Cari

Sabtu, 12 November 2016

Hindari Radiasi saat Usia Senja dengan Kacamata

PROKAL.COSEIRING dengan bertambahnya usia, kemampuan fungsi organ tubuh akan terus menurun. Tak terkecuali dengan mata. Untuk urusan mata, memang gaya hidup sangat berpengaruh dan tidak bisa dianggap remeh. Pada dasarnya tiap orang di atas 50 tahun berisiko menderita Age Macular Degeneration (AMD).
Kondisi ini susah dihindarkan karena hal ini alamiah. AMD merupakan gangguan mata akibat terjadinya penuaan sel-sel dalam retina yang progresif. Ada lapisan tipis dari jaringan yang terbentuk di dalam dinding belakang mata. Walhasil, penglihatan bisa rabun. Untuk masalah ini, risiko tiap orang ada dua. Pertama, akibat gaya hidup dan faktor genetis.
Meski begitu, ada beberapa hal yang bisa dibiasakan untuk mencegah masalah mata sejak dini. “Pada dasarnya, masalah mata itu, disebabkan faktor internal dan eksternal. Kondisi sehari-hari, pola makan, pemakaian benda-benda di mata juga sangat memengaruhi,” terang spesialis mata Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie (RSUD AWS) Samarinda dokter Baswara NEW.
Dia mencontohkan, hal yang kerap dilupakan orang adalah memakai kacamata saat berada di luar ruangan. Banyak yang abai dengan hal ini. Padahal, kacamata akan membantu melindungi mata dari radiasi ultraviolet matahari. Selain itu, gaya hidup sehat dengan banyak konsumsi sayur dan buah, jadi hal penting.
Sebab, makanan yang kaya akan karotenoid dan antioksidan seperti yang ada di wortel, tomat, atau labu bisa membantu memperlambat penurunan penglihatan. Sebab, kedua jenis zat ini membantu memperbarui sel-sel tubuh. Makanan rendah lemak juga direkomendasikan agar metabolisme lancar dan pembuluh darah prima.
“Selain itu, masyarakat harus segera menyadari apa yang terjadi pada dirinya. Gangguan mata sedikit, jangan diabaikan. Segera periksakan ke dokter, agar penanganan bisa lebih baik,” imbuhnya.
Selain itu, banyak orang yang mengira masalah mata hanya akibat terlalu sering menatap layar komputer. Padahal, penyakit-penyakit metabolik seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol juga memengaruhi. Sebab, penyakit tersebut memengaruhi kinerja pembuluh darah. Sehingga, jika pembuluh darah rusak, maka organ mata yang notabene dialiri darah tersebut juga terpengaruh.
Penyakit yang tidak kalah sering menyerang dan menyebabkan kebutaan adalah katarak. Jadi, katarak merupakan kondisi pandangan mata kabur atau kurang jelas karena ada selaput yang menutupi mata.
Penyebab kondisi ini adalah faktor usia. Biasanya, seseorang yang berusia lanjut menderita katarak pada salah satu bagian mata. Kemudian disusul dengan bagian mata lain. Untuk penanganan katarak, biasanya dilakukan operasi bedah.
“Untuk operasi bedah katarak bisa dilakukan di Samarinda. Metodenya bermacam-macam. Bisa Phakic IOL atau Pseudofakia. Perbedaannya hanya ditambah lensa buatan atau ada yang diganti dengan lensa buatan baru,” jelas Baswara.
Lensa khusus yang ditanam ada dua jenis saat ini. Pertama adalah acrylic hydrophilic dan acrylic hydrophobic. Sementara itu, yang direkomendasikan adalah acrylic hydrophobic karena tingkat peradangan di dalam bola mata yang paling rendah.
Pentingnya mengonsumsi makanan bergizi untuk kesehatan mata, juga diamini ahli gizi Puskesmas Kelurahan Baqa Samarinda Seberang, Irna Yuliani. Makanan kaya  vitamin A akan membantu menunjang kesehatan mata. “Salah satu contohnya ya wortel,” ucapnya.
Meski begitu, tidak hanya wortel. Masih banyak sumber vitamin A lain. Agar tidak bosan, bisa memvariasikan konsumsinya. Sebab, vitamin A juga terkandung dalam buah, sayur maupun daging ikan. Misal, selada, mangga, labu, dan ikan laut.
Vitamin A bermanfaat bagi mata karena sifatnya yang memerangi masalah radikal bebas. Sehingga, meminimalisasi kerusakan di lensa maupun retina mata. 
sumber : http://kaltim.prokal.co/read/news/283007-hindari-radiasi-saat-usia-senja-dengan-kacamata/1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar