu Timur, H. Andi Hatta Marakarma, MP yang bertempat di Pelabuhan Malili. Beliau beserta para staf juga berkeliling melihat fasilitas di RSA dr. Lie Dharmawan.

Pengobatan umum berlangsung di tiga lokasi: Pelabuhan Malili, Puskesmas Wawondula, dan Puskesmas Malili dengan total 1.036 pasien dengan penyakit terbanyak ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), dispepsia (nyeri perut), hipertensi (darah tinggi), dan myalgia (nyeri otot). Masing-masing pasien pengobatan umum juga mendapat bingkisan berupa biskuit, balsam, salep kulit dan minuman sachet.

Bedah mayor berlangsung di RSA dr. Lie Dharmawan yang sandar di Pelabuhan Malili. Total ada 8 pasien dengan kasus hernia, haemorhoid, FAM (benjolan di payudara), benjolan di leher, dan dugaan keganasan pada wajah. Bedah minor dilaksanakan di RSA dr. Lie Dharmawan dan Puskesmas Wawondula dengan total 32 pasien dengan kasus terbanyak lipoma dan kista ateroma.

Operasi katarak berlangsung tiga hari di RSUD Ilagaligo dengan total 136 pasien. Tiga spesialis mata yang melaksanakan operasi katarak adalah dr. I Gede Eka Yudiasa, SpM; dr. Andi Senggeng Relle, SpM dan dr. Asrayani, SpM.

Sehari setelah pelaksanaan operasi mayor, dr. Lie Dharmawan berkunjung ke RSUD Ilagaligo untuk mengunjungi pasien usai operasi dan melihat pelaksanaan operasi katarak.

Penyuluhan kesehatan dengan tema “Pola Hidup Bersih dan Sehat” berlangsung di SDN 223 Balantang, Desa Balantang dan SDN Apundi, Desa Wawondula dengan total 388 siswa. Tidak hanya penyuluhan, tapi juga bermain bersama. Selesai acara, doctorSHARE membagi bingkisan kepada anak-anak yang terdiri dari kue lapis, sikat gigi, dan sandal yang merupakan donasi dari para donatur.

“Empat hari pelayanan medis di Luwu Timur berjalan lancar. Masyarakat sangat antusias menyambut kedatangan doctorSHARE. Banyak yang ingin tahu seperti apa RSA dr. Lie Dharmawan yang berlabuh di Pelabuhan Malili. doctorSHARE berharap pelayanan medis ini dapat meringankan penderitaan dan memulihkan kemampuan untuk membangun kembali kehidupan bermasyarakat,” papar Wakil Sekretaris Jenderal doctorSHARE dan koordinator doctorSHARE untuk pelayanan medis di Luwu Timur.
(Abd) - See more at: http://health.liputan6.com/read/2044168/4-hari-doctorshare-pelayanan-medis-di-luwu-timur#sthash.ZUAloSX7.dpuf
4 Hari doctorSHARE Pelayanan Medis di Luwu Timur
4 Hari doctorSHARE Pelayanan Medis di Luwu Timur

Jumat, 02 Mei 2014

200 Warga Dioperasi Katarak

SEKAYU- Kepedulian TNI AD dan PT Indoagri terhadap masyarakat Muba dilakukan dengan menggelar Bakti Sosial berupa operasi katarak dan pengobatan umum di kantor PT PP Lonsum Desa Mangsang, Kecamatan Bayung Lencir, Muba, Jumat (2/5). Sebanyak 200 warga Muba mendapat pelayanan gratis operasi katarak dalam bakti sosial tersebut.
Kasad Jenderal TNI Budiman membuka langsung bakti sosial tersebut. Budiman mengatakan bahwa bakti sosial TNI AD yang dilaksanakan merupakan bentuk kepedulian TNI dan perusahaan perkebunan di Muba kepada warga. Dengan adanya bakti sosial operasi katarak dan pelayanan kesehatan setidaknya bisa membantu dan meringankan masyarakat.
"Mudah-mudahan bermanfaat bagi masyarakat," kata Budiman. Bakti sosial
TNI AD dan PT Indoagri tersebut dihadiri Bupati Muba H Pahri Azhari dan Komisaris PT Lonsum, Franciscus Welirang. (dom)

sumber:http://sumeks.co.id/hn/10379-200-warga-dioperasi-katarak