Cari

Jumat, 02 Desember 2016

Duh, Masyarakat Indonesia Rawan Terserang Katarak

Duh, Masyarakat Indonesia Rawan Terserang Katarak

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Dengan negara yang terletak di kawasan tropis dekat katulistiwa, masyarakat Indonesia ternyata rentan terkena gangguan mata katarak, demikian diutarakan Menteri Kesehatan Nila F Moeloek.
"Di negara tropis itu paparan sinar ultraviolet lebih tinggi daripada di negara nontropis. Sinar ultraviolet memicu katarak," ujarnya di kantor Kemenkes Jakarta, Jumat (7/10/2016) menyangkut Hari Penglihatan Sedunia 2016.
Menkes mengklaim jika tingkat kerawanan itu meningkat karena ozon di mantel bumi, yang bertindak sebagai filter sinar ultraviolet, semakin berlubang karena efek rumah kaca. Hasilnya, sinar ultraviolet makin banyak masuk bumi, terutama di kawasan tropis macam Indonesia.
Dengan latar belakang sebagai dokter spesialis mata, Menkes menyebut jika fakta itu sudah dibuktikan dengan data penderita katarak yang lebih tinggi di negara tropis ketimbang negara nontropis seperti  Eropa dan Amerika Serikat.
Menurut Menkes,  usia penderita katarak di Indonesia umumnya dimulai pada 56 tahun, beda dengan negara nontropis di mana penderita katarak banyak diidap pada usia 70 tahun.
Penyakit katarak sendiri merupakan gangguan di mana pada lensa mata muncul bagian keruh yang biasanya tampak cukup bening tetapi mengaburkan penglihatan. Seiring pertambahan usia, umumnya lensa mata perlahan-lahan akan keruh serta berkabut. (*)

sumber:
http://www.timesindonesia.co.id/read/134239/20161008/052228/duh-masyarakat-indonesia-rawan-terserang-katarak/



Pandangan Berkabut, Bisa Jadi Mata Anda Terkena Penyakit Katarak, Segera Periksakan Diri

Pandangan Berkabut, Bisa Jadi Mata Anda Terkena Penyakit Katarak, Segera Periksakan Diri

Mata merupakan satu diantara organ penting bagi manusia. Lewat mata, manusia menyerap informasi visual yang digunakan untuk beraktivitas sehari-hari.
Namun seiring bertambahnya usia, mata bisa mengalami beberapa gangguan. Salah satunya adalah katarak.
Penyakit katarak yang tidak ditangani dengan baik dapat mengakibatkan kebutaan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui penyebab dan gejalanya sebelum terlambat.
Hal tersebut disampaikan oleh dr. Novanita Shirley Satolom, Sp.M dari Siloam Hospitals Manado Sabtu (8/10).
Dia menjelaskan bahwa katarak merupakan penyakit mata yang ditandai dengan terjadinya kekeruhan pada lensa mataseseorang, sehingga cahaya dari luar tidak dapat menembusnya.
Kekeruhan pada lensa mata tersebut bervariasi sesuai tingkatannya, ada yang tidak terlalu buram hingga buram total.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang terkena katarak. Menurut dr. Novanita, penyebab yang paling umum adalah faktor penuaan yang biasanya terjadi pada usia di atas 60 tahun.
Selain karena usia, adapula faktor penyebab lainnya seperti faktor genetik, terpapar sinar ultraviolet dalam waktu lama, pernah mengalami cedera pada mata, mengonsumsi obat kortikosteroid dalam waktu lama, pernah mendapatkan perawatan medis dengan radiasi, hingga penderita penyakit diabetes melitus dan hipertensi yang berisiko dua kali lebih besar terkena katarak.
“Gaya hidup tidak sehat seperti merokok dan mengonsumsi alkohol juga bisa meningkatkan risiko seseorang terkena katarak. Asap rokok menghasilkan radikal bebas yang dapat merusak antioksidan di mata, begitu pula dengan minuman beralkohol yang sifatnya memproduksi radikal bebas,” papar dr. Novanita.
Baca selanjutnya......... 
Sumber : http://manado.tribunnews.com/2016/10/09/pandangan-berkabut-bisa-jadi-mata-anda-terkena-penyakit-katarak-segera-periksakan-diri