Cari

Jumat, 03 April 2015

1500 Penghuni Rusun Marunda Terima Layanan Kesehatan Gratis

WARTA KOTA, CILINCING - Sebanyak 1.500 warga di Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, mendapatkan pelayanan kesehatan dari Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Rabu (11/03). Program layanan kesehatan bertajuk 'Bakti Kesehatan Polri' ini melayani berbagai pengobatan.

Hasil pengamatan Warta Kota di lokasi, nampak ratusan warga dengan antusias mengikuti pelayanan kesehatan yang digelar oleh Pusdokkes Polri. Acara tersebut juga dihadiri oleh Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Nandang Jumantara‎, Komandan Kodim (Dandim) 0502 JU, Letkol Arm Stevie Jantje Nuhujanan, dan Walikota Jakarta Utara, Rustam Effendi.

Acara bakti sosial kesehatan oleh Kepolisian Republik Indonesia juga diikuti oleh 243 siswa-siswi dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) 02 Marunda. Mereka yang datang untuk memeriksakan giginya secara gratis. 

Bakti kesehatan tersebut juga mendapat dukungan dari Palang Merah Indonesia (PMI), Pelindo II, Astra International, Sidomuncul, Yayasan Budha Tzu Chi, Dexa Medica, Yayasan Dompet Dhuafa, dan lain-lain. Kegiatan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat terdiri dari Pengobatan Umum, Pengobatan Gigi, dan Layanan Keluarga Berencana (KB).

Tak hanya itu, nampak lokasi pelayanan kesehatan ini membludak akan warga. Suasana di lokasi pun pengap dan padat. 

Para warga saat itu tengah menunggu giliran. Mereka pun yang ingin menjalani hidup sehat, rela mengantre hingga berjam-jam lamanya.

Diketahui, pelayanan tersebut dimaksudkan untuk membantu meringkankan beban warga terdampak banjir.  Menurut Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusdokkes) Polri, Brigjen Pol Arthur Tampi‎, layanan kesehatan yang diberikan Polri kepada masyarakat Jakarta Utara merupakan bentuk wujud kepedulian Polri kepada warga.

"Ini bagi yang paling parah terkena dampak banjir. Kita tahu kota Jakarta Utara ini merupakan wilayah yang selalu terkena banjir rob dan banjir karena musim penghujan, oleh sebab itu simbolisasi puncak bantuan kami adakan di Marunda," ujar Arthur.

Menurut Arthur, pelayanan kesehatan ini tak hanya dilaksanak di Rusunawa Marunda. Bantuan juga diberikan di 7 titik wilayah lainnya. "Grogol, Kelapa Gading, Asrama Polisi Kampung Bangka, dan Asrama Polisi Bidara Cina. Kita juga sudah melakukan streaming (ronsen foto dan check up) kepada pasien-pasien yang akan mengikuti operasi Katarak, Operasi Bibir Sumbing, dan Operasi Minor lainnya di RS Bhayangkara Tingkat 1 Polri Kramat Jati," lanjutnya.

‎Ia pun menjelaskan, Program Bakti Kesehatan Polri secara keseluruhan tersebut telah di ikuti oleh 1500 warga di sekitar Rusunawa Marunda. "Terdapat 50 pasien katarak, 25 operasi bibir sumbing, dan 15 orang bedah minor. Program ini juga mereka dilayani oleh 170 dokter dari Pusdokkes Polri, tuturnya.

Untuk warga yang sudah dilayani oleh pihak medis, kata Arthur, juga akan mendapat bingkisan sumbangan yang dibantu oleh berbagai perusahaan.

"Ini sebagai bentuk tanggung jawab sosial mereka," tutupnya.

Salah satu warga yang sedang mengantri, Sri Wahyuni (35) warga RT 06/10, warga Rusunawa Marunda Cluster B Blok Krapu, mengaku sangat senang dengan adanya bantuan dari pihak kepolisian. Sri juga mengakui, dirinya sudah mengidap penyakit tersebut selama satu tahun.

"Selama ini, berobatnya di RSUD Koja secara gratis. Soalnya punya Kartu Jakarta Sehat (KJS). Cuman ya ongkos berangkatnya ke Koja lumayan mahal. Bolak-balik naik angkot saja bisa habis Rp 20 ribu. Adanya program ini, saya merasa terbantu. Soalnya kan selama ini saya terkena asa‎m urat. Kalau lagi kambuh gak bisa jalan sama sekali,," lanjut Sri.

Sepadan dengan warga lainnya, Muhammad (70), selaku warga RT 21/07 Rusunawa Marunda Cluster C2. Dirinya mengaku kerap sesak napas dan panas dingin. Bahkan, Sunjaya yang dahulunya bekerja di bongkar muat Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, mengaku sudah tidak bekerja sejak 2007 lantaran penyakitnya itu.

"Mungkin karena‎ faktor umur. Tapi, saya senang dan terbantu dengan adanya bantuan pemeriksaan kesehatan ini. Karena, program ini menunjukkan kalau pihak kepolisian masih peduli terhadap masyarakat yang sudah lanjut usia sekalipun. Saya mengandalkan kehidupan sehari-hari dari anak-anak saya, karena ibu anak-anak juga sudah tidak ada. Ini sudah cukup menolong," jelasnya.

‎Salah satu pelajar yang sedang mendapatkan pelayanankesehatan gigi, Azri (12) siswa kelas 6 SDN Marunda, mengaku gigi gerahamnya yang berlubang ditambal oleh dokter gigi.

"Sakit banget kak, tapi setelah diberi suntikan pemati rasa jadi tidak terlalu terasa," ujarnya.

Sedangkan, Eno (26) warga RT03/07, Kelurahan Marunda, Kecamatan Cilincing, mengaku datang ke Rusunawa Marunda lantaran ingin menambal gigi anaknya, Karisya Nasha Putri (5), yang berlubang.

"Sebenarnya saya gak punya kupon, tapi datang saja karena ada pengobatan gratis, lumayanlah kalau ke dokter gigi kan bayarnya lumayan mahal, cuman ya harus sabar ngantri," katanya.

Sementara itu, Walikota Jakarta Utara, Rustam Effendi mengakui mengapresiasikan program yang digelar oleh Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Kapusdokkes) Polri. Menurutnya, hal itu meringankan beban warga yang dahulunya sempat menjadi korban banjir.

"Tak hanya korban banjir saja, ini juga menguntungkan masyarakat. Mereka yang kurang mampu merujuk ke dokter, mereka jadi bisa memeriksakan kondisi mereka di sini. Ini program yang terbilang positif. Wajar apabila warga antusias. Saya berharap, Masyarakat harus lebih peduli sama lingkungannya, agar terhindar dari banjir," katanya. (Panji Baskhara Ramadhan)
sumber : http://wartakota.tribunnews.com/2015/03/12/1500-penghuni-rusun-marunda-terima-layanan-kesehatan-gratis


Tidak ada komentar:

Posting Komentar