Cari

Jumat, 30 Januari 2015

Anak Katarak saat Persalinan

Anak Katarak saat Persalinan

KATARAK bisa dialami bayi lima tahun (balita) sejak dalam kandungan. Biasanya, ini disebabkan ibu hamil (bumil) terserang virus rubella di usia kandungan masih relatif muda.

Seperti diketahui kehamilan trimester pertama merupakan masa-masa pertumbuhan janin dengan kelengkapan anggota tubuh dan fungsinya.  Ketika di trimester pertama perkembangan janin terganggu alhasil bayi bisa mengalami kelainan sejak lahir. Salah satunya, bisa terjadi gangguan di lensa mata si buah hati.

Mata anak yang berwarna keruh merupakan tanda umum katarak anak.  Tindakan yang harus diambil adalah operasi sebelum menginjak usia tiga bulan, agar retina anak bisa berkembang baik. Dikarenakan memasuki usia tiga bulan hingga dua tahun, penglihatan bayi berkembang pesat.

"Anak-anak dengan inteligensi cukup ketika berusia dua tahun memiliki kemampuan penglihatan mendekati 100 persen. Itu sebabnya, operasi katarak sebaiknya tidak dilakukan lebih dari usia tiga bulan," terang dr Nurul Baskoro SpM diwawancarai beberapa pekan lalu.

Sebenarnya, gangguan ini tidak sepenuhnya terjadi di dalam kandungan. Menurut Nurul, kelainan mata anak bisa terjadi saat persalinan normal. “Mata bayi bisa saja terinfeksi, kebanyakan kasus terjadi dengan riwayat penyakit kelamin seperti herpes dan gonorrhea (GO),” papar Nurul.

Baskoro menuturkan, herpes dan GO mudah ditularkan sang ibu ke anak saat proses persalinan. Untuk penderita herpes dapat dilakukan pengobatan sebelum terlambat.  Itu sebabnya, penting periksa rutin kandungan sehingga tanda-tanda infeksi dapat disadari sejak awal.

Dengan pertimbangan bahwa waktu kelahiran masih lama. Dokter bisa memilih tindakan operatif ketika kasus yang ditemui sulit diobati. Biasanya bayi yang dilahirkan di rumah sakit matanya segera ditetesi antibakteri. (*/yin/her/k9)
 
SUMBER:
http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/124050-anak-katarak-saat-persalinan.html






Kamis, 29 Januari 2015

Berbagai Penyebab Rusaknya Kornea Mata

Berbagai Penyebab Rusaknya Kornea Mata




JakartaCNN Indonesia -- Rusaknya kornea pada mata bisa disebabkan oleh beberapa hal. Bisa berasal dari dalam mata itu sendiri atau bisa juga karena ancaman dari luar.

Dokter ahli opthalmologi, Tjahjono D. Gondhowiardjo, mengatakan beberapa faktor dari dalam yang bisa menyebabkan kornea rusak adalah infeksi, kelainan degenerasi, bertambahnya umur, kelainan bawaan, jaringan yang menipis dengan sendirinya, autoimun, bahkan bekas operasi katarak.
Selain itu, kerusakan kornea dari dalam juga bisa disebabkan oleh konsumsi obat-obatan tertentu. "Kerusakan kornea merupakan penyakit sistemik, dia makan obat-obatan tertentu yang mengendap di lapisan kornea. Jadi mengubah warnanya dan sebagainya. Itu juga bisa terjadi," kata Tjahjono kepada CNN Indonesia, saat ditemui di sebuah rumah sakit di kawasan Kedoya, Jakarta, Kamis (8/1).

Sementara itu, kerusakan kornea yang bisa disebabkan dari ancaman dari luar juga beragam. Kerusakan kornea bisa disebabkan oleh bakteri, virus, benda tajam, benda tumpul, jamur, maupun kecelakaan.

Kerusakan pada kornea akan menyebabkan penglihatan seseorang menjadi tidak jernih lagi. Bahkan risiko yang paling fatal bisa menyebabkan kebutaan. Jika kornea sudah rusak, tidak akan bisa dipulihkan lagi. Akibatnya, penglihatan pun akan terganggu seumur hidup. Hal ini hanya dapat diatasi dengan melakukan operasi transplantasi kornea.

"Kornea sebetulnya seperti kaca bening tapi sifatnya paling vital. Begitu kaca itu rusak tergores saja tidak bisa diganti kembali. Harus di cangkok," ujar Tjahjono.



(mer/mer)

sumber: 
http://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20150108201919-255-23371/berbagai-penyebab-rusaknya-kornea-mata/



























Operasi katarak murah
harga paket Rp.3.750.000,-


hubungi daftar segera:

Philips 
0855 789 10 25

Ravael
0813 190 42 960

Senin, 26 Januari 2015

Kebutaan Katarak di Indonesia Terus Bertambah

Kebutaan Katarak di Indonesia Terus Bertambah


JakartaCNN Indonesia -- Jumlah kebutaan katarak di Indonesia setiap tahun terus bertambah. Secara teoritis, satu per mil (satu per seribu) dari populasi penduduk pasti mengalami katarak tiap tahunnya.

"Jadi kalau tahun ini penduduk ada 250 juta, maka paling tidak ada 250 ribu orang yang mengalami kebutaan baru," kata dokter ahli ophthalmologi, Tjahjono D. Gondhowiardjo pada CNN Indonesia, saat ditemui di kawasan Kedoya, Jakarta.

Ia pun mengandaikan, jika dalam satu tahun hanya ada seribu orang yang dapat dioperasi, masih ada 24 ribu orang lainnya yang masih mengalami kebutaan akibat katarak. Jumlah itu pun akan bertahan pada tahun berikutnya. Belum lagi ditambah kasus baru yang muncul tiap tahunnya. Hal inilah yang menyebabkan penderita kebutaan katarak terus bertambah dan tak pernah habis.

Katarak merupakan kondisi yang menyebabkan kekeruhan lensa di bagian dalam mata yang memfokuskan gambar agar jatuh pada retina. Para ahli mengatakan bahwa setiap orang di bumi dapat mengembangkan katarak jika mereka hidup cukup lama. Katarak biasanya terjadi pada orang-orang yang telah mencapai usia 60 tahun.

"Penyebabnya banyak, kecelakaan, diabetes, rematik, orang asma, minum obat-obatan karena semua penyakit autoimun pasti dia kena matanya juga. Kena obatnya, apa segala macam, jadi bertambah," papar Tjahjono.

Sayangnya, untuk mengatasi katarak, satu-satunya cara hanya melalui jalan operasi.



(mer/mer)
sumber :
http://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20150109122539-255-23487/kebutaan-katarak-di-indonesia-terus-bertambah/





OPERASI KATARAK MURAH

PAKET Rp.3.750.000,-
SEGERA DAFTAR VIA SMS 

Philips: 0855 789 10 25
Ravael : 0813 190 42 960

Jumat, 23 Januari 2015

Hati-hati! Kerusakan Kornea Tidak Menunggu Tua

Hati-hati! Kerusakan Kornea Tidak Menunggu Tua

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Dokter spesialis mata mengungkapkan, tak melulu orang dewasa, anak-anak pun bisa mengalami kerusakan kornea mata.
"Keluhan kornea bisa terjadi pada anak-anak. Salah satunya gara-gara genital. Dalam setahun saya bisa bertemu tiga sampai empat orang (pasien anak). Korneanya sudah keruh sejak lahir," ujar Ketua Kolegium Ophtalmologi Indonesia, DR. Dr. Tjahjono D. Gondhowiardjo, SpM, PhD, di Jakarta, Kamis.
Di samping pengaruh gen, kerusakan kornea mata pada anak juga dapat disebabkan infeksi yang didapat saat ia lahir.
"Misalnya saat ibu yang terinfeksi di saluran vaginanya melahirkan. Mata anak juga bisa terinfeksi," kata dr. Tjahjono.
Menurut dia, bila kornea sudah rusak, maka teknik cangkok atau transplantasi kornea menjadi salah satu upaya yang kerap tempuh agar kesehatan penglihatan pasien kembali. Hanya saja, tak seperti pada orang dewasa, teknik cangkok kornea pada anak relatif lebih sulit dilakukan.
"Teknik transplantasi pada anak susah dilakukan, karena tingkat ketebalan kornea yang tidak sama dengan donor. Kemudian,  kornea yang sangat lentur, sehingga langsung menggulung, menyulitkan saat operasi," kata dia.
Selain itu, transplantasi kornea yang dilakukan pada anak pun harus dilakukan pada keseluruhan bagian kornea. Tidak bisa hanya mengganti salah satu lapisan kornea saja.  

SUMBER: 
http://kaltim.tribunnews.com/2015/01/09/hati-hati-kerusakan-kornea-tidak-menunggu-tua