Cari

Kamis, 10 November 2016

Kenali Penyebab Utama Katarak dan Cara Penanganannya agar Terhindar dari Kebutaan

SURYA.co.id | SURABAYA - Katarak merupakan penyakit mata akibat terjadinya kekeruhan pada lensa mata.
Penyakit ini juga menjadi penyebab kebutaan terbanyak di negara-negara berkembang.
Apalagi masyarakat Indonesia masih banyak yang enggan untuk menjalani operasi.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, Dr dr Kohar Hari Santoso, SpAn KIC KAP menjelaskan, berdasarkan Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menyebut prevalensi katarak di Jawa rinur mencapai 1,6 persen.
Sementara itu prevalensi tertinggi di Sulawesi Utara (3,7 persen), disusul Jambi (2,8 persen) dan Bali (2,7 persen). 
Sementara prevalensi katarak terendah ditemukan di DKI Jakarta (0,9 persen) diikuti Sulawesi Barat (1,1 persen).
“Sebagian besar penderita katarak belum menjalani operasi karena ketidakatahuan mengenai penyakit yang dideritanya. Mereka juga tidak tahu jika buta katarak dapat dioperasi,”ungkapnya.
Ia merinci jumlah masyarakat di Jatim yang tidak mengetahui katarak bisa disembuhkan dengan penyakit mencapai 51,6 persen.
Selain itu, tidak sedikit dari mereka yang menderita katarak belum operasi karena tidak mampu membiayai hingga 11,6 persen.
Bahkan tidak berani 8,1 persen penderita katarak tidak berani dioperasi.
“Mahal dan kurang edukasi yang menjadikan masyarakat takut. Padahal tidak apa-apa karena bagaimanapun katarak tidak bisa diobati hanya dengan operasi,” ungkapnya.
Untuk itu pihaknya menggiatkan sosialisasi melalui penyuluhan.
Serta memberikan akses pada perhimpunan dokter mata dan lembaga sosial ubtuk aktif melakukan kegiatan sosial pada masyarakat penderita katarak.
Sementara itu, dr M Nurdin Zuhri SpM, spesialis mata di RSUD Dr Soetomo menjelaskan kebutaan di Jatim yang mencapai 0,4 persen.
Berbagai faktor bisa mempengaruhinya, dan ia juga membenarkan paling banyak didominasi oleh katarak.
“Katarak juga menyerang berbagai usia. Mulai dari sejak lahir karena genetik, usia senja, hingga komplikasi penyakit seperti diabetes atau kecelakaan,”lanjutnya.
Jumlah penderita katarak juga cukup banyak.
Di Poliklinik mata RS Unair tempatnya berpraktek, dalam 2 minggu bisa mengoperasi lebih dari 20 pasien.
Karena kebutaan katarak bisa disembuhkan, ia mengungkapkan masyarakat perlu diedukasi lebih banyak lagi.
“Untuk mengurangi resiko katarak, harus mengurangi radikal bebas seperti asaprokok sampai sinar UV. Makanya orang yang bekerja lapangan lebih beresiko terkena katarak dibandingkan yang di kantor dengan AC,” tuturnya.
sumber : http://surabaya.tribunnews.com/2016/11/06/kenali-penyebab-utama-katarak-dan-cara-penanganannya-agar-terhindar-dari-kebutaan?page=2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar