Cari

Jumat, 07 November 2014

Mengenal Katarak Lebih Dekat

Oleh: dr.Dyana Novia
Mata adalah cerminan hati. Tak jarang ada keluarga kita mengalami yang namanya katarak. Katarak merupakan salah satu penyebab kebutaan di dunia dan penyakit pada mata yang paling sering ditemukan. Di Amerika Serikat, katarak menjadi urutan ketiga dalam menyebabkan kebutaan, hal ini sebenarnya dapat dicegah.
Katarak adalah suatu kondisi di mana terjadinya kekeruhan pada lensa. Hal ini dapat melibatkan kekeruhan lokal ataupun difus yang mengakibatkan lensa menjadi tidak transparan. Lensa mata manusia adalah objek di depan mata yang kecil, berbentuk konveks dan bening seperti gelas yang secara normal dapat dilewati oleh cahaya menuju bagian belakang mata.
Jika terjadi katarak, cahaya tidak dapat menembus lensa mata dan terjadilah gangguan penglihatan. Katarak dapat terjadi pada satu ataupun kedua mata, dan tidak harus terjadi pada saat yang bersamaan.
Usia tua adalah penyebab paling sering. Paparan terhadap sinar UV pada cahaya matahari dapat mempercepat terjadinya katarak. Katarak lebih gampang terjadi pada penderita kencing manis, perokok, peminum alkohol, adanya penyakit pada mata, dan pernah terjadi luka pada mata. Gangguan penglihatan merupakan gejala paling sering.
Keluhan-keluhan lain misalnya kesulitan membaca, penglihatan kabur, kesulitan mengenali muka, kesulitan menonton TV, bermasalah dengan mengendarai mobil terutama pada malam hari, kesulitan melihat pada cahaya terang atau perasaan silau, dan juga seringnya melihat lingkaran hitam di sekitar cahaya. Gejala-gejala seperti rasa nyeri, rasa tidak nyaman, merah, gatal ataupun berair tidak ditemukan pada katarak. Katarak juga dapat terjadi pada semua usia, tetapi paling sering pada usia tua.
Tidak ada terapi obat-obatan ataupun herbal untuk katarak. Kadang-kadang, penggunaan kacamata dapat membantu. Pembedahan adalah satu-satunya terapi yang efektif dan dengan operasi akan menghasilkan kesembuhan pada 95 % kasus. Jika penglihatan kabur sudah mengganggu kehidupan sehari-hari, maka disarankan untuk dioperasi.
Rasa silau juga menjadi indikasi untuk dioperasi terutama pada penderita yang perlu mengendarai pada malam hari. Pada keadaan-keadaan tertentu seperti terjadinya glaukoma, infeksi mata, lensa bergeser, benda asing dalam lensa, penyakit lensa akibat kencing manis (diabetes), dan terlepasnya retina. Operasi juga dapat dilakukan untuk indikasi kosmetika.
Setelah operasi, pasien dianjurkan untuk menghindari membasuh kepala selama 1 minggu, mengangkat benda berat selama lebih kurang 3 bulan dan menghindari olahraga yang berhubungan dengan kontak tubuh selama lebih kurang 1 tahun. Kacamata hitam, terutama yang dapat menyaring cahaya UV, memberikan perlindungan terhadap terjadinya katarak. Selain itu, disarankan untuk tidak merokok dan mengkonsumsi makanan sehat.
sumber:
http://analisadaily.com/news/read/mengenal-katarak-lebih-dekat/75830/2014/10/27


Tidak ada komentar:

Posting Komentar