Cari

Rabu, 06 Agustus 2014

Menkes: Setiap Tahun Diperlukan Operasi Katarak Bagi 240 Ribu Pasien

Jakarta - Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi mengatakan kasus katarak di Indonesia diperkirakan akan terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini dikarenakan peningkatan umur harapan hidup masyarakat sehingga jumlah lanjut usia dan risiko penyakit degeneratif juga meningkat, termasuk katarak.

"Diperkirakan setiap tahun diperlukan operasi katarak terhadap 240 ribu orang," kata Nafsiah dalam sambutan Bakti Sosial di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (20/6/2014).

Saat ini, lanjutnya, pelayanan operasi katarak yang ada di Indonesia mampu menjangkau sekitar 170 ribu orang. Dikaitkan dengan kebutuhan untuk operasi katarak bagi 240 ribu orang, ada kesenjangan hingga 70 ribu orang.

Kesenjangan ini, katanya, disebabkan luasnya wilayah dan kondisi geografis Indonesia dan masih terbatasnya pemahaman sebagian penduduk Indonesia bahwa ada kebutaan yang dapat diobati.

"Masalah kesehatan mata lain yang masih menjadi tantangan adalah kelaianan refraksi atau penurunan ketajaman penglihatan," sambungnya.

Kelainan refraksi ini dapat ditemukan pada semua kelompok usia. Pada usia anak sekolah, kelainan refraksi sangat mempengaruhi kemampuan mereka untuk membaca dan menyerap materi pelajatan.

"Kelainan refraksi ini dapat diatasi dengan memberikan kacamata koreksi sehingga fungsi penglihatan kembali normal," Sementara bibir sumbing merupakan salah satu jenis cacat bawaan. Nafsiah mengatakan, presentase kasus bibir sumbing pada balita berusia 2-5 tahun menurut hasil Riskesdas 2013 adalah 0,08 persen.

"Operasi bibir bagi balita yang mengalami cacat bawaan ini tentu akan sangat membantu mereka untuk dapat berbicara dengan baik dan memperbaiki struktur wajah atau kecantikan atau kegantengannya begitulah," paparnya.

Guna mengatasi masalah katarak, kelainan refraksi dan bibir sumbing ini, pemerintah meningkatkan akses masyarakat pada pelayanan kesehatan yang komprehensif dan bermutu, termasuk pelaksanaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

"Oleh karena itu, kegiatan bakti sosial yang dilakukan Polda Metro Jaya dengan melakukan operasi katarak, bibir sumbing dan pemberian kacamata minus ini tentu sangat membantu masyarakat dan ini kita apresiasi sekali," pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar