Cari

Kamis, 24 November 2016

285 Juta Orang di Dunia Alami Kebutaan

285 Juta Orang di Dunia Alami Kebutaan


Hingga saat ini data menunjukkan setidaknya 285 juta orang di dunia mengalami kebutaan dan sekitar 80 persen kasus tersebut dapat dihindari jika masyarakat mendapatkan layanan mata yang komprehensif.
"Menurut Badan Internasional untuk Pencegahan Kebutaan, 80 persen kasus-kasus kebutaan dapat dihindari jika masyarakat mendapatkan layanan mata yang komprehensif," ungkap Spesialis mata sekaligus Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (UGM) Suhardjo pada acara Hari Kesehatan Nasional ke-52, di Hotel Neo Yogyakarta, Rabu (2/11).
Ia mengatakan, katarak merupakan penyakit mata akibat terjadinya kekeruhan pada lensa mata, dan penyakit ini merupakan penyebab kebutaan terbanyak di negara-negara berkembang.
Suhardjo menuturkan, banyak faktor risiko penyebab terjadinya katarak, diantaranya usia, genetik, merokok, paparan ultraviolet, diabetes dan penggunaan stereoid.
Data Riskesdas tahun 2013 mencatat, prevalensi katarak pada semua umur adalah 1,8 persen. Prevalensi tertinggi di Sulawesi Utara 3,7 persen, disusul Jambi 2,8 persen dan Bali 2,7 persen. Sementara prevalensi katarak terendah ditemukan di DKI Jakarta 0,9 persen diikuti Sulawesi Barat 1,1 persen.
Menurut dia, sebagian besar penderita katarak di Indonesia belum menjalani operasi karena ketidaktahuan mengenai penyakit yang dideritanya dan ketidaktahuan jika buta katarak dapat dioperasi atau sebanyak 51,6 persen.
Selain itu, tambah dia, tidak sedikit dari mereka yang menderita katarak belum operasi karena tidak mampu membiayai sekitar 11,6 persen dan tidak berani sebanyak 8,1 persen.
"Mahal dan kurang edukasi yang menjadikan masyarakat takut. Padahal, tidak apa-apa karena bagaimanapun katarak tidak bisa diobati, hanya bisa dengan operasi," jelas Suhardjo.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar