Cari

Sabtu, 01 November 2014

Mengenal Glaukoma, Penyebab Kebutaan Mata Permanen

MediaPangandaran.com – Mata merupakan salah satu organ yang berpengaruh terhadap kualitas hidup seseorang sehingga pemeliharaan kesehatan mata harus menjadi salah satu prioritas kesehatan bagi suatu individu. Gangguan penglihatan terutama yang sudah jatuh dalam kategori buta akan menjadi beban hidup bukan hanya untuk penderitanya tetapi juga terhadap orang-orang di sekitarnya.
Salah satu penyebab kebutaan adalah akibat glaukoma yang merupakan penyebab kebutaan terbanyak kedua setelah katarak di dunia maupun di Indonesia. Berbeda dengan katarak yang merupakan penyebab kebutaan yang masih dapat diobati dengan tindakan operasi, glaukoma merupakan penyebab kebutaan yang menetap. Untuk itu penting untuk mengetahui apa itu glaukoma.
Glaukoma merupakan suatu kumpulan gejala penyakit dengan karakteristik terdapat kerusakan saraf mata pusat yang berhubungan dengan terjadinya penyempitan lapang pandang dan hilangnya fungsi penglihatan. Glaukoma dapat merupakan penyakit turunan dan tidak menular. Biasanya mengenai kedua mata dengan stadium yang berbeda. Umumnya terjadi pada semua usia termasuk bayi. Peningkatan tekanan bola mata merupakan faktor risiko utama pada terjadinya glaukoma.
Secara normal, di dalam bola mata terdapat cairan yang bertugas untuk memberikan nutrisi bagi organ yang terdapat di dalam bola mata dan berkontribusi memberikan volume/tekanan pada bola mata. Cairan tersebut diproduksi dan dikeluarkan kembali dalam siklus yang seimbang sehingga tekanan bola mata terjaga dalam nilai normal (16,3 mmHg).
Pada glaukoma terjadi ketidakseimbangan siklus aliran cairan tersebut yang menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan bola mata. Peningkatan tekanan bola mata tersebut mengakibatkan terjadinya penekanan pada saraf mata pusat yang akhirnya dapat menyebabkan kerusakan saraf mata pusat secara perlahan.
Kerusakan saraf mata pusat menjadikan terjadinya penyempitan lapang pandang. Penyempitan lapang pandang ini terjadi secara perlahan, sedikit demi sedikit sampai akhirnya penderita hanya seperti melihat dari lubang kunci bahkan sampai menimbulkan kebutaan.
Penderita glaukoma biasanya tanpa gejala pada tahap awal. Bila sudah tahap lanjut, biasanya penderita sering menabrak benda di sekitarnya, bila berjalan mudah tersandung, dan kesulitan mengendarai kendaraan sendiri akibat terganggunya lapang pandang.
Terdapat empat jenis glaukoma dengan gejala yang berbeda yaitu glaukoma kronis (tanpa gejala), glaukoma dengan serangan akut, glaukoma kongenital, dan glaukoma sekunder (akibat penyakit mata lain atau penyakit sistemik).
 Deteksi dini pada glaukoma merupakan kunci untuk pencegahan kebutaan yang disebabkan oleh glaukoma. Pengontrolan keadaan glaukoma sedini mungkin diharapkan dapat mempertahankan fungsi penglihatan dalam jangka waktu yang lebih panjang dan diharapkan penderita tidak jatuh pada kebutaan. Disarankan pada orang-orang yang berusia 40 tahun ke atas atau memiliki faktor risiko untuk dapat melakukan pemeriksaan mata secara rutin, minimal satu tahun sekali.
sumber:http://mediapangandaran.com/mengenal-glaukoma-penyebab-kebutaan-mata-permanen/4549/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar