Cari

Minggu, 21 Februari 2016

6 Kelainan Mata yang Kerap Dialami Anak

SRIPOKU.COM - Tanda-tanda mata bermasalah pada anak sudah bisa dikenali sejak dini. Contohnya bila setiap menonton teve anak harus mendekat karena kurang terlihat, suka melihat dengan kepala miring atau memicingkan mata, atau ketika sudah sekolah, ia tidak bisa duduk di bangku belakang dan sering maju ke depan untuk melihat ke papan tulis.
“Ada anak yang penglihatannya kabur tapi takut memberi tahu orangtua karena orangtua suka mengancam. Akibatnya, anak juga jadi takut ke dokter,” kata dr. Florence M. Manurung, Sp.M, dari Jakarta Eye Center @Kedoya, Jakarta.
Sebagai orangtua, Anda juga perlu mengenali  beberapa kelainan mata yang kerap dialami anak :
1. Retinopathy of Prematurity  (RoP)
RoP adalah kelainan saraf mata karena kelahiran prematur. Bayi yang lahir prematur, pertumbuhan pembuluh darah retinanya belum sempurna. “Bisa terjadi komplikasi berupa perdarahan ke dalam rongga mata atau retina. Yang paling ditakutkan adalah kebutaan. Tapi, tidak semua bayi prematur terkena RoP.”
Untuk mencegah RoP, bisa dilakukan deteksi dini dengan alat-alat khusus. Pada RoP yang sangat berat bisa dilakukan tindakan bedah retina.
2. Kelainan Refraksi  
Kelainan refraksi adalah penurunan ketajaman penglihatan yang dapat dikoreksi dengan kaca mata. Bisa berupa mata minus, mata plus, maupun silindris. Kelainan refraksi bisa terjadi akibat faktor genetis maupun faktor lingkungan. Misalnya anak yang terlalu banyak membaca, menonton TV, bermain game, sehingga bentuk bola mata berubah. Gejala ini, banyak ditemukan pada anak usia Sekolah Dasar, yaitu 6 - 12 tahun.
Tanda-tanda kelainan refraksi mirip dengan mata malas, misalnya setiap kali menonton TV anak harus mendekat, suka melihat dengan kepala miring atau memicingkan mata, atau ketika sudah sekolah, ia tidak bisa duduk di bangku belakang.3. Mata Malas ( ambliopia )
Sering juga disebut lazy eye , mata malas adalah gangguan mata berupa penurunan tajam penglihatan akibat adanya gangguan perkembangan penglihatan selama masa kanak-kanak. Gangguan ini umumnya mengenai salah satu mata saja, namun kadang-kadang ditemukan juga pada kedua mata. Penyebab mata malas bermacam-macam, mulai dari kelainan refraksi, mata juling, dan lainnya. Namun harus dibedakan antara mata juling dengan mata malas. Mata juling berkaitan dengan posisi yang salah, sementara mata malas lebih karena fungsi yang berkurang.
Untuk mengatasi mata malas, anak harus menggunakan matanya yang malas dengan terapi oklusi (patching ), yaitu menutup mata yang penglihatannya baik atau dengan tetes atropin pada mata yang baik.
Florence menegaskan, “Mata malas bisa disembuhkan dan bukan penyakit mata akibat keturunan. Namun pada anak dengan keluhan ini, sebisa mungkin harus diperbaiki sebelum anak berusia 4 tahun karena di usia itu otak masih fleksibel.”
4. Tumor Mata ( Retinoblastoma )
Sering juga disebut cat’s eye , retinoblastoma adalah penyakit tumor ganas primer pada anak yang tumbuh dengan cepat berasal dari sel retina mata. Penyakit ini tidak hanya dapat mengakibatkan kebutaan, melainkan juga kematian. Bila ditangani dengan tepat pada stadium dini, angka penyembuhan kanker ini dapat mencapai 95 - 98 persen dan penderita dapat mencapai usia dewasa.
Disebut cat’s eye (mata kucing) karena gejala atau tanda yang muncul di antaranya bola mata berwarna putih mengilat, sehingga kerap juga dikira katarak. Tindakan yang dilakukan adalah mengangkat bola mata.
5. Katarak
Ternyata, tak cuma orang dewasa yang bisa terkena katarak. Anak-anak pun bisa. Penyakit katarak terjadi karena kekeruhan lensa mata. Bisa terjadi mulai dari proses dalam kandungan, misalnya karena infeksi atau malnutrisi pada usia kanak-kanak. Katarak pada anak harus segera ditangani agar-anak dapat melihat dengan normal.
6. Glaukoma Kongenital
Disebut juga dengan buftalmos , yang berasal dari kata “buftal ” atau mata sapi. Gejalanya antara lain bola mata membesar. “Orang menganggap anaknya lucu seperti boneka karena matanya yang lebar, padahal bisa jadi itu karena ada kelainan glaukoma kongenital,” kata Florence. Ini terjadi karena aliran cairan mata di dalam tidak lancar dan mampet sehingga bola mata membesar. Jika dibiarkan tanpa tindakan, saraf ke otak bisa rusak akibat tekanan yang tinggi. Keluhan ini akan diatasi dengan operasi membuka saluran.
Selain kelainan-kelainan di atas, ada beberapa gangguan pada mata yang juga kerap menyerang anak antara lain konjungtivitis (mata merah), low vision , dan mata juling (strabismus ).
Hasto Prianggoro
sumber : 
http://palembang.tribunnews.com/2014/10/24/6-kelainan-mata-yang-kerap-dialami-anak?page=3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar