Cari

Rabu, 30 Juli 2014

Bisa Bikin Bayi Cacat, Ibu Hamil Dilarang Dekat-dekat Pasien Campak Jerman

Jakarta, Sama halnya dengan tokso, rubella juga merupakan bagian dari infeksi TORCH yang perlu diwaspadai oleh ibu hamil. Bagaimana tidak, risiko kecacatan bagi bayi yang ibunya terkena virus rubella bisa dikatakan mengkhawatirkan.

Menurut Prof dr Sunartini Hapsara, Sp.A (K), Ph.D., rubella atau biasa disebut dengan campak jerman ini cukup dikenal di masyarakat karena dapat menyebabkan kelainan bawaan pada bayi, terutama katarak, tuli dan kelainan jantung.

"Bahkan gejala ini sudah bisa dilihat persis setelah si bayi lahir. Bila ada katarak, entah pada salah satu mata atau keduanya; kelainan jantung atau mikrosepali (ukuran kepala yang lebih kecil dari bayi normal), itu berarti si anak tertular virus rubella dari ibunya," tegasnya dalam Seminar Sehari 'Yuk Kenali Ciri-ciri Gangguan TORCH pada Anak' di RS Akademik UGM Yogyakarta dan ditulis Selasa (1/4/2014). Seminar ini terselenggara berkat kerja sama RS Akademik UGM dengan komunitas Rumah Ramah Rubella.

Dan kemampuan virus rubella ini ternyata juga tergolong istimewa karena dapat menembus barrier plasenta (yang seharusnya tak dapat sembarang ditembus oleh virus atau bakteri tertentu) sehingga langsung bisa mempengaruhi janin.

"Apalagi bila terinfeksinya di minggu-minggu awal kehamilan, kelainan yang disebabkan bisa mayor atau besar. Kalaupun baru terinfeksi di minggu-minggu terakhir, janin tetap utuh namun fungsi organ si bayi akan berkurang seperti jantung bocor atau tak bisa mendengar," imbuh Prof Sunartini.

Tercatat 85-90 persen kasus rubella kongenital (bawaan lahir) terjadi pada bayi yang tertular virus campak jerman pada trimester pertama kehamilan. Namun untuk kelainan bawaan akibat rubella, Prof Sunartini menuturkan keempat infeksi TORCH memiliki kelainan bawaan yang hampir sama, yaitu katarak, gangguan pendengaran, kelainan jantung dan mikrosefali. "Kadang bayi lahir tanpa gejala atau asimtomatik, baru belakangan gejala muncul," sambungnya.

Tak ingin ini terjadi, lakukan tes TORCH sebelum menikah. Di samping itu pemberian vaksin MMR (campak, rubella dan mumps), terutama bila sudah memasuki usia subur misal selepas SMA atau paling lambat tiga bulan sebelum hamil.

"Ibu hamil sangat disarankan menghindari kontak dengan anak atau ibu yang menderita campak jerman karena dapat menular. Kalau di luar negeri gitu orang yang menderita rubella akan membatasi kontaknya dengan ibu hamil, kalau di sini jarang ada yang mau mengaku," keluh Prof Sunartini.

(lil/vit)
sumber
http://health.detik.com/read/2014/04/01/200335/2542561/1299/bisa-bikin-bayi-cacat-ibu-hamil-dilarang-dekat-dekat-pasien-campak-jerman?991104topnews