Cari

Minggu, 04 Mei 2014

Dinkes Kalsel Sukses Turunkan Penderita Katarak

BANJARMASIN - Katarak, sebagai penyakit mata yang dapat mengakibatkan kebutaan cukup mengkhawatirkan. Di Kalsel penderita penyakit ini mendapat perhatian serius, agar tingkat penderita katarak dapat ditekan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalsel, Ahmad Rudiansjah mengatakan, kesehatan mata memang menjadi perhatian pihaknya di Kalsel. Apalagi di Indonesia, sekarang ada sekitar empat juta penduduk yang mengalami kebutaan dan gangguan penglihatan, termasuk Kalsel.
"Sekitar 1,5 persen penduduk Indonesia atau 4 juta alami kebutaan dan gangguan penglihatan. Dari total itu, katarak 52 persen, glukoma 13,4 persen,  kelainan kornea 8,4 persen, dan gangguan retina 8,5 persen," ujarnya.
Ditambahkannya, kebutaan akibat katarak, cukup memperihatinkan karena bisa mencapai 200.000 per tahun di Indonesia. "Kelambatan diagnosa dan penanganan katarak, retinoblastoma, retinopatiblastoma dan retinopati prematures bisa menyebabkan kebutaan dan kematian," urai Rosihan.
Sementara itu, wakil Komisi IV DPRD Kalsel, Budiman Mustafa yang membidangi kesejahteraan masyarakat dan kesehatan mengapresiasi langkah Dinkes untuk menekan angka penderita katarak ini.
Ia juga mengharapkan, pihak perusahaan tambang besar di Kalsel juga dapat mengupayakan operasi katarak gratis untuk masyarakat melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR).
"Ini cukup baik. Selain Dinkes, pihak perusahaan besar hendaknya juga lebih proaktif dan memfasilitasi operasi katarak gratis," tutur ia.
Katarak disebabkan berbagai hal seperti paparan mata yang lama terhadap sinar matahari atau sumber radiasi lainnya. Kemudian penyakit seperti diabetes, darah tinggi, usia tua, atau trauma fisik juga dapat menyebabkan katarak. Faktor keturunan genetik pun mempengaruhi penyakit katarak pada usia lebih dini.(mrn)

http://www.jpnn.com/read/2014/04/29/231320/Dinkes-Kalsel-Sukses-Turunkan-Penderita-Katarak-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar