Cari

Minggu, 21 Juni 2015

Ketika Pandangan Mulai Berkabut

Katarak merupakan penyakit mata yang ditandai dengan adanya kabut pada bagian lensa mata. Penyakit ini cenderung lebih sering diderita oleh mereka yang berusia lanjut.
Sebagian besar katarak terjadi karena proses degeneratif atau bertambahnya usia. Meskipun dapat diobati, kebanyakan penderita katarak ini tak menyadari telah mengalami gangguan pada pelihatannya. Akibatnya, tak sedikit yang mengalami kebutaan akibat penyakit ini. Bahkan salah satu penyebab terbesar kebutaan di dunia adalah katarak.
Tak heran memang jika sampai sebegitu fatalnya sebab penyakit katarak pada umumnya tumbuh secara lambat dan tidak memengaruhi pelihatan seseorang. Setelah berkembang sekitar tiga sampai lima tahun, barulah daya pelihatan terasa ada gangguan, dan mirisnya, pasien katarak biasanya telat menyadari sehingga matanya telah memasuki stadium kritis.
Pada awal serangan, penderita katarak biasanya akan merasa gatal-gatal pada bagian matanya, air mata mudah keluar, malam hari pelihatan buram, dan yang paling tidak mengenakkan dari penyakit ini adalah tidak bisa menahan silau sinar matahari atau cahaya lampu sekalipun.
Selanjutnya, apabila penyakit katarak semakin berkembang, penderita akan melihat selaput seperti buram di depan pelihatannya karena ada selaput seperti “awan” yang menutupi lensa mata tersebut. Lalu, selaput itu akan semakin menjalar hingga menutupi seluruh bagian mata. Bila sudah sampai tahap ini, penderita akan kehilangan pelihatannya.
Secara keseluruhan, sebenarnya katarak terbagi dalam empat jenis, ada yang disebut Congenital, katarak yang biasanya terjadi pada bayi (jarang terjadi). Traumatik, katarak yang terjadi karena kecelakaan pada mata. Sekunder, katarak yang disebabkan oleh konsumsi obat seperti prednisone dan kortikosteroid, dan yang terakhir yang paling umum terjadi yaitu Senilis, katarak yang berkaitan dengan faktor bertambahnya usia.
Penyakit katarak Senilis ini, belum diketahui jelas bagaimana proses terjadinya. Namun diduga faktor penuaan adalah penyebab utamanya, karena 65 persen lensa mata terdiri dari air, sisanya adalah protein. Dengan proses penambahan usia maka lambat laun, volume air semakin menipis, sebaliknya bagian lensa yang padat justru makin meningkat. Akibatnya lensa mata menjadi terlihat keruh.
Kenali Faktor Pemicunya
Yang perlu Anda ketahui terkait faktor pemicu katarak pada usia lanjut antara lain adalah gaya hidup ketika muda meskipun risiko masalah penuaan tetap menjadi faktor alamiah yang terjadi pada mata kita.
“Sampai saat ini, faktor pemicu terjadinya katarak Senilis masih dalam perdebatan. Namun yang pasti, pemicunya multifaktoral,” ungkap Dr Cosmos Octavianus Mangunsong, spesialis mata dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta.
Pemicu multifaktoral di antaranya radikal bebas yang terjadi pada mata sesuai bertambahnya umur, radiasi ultraviolet yang merusak struktur protein di mata, kurangnya kadar antioksidan dan faktor-faktor lain yang masih dalam penelitian.
Katarak Senilis yang bersumber dari masalah usia akan dialami oleh sebagian besar manusia. Yang membedakan hanya gradasinya saja, ada orang yang pada masa hidupnya akan mengalami kematangan penuh pada kataraknya dan harus dioperasi, ada yang tidak sampai mengalami kematangan penuh seumur hidup sehingga pelihatannya masih nyaman dengan dibantu kacamata.
“Proses katarak sebagian besar terjadi saat orang tersebut menginjak usia 40 tahun. Ini dihubungkan dengan kadar radikal bebas penyebab penuaan tubuh yang sudah cukup terakumulasi di bagian mata,” ungkap Cosmos.
Selain karena faktor usia, katarak terjadi akibat komplikasi penyakit lain yang terjadi pada mata, seperti glaukoma, uveitis, cedera pada mata akibat benturan keras benda tumpul, dan radiasi.
Di samping itu, seorang perokok aktif sangat rentan terkena katarak Senilis daripada mereka yang tidak merokok. Kemudian faktor penyakit, seperti penderita diabetes, hipertensi, asam urat sampai penderita kekurangan zat antioksidan bisa menjadi sumber terserangnya penyakit katarak. n ima/R-1
Perbanyak Antioksidan
Berdasarkan penelitian yang diungkap para ilmuwan Swedia, banyak antioksidan yang bisa Anda dapatkan dalam makanan yang Anda konsumsi sehari-hari ampuh untuk mencegah penyakit katarak.
Para peneliti menemukan bahwa orang yang rajin mengonsumsi makanan yang mengandung banyak antioksidan memiliki risiko rendah terkena katarak di usia tuanya. Hal ini karena antioksidan juga dapat mencegah radiasi bebas yang dapat menyebabkan kerusakan pada bagian lensa mata Anda.
Hasil penelitian ini diperoleh saat mengamati 30.000 wanita berusia di atas 49 tahun. Mereka dipantau dan diperiksa apakah menunjukkan gejala penyakit katarak. Para peneliti juga menanyakan mengenai makanan yang mereka konsumsi setiap harinya.
Diketahui bahwa partisipan yang mengonsumsi paling banyak makanan mengandung antioksidan memiliki risiko terkena katarak 13 persen lebih rendah dibandingkan dengan wanita yang jarang mengonsumsi makanan yang tak mengandung antioksidan.
“Sebelumnya, peneliti telah mengkaitkan antara antioksidan dengan kesehatan mata dan tak menunjukkan hasil yang jelas. Namun melalui penelitian ini kami menemukan kaitannya, hanya saja apabila konsumsi antioksidan berada dalam skala yang besar,” ungkap ketua peneliti, Susanne Rautainen, dari Institute of Environmental Medicine, Karolinska Institutet, Stockholm, Swedia.
Para peneliti tak hanya mengamati antioksidan dari vitamin C dan E serta tanaman yang mengandung flavonoid. Mereka juga menghitung jumlah antioksidan dalam makanan biasa. Makanan yang mengandung banyak antioksidan antara lain kopi, jeruk, teh, dan gandum. Buah-buahan dengan banyak warna juga bisa menjadi sumber antioksidan yang baik.
Meski begitu, para peneliti juga mengingatkan kalau hasil observasinya ini belum sempurna karena mereka belum memperhitungkan faktor lain seperti gaya hidup buruk, kebiasaan yang tidak sehat seperti merokok dan minum alkohol, sampai dengan melihat faktor berat badan masing-masing para partisipan tersebut.  ima/R-1

http://www.koran-jakarta.com/?28462-ketika-pandangan-mulai-berkabut


Tidak ada komentar:

Posting Komentar